Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Apakah Engkau Ingin Menjadi Pembuka Pintu-Pintu Kebaikan? (Bag. 6)

M. Saifudin Hakim oleh M. Saifudin Hakim
2 Oktober 2018
di Akhlak dan Nasihat
dosa dan maksiat
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Kelima: Bersungguh-sungguh dalam menjauhi dosa dan maksiat
  • Keenam: Menjauhi dan mewaspadai sumber-sumber fitnah (kesesatan) dan syubhat

Baca pembahasan sebelumnya: Apakah Engkau Ingin Menjadi Pembuka Pintu-Pintu Kebaikan? (Bag. 5)

Kelima: Bersungguh-sungguh dalam menjauhi dosa dan maksiat

Di antara kunci pembuka pintu-pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan adalah bersungguh-sungguh untuk menjauhi perbuatan dosa dan meninggalkan semua sarana menuju perbuatan haram dan maksiat kepada Allah Ta’ala.

Diriwayatkan dari sahabat Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah Ta’ala memberikan permisalan adanya jembatan yang lurus, di kedua sisinya ada pintu-pintu. Pada pintu tersebut, ada tirai yang dijulurkan. Di permulaan jembatan terdapat penyeru yang berseru, ‘Wahai hamba Allah! Masuklah menuju jembatan dan jangan berbelok.’ Di tengah-tengah jembatan -dalam salah satu lafadz ‘di atas jembatan’- terdapat penyeru yang berseru, ‘Wahai hamba Allah! Janganlah membuka pintu. Jika engkau membukanya, engkau akan memasukinya.’

Kemudian beliau menjelaskannya, beliau berkata, “Adapun jembatan, itu adalah Islam. Adapun pagar, itu adalah batasan-batasan Allah. Pintu yang terdapat tirai yang dijulurkan itu adalah hal-hal yang Allah haramkan. Penyeru yang berseru di permulaan jembatan adalah kitab Allah. Sedangkan penyeru yang berseru di tengah atau di atas jembatan adalah nasihat Allah yang ada dalam hati setiap muslim.” (HR. Ahmad dalam Al-Musnad no. 17634 dan Al-Hakim, 1: 144. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 3887)

Baca Juga: Apakah Engkau Ingin Menjadi Pembuka Pintu-Pintu Kebaikan? (Bag. 1)

Ini adalah nikmat dan anugerah dari Allah Ta’ala, yang telah menjadikan penasihat-penasihat dalam hati setiap muslim. Penasihat yang selalu berbisik ketika dirinya membuka pintu-pintu larangan Allah atau memasuki jendela-jendela kebatilan. Penasihat yang selalu melarangnya, “Wahai hamba Allah, janganlah membuka pintu itu, karena jika dibuka, engkau pasti akan memasukinya.”

Oleh karena itu, barangsiapa yang ingin membuka pintu kebaikan dan menutup pintu keburukan bagi dirinya sendiri, dia harus memahami bahwa saat ini dia sedang berjalan di atas sebuah jembatan yang lurus, yang akan mengantarkan dirinya menuju surga Allah Ta’ala. Akan tetapi, di kedua sisi (kanan dan kiri) jembatan tersebut terdapat pintu yang banyak dan tidak memiliki kunci (gembok) penutup. Pintu-pintu tersebut hanya tertutup tirai yang akan menjerumuskannya ke dalam larangan Allah Ta’ala. Dan kita pun bisa membayangkan, jika sebuah pintu hanya tertutup tirai tanpa digembok, siapa pun bisa memasukinya dengan cepat tanpa perlu bersusah payah. Inilah gambaran orang-orang yang dengan mudahnya menerjang larangan Allah Ta’ala.

Maka waspadalah dari membuka pintu keburukan. Jika dia memasuki pintu tersebut untuk pertama kalinya, dia akan mengundang dan membuka untuk orang lain. Hal ini karena jika seseorang telah terjerumus ke dalam yang haram dan menikmati yang haram tersebut, dia pasti tidak ingin sendirian dan akan mencari teman.

Inilah kondisi para penyeru kesesatan dan kebatilan di setiap jaman. Jika dia memasuki larangan Allah, dia akan menjadi penyeru kesesatan. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh khalifah ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu,

ودت الزَّانِيَة لَو زنى النِّسَاء كُلهنَّ

“Pezina akan bercita-cita jika seandainya para wanita seluruhnya juga berzina.” (Al-Istiqamah, 2: 257)

Keenam: Menjauhi dan mewaspadai sumber-sumber fitnah (kesesatan) dan syubhat

Perkara urgen berikutnya adalah menjauhi dan mewaspadai sumber-sumber fitnah (kesesatan) dan syubhat (pemikiran-pemikiran yang rusak dan menyimpang). Dengan seperti ini, seseorang akan mewujudkan keselamatan untuk dirinya sendiri, juga selamat dari menjadi pembuka pintu keburukan bagi orang lain.

Dari sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

تَكُونُ أُمُورٌ مُشْتَبِهَاتٌ فَعَلَيْكُمْ بِالتَّؤَدَةِ , فَإِنَّ أَحَدَكُمْ أَنْ يَكُونَ تَابِعًا فِي الْخَيْرِ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَكُونَ رَأْسًا فِي الشَّرِّ

“Sesungguhnya akan ada perkara-perkara yang samar (tidak jelas manakah yang haq dan batil, pen.). Bersikap tenanglah kalian. Sesungguhnya jika kalian menjadi pengikut (pengekor) dalam kebaikan, itu lebih baik daripada menjadi pemimpin dalam keburukan.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf, 15: 34 dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 7: 297)

Barangsiapa yang ingin menjadi pembuka pintu kebaikan, perhatikanlah perkara-perkara syubhat dan berbagai fitnah yang ada. Janganlah dia bersikap tergesa-gesa, gegabah dan bersikap tanpa perhitungan (ngawur) yang hanya akan menjerumuskan dirinya dan orang lain ke dalam kebinasaan. Akan tetapi, hendaklah dia bersikap tenang, senantiasa berhubungan, meminta saran dan bimbingan para ulama terpercaya. Janganlah dia menentang nasihat ulama dengan pendapat dan hawa nafsunya sendiri. Hendaklah dia mengetahui kapasitas dirinya, dan tidak tertipu dengan dirinya sendiri.

[Bersambung]

LANJUT KE BAGIAN 7

Baca Juga:

  • Keutamaan Menunjukkan Kebaikan Kepada Orang Lain
  • Inilah Teladan Kebaikan Dari Para Keluarga Salafus Shalih

***

@Sint-Jobskade 718 NL, 6 Syawwal 1439/ 20 Juni 2018

Oleh seorang hamba yang sangat butuh ampunan Rabb-nya,

Penulis: M. Saifudin Hakim

Artikel Muslim.or.id

 

Referensi:

Disarikan dari kitab Kaifa takuunu miftaahan lil khair karya Syaikh ‘Abdurrazaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr, hal. 28-31 dan 37-38.

ShareTweetPin
M. Saifudin Hakim

M. Saifudin Hakim

- Alumnus Ma'had Al-'Ilmi, Yogyakarta. - Alumnus Pendidikan Dokter FK UGM, Yogyakarta. - Alumnus Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda. - Saat ini sedang belajar di Unayzah, Saudi Arabia.

Artikel Terkait

Masih Ada Waktu untuk Berbuat Dosa, Belum Tentu Ada Waktu untuk Bertobat (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
16 Juli 2026
0

Salah satu bentuk kasih sayang Allah Ta'ala kepada hamba-Nya adalah dibukanya pintu tobat selama masih hidup di dunia. Tidak ada...

Seni Menyanjung Sesuai Syariat Islam: Seni Memuji yang Menumbuhkan, Bukan Melalaikan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
6 Juli 2026
0

Tidak ada manusia yang tidak senang dipuji. Kalimat yang baik dapat menjadi motivasi, penguat hati, bahkan penyubur semangat dalam melakukan...

Mengingat Kembali Keutamaan Muharam, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
26 Juni 2026
0

Dalam Islam, bulan Muharam memiliki kedudukan yang sangat agung dan istimewa. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram...

Artikel Selanjutnya
sesat karena hobi berdebat

Menjadi Sesat karena Hobi Berdebat Kusir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 2   +   4   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah