Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Biografi Ringkas Imam Abu Abdirrahman An-Nasa’i

Gazzeta Raka Putra Setyawan oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
24 Februari 2025
di Biografi
An-Nasa’i
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Nama dan kelahiran
  • Perjalanan An-Nasa’i dalam mencari ilmu
  • Sifat fisik dan kepribadian
  • Akidah
  • Kedudukan ilmiah Imam An-Nasa’i
  • Guru-guru
  • Murid-murid
  • Karya-karya Imam An-Nasa’i
  • Pujian para ulama terhadap Imam An-Nasa’i
  • Wafat

Nama dan kelahiran

Beliau adalah imam, hafiz, terpercaya, ahli hadis terkemuka, Abu Abdirrahman Ahmad bin Syu’aib bin Ali bin Sinan bin Bahr Al-Khurasani An-Nasa’i, pengarang kitab As-Sunan. Beliau lahir di kota Nasa’ pada tahun 215 Hijriah.

Perjalanan An-Nasa’i dalam mencari ilmu

An-Nasa’i menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu ke Khurasan, Hijaz, Mesir, Irak, Jazirah, Syam, dan daerah perbatasan. Beliau banyak melakukan perjalanan dalam mencari ilmu, hingga menetap di Mesir. Namun, karena adanya rasa iri dari sebagian ulama di Mesir, beliau kemudian pergi ke Ramlah di Palestina.

Sifat fisik dan kepribadian

Imam Adz-Dzahabi menyatakan bahwa An-Nasa’i adalah seorang syekh yang berwibawa, berparas rupawan, dengan kulit yang terlihat segar, dan jenggot yang indah. Diceritakan pula bahwa beliau berwajah cerah, meski di usia lanjut, mengenakan pakaian nubi berwarna hijau, serta memiliki empat istri.

Abu Husain Muhammad bin Muzhaffar Al-Hafizh berkata, “Aku mendengar para ulama Mesir mengakui keutamaan dan kedudukannya sebagai imam, serta menceritakan kesungguhannya dalam beribadah siang dan malam, juga kegemarannya untuk menunaikan ibadah haji dan berjihad.”

Akidah

Imam An-Nasa’i رحمه الله memiliki akidah yang selaras dengan akidah ahli sunah waljamaah, yang terlihat jelas dalam karya-karya beliau. Qadhi Mesir, Abu Al-Qasim Abdullah bin Muhammad bin Abi Al-Awwam As-Sa’di, meriwayatkan bahwa An-Nasa’i berkata sebagaimana perkataan ulama besar. “Jika seseorang meyakini bahwa firman Allah,

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي

‘Sesungguhnya Aku adalah Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku.’ (QS. Thaha: 14) adalah makhluk, maka orang itu kafir.”

Kedudukan ilmiah Imam An-Nasa’i

Imam An-Nasa’i adalah salah satu ulama besar yang ahli dalam ilmu hadis, dikenal dengan pemahaman mendalam, ketelitian, serta kemampuannya dalam menilai perawi dan menyusun kitab. Beliau mengembara untuk menuntut ilmu ke berbagai wilayah seperti Khurasan, Hijaz, Mesir, Irak, Jazirah, Syam, dan perbatasan negeri-negeri muslim, hingga akhirnya menetap di Mesir, di mana para ahli hadis datang berguru kepadanya. Beliau diakui sebagai tokoh yang tiada tanding dalam bidang ini. Di antara murid yang meriwayatkan darinya adalah Abu Bisyir Ad-Dulabi, Abu Ja’far Ath-Thahawi, dan Abu Ali An-Naisaburi.

Al-Hafizh Ibnu Thahir menuturkan, “Aku bertanya kepada Sa’ad bin Ali Az-Zanjani tentang seorang perawi, ia menilainya tsiqah (terpercaya). Namun, ketika aku katakan bahwa An-Nasa’i men-dha’if-kannya, ia menjawab, ‘Wahai anakku, syarat Abu Abdurrahman dalam menilai perawi lebih ketat daripada syarat Bukhari dan Muslim.'”

Al-Hakim juga mengatakan, “Komentar An-Nasa’i tentang fikih hadis begitu banyak, dan siapa yang memperhatikan kitab Sunan-nya pasti kagum dengan bagusnya kata-katanya.” Ibnu Atsir juga menulis di awal kitab Jami’ul Ushul, “Beliau seorang Syafi’i yang memiliki panduan manasik (ibadah haji) sesuai mazhab Syafi’i, dan dikenal sangat wara’ dan berhati-hati.”

Baca juga: Biografi Ringkas Imam Abu Dawud

Guru-guru

An-Nasa’i belajar dari Ishaq bin Rahawaih, Hisyam bin Ammar, Muhammad bin Nadhr bin Musawar, Suwaid bin Nashr, Isa bin Hamad Zaghabah, Ahmad bin Abdah Adh-Dhabiy, Abu Thahir bin As-Sarh, Ahmad bin Mani’, Ishaq bin Syahin, Basyar bin Ma’adz Al-Aqadi, Basyar bin Hilal Ash-Shawaf, Tamim bin Al-Muntashir, dan banyak lagi.

Murid-murid

Murid-murid beliau di antaranya: Abu Bisyr Ad-Daulabi, Abu Ja’far Ath-Thahawi, Abu Ali An-Naisaburi, Hamzah bin Muhammad Al-Kanani, Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad bin Ismail An-Nahhas An-Nahwi, Abu Bakr Muhammad bin Ahmad bin Al-Haddad Asy-Syafi’i, Abdul Karim bin Abi Abdurrahman An-Nasa’i, Al-Hasan bin Al-Khadhir Al-Asyuthi, Abu Bakr Ahmad bin Muhammad bin As-Sunni, Abu Qasim Sulaiman bin Ahmad At-Thabrani, dan banyak lagi

Karya-karya Imam An-Nasa’i

Imam An-Nasa’i meninggalkan beberapa karya yang penting, di antaranya:

Pertama: Kitab As-Sunan Al-Kubra dalam ilmu hadis, yang paling dikenal.

Kedua: Kitab Al-Mujtaba atau As-Sunan As-Sughra, salah satu dari enam kitab hadis utama.

Ketiga: Musnad ‘Ali yang berisi hadis-hadis terkait Ali bin Abi Thalib.

Keempat: Kitab Tafsir dalam satu jilid.

Kelima: Adh-Dhu’afa wal Matrukun, mengenai perawi hadis yang lemah dan ditinggalkan.

Pujian para ulama terhadap Imam An-Nasa’i

Para ulama besar memberikan pujian yang tinggi terhadap keilmuan dan kedudukan Imam An-Nasa’i dalam ilmu hadis. Ibnu Katsir dalam kitab Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan, “Ahmad bin Ali bin Syu’aib bin Ali bin Sinan bin Bahr bin Dinar, Abu Abdurrahman An-Nasa’i, pemilik kitab Sunan, adalah seorang imam di zamannya, lebih unggul di antara rekan-rekannya dan para cendekiawan di masanya. Ia mengembara ke berbagai negeri, mempelajari hadis, dan bertemu dengan para ulama ahli hadis yang tajam pemahamannya.”

Imam Adz-Dzahabi berkata, “Ia lebih hafal hadis daripada Imam Muslim.”

Ibnu ‘Adi menyatakan bahwa ia mendengar Manshur Al-Faqih dan Ahmad bin Muhammad bin Salamah Ath-Thahawi berkata, “Abu Abdurrahman An-Nasa’i adalah seorang imam dari para imam kaum muslimin.”

Al-Hafizh Abu Abdurrahman An-Naisaburi menegaskan, “Abu Abdurrahman An-Nasa’i adalah imam dalam ilmu hadis tanpa ada keraguan.”

Abu Al-Hasan Ad-Daraquthni berkata, “Abu Abdurrahman (An-Nasa’i) lebih unggul daripada siapa pun yang dikenal dalam ilmu hadis di zamannya.” Beliau juga meyebutnya sebagai yang paling paham dari guru-guru Mesir pada masanya dan paling ahli dalam memilah antara riwayat sahih dan lemah, serta yang paling paham tentang perawi hadis.

Al-Hakim berkata,

كلام النَّسَائي على فقه الحديث كثيرٌ، ومن نظر في سننه تحيَّر في حسن كلامه

“Penjelasan An-Nasa’i tentang fikih hadis banyak sekali, dan siapa saja yang mempelajari kitab As-Sunan, maka pasti terkagum akan penuturannya.”

Wafat

Terdapat perbedaan pendapat tentang tempat dan waktu wafatnya Imam An-Nasa’i. Sebagian riwayat menyatakan bahwa beliau wafat di Makkah pada tahun 303 H.  Pendapat lain menyebutkan beliau wafat di Palestina pada tahun 302 H.

Ibnu Katsir menyebutkan dalam kitabnya Al-Bidayah wa An-Nihayah bahwa Imam Abu Abdurrahman An-Nasa’i wafat di Ramlah, Palestina pada hari Senin, 13 malam berlalu dari bulan Safar tahun 303 H, dan dimakamkan di Baitul Maqdis.

Baca juga: Biografi Ringkas Syekh Islam Ibnu Taimiyah (Bag. 1)

***

Penulis: Gazzeta Raka Putra Setyawan

Artikel: Muslim.or.id

 

Referensi:

Diterjemahkan dan disusun ulang oleh penulis dari web:

Pertama: https://www.alukah.net/culture/0/100646/ الإمام-الحافظ-أبو-عبدالرحمن-النسائي/

Kedua: https://ar.islamway.net/article/70496/ ترجمة-الإمام-النسائي

ShareTweetPin
Gazzeta Raka Putra Setyawan

Gazzeta Raka Putra Setyawan

- Mahasiswa STDI Imam Syafi'i Jember (2023-sekarang) - Alumnus Ma'had Aly Al Furqon Magelang - Alumnus I'dad Lughowy STDI Imam Syafi'i Jember - Alumnus Safwa University (Online)

Artikel Terkait

Biografi Imam Muhibbuddin Ath-Thabari: Tokoh Mazhab Syafi’i dari Makkah Al-Mukarramah

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
7 Juni 2026
0

Nama Ahmad bin Abdullah bin Muhammad bin Abu Bakar bin Muhammad bin Ibrahim, yang nasabnya bersambung kepada Ja‘far bin Muhammad...

Jawamiul Kalim: Salah Satu Keistimewaan Rasulullah

oleh Firdian Ikhwansyah
4 Juni 2026
0

Ketika Allah mengutus seseorang untuk menjadi Nabi dan Rasul, Allah berikan kepada mereka juga mukjizat dan keistimewaan sebagai bekal berdakwah...

Biografi Al-Imam Ath-Thabarani (Bag. 2)

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
24 Mei 2026
0

Kebersihannya dari tuduhan ahli bid‘ah Imam Abu Al-Qasim Ath-Thabarani رحمه الله terbebas dari tuduhan yang dialamatkan kepadanya oleh sebagian ahli...

Artikel Selanjutnya
Hukum Menikah dengan Lelaki yang Tidak Sekufu

Fatwa Ulama: Hukum Menikah dengan Lelaki yang Tidak Sekufu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   7   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah