Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Mengaku Salafi, Namun Realitanya Tidak Bermanhaj Salaf

Yhouga Pratama oleh Yhouga Pratama
30 Juni 2015
di Manhaj
mengaku salafi
Share on FacebookShare on Twitter

Penjelasan Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul

 

Di antara penyimpangan mereka yang berkata, “Saya salafi“, namun akhlaqnya, pergaulannya, bantahannya, menunjukkan bodohnya ia terhadap salafiyah.

Dan ia tetap berkata, “Saya salafi“, namun bila berhutang, ia tidak mengembalikan hutangnya (ngemplang). Bila ia melewati orang yang miskin, awam dan masih bodoh, bukannya mengajak mereka pada kebaikan dan memotivasi mereka, ia justru menampakkan wajah yang membuat mereka jauh, bahkan tidak menjawab salam mereka. Meninggalkan orang miskin tersebut dalam kesulitan hidup yang tidak diketahui siapapun melainkan Allah, dan memberikan gambaran yang buruk tentang dakwah salafiyah.

Pemahaman salafiyah juga berubah, pernah Syaikh Ibn Utsaimin ditanya tentang orang yang berkata ‘Saya salafi‘ dan mendakwahkan prinsip salafiyah. Beliau menjawab, “Apabila itu hizbiyah, maka tidak boleh, tidak benar!“.

Mereka memegang istilah salafiyah hanya sekedar namanya saja, namun sejatinya mereka menjadi hizbi yang menyelisihi salafiyah. Mereka pun mengingkari hizbiyah, namun tidak mengingkari kesalafiyahan mereka.

Aku melihat sendiri sebagian orang tidak mengenal apa itu salafiyah kecuali bantahan, itulah obsesi mereka siang dan malam! Ilmu disisi mereka cuma bantah membantah, yang mereka kenal dari salafiyah hanyalah bila bermajelis lalu membicarakan Fulan dan Fulan, tidak peduli temanya cocok atau tidak cocok, dan mereka mengira bahwasanya itulah salafiyah. Ini bukan manhaj salaf.

Tidak ada seorang pun yang berusaha merubah kebenaran bagimu, ini memang bukan manhaj salaf! Manhaj salaf itu bukan cuma bantah membantah saja. Manhaj salaf itu bukan hanya membicarakan Fulan dan Alan!

Namun bagimu yang telah paten adalah seorang salafi bila bermajelis, maka ia harus berbicara tentang Fulan, mencela Fulan, kemudian dikaitkan dengan Fulan yang berbicara membantah Fulan, dsb. Yang telah paten bagimu hanyalah yang namanya penuntut ilmu, maka ia wajib membantah.

Ini bukan manhaj salaf!

Manhaj salaf ialah mengikuti Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya, yaitu membantah pada tempatnya, berbicara masalah jarh wa ta’dil pada tempatnya, masalah ibadah, suluk (akhlak), manhaj pada tempatnya, segala sesuatunya pada tempatnya dan ada kadarnya.

Adapun engkau mengubah definisi salafiyah dan berharap manusia tidak akan akan mengingkarimu. Engkaulah syauhatus salafi (salafi yang menyimpang) !

Salafiyah adalah manhaj perbaikan dan dakwah, diharapkan bila seorang bersalah dalam waktu yang lama, berbuat kerusakan, namun tetap kita harapkan ia kembali pada kebenaran. Inilah salafi walau dia tidak berkata ‘saya salafi‘.

Salafiyah adalah rahmah..

Aku mengenal sebagian masyayikh kami selama 16 tahun lamanya menasihati penyimpangan dan tidak seorang pun mengetahuinya. Rahmah. 16 tahun lamanya, ada juga yang 10 tahun menasihati secara perlahan-lahan dan tidak tergesa-gesa. Aku kenal penuntut ilmu yang berbuat demikian.

Dan aku mengira bahwa bantahan dan pembicaraan tentang Fulan, Fulan, dan menjatuhkan Fulan ialah tanpa adanya keseimbangan, dan pengajaran ilmu yang semestinya dengan metode yang benar.

Lihatlah apa itu salafi, apabila engkau bermajelis dari pagi hingga petang dan berkata “Saya salafi”. Tapi majelismu dari pagi hingga malam menyelisihi sekian ayat dan hadits, maka itulah khawarij. Karena khawarij mereka menyelisihi ayat dan hadits.

Itulah khawarij yang menamai dirinya salafi!

Karena di antara ciri khawarij dari jamaah Islam, ialah mereka selalu menjelek-jelekkan salafiyah. Mereka bermajelis hanya untuk membicarakan Fulan dan Fulan, yaitu para da’i yang memiliki kesalahan, salah, dan salah tanpa menimbang perkaranya!

Lantas adakah manusia yang selamat dari kesalahan? Semua Bani Adam pasti memiliki kesalahan. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا

“Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.” (QS. Al-Maidah: 8)

Adapun engkau bermuamalah terhadap orang yang memiliki kesalahan seolah ia kafir, seolah ia keluar dari millah dan agama, adilkah?

Segala sesuatu harus sesuai kadarnya. Masyayikh kibar kita dahulu berbicara tentang kesalahan Fulan namun setelah berlalu sebulan dua bulan mereka berkata, “Tidak mengapa kalian mendengarkan (ilmu) darinya”. 

Bagaimana bisa padahal ia memiliki kesalahan? “Aiwah, (beliau menjawab) karena dia seorang yang ‘alim, fahim, diharapkan dengan bermajelis dengannya juga menjadi ta’lif, melembutkan hatinya, agar dia memperbaiki kesalahannya”.

Maka mereka pun berbicara tentang kesalahannya sekedarnya saja untuk dibantah, guna menjelaskan yang benar sembari berharap insya Allah dia akan menerima kebenaran itu.

Lihatlah wahai jamaah, inilah beberapa penyimpangan sebagian manusia, dan hendaknya kita memperhatikan hal ini.

***

Penerjemah: Yhouga Pratama Ariesta

Artikel Muslim.or.id

 

Catatan kaki:

Dari transkrip ceramah berjudul “Manhaj salaf fi ta’amul ma’a al inhiraafaat al ‘aqidah wal manhajiyah” oleh Fadhilatus Syaikh Muhammad ibn Umar Bazmul.

Sumber : http://ajurry.com/vb/showthread.php?t=43084

ShareTweetPin
Yhouga Pratama

Yhouga Pratama

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta

Artikel Terkait

Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
9 Juli 2026
0

Di tengah banyaknya perpecahan, munculnya banyak kelompok yang menyimpang, dan pemikiran yang saling mengklaim berada di atas kebenaran, seorang muslim...

Benarkah Kaidah: “Semakin Banyak Ilmu, Semakin Sedikit Menyalahkan”?

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
18 Mei 2026
0

Tersebar di tengah masyarakat perkataan: “Semakin banyak ilmu, akan semakin sedikit menyalahkan.” Kaidah tersebut dalam bahasa Arab berbunyi: مَنْ كَثُرَ عِلْمُهُ...

Menjawab Syubhat: “Jika Perkataan Ulama Bukan Dalil, Perkataan Kamu Lebih Bukan Dalil”

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
17 Mei 2026
0

Terkadang ketika kita menasihati seseorang untuk tidak taklid buta kepada pendapat ulama dan kembali kepada dalil Al-Qur'an dan As-Sunah, biasanya...

Artikel Selanjutnya
puasa 24 karat

Puasa 24 Karat

Komentar 10

  1. Nuruddin Azmi says:
    11 tahun yang lalu

    jadi ikut sedih baca curhatannya

    Reply
  2. Bambang says:
    11 tahun yang lalu

    Saya sudah ikut ta’lim dari 2004 kok gak ada yang seperti di atas ya…. Majelis ‘ilmu di ta’lim yang saya ikuti sampai sekarang hanya belajar kitab-kitab imam pendahulu seperti tafsir As-sa’di,Usul tsalastsah, Umdahtulahkam Syaih bin Baz,Quaidul Arba’ ,Riyadush Sholihin imam An-Nawawi…..dan kitab-kitab kecil lain…… saya jadi bingung penulis di atas dari mana sumber nulisnya ya….. kalau berdakwah di salafy memang Al-‘ilmu qoblal qouli wal Amali “Ilmu itu mendahului ucapan dan amalan” bukan sekedar hafal terus menyampaikan ke orang lain…. itulah di masyarakat kita yang harus di rubah…..banyak orang sholat tapi tetap maksiat karena sholatnya hanya menghafal do’anya tanpa mengilmui…jadi sholatnya kaya membaca mantra….bahkan ada sholat 23 rokaat 7 menit itu solat apa senam ya….? afwan kita gak usah mencari-cari kesalahan orang lain yang mencari ilmu dan kebenaran…. sampai sekarang dari 2004 tidak ada di salafy mencari pengikut yang ada ustadz-ustadznya hanya menyampaikan karena beliau tahu “Barang siapa disesatkan Allah maka tidak akan satu orangpun yang mampu untuk memberi petunjuk dan sebaliknya barang siapa diberi hidayah oleh Allah tidak akan ada stu orangpun yang mampu untuk menyesatkan” berdakwah itu bukan dengan fitnah tapi dengan ‘ilmu. Afwan jiddan.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      11 tahun yang lalu

      Kalau anda tidak menemui fenomena di atas, walhamdulillah. Namun itu realita, sampai para ulama pun angkat bicara. Semoga Allah memberi taufiq.

      Reply
      • asmetd says:
        11 tahun yang lalu

        fakta dimana mas? salafi itu pengajianya membahas buku2 islam, semua majelisnya membahas buku, seperti yg disebutkan mas bambang, mungkin di akir pembahasan buku ada tanya jawab, biasanya para jamaah akan menanyakan hukum bid’ah, tawasul, tahlil. dan ustad pun akan menjawab sesuai manhaj salafi. ajaran salafi adalah mengutamakan ilmu.

        Reply
        • Yulian Purnama says:
          11 tahun yang lalu

          Walhamdulillah kalau anda tidak menemukan, tidak perlu dihiraukan bagaimana dan dimananya. Ikuti saja nasehat dari Syaikh Bazmul di atas. Baarakallahu fiikum.

          Reply
    • Taufik rusda says:
      4 tahun yang lalu

      Buku tulisan dari syaikh umar bazmul, telah dibahas scr full di channel el gadda (channel resmi ustadz riyadh bajrey).
      Silahkan dengarkan

      Reply
      • Prasetiyo Eko Laksono says:
        1 tahun yang lalu

        Video yang mana dan judulnya apa akhi?

        Reply
  3. Abdullah says:
    7 tahun yang lalu

    Jama’ah tahdzir?
    Yang suka mencela tanpa ilmu dan adab?
    Afwan.

    Reply
  4. [email protected] says:
    4 tahun yang lalu

    Afwan, jika sudah ketahuwan, kesalahan nya, mulai nampak, dan ketika di nasehati dia marah dan mersa benar, apa yg di lakukan, agama adalah nasehat untuk siapa ? Barokalloh fikum

    Reply
  5. Dwi says:
    1 tahun yang lalu

    artikel ini tidak ada yang menyebutkan tentang Hasmi, apa saya yang salah baca? Karena saat saya coba searching tentang Hasmi, web nublitar menukil artikel ini untuk mengomentari tentang Hasmi….

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 10   +   2   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah