Tinggalkan Pintu Kebaikan, Pasti Masuk Lubang Keburukan

Tinggalkan Pintu Kebaikan, Pasti Masuk Lubang Keburukan

Coba anda baca surat Al Baqarah ayat 101-102, ini dia ayatnya:

وَلَمَّا جَاءهُمْ رَسُولٌ مِّنْ عِندِ اللّهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ نَبَذَ فَرِيقٌ مِّنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ كِتَابَ اللّهِ وَرَاء ظُهُورِهِمْ كَأَنَّهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ وَاتَّبَعُواْ مَا تَتْلُواْ الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَـكِنَّ الشَّيْاطِينَ كَفَرُواْ

Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah). Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir)

Ayat ini menceritakan tentang orang Yahudi yang tidak menghiraukan utusan yang Allah kirim kepada mereka. Kemudian mereka juga tidak mengindahkan Kitabullah yang diturunkan kepada mereka. 

Jika kita lihat tafsir dari ayat ini, Syaikh As Sa’di menjelaskan, “jelas dari ayat ini bahwa sebagian golongan ahlul Kitab tersebut tidak tersisa keimanan pada mereka dikarenakan tidak mengimani sang Rasul. Walhasil, sesungguhnya kekafiran mereka tersebut merupakan kekafiran terhadap kitab mereka sendiri walaupun mereka tidak merasa demikian. Dan dari kejadian yang Allah takdirkan ini ada mutiara faidah dan hikmah, yaitu siapa yang meninggalkan suatu hal yang bermanfaat, dan ia memungkinkan untuk mengambil manfaat dari hal tersebut namun tidak ia lakukan, maka ia akan diberi ujian dengan kesibukan pada perkara yang merugikannya. akan diuji dengan ibadah kepada sesembahan selain Allah. Siapa yang menanggalkan kecintaan, rasa takut dan pengharapan kepada Allah, akan diuji dengan cinta, takut dan berharap pada selain Allah. Siapa yang tidak mengeluarkan hartanya di jalan Allah, pasti akan mengeluarkan hartanya di jalan setan. Siapa yang tidak menghinakan dihadapan Rabb-nya, akan terhina di hadapan sesama hamba. Siapa yang meninggalkan kebenaran akan diuji dengan kebatilan.” (Tafsir As Sa’di, 60).

Coba perhatikan ayat ini, orang Yahudi ketika datang utusan Allah, disia-siakan. Namun ketika mereka menyia-nyiakan kebaikan, mereka langsung diuji dengan keburukan, “sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah). Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan“.

Demikianlah, bukankah ini suatu renungan yang menohok hati kita semua? alias langsung mak jleb. Rumusnya gampang, ketika kita tidak memakai waktu kita untuk kebaikan, DAPAT DIPASTIKAN kita akan memakai waktu kita untuk keburukan.

Bahkan urusan yang manusiawi seperti makan-minum dan tidur. Makanya niatkanlah makan-minum, tidur dan urusan manusiawi kita lainnya sebagai hal yang mendukung kita berbuat baik. Makan, minum, tidur, agar besoknya kuat untuk kembali beraktivitas yang baik.

Demikian, mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.

Penulis: Amrullah Akadhinta, ST.

Artikel Muslim.Or.Id

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
iklan
MPD Banner

About Author

Amrullah Akadhinta, ST.

alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Teknil Sipil UGM, ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Atsary Yogyakarta 2007-2013, koordinator Al Madinah International University Yogyakarta 2008-2012, pimpinan Radio Muslim Yogyakarta 2010-2013

View all posts by Amrullah Akadhinta, ST. »