Fatwa Syekh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah
Pertanyaan:
Saya telah mengkhitbah putri pamanku secara resmi. Masa khitbah di tempat kami berjalan lama, sebagaimana yang anda ketahui. Lalu saya melakukan safar, saya meminta kepadanya setelah saya berangkat safar, supaya mengirimkan fotonya. Ternyata dia benar-benar mengirim fotonya kepadaku. Apakah saya berdosa karena tindakan tersebut? Bila iya, apa kafarahnya?
Jawaban:
Iya, tidak boleh meminta foto. Dan anda harus bertobat kepada Allah atas perbuatan ini. Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang jujur, dengan menyesali perbuatan yang anda lakukan, dan bertekad untuk tidak mengulanginya kembali.
Anda harus merobek (atau men-delete) foto itu. Perempuan itu tidak boleh mengirimkan foto kepada anda. Demikian juga, anda tidak boleh mengirimkan foto kepadanya. Yang boleh adalah, anda melihatnya secara langsung (nazhar) jika anda telah mengkhitbahnya atau berkeinginan mengkhitbahnya. Tidak mengapa anda melihatnya secara langsung.
Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan hal ini. Beliau bersabda,
انظر إليها، ألا تنظر إليها
“Lihatlah dia. Tidakkah anda berkenan melihatnya terlebih dahulu?!”
Maksudnya, melihat wanita yang dikhitbah tidak mengapa, asal tidak ber-khalwat (berduaan dengan perempuan), namun harus didampingi ayah, ibu, atau saudara laki-lakinya, tidak boleh khalwat.
Laki-laki yang mengkhitbah boleh melihat wajah, bagian-bagian tubuh yang terlihat atau jari-jemarinya, rambutnya, tidak mengapa.
Namun, tidak boleh dia ber-khalwat dengan wanita itu. Tidak juga keluar bersamanya di mobil, sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian orang dengan cewek yang dia khitbah, dia jalan-jalan bersama cewek tunangannya ke kota atau ke taman-taman. Perbuatan ini tidak benar dan bisa menjadi sarana menuju kerusakan.
Yang boleh adalah melihat perempuan tersebut dengan didampingi walinya, seperti ibunya, saudara laki-lakinya, atau mahramnya yang lain. Sehingga dia dapat melihat hal-hal yang membuatnya tertarik untuk menikahinya ataupun hal-hal yang membuatnya tidak berminat untuk maju. Jadi, laki-laki yang mengkhitbah tidak boleh mengambil gambarnya, juga bagi wanita yang dikhitbah tidak boleh meminta foto laki-laki yang mengkhitbahnya. Dua-duanya sama terlarang.
Semoga Allah memberkahi anda.
***
Penerjemah: Ahmad Anshori
Artikel Muslim.or.id




