Hukum Masker bagi Jama’ah Haji yang Sedang Ihram

Hukum Masker bagi Jama’ah Haji yang Sedang Ihram

Apa tidak boleh ketika ihram untuk mengenakan masker? Saat musim haji keadaan begitu penuh sesak sehingga banyak tersebar virus dan penyakit sehingga masker amat sangat dibutuhkan, ditambah lagi jalan yang penuh sesak dan bertebaran debu di mana-mana.

Syaikh Kholid bin ‘Abdullah Al Mushlih hafizhohullah pernah ditanya, “Wahai fadhilatusy syaikh. Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh. Apakah seorang yang berihram boleh menggunakan masker pada wajah?”

Jawab beliau hafizhohullah, Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh. Amma ba’du:

Tidak mengapa menggunakan masker pada wajah baik pada laki-laki maupun perempuan. Karena menutup wajah bagi laki-laki bukanlah larangan ketika sedang berihram, begitu pula pada wanita. (http://www.muslmh.com/vb/t157178.html)

Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman Al Jibri rahimahullah pernah ditanya pula, “Apa hukum menggunakan masker yang menutupi mulut dan hidung bagi orang yang berihram karena khawatir masuknya virus atau bakteri karena kondisi haji yang begitu sesak?”

Beliau menjawab, “Seperti itu tidak mengapa ketika butuh. Sebagian orang sangat butuh untuk menutupi mulut dan hidungnya karena khawatir akan asap mobil, bau orang lain yang tidak enak dan semisal itu.  Kebanyakan orang terpengaruh dengan asap dan bau-bau semacam itu sehingga mesti menggunakan masker tersebut.” (http://akhawat.islamway.net/forum/index.php?showtopic=231207)

Semoga bermanfaat.

@ Pesantren Darush Sholihin, Gunungkidul, 3 Dzulhijjah 1434 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
iklan
MPD Banner

About Author

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Pengasuh Rumaysho.Com dan RemajaIslam.Com. Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta (2003-2005). S1 Teknik Kimia UGM (2002-2007). S2 Chemical Engineering (Spesialis Polymer Engineering), King Saud University, Riyadh, KSA (2010-2013). Murid Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsriy, Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir Al Barrak, Syaikh Sholih bin 'Abdullah bin Hamad Al 'Ushoimi dan ulama lainnya. Sekarang memiliki pesantren di desa yang membina masyarakat, Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul.

View all posts by Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. »

One Comment

  1. Assalamualaikum warohmatulloh wabarokatuh,

    Hubungannya dengan ‘memakai pakaian yang tidak berjahit’ bagaimana? umumnya masker memiliki jahitan. Atau memakai masker gas dari karet yang memang semua dari karet tanpa jahitan.

Leave a Reply