Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Mutiara Isti’adazah dalam shalat (3)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
11 November 2017
di Doa dan Zikir
Share on FacebookShare on Twitter

Baca pembahasan sebelumnya Mutiara Isti’adazah dalam shalat (2)

Penjelasan:

أَعُوذُ بِاَللَّهِ

“Saya berlindung kepada Allah”

Kata kerja di dalam kalimat ini diambil dari Al-‘Iyaadzu, yaitu berlari dari keburukan.

Sehingga maknanya adalah “Saya berlindung kepada Allah untuk menghindar dan menjauh dari keburukan”, karena Allah Ta’ala-lah tujuan permohonan perlindungan, dan Yang Maha Melindungi dan Menjaga hamba-hamba-Nya yang beriman dari segala hal yang merusak keimanan mereka.

Isti’adzah dengan makna seperti di atas adalah salah satu ibadah yang agung sehingga tidak boleh ditujukan kepada selain Allah Ta’ala dan wajib dipersembahkan kepada Allah Ta’ala semata. Ibadah Isti’adzah tersebut mengandung amalan hati yang sangat mulia.

Dalam hati orang yang memohon perlindungan kepada Allah, hendaknya terdapat pengagungan, kecintaan, rasa butuh, dan ketundukan yang besar kepada Allah Ta’ala, serta hendaklah dalam hatinya terdapat keyakinan bahwa Allah adalah Al-Hafiizh (Yang Maha Menjaga), dan di antara kandungan nama-Nya tersebut bahwa Allah Ta’ala menjaga keimanan hamba-hamba-Nya dari serangan fitnah syubhat dan fitnah syahwat, menjaga amalan mereka dari perkara yang merusak dan mengurangi kesempurnaannya, dan menjaga dari makar musuh-musuh mereka, baik dari kalangan manusia maupun kalangan jin.

Orang yang memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala hendaklah meyakini bahwa tidak ada Sang Penjaga yang hakiki dan sempurna, baik dalam urusan agama maupun dunia seorang hamba Allah, kecuali Allah Ta’ala semata.

Allah Ta’ala berfirman,

فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyanyang diantara para penyanyang” (Q.S. Yusuf: 64).

Makna:

مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“dari setan yang terkutuk”

Berlindung dari keburukan dan kejahatan setan agar tidak membahayakan agama kita dan membahayakan urusan dunia kita. Setan telah mencanangkan diri sebagai musuh kita, maka sikapilah setan sebagai musuh.

Setan diambil dari kata sya thu na yang berarti jauh dari rahmat Allah, dan Allah Ta’ala memang melaknatnya, yaitu mengusir dan menjauhkannya dari rahmat-Nya!

Atau diambil dari kata syaa tha bermakna marah, dan memang setan tabiatnya adalah pemarah, tergesa-gesa dan menyimpang.

Dan yang dimaksud setan di sini adalah setan pertama yang diperintahkan untuk sujud kepada Nabi Adam ‘alaihis salam, namun enggan, serta juga termasuk keturunan setan yang pertama tersebut.

Adapun ar-rajiim bermakna raajim, yaitu: menggoda selainnya (manusia) untuk berbuat maksiat. Dan bisa pula ar-rajiim bermakna marjuum, yaitu: yang terlaknat, terusir dan dijauhkan dari rahmat Allah Ta’ala.

Kesimpulan

Dengan demikian, apabila memperhatikan makna lafazh isti’adzah di atas, maka

أَعُوذُ بِاَللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

bermakna

“Saya berlindung kepada Allah -yang terkumpul padanya seluruh sifat-sifat yang sempurna, di antaranya bahwa Dia Maha Sempurna Penjagaan dan Perlindungan-Nya terhadap hamba-Nya- dari segala kejahatan setan yang dijauhkan dari rahmat Allah Ta’ala dan yang suka menggoda manusia untuk berbuat maksiat”.

[Bersambung]

Daftar Link Berseri Artikel Ini:

  1. Mutiara Isti’adazah dalam Shalat (1)
  2. Mutiara Isti’adazah dalam Shalat (2)
  3. Mutiara Isti’adazah dalam Shalat (3)
  4. Mutiara Isti’adazah dalam Shalat (4)
  5. Mutiara Isti’adazah dalam Shalat (5)

Penulis: Sa’id Abu Ukkasyah
Artikel: Muslim.or.id

 

ShareTweetPin1
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Doa Ketika Terlilit Utang

oleh Prasetyo Abu Ka'ab
25 Januari 2026
0

Seorang muslim tidak sepantasnya meremehkan perkara utang, menganggapnya sepele, atau bersikap longgar dalam melunasinya. Sebab, dalam As-Sunah, terdapat banyak hadis...

Ketenangan Hati

Zikir dan Ketenangan Hati

oleh Fauzan Hidayat
14 Oktober 2025
0

Setiap manusia mendambakan ketenangan hati. Ada yang mencarinya dalam harta, jabatan, popularitas, bahkan hiburan. Namun semakin dicari pada selain Allah,...

Bacaan Tasbih Tahmid dan Takbir

Bacaan Tasbih, Tahmid, dan Takbir pada Zikir Setelah Salat

oleh Firdian Ikhwansyah
30 September 2025
0

Zikir merupakan salah satu ibadah harian yang sering kita lakukan. Salah satu jenis zikir yang pasti kita rutinkan setiap harinya...

Artikel Selanjutnya

Mutiara Isti'adazah dalam Shalat (4)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   8   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah