Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Mutiara Isti‘adazah dalam Shalat (1)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
7 November 2017
di Doa dan Zikir
Share on FacebookShare on Twitter

Bismillah walhamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba‘du.

Disyariatkan untuk membaca isti‘adzah dalam shalat sebelum membaca Al-Fatihah, hal ini berdasarkan keumuman firman Allah Ta‘ala,

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Apabila kamu (akan) membaca Al-Qur`an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk” (Q.S. An-Nahl: 98).

Dalam sebuah hadits shahih lighairihi yang diriwayatkan oleh Abu Daud, dan selainnya, dari Abu Sa‘id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Biasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila (memulai) shalat malam, beliau bertakbir, kemudian beliau mengucapkan,

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ

‘Maha Suci Engkau, ya Allah. Kusucikan Engkau dengan memuji-Mu, Nama-Mu penuh berkah, Maha Tinggi keagungan-Mu. Dan Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain -Mu’
Kemudian mengucapkan,

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

‘Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah’ sebanyak tiga kali. Kemudian mengucapkan,

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا

‘Allah Maha Besar dengan segala kebesaran’ sebanyak tiga kali, (lalu mengucapkan)

أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ، وَنَفْخِهِ، وَنَفْثِهِ

‘Saya berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari setan yang terkutuk dari sejenis kegilaan, kesombongan, dan sya‘irnya‘, kemudian membaca (Al-Fatihah).’”
​
​ Kapan Beristi’azah Saat Shalat?
​
1. Setelah membaca istiftah dan sebelum membaca Al-Fatihah

Berdasarkan surat An-Nahl ayat ke-98 dan hadits shahih yang telah disebutkan di atas, maka isti‘adzah diucapkan setelah membaca istiftah dan sebelum membaca Al-Fatihah.

2.Dan pada setiap raka‘at menurut pendapat ulama yang terkuat

Ulama sepakat bahwa isti‘adzah itu disyariatkan untuk diucapkan pada rakaat pertama. Adapun isti‘adzah pada rakaat-rakaat selanjutnya, para ulama berselisih pendapat, dan pendapat terkuat adalah pendapat Al-Hasan, Atha`, Ibrahim An-Nakha‘i, dan madzhab Asy-Syafi‘iyyah yang paling shahih, satu riwayat dari Imam Ahmad, Ibnu Habib dari Malikiyyah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, dan Syaikh Al-Albani1. Pendapat tersebut menyatakan disunnahkan mengucapkan isti‘adzah pada setiap rakaat dalam shalat.

Dalilnya adalah keumuman yang terdapat dalam firman Allah Ta‘ala,

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Apabila kamu (akan) membaca Al-Qur`an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk” (Q.S. An-Nahl: 98), dalam ayat tersebut perintah beristi‘dzah dikaitkan dengan syarat -yaitu: keadaan akan membaca Al-Qur`an, maka perintah itu berulang dengan berulangnya syarat, dan karena adanya gerakan dan ucapan yang memisahkan antara bacaan Al-Qur`an pada rakaat pertama dan kedua, serta alasan lainnya berupa pengqiyasan dengan rakaat pertama, karena adanya sebab hukum yang sama.2

Isti‘adzah Dibaca Lirih (Sirr) atau Nyaring (Jahr)?

Ulama berselisih pendapat tentangnya, sedangkan jumhur ulama dari kalangan sahabat, tabi‘in, dan ulama setelah mereka dari kalagan Qurra` dan Fuqaha` berpendapat disyariatkannya lirih dalam membaca isti‘adzah. Inilah pendapat yang terkuat, kecuali untuk suatu keperluan, seperti untuk mengajarkan isti‘adzah kepada manusia, dan kebutuhan semisalnya, maka tidak mengapa isti‘adzah dikeraskan, sebagaimana hal ini dijelaskan Ibnu Taimiyyah.

Disebutkan dalam Shahih Muslim, ‘Umar bin Al-Khaththab mengeraskan bacaan istiftah, dan sebagaimana pula disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari, Ibnu ‘Abbas mengeraskan bacaan Al-Fatihah dalam shalat jenazah, dan beliau memberitahukan alasannya bahwa itu untuk pengajaran manusia.

Dan Syaikhul Islam Ibnu taimiyyah menjelaskan bahwa mengeraskan bacaan isti‘adzah itu dilakukan sesekali saja, adapun apabila dilakukan secara rutin, maka ini bid‘ah, menyelisihi sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam serta Al-Khulafa` Ar-Rasyidin, karena mereka tidak pernah mengeraskannya secara rutin, bahkan tidak pernah didapatkan riwayat tentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengeraskan bacaan isti‘adzah.

Ulama yang berpendapat disyariatkannya lirih dalam membaca isti‘adzah adalah Al-Khulafa` Ar-Rasyidin, Abdullah bin Umar, Ibnu Mas‘ud, Ibrahim An-Nakha‘i, Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad, salah satu pendapat dalam madzhab Syafi‘i, dan Imam Malik berpendapat demikian untuk Qiyamul Lail.3

[Bersambung]

 

1.  Mausu‘ah Fiqhiyyah : 4/13, Tamamul Minnah, hal.177, fatwa.Islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=10328, dan https:/Islamqa.info/ar/2506
2. Mausu‘ah Fiqhiyyah : 4/13
3. Diringkas dari Al-Lubab fi tafsir Al-Isti‘adzah, wal Basmalah, wal Fatihatil Kitab, DR. Sulaiman bin Ibrahim Al-Lahim, hal. 60-62

Daftar Link Berseri Artikel Ini:

  1. Mutiara Isti’adazah dalam Shalat (1)
  2. Mutiara Isti’adazah dalam Shalat (2)
  3. Mutiara Isti’adazah dalam Shalat (3)
  4. Mutiara Isti’adazah dalam Shalat (4)
  5. Mutiara Isti’adazah dalam Shalat (5)

Penulis: Sa’id Abu Ukkasyah
Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin1
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Doa Ketika Terlilit Utang

oleh Prasetyo Abu Ka'ab
25 Januari 2026
0

Seorang muslim tidak sepantasnya meremehkan perkara utang, menganggapnya sepele, atau bersikap longgar dalam melunasinya. Sebab, dalam As-Sunah, terdapat banyak hadis...

Ketenangan Hati

Zikir dan Ketenangan Hati

oleh Fauzan Hidayat
14 Oktober 2025
0

Setiap manusia mendambakan ketenangan hati. Ada yang mencarinya dalam harta, jabatan, popularitas, bahkan hiburan. Namun semakin dicari pada selain Allah,...

Bacaan Tasbih Tahmid dan Takbir

Bacaan Tasbih, Tahmid, dan Takbir pada Zikir Setelah Salat

oleh Firdian Ikhwansyah
30 September 2025
0

Zikir merupakan salah satu ibadah harian yang sering kita lakukan. Salah satu jenis zikir yang pasti kita rutinkan setiap harinya...

Artikel Selanjutnya
doa mimpi buruk

Ini Yang Dilakukan Ketika Mimpi Buruk

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 5   +   1   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah