Hendaknya kaum muslimin berhati-hati dan tidak tergiur dengan iklan “badal haji” (menggantikan haji) yang menipu dan tidak bisa dipastikan keabsahan badal haji tersebut. Umumnya, mereka meminta sejumlah uang dari orang yang ingin “dibadal-hajikan” untuk biaya haji dan membayar hadyu (sembelihan), padahal faktanya mereka menipu dan melanggar beberapa kaidah “badal haji”.
“Badal haji” adalah menggantikan seseorang untuk berangkat haji karena tidak mampu lagi secara fisik maupun sudah meninggal. Apabila ingin melakukan “badal haji”, perlu memperhatikan kaidah “badal haji”. Berikut berapa kaidah “badal haji” yang dilanggar oleh mereka:
Baca Juga: Ancaman Jika Sengaja Menunda Ibadah Haji Padahal Mampu
1. “Badal haji” hanya boleh dilakukan apabila orang tersebut tidak mampu secara fisik permanen saja atau sudah meninggal. Juga terdapat syarat lainnya, yaitu dia telah mampu, misalnya memiliki harta yang cukup. Jadi, apabila belum mampu secara harta, maka tidak boleh “dibadal-hajikan”.
Faktanya, iklan “badal haji” yang menipu ini tidak peduli dengan hal ini. Mereka meminta sejumlah uang yang tidak terlalu banyak untuk dibayar kepada mereka, yaitu hanya untuk membayar hadyu (sembelihan) dan transportasi sekedarnya karena mereka sudah berada di Makkah.
An-Nawawi rahimahullah berkata,
والجمهور على أن النيابة في الحج جائزة عن الميت والعاجز الميئوس من برئه
“Jumhur ulama berpendapat bahwa badal haji hanya boleh untuk orang yang sudah meninggal atau orang yang lemah fisik (cacat/sakit) yang sudah tidak bisa sembuh lagi.” (Syarh An-Nawawi ‘ala Muslim, 8: 27)
2. Yang melakukan ibadah badal haji (penggantinya) harus sudah berhaji terlebih dahulu untuk dirinya sendiri.
Faktanya, “iklan badal haji” yang menipu tersebut, belum tentu anggotanya sudah berhaji semuanya. Meskipun mereka tinggal di Saudi, tetapi tidak semua orang yang tinggal di Saudi mendapatkan jatah haji dan sudah pernah berhaji.
Sebagaimana dalam satu hadis dijelaskan bahwa ada seseorang yang berhaji untuk orang lain, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bertanya, apakah dia sudah berhaji untuk dirinya ataukah belum. Orang tersebut menjawab “belum”, maka beliau memerintahkan agar berhaji untuk dirinya sendiri terlebih dahulu. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar seorang lelaki berkata,
لَبَّيْكَ عَنْ شُبْرُمَة
“Ya Allah, aku memenuhi panggilanmu untuk menghajikan Syubrumah.”
Nabi pun bertanya kepadanya, “Siapakah Syubrumah?”
Lelaki itu berkata, “Kerabatku.”
Nabi berkata, “Engkau sudah pernah haji?”
Lelaki itu berkata, “Belum.”
Nabi berkata,
فَاجْعَلْ هَذِهِ عَنْ نَفْسِكَ ثُمَّ احْجُجْ عَنْ شُبْرُمَةَ
“Jadikanlah haji ini untuk dirimu, kemudian berhajilah untuk Syburumah!” (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)
Dalam Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah dijelaskan,
لا يجوز للإنسان أن يحج عن غيره قبل حجه عن نفسه
“Seseorang tidak boleh seseorang orang lain sebelum ia sendiri melakukan haji untuk dirinya.” (Fatwa Al-Lajnah, 11: 50)
Baca Juga: Hukum Masker bagi Jama’ah Haji yang Sedang Ihram
3. “Badal haji” untuk satu orang saja, satu orang menggantikan satu orang.
Faktanya, “iklan badal haji” yang menipu ini melakukan badal haji untuk banyak orang, sedangkan yang melakukan ibadah haji hanya satu orang saja. Foto satu orang melakukan haji dikirim ke beberapa orang yang mereka minta uangnya untuk “dibadal-hajikan.”
Dalam fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah dijelaskan,
ولا يجوز للشخص أن يحج مرة واحدة ويجعلها لشخصين ، فالحج لا يجزئ إلا عن واحد
“Tidak boleh bagi seseorang melakukan haji hanya sekali, tetapi menggantikan untuk dua orang. Haji tidak sah kecuali untuk satu orang saja.” (Fatwa Al-Lajnah, 11: 58)
Demikian pemaparan singkat ini, semoga tidak ada lagi kaum muslimin yang tertipu oleh iklan badal haji yang tidak bertanggung jawab.
Baca Juga:
***
@Lombok, Pulau seribu masjid
Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslim.or.id




Bismillah
Mau tanya ustadz, seseorang berusia 60 tahun sebetulnya masih kuat tapi kl berhaji sendiri dia harus tunggu 10 tahun lagi, takut usianya tidak sampai, dan ada tawaran badal haji dg ongkos 25 juta lb rendah dari onh, pelaksana mhs di madina, jd apakah dia tunggu meninggal dulu baru bisa di batalkan ya….