Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Kebaikan Berlipat Ganda, Mau?

Kholid Syamhudi, Lc. oleh Kholid Syamhudi, Lc.
10 Desember 2012
di Hadis
cara membaca arab gundul
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Penjelasan Hadits:
  • Faidah Hadits

Teks hadits:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلى الله عليه وسلم فِيْمَا يَرْوِيْهِ عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ : فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ عَشْرَةَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيْرَةٍ، وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً ” [رواه البخاري ومسلم في صحيحهما بهذه الحروف]

Dari Ibnu Abbas radhiallahuanhuma, dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sebagaimana dia riwayatkan dari Rabbnya Yang Maha Suci dan Maha Tinggi: “Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskan hal tersebut : Siapa yang ingin melaksanakan kebaikan kemudian dia tidak mengamalkannya, maka dicatat disisi-Nya sebagai satu kebaikan penuh. Dan jika dia berniat melakukannya dan kemudian melaksanakannya maka Allah akan mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat bahkan hingga kelipatan yang banyak. Dan jika dia berniat melaksanakan keburukan kemudian dia tidak melaksanakannya maka baginya satu kebaikan penuh, sedangkan jika dia berniat kemudian dia melaksanakannya Allah mencatatnya sebagai satu keburukan“.

(Riwayat Al Bukhari dan Muslim dalam kedua shahihnya dengan redaksi ini).

Penjelasan Hadits:

Hadits qudsi yang mulia ini menunjukkan kemurahan dan kasih sayang Allah yang sempurna kepada manusia. Allah jelaskan bahwa Ia telah menetapkan kebaikan dan keburukan. Lalu memerintahkan malaikat pencatat amalan untuk mencatat keinginan kita berbuat kebaikan dengan satu pahala kebaikan walaupun kita belum melaksanakannya. Sebaliknya bila kita berkeinginan berbuat keburukan dan dosa namun tidak melaksanakannya karena takut kepada Allah maka dicatat sebagai satu kebaikan. Sebagaimana dijelaskan dalam riwayat lainnya,

فَإِنمَّاَ تَرَكَهَا مِنْ جَرَّائِي

“Ia meninggalkannya hanya karena takut kepadaku“.

Hal ini karena keiklasan dan takwanya membuatnya menggagalkan keinginan jelek tersebut dan merubahnya menjadi baik. Jadilah hal itu menjadi keinginan berbuat kebajikan, karena meninggalkan kemaksiatan adalah kebaikan.

Apabila meninggalkannya hanya karena ketidak mampuan maka tetap dicatat sebagai keburukan dan tidak mendapatkan satu kebaikan. Hal ini dijelaskan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam sabda beliau,

إِذَا الْتَقَى الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُوْلُ فِيْ النَّارِ، قَالُوْا ياَ رَسُوْلَ اللهِ: هَذَا الْقَاتِلُ فَمَا بَالُ الْمَقْتُوْلُ ؟ قَالَ: إِنَّهُ كَانَ حَرِيْصًا عَلىَ قَتْلِ صَاحِبِهِ

“Apabila dua orang muslim berperang, maka pembunuh dan korbannya di neraka. Mereka (para sahabat) bertanya: Wahai Rasulullah! Pembunuh jelas, lalu bagaimana yang korban? Maka beliau menjawab: Ia masih berniat sungguh-sungguh untuk membunuh temannya.”

Oleh karena itu para ulama menyatakan: “Apabila seorang mampu melakukan sebab kemaksiatan dan dipalingkan darinya sesuatu diluar kehendaknya, maka keinginan berbuat maksiat tersebut dicatat sebagai keburukan dan kemaksiatan. Sedangkan bila kebaikan tersebut dilaksanakan maka Allah membalasnya dengan sepuluh kali lipat sampai kelipatan yang tak terhingga”.

Disini nampak jelas bahwa kaum muslimin bertingkat-tingkat dalam memperoleh pahala satu amalan. Ada yang mendapat sepuluh kali lipat, ada juga yang mendapat tujuh ratus kali lipat bahkan ada yang berlipat-lipat ganda lagi. Hal ini berbeda sesuai dengan perbedaan ilmu dan pengagungan kepada Allah serta kerinduannya kepada akhirat.

Oleh karena itu para sahabat menjadi umat terbesar pahalanya dan tertinggi kedudukan. Demikian juga orang yang berkeinginan berbuat keburukan dan melaksanakannya maka hanya dicatat satu keburukan saja. Hal ini menunjukkan agungnya rahmat Allah kepada hambaNya yang mukmin.

Alangkah celakanya seorang hamba ketika ditimbang amalannya di akhirat nanti keburukannya lebih berat dari kebaikannya. Bagaimana tidak? Allah melipat gandaan pahala kebaikan hingga keingina berbuat baik juga diberi pahala. Sedangkan dosa kemaksiatan hanya dibalas semisalnya tidak dilipat gandakan.

Marilah kita bersyukur kepada Allah atas limpahan rahmat dan kemurahan ini dengan memperbanyak amalan sholeh dan menjauhi seluruh kemaksiatan. Semoga kita menjadi hamba Allah yang selamat disunia dan akherat.

Faidah Hadits

  1. Kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang beriman sangat luas dan ampunan-Nya menyeluruh sedang pemberian-Nya tidak terbatas.
  2. Sesungguhnya apa yang tidak kuasa oleh manusia, dia tidak diperhitungkan dan dipaksa menunaikannya.
  3. Allah tidak menghitung keinginan hati dan kehendak perbuatan manusia kecuali jika kemudian dibuktikan dengan amal perbuatan dan praktek.
  4. Seorang muslim hendaklah meniatkan perbuatan baik selalu dan membuktikannya, diharapkan dengan begitu akan ditulis pahalanya dan ganjarannya dan dirinya telah siap untuk melaksanakannya jika sebabnya telah tersedia.
  5. Semakin besar tingkat keikhlasan semakin berlipat-lipat pahala dan ganjaran.

Wallahu a’lam

—
Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.
Artikel Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
Kholid Syamhudi, Lc.

Kholid Syamhudi, Lc.

Alumni S1 Jusuran Hadits Universitas Islam Madinah, pembina Pondok Pesantren Ibnu Abbas Sragen, pengajar Pondok Pesantren Al Ukhuwwah Sukoharjo, pembina Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia

Artikel Terkait

Derajat Hadis Membaca Doa Melihat Kakbah

oleh Muhammad Insan Fathin
19 Maret 2026
0

Mengunjungi Baitullah al-Haram, Kakbah, merupakan impian setiap Muslim. Di antara penyempurna rukun dari agama Islam adalah ibadah haji. Sebagian ulama...

Penjelasan Hadis tentang Botak Sebagai Ciri Fisik Khawarij

oleh Muhammad Insan Fathin
6 Februari 2026
0

Pemikiran Khawarij adalah pemikiran yang sangat menyimpang dalam Islam. Bahkan, bisa dipastikan bahwa pemikiran Khawarij adalah pemikiran kelompok yang keluar...

Hadis Arbain An-Nawawiyah

Penjelasan Hadis Arba’in An-Nawawiyah (Bag. 3): Hadis 2, Iman, Islam, dan Ihsan

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
17 November 2025
1

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ أَيْضًا قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللّٰهِ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ...

Artikel Selanjutnya

Panduan Makanan (3): Makanan yang Diharamkan dalam Hadits Nabawi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 10   +   6   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah