Bismillahirrahmanirrahim.
Ada satu pesan yang dititipkan Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam untuk umat ini. Yaitu, pesan untuk membela kehormatan saudara sesama muslim saat kehormatannya direndahkan. Dalam hadis dari sahabat Abu Darda’, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ رَدَّ عَنْ عِرْضِ أَخيهِ كانَ لَهُ حِجَابًا مِنَ النَّارِ
“Siapa yang membela kehormatan saudaranya, maka dia akan memiliki pelindung dari siksa api neraka.” (HR. Ibnu Asakir, Syekh Albani menilai sanadnya laa ba’sa bihi, dan memiliki banyak penguat. Lihat Ghoyatul Murom)
Jika demikian penting dan besarnya pahala membela kehormatan saudara sesama muslim, bagaimana jika yang kita bela bukan sembarang orang, yaitu ulama yang memiliki jasa besar terhadap Islam dan kaum muslimin?! Sungguh membela mereka adalah membela agama. Membela mereka adalah kewajiban bagi kaum muslimin/
Tidak perlu berpanjang lebar, berangkat dari kecemburuan saat Syekh Albani rahimahullah direndahkan. Berikut kami nukilkan ungkapan pujian Syekh Yusuf Al-Qardhawi kepada ahli hadis di zaman ini, Syaikh Muhammad bin Nashirudin Al-Albani rahimahullah, yang ditulis di bukunya yangbberjudul “Fi Wadaa-il ‘Alaam” (Selamat Jalan Wahai Para Ulama, pent). Syekh Yusuf Qardhawi berkata,
Baca Juga: Pembagian Tauhid Menurut Para Ulama Ahlussunnah (Bag. 1)
Dimulai dari wafatnya Syekh Abdul Aziz bin Baz, Syekh Ali At-Thanthawi, Syekh Mushtafa Az-Zarqa, Syekh Manna’ Al-Qatthan, Syekh ‘Athiyah Salim, dan Syekh Muhammad Al-Majdzub.”
“Dan yang terakhir (meninggal di tahun itu) adalah Syekh Muhammad bin Nashirudin Al-Albani. Pakar hadis yang terkenal. Penulis kitab-kitab hadis yang telah tersebar ke timur dan ke barat.”
“Syekh Albani adalah salah satu dari ulama hadis senior di zaman ini, yang telah mendermakan dirinya untuk men-tahqiq sejumlah kitab hadis dan men-takhrij hadis-hadis untuk kaum muslimin. Beliau juga memiliki karya tulis bermacam-macam,”
مثل (سلسلة الأحاديث الصحيحة)، و(سلسلة الأحاديث الضعيفة)، و(صحيح الجامع الصغير وزيادته)، و(ضعيف الجامع الصغير وزيادته)، وكذلك صحيح كتب السنن الأربعة، (صحيح أبي داوود) و(ضعيفه)، و(صحيح الترمذي) و(ضعيفه)، و(صحيح النسائي) و(ضعيفه)، و(صحيح ابن ماجه) و(ضعيفه). و(صحيح الترغيب والترهيب)، وإن كان لم يكمله نشرًا، ولعله عنده مخطوط
Seperti:
Silsilah Al-Ahadits As Shahihah
Silsilah Al-Ahadits Ad-Dha’ifah
Shahih Al-Jaami’ As-Shaghir wa Ziyadatuh
Dan begitu juga sahih kitab-kitab sunan yang empat:
Shahih Abu Dawud dan Dha’ifnya
Shahih At-Tirmidzi dan Dha’ifnya
Shahih An-Nasa-i dan Dha’ifnya
Shahih Ibnu Majah dan Dha’ifnya
Shahih At-Targhib dan At-Tarhib, meskipun versi cetaknya belum sempurna, namun barangkali beliau telah menyempurnakan dalam bentuk manuskrip.
Syekh Albani juga memiliki andil di dalam literasi mazhab Hambali melalui kitab karyanya ‘Irwa’ul Ghalil fi Takhrij Ahaadits Manar As-Sabil’ (takhrij untuk hadis-hadis yang ada di kitab Manar As-Sabil; kitab fikih penting dalam mazhab Hambali, pent).
Baca Juga: Fatwa Ulama: Pengertian “Wajib Salat”
Beliau memandang bahwa mazhab Hambali adalah mazhab yang paling dekat dengan hadis. Namun, belum memiliki kitab takhrij untuk hadis-hadis yang ada pada kitab-kitab fikihnya.
>Mazhab Syafi’i ada ‘Talkhis Al-Habir Li Takhrij Hadits Syarah Ar-Rofi’i Al-Kabir’.
Mazhab Maliki juga punya kitab-kitab takhrij untuk kitab Al-Muwattha’.
Hal inilah yang mendorong Syaikh Albani memilih kitab “Manar As-Sabil” untuk ditakhrij hadis-hadisnya, lalu menjadi karya tulis setebal delapan jilid.
Beliau juga men-takhrij kitab Mukhtashar Shahih Muslim, Misykatul Mashabih dan As-Sunnah karya Ibnu Abi Ashim, dan kitab-kitab lainnya.”
Selesai nukilan.
Semoga Allah merahmati Syekh Albani dengan rahmat yang luas.
Baca Juga:
- Fatwa Ulama: Ketika Ragu Apakah Terlupa Salah Satu Rukun Salat
- Kekuatan Ikhlas dan Potret Ulama Salaf dalam Keikhlasan
***
Penulis : Ahmad Anshori
Artikel: www.muslim.or.id




