Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Apakah Engkau Ingin Menjadi Pembuka Pintu-Pintu Kebaikan? (Bag. 7)

M. Saifudin Hakim oleh M. Saifudin Hakim
4 Oktober 2018
di Akhlak dan Nasihat
Share on FacebookShare on Twitter

Baca pembahasan sebelumnya: Apakah Engkau Ingin Menjadi Pembuka Pintu-Pintu Kebaikan? (Bag. 6)

Ketujuh: Memperbanyak doa kepada Allah Ta’ala

Doa adalah kunci pembuka semua kebaikan. Salah seorang ulama salaf berkata, “Aku merenungkan pokok-pokok kebaikan. Aku jumpai bahwa kebaikan itu memiliki pintu yang banyak. Shalat adalah kebaikan, puasa adalah kebaikan, haji adalah kebaikan. Pintu-pintu kebaikan itu banyak. Dan aku jumpai bahwa itu semua berada di tangan Allah Ta’ala. Sehingga aku yakin bahwa doa adalah kunci pembuka semua kebaikan.”

Kita tidaklah mampu untuk shalat, kecuali jika Allah Ta’ala menolong kita. Begitu pula, kita tidak mampu untuk berhaji, berpuasa, bersedekah, berbuat baik kepada orang tua, dan mengerjakan berbagai amal kebaikan, kecuali jika Allah Ta’ala menolong kita.

Oleh karena itulah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersyair di saat perang Ahzab,

وَاللَّهِ لَوْلاَ اللَّهُ مَا اهْتَدَيْنَا، وَلاَ صُمْنَا وَلاَ صَلَّيْنَا

“Demi Allah, seandainya bukan karena Allah, kami tidak akan mendapatkan hidayah, kami tidak akan berpuasa, dan tidak pula mendirikan shalat.” (HR. Bukhari no. 6620 dan Muslim no. 1803)

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَى مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ

“Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kalian yang bersih (dari perbuatan keji dan munkar itu) selama-lamanya. Akan tetapi Allah membersihkan siapa saja yang dikehendaki-Nya.” (QS. An-Nuur [24]: 21)

وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ ؛ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَنِعْمَةً

“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, sebagai karunia dan nikmat dari Allah.” (QS. Al-Hujuraat: 7-8)

Baca Juga: Apakah Engkau Ingin Menjadi Pembuka Pintu-Pintu Kebaikan? (Bag. 1)

Oleh karena itu, jika kita memang ingin menjadi pembuka pintu kebaikan, menjadi orang-orang yang memiliki keutamaan, menjadi penuntut ilmu yang mulia, maka hendaknya kita banyak meminta kepada Allah Ta’ala. Karena itu semua berada di tangan Allah Ta’ala. Di antara para ulama ada yang mengatakan,

الدعاء مفتاح كل خير، فمن وفق لهذا المفتاح وفق للخير، ومن حرم هذا المفتاح حرم من الخير

“Doa adalah kunci pembuka kebaikan. Barangsiapa yang mendapatkan taufik untuk mendapatkan kunci ini, maka dia akan mendapatkan taufik untuk memperoleh kebaikan. Barangsiapa yang tercegah dari pintu ini, dia tercegah dari kebaikan.”

Berdoa, mengadu kepada Allah Ta’ala, tulus dalam berdoa, serta memberi perhatian terhadap adab, ketentuan (kaidah) dan syarat berdoa sebagaimana yang terdapat di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, merupakan asas dan landasan pokok dalam masalah ini.

Contoh-contoh doa terkait masalah ini sangatlah banyak. Di antaranya adalah doa yang dibaca Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap kali keluar rumah,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ، أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ، أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ، أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ، أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menyesatkan atau disesatkan; menggelincirkan atau digelincirkan; berbuat dzalim atau didzalimi; atau berbuat usil atau diusili.” (HR. Abu Dawud no. 5094; Ibnu Majah no. 3448; Tirmidzi no. 3427. Tirmidzi berkata, “Hadits hasan shahih.” Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 3163.)

Perhatikanlah doa yang agung dan indah ini. Betapa kita sangat membutuhkan doa ini setiap kali keluar rumah. Dan jika Allah Ta’ala mengabulkannya, maka jadilah kita menjadi pintu kebaikan dan penutup keburukan.

Sebagian salaf mengucapkan dalam doanya,

اللهم سلمني، و سلم مني

“Allahumma, sallimnii, wa sallim minnii” (Ya Allah, selamatkanlah aku, dan selamatkanlah aku dari gangguan jiwaku sendiri.)

Doa ini semakna dengan doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas. Akan tetapi, doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentu lebih luas, lebih indah dan lebih sempurna.

Doa lainnya yang dirutinkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap hari selesai shalat subuh adalah,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, amal yang diterima, dan rizki yang baik.” (HR. Ahmad no. 26521 dan Ibnu Majah no. 925. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah no. 753)

Di antaranya juga adalah doa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا

“Ya Allah, aku meminta kepada-Mu kebaikan seluruhnya, baik yang segera atau yang tertunda, baik yang aku ketahui atau aku belum ketahui. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan seluruhnya, baik yang segera atau yang tertunda, baik yang aku ketahui atau aku belum ketahui. Sesungguhnya aku meminta kepada-Mu semua doa kebaikan yang diminta oleh hamba dan Nabi-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang hamba dan Nabi-Mu meminta perlindungan dari kejelekan itu. Ya Allah, aku meminta kepada-Mu surga dan segala yang mendekatkan menuju surga, baik ucapan atau perbuatan. Aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan segala yang mendekatkan menuju neraka, baik ucapan atau perbuatan. Dan aku meminta kepada-Mu untuk menjadikan semua takdir yang Engkau takdirkan untukku adalah kebaikan.” (HR. Ahmad no. 25019, Ibnu Majah no. 3846 dan Ibnu Hibban no. 869. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 1542.)

[Bersambung]

LANJUT KE BAGIAN 8

Baca Juga:

  • Tinggalkan Pintu Kebaikan, Pasti Masuk Lubang Keburukan
  • Kebaikan Berlipat Ganda, Mau?

***

@Sint-Jobskade 718 NL, 8 Syawwal 1439/ 22 Juni 2018

Oleh seorang hamba yang sangat butuh ampunan Rabb-nya,

Penulis: M. Saifudin Hakim

Artikel Muslim.or.id

 

Referensi:

Disarikan dari kitab Kaifa takuunu miftaahan lil khair karya Syaikh ‘Abdurrazaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr, hal. 32-36.

ShareTweetPin
M. Saifudin Hakim

M. Saifudin Hakim

- Alumnus Ma'had Al-'Ilmi, Yogyakarta. - Alumnus Pendidikan Dokter FK UGM, Yogyakarta. - Alumnus Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda. - Saat ini sedang belajar di Unayzah, Saudi Arabia.

Artikel Terkait

Masih Ada Waktu untuk Berbuat Dosa, Belum Tentu Ada Waktu untuk Bertobat (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
16 Juli 2026
0

Salah satu bentuk kasih sayang Allah Ta'ala kepada hamba-Nya adalah dibukanya pintu tobat selama masih hidup di dunia. Tidak ada...

Seni Menyanjung Sesuai Syariat Islam: Seni Memuji yang Menumbuhkan, Bukan Melalaikan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
6 Juli 2026
0

Tidak ada manusia yang tidak senang dipuji. Kalimat yang baik dapat menjadi motivasi, penguat hati, bahkan penyubur semangat dalam melakukan...

Mengingat Kembali Keutamaan Muharam, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
26 Juni 2026
0

Dalam Islam, bulan Muharam memiliki kedudukan yang sangat agung dan istimewa. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram...

Artikel Selanjutnya
anak yatim, zakat harta

Fatwa Ulama: Kewajiban Zakat terhadap Harta Anak Yatim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 5   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah