Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Ada Apa dengan 10 Hari Pertama Bulan Zulhijah?

Abu Yazid Nurdin oleh Abu Yazid Nurdin
25 Agustus 2017
di Fikih
Keutamaan Bulan Dzulhijjah
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Keutamaan-keutamaan bulan Zulhijah
    • Islam disempurnakan oleh Allah pada bulan Zulhijah
    • Puasa Arafah adalah di antara kekhususan umat Islam
    • Darah-darah hewan kurban ditumpahkan terbanyak di bulan Zulhijah
    • Zulhijah adalah bulan muktamar umat Islam tingkat dunia
  • Amalan-amalan di bulan Zulhijah
    • Zikir
    • Puasa
    • Tilawah (membaca) Al-Qur’an
    • Sedekah
    • Kurban
    • Haji

Sebentar lagi musim haji akan tiba. Bulan Zulhijah adalah salah satu bulan yang dimuliakan di dalam Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzhalimi dirimu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kalian semuanya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah: 36)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن الزمان قد استدار كهيئته يوم خلق الله السموات والأرض، السنة اثنا عشر شهرا، منها أربعة حرم، ثلاثة متواليات: ذو القعدة وذو الحجة والمحرم، ورجب مضر، الذي بين جمادى وشعبان

“Sesungguhnya waktu itu berputar sebagaimana keadaannya ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun ada 12 bulan. Di antara bulan-bulan tersebut, ada 4 bulan yang haram (berperang di dalamnya – pen). Tiga bulan berturut-turut, yaitu: Zulkaidah, Zulhijah,  Muharam, (dan yang terakhir –pen) Rajab Mudhar, yaitu bulan di antara bulan Jumada dan Sya’ban.” (HR. Bukhari)

Di dalam bulan Zulhijah, ada hari-hari yang dipilih oleh Allah sebagai hari-hari terbaik sepanjang tahun. Allah Ta’ala berfirman,

والفجر وليال عشر

“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)

Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan 10 malam yang dimaksud oleh Allah dalam ayat tersebut. Penafsiran para ulama ahli tafsir mengerucut kepada 3 pendapat:

Yang pertama: 10 hari pertama bulan Zulhijah.

Yang kedua: 10 malam terakhir bulan Ramadan.

Yang ketiga: 10 hari pertama bulan Muharam.

Yang rajih (kuat) adalah pendapat yang menyatakan bahwa yang dimaksud adalah 10 hari pertama bulan Zulhijah. Hal ini berdasarkan atas 2 hal sebagai berikut:

Pertama, hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Jabir radhiyallahu ‘anhuma,

إن العشر عشر الأضحى، والوتر يوم عرفة، والشفع يوم النحر

“Sesungguhnya yang dimaksud dengan 10 itu adalah 10 bulan Al-Adh-ha (bulan Zulhijah –pen), dan yang dimaksud dengan “ganjil” adalah hari Arafah, dan yang dimaksud dengan “genap” adalah hari raya Iduladha.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i, hadis ini dinilai sahih oleh Al-Hakim dan penilaiannya disepakati oleh Adz-Dzahabi)

Kedua, konteks ayat dalam surah Al-Fajr. Sebagian ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan “al-fajr” dalam ayat tersebut adalah fajar pada hari raya Iduladha. Oleh karena itu, yang dimaksudkan dengan “10 malam” yang termaktub dalam ayat kedua surat tersebut adalah 10 hari pertama bulan Zulhijah. Ini lebih sesuai dengan konteks antar ayat. Wallaahu a’lam.

Keutamaan-keutamaan bulan Zulhijah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر. قالوا ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ولم يرجع من ذالك بشيء. (رواه البخاري)

“Tidak ada hari yang amal saleh lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari yang sepuluh ini (10 awal Zulhijah –pen).” Para sahabat bertanya, “Apakah lebih baik daripada jihad fii sabiilillah?” Beliau bersabda, “Iya. Lebih baik daripada jihad fii sabiilillah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan harta dan jiwa raganya kemudian dia tidak pernah kembali lagi (mati syahid –pen).” (HR. Bukhari)

Ibnu Rajab Al-Hanbaly rahimahullah berkata,

وإذا كان أحب إلى الله فهو أفضل عنده

“Apabila sesuatu itu lebih dicintai oleh Allah, maka sesuatu tersebut lebih afdhal di sisi-Nya.”

Berikut ini di antara keutamaan bulan Zulhijah:

Islam disempurnakan oleh Allah pada bulan Zulhijah

Allah berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian, dan Aku telah meridai Islam itu agama bagi kalian.”  (QS. Al-Maidah: 3)

Para ulama sepakat bahwa ayat itu turun di bulan Zulhijah saat haji wada’ di hari Arafah.

Hal ini berdasarkan atsar dari Umar bin Al-Khattab radhiyallaahi ‘anhu, bahwasanya seorang ulama Yahudi berkata kepada Umar, “Wahai Amiirul Mu’miniin, tahukah engkau satu ayat dalam kitab suci kalian yang kalian baca, yang jika seandainya ayat itu turun kepada kami, maka kami akan jadikan hari turunnya ayat tersebut sebagai hari raya.”

Umar berkata, “Ayat apakah itu?”

Yahudi itu membacakan ayat tersebut, “Al-yauma akmaltu lakum … ”

Umar pun berkata, “Sungguh kami telah mengetahui di mana dan kapan ayat itu turun. Ayat itu turun pada saat Nabi sedang berada di padang Arafah di hari Jumat.” (HR. Bukhari)

Puasa Arafah adalah di antara kekhususan umat Islam

Di dalam bulan Zulhijah ada sebuah hari yang sangat agung, yaitu hari Arafah. Pada hari tersebut disunahkan bagi yang tidak sedang melaksanakan haji untuk melakukan puasa. Puasa Arafah dapat menggugurkan dosa-dosa selama dua tahun. Pahala puasa Arafah (9 Zulhijah) lebih afdhal daripada pahala puasa Asyura (10 Muharam).

Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صوم عاشوراء يكفر السنة الماضية وصوم عرفة يكفر السنتين الماضية والمستقبلة (رواه النسائي)

“Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu, dan puasa Arafah itu dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. An Nasa’i)

Puasa Arafah termasuk keistimewaan umat Islam, berbeda halnya dengan puasa Asyura. Oleh karena berkahnya Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah melipatgandakan penghapusan dosa dalam puasa Arafah dua kali lipat lebih besar daripada puasa Asyura. Walillaahil hamd.

Darah-darah hewan kurban ditumpahkan terbanyak di bulan Zulhijah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أفضل الحج العج والثج

“Sebaik-baik pelaksanaan haji adalah yang paling banyak bertalbiyah dan yang paling banyak berhadyu (menyembelih hewan sebagai hadiah untuk fuqara’ Makkah -pen).” (HR. Abu Ya’la, An Nasa’i, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi. Syekh Al-Albani menilai hadis ini hasan)

Bulan Zulhijah selain sebagai bulan haji juga disebut sebagai bulan kurban, karena banyaknya hewan kurban yang disembelih pada bulan tersebut.

Zulhijah adalah bulan muktamar umat Islam tingkat dunia

Di hari Arafah, umat Islam yang datang dari seluruh penjuru dunia untuk melaksanakan haji berkumpul di padang Arafah, demi melakukan prosesi puncak pelaksanaan manasik haji, yaitu wukuf di Arafah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الحج عرفة (رواه الجماعة)

“Haji itu (wukuf –pen) di Arafah.” (HR. Al-Jama’ah)

Baca juga: Hadis-Hadis Lemah Seputar Bulan Zulhijjah

Amalan-amalan di bulan Zulhijah

Karena keutamaan yang banyak inilah, maka disyariatkanlah amal-amal saleh dan diberi ganjaran yang luar biasa. Di antara amal-amal tersebut adalah sebagai berikut:

Zikir

Allah berfirman,

ليشهدوا منافع لهم ويذكروا اسم الله في أيام معلومات

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan…” (QS. Al-Hajj: 28)

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Hari-hari yang telah ditentukan adalah 10 hari pertama bulan Zulhijah.”

Berzikir yang lebih diutamakan di hari-hari yang sepuluh ini adalah memperbanyak takbir, tahlil, dan tahmid.

Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

“Maka perbanyaklah di hari-hari tersebut dengan tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR. Ahmad, sahih)

Bukan hanya dilakukan di masjid atau di rumah, namun berzikir ini bisa dilakukan di mana dan kapan saja. Bahkan para sahabat Nabi sengaja melakukannya di tempat-tempat keramaian seperti pasar.

Al-Bukhari berkata,

وكان ابن عمر، وأبو هريرة يخرجان إلى السوق في أيام العشر، فيكبران ويكبر الناس بتكبيرهما

“Ibnu Umar dan Abu Hurairah senantiasa keluar ke pasar-pasar pada sepuluh hari pertama Zulhijah. Mereka bertakbir, dan orang-orang pun ikut bertakbir karena mendengar takbir dari mereka berdua.”

Puasa

Tidak diragukan lagi kalau berpuasa termasuk amal saleh yang sangat disukai oleh Allah. Di samping anjuran melakukan puasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah, maka disukai juga untuk memperbanyak puasa di hari-hari sebelumnya (dari tanggal 1 sampai dengan 8 Zulhijah) berdasarkan keumuman nash-nash hadis tentang keutamaan berpuasa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

والذي نفسي بيده لخلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi di sisi Allah daripada wangi minyak kasturi.” (Muttafaqun ‘alaih)

Tilawah (membaca) Al-Qur’an

Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

القرآن أفضل الذكر

“Al-Qur’an adalah sebaik-baik zikir.” (HR. Ibnu Khuzaimah, sahih)

Adalah hal yang sangat baik jika dalam waktu 10 hari tersebut, kita dapat mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an dengan membaca 3 juz setiap harinya. Hal ini sebenarnya mudah untuk dilakukan, yaitu dengan memanfaatkan waktu sebelum dan sesudah salat fardhu. Dengan membaca tiga lembar sebelum salat dan tiga lembar sesudah salat, insya Allah dalam 10 hari kita mampu mengkhatamkan Al-Qur’an. Intinya adalah mujahadah (bersungguh-sungguh).

Sedekah

Di antara yang menunjukkan keutamaan bersedekah adalah cita-cita seorang yang sudah melihat ajalnya di depan mata, bahwa jika ajalnya ditangguhkan sebentar saja, maka kesempatan itu akan digunakan untuk bersedekah.

Allah berfirman menceritakan saat-saat seseorang menjelang ajalnya,

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, lalu ia berkata, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkanku sampai waktu yang dekat, sehingga aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Al-Munafiquun: 10)

Kurban

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

فصل لربك وانحر

“Maka salatlah kamu untuk Tuhanmu dan berkurbanlah!” (QS. Al-Kautsar: 2)

Kurban adalah ibadah yang disyariatkan setahun sekali dan dilaksanakan di bulan Zulhijah.

Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من صلى صلاتنا، ونسك نسكنا، فقد أصاب النسك. ومن نسك قبل الصلاة فلا نسك له

“Barangsiapa yang salat seperti kita salat, dan berkurban seperti kita berkurban, maka sungguh dia telah mengerjakan kurban dengan benar. Dan barangsiapa yang menyembelih kurbannya sebelum salat Iduladha, maka kurbannya tidak sah.” (HR. Bukhari)

Ini menunjukkan bahwa ibadah kurban itu merupakan kekhususan dan syiar yang hanya terdapat di dalam bulan Zulhijah.

Haji

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

الحج أشهر معلومات

“Haji itu pada bulan-bulan yang tertentu.” (QS. Al-Baqarah: 197)

Yang dimaksudkan dengan haji dalam ayat di atas adalah ihram untuk haji bisa dilaksanakan dalam bulan-bulan yang sudah ditentukan, yaitu: Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah. Selain bulan-bulan tersebut, maka ihram seseorang untuk haji tidak sah.

Bahkan hampir sebagian semua prosesi manasik haji dilakukan pada bulan Zulhijah.

Akhirnya, kita memohon kepada Allah agar diberi kekuatan dan taufik-Nya agar kita bisa mengisi sepuluh hari pertama di bulan Zulhijah dengan amal-amal saleh, dan diterima oleh Allah sebagai pemberat timbangan kebaikan kita di yaumil hisaab (hari kiamat) kelak.

Washallallaahu ‘ala nabiyyinaa Muhammad, walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.

Baca juga: Orang Cerdas Tidak Melewatkan Kesempatan Emas di Bulan Zulhijah

***

Ditulis oleh Al-Faqiir ilaa ‘afwi Rabbihi Al-Majiid | Banyumas, awal Zulhijah 1438

Penulis: Teuku Muhammad Nurdin Abu Yazid

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin6
Abu Yazid Nurdin

Abu Yazid Nurdin

Alumnus dan mantan pengajar Ma'had Al Ilmy Yogyakarta, pernah bermulazamah dengan Syaikh Abdul Karim bin Sa'ad Asy Syawway di Riyadh, alumnus Fakultas Syari'ah Univ. Islam Muhammad bin Su'ud, Riyadh, staf pengajar PP Tunas Ilmu, Purbalingga, pimpinan PP An Naba', Kalibagor, Banyumas

Artikel Terkait

Fikih Riba (Bag. 13): Ketentuan-Ketentuan pada Riba Jual Beli (1)

oleh Muhammad Zia Abdurrofi
13 Juni 2026
0

Setelah membahas ‘illat pada keenam komoditas riba jual beli, di antara pembahasan yang tidak kalah penting adalah mengetahui tentang ketentuan-ketentuan...

Hukum Affiliate di Marketplace dengan Komisi yang Tidak Jelas (Majhul)

oleh Junaidi, S.H., M.H.
29 Mei 2026
0

Bisnis affiliate marketing kini menjadi salah satu model penghasilan digital yang paling diminati. Cara kerjanya sederhana: seseorang mempromosikan produk melalui tautan khusus,...

Beberapa Kesalahan Terkait Wukuf di Arafah

oleh Luqman Hasan Nahari
25 Mei 2026
0

Ibadah haji bagi kebanyakan kaum muslimin mungkin hanya dapat dilaksanakan sekali seumur hidup. Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap jemaah...

Artikel Selanjutnya
kaih ihram

Kain Ihram Mengingatkanmu

Komentar 9

  1. Haji noor says:
    7 tahun yang lalu

    Namanya puasa 10 hari awal dzulhijjah, tapi kenapa hanya puasa 9 hari

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      7 tahun yang lalu

      Hari di hari raya tidak boleh puasa

      Balas
    • Huda says:
      6 tahun yang lalu

      10 hari maksudnya 10 hari diawal zulhijjah. 9 hari sunnah berpuasa, 1 hari hari raya

      Balas
  2. Purnasari says:
    7 tahun yang lalu

    Tapi ustad kalau misalnya puasanya tidak cukup 9 hanya 8 soalnya saya lalai ternyata 1 dzulhijjah jatuh pada 2 agustus saya mulai puasanya hari ini ( 3 agustus 2019)

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      7 tahun yang lalu

      Tidak harus 9 hari.

      Balas
  3. Syahril says:
    6 tahun yang lalu

    Izin share min

    Balas
  4. Dede ahmad says:
    4 tahun yang lalu

    Terimakasih banyak ilmunya yg berbobot.. Dan bermanfaat.. Semoga istiqomah menebar ilmu kebaikan

    Balas
  5. Anwarudin says:
    3 tahun yang lalu

    Alhamdulillah dapat untuk materi mengisi pengajian nanti malam , terimakasih semoga menjadi pahala jariah

    Balas
  6. Zaedi says:
    1 tahun yang lalu

    izin share min

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 10   +   8   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah