Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Setiap Akhir Tahun Umat Islam Ribut tentang Hukum Ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru?

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK oleh dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK
6 Januari 2020
di Akidah
Selamat Natal dan Tahun Baru
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Hati-Hati dengan Perkataan Mereka
  • Mereka yang Membenci Dakwah Islam

Ada selentingan atau komentar beberapa orang yang terlihat bijak, padahal sangat tidak bijaksana dan tidak hikmah

[lwptoc]

Hati-Hati dengan Perkataan Mereka

Perkataan yang seolah terlihat bijak dan penuh hikmah ditujukan kepada umat Islam seperti berikut

“Kenapa umat Islam setiap tahun meributkan hukum ucapan selamat natal dan tahun baru, padahal biarkan saja mereka seusai dengan keyakinan mereka.”

Baca Juga: Kumpulan Artikel Seputar Natal dan Tahun Baru

Kita berikan sanggahan terhadap perkataan ini:

  1. Secara hukum, tidak boleh mengucapkan selamat natal karena terdapat ijma’ ulama tidak bolehnya mengucapkan selamat kepada hari perayaan orang kafir[1] dan terdapat ijma’ ulama tidak boleh merayakan tahun baru orang kafir[2]
  2. Hal ini akan terus kita dakwahkan dan sudah sunnatullah-nya bahwa dakwah itu pasti ada yang menentang dan tidak terima, meskipun dakwah kita selembut kapas metodenya
  3. Dampak dari dakwah ini dan ada yang menolak, bukanlah artinya “meributkan dan membuat gaduh”, tetapi memang demikianlah dakwah sebagaimana dakwah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang membuat orang kafir Quraiys tidak terima dan merekapun menganggap  hal ini adalah kegaduhan dan membuat keributan
  4. Apabila seseorang punya prinsip “biarkan sesuai dengan keyakinan”, maka biarkan kami sesuai keyakinan kami menyebarkan apa yang kami yakini. Dakwah itu sederhana, apabila diterima alhamdulillah dan apabila ditolak, kami tidak boleh memaksa, tugas kami hanya menyampaikan dan kita muslim tetap bersaudara.

Baca Juga: Haruskah Berdakwah dengan Lemah Lembut di Zaman Ini?

Mereka yang Membenci Dakwah Islam

Saudaraku yang dirahmati Allah, sudah menjadi sunnatullah bahwa dakwah itu pasti ada yang tidak terima. Sebagaimana para Nabi dan Rasul yang pasti ada yang tidak terima dakwah mereka dan bahkan menjadi musuh para nabi dan rasul.

Allah berfirman,

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا

Demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu manusia. (QS. al-An’am: 112)

Setiap dakwah pasti akan memunculkan orang yang tidak terima dan mereka mengangap dakwah adalah membuat keributan dan menggelari dengan gelar yang buruk. Sebagaimana dakwah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dituduh memecah belah kaumnya, memisahkan suami-istri dan menjauhkan tuan dengan budaknya. Padahal dakwah beliau itu menyatukan umat di atas tauhid.

Allah berfirman,

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا

“Dan berpegang teguhlah dengan tali Allah secara keseluruhan, dan jangan kalian berpecah-belah.” (Ali ‘Imran: 103).

Tugas kita hanya menyampaikan saja dakwah dan tidak boleh memaksa orang lain untuk percaya dan mengubah paksa keyakinan orang lain.

 

Sebagaimana firman Allah,

وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

“Dan kewajiban kami tidak lain HANYALAH MENYAMPAIKAN (perintah Allah) dengan jelas.” (QS. Yasin: 17)

Syaikh Abdurrahman As-Sa’diy menjelaskan bahwa tugas kita hanya menyampaikan, apabila diterima maka alhamdulillah, apabila ditolak, maka sudah bukan kewajiban kita (mengubah paksa). Beliau berkata,

وإنما وظيفتنا -التي هي البلاغ المبين- قمنا بها، وبيناها لكم، فإن اهتديتم، فهو حظكم وتوفيقكم، وإن ضللتم، فليس لنا من الأمر شيء.

“Tugas kami hanyalah menyampaikan dengan ilmu yang jelas, kami lakukan dan kami jelaskan bagi kalian. Apabila kalian mendapat hidayah, maka itulah keberuntungan dan taufik bagi kalian. Apabila kalian tetap tersesat, maka tidak ada kewajiban bagi kami lagi (mengubah paksa).” [Lihat Tafsir As-Sa’diy]

Baca Juga:

  • Haruskah Berdakwah dengan Lemah Lembut di Zaman Ini?
  • Metode Dakwah kepada Orang Kafir

Demikian semoga bermanfaat

@ Lombok, Pulau Seribu Masjid

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslim.or.id

Catatan kaki:

[1] Silakan baca tulisan kami: Ijma’ Ulama: Larangan Mengucapkan “Selamat” Pada Hari Raya Non-Muslim

[2] Silakan baca tulisan kami: Larangan Merayakan Hari Nairuz, Hari Tahun Baru Non-Muslim

ShareTweetPin
dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Kedokteran Umum UGM, dosen di Universitas Mataram, kontributor majalah "Kesehatan Muslim"

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya
hukum Menyampaikan Ceramah di Pemakaman

Menyampaikan Ceramah (Khutbah) di Pemakaman

Komentar 3

  1. Galih says:
    7 tahun yang lalu

    menurut pandangan saya pribadi emang salah karena pada umumnya setiap agama emang harus saling menghargai dan umat non muslim juga tidak berharap untuk mendapatkan ucapan tersebut dari seorang muslim.

    Reply
  2. Raihan Marhani says:
    5 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum ustadz saya ingin bertanya tentang bioglass apakah itu trmasuk syirik karena itu adalah benda yg diyakini bisa mendatangkan manfaat jika dipakai, ditaruh dalam minuman, menangkal aura negatif mirip seperti tamimah akan tetapi ada juga yg mengatakan bahwa itu merupakan sebab ilmiah karena bioglass terbuat dari mineral alami dsb, jazakumullahu khairan

    Reply
  3. Matroji says:
    2 tahun yang lalu

    Assalamualaikum.
    maaf ya saya jg muslim.
    saya menyimak materi di atas tentang ucapan.
    baik itu ucapan
    Syahadat
    pernikahan dll nya.
    ucapan itu kan pengakuan yg di saksikan .
    arti nya dgn syarat syarat tertentu.

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   10   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah