Tata Cara Mengqadha Shalat Yang Terlewat

Tata Cara Mengqadha Shalat Yang Terlewat

Shalat lima waktu adalah kewajiban setiap Muslim, bahkan merupakan rukun Islam. Oleh karena itu tidak boleh seorang Muslim yang mukallaf (sudah terkena beban syariat) meninggalkan shalat lima waktu dan tidak boleh melalaikan shalat hingga keluar dari waktunya. Namun apa yang dilakukan seorang Muslim jika ia meninggalkan shalat hingga keluar dari waktunya? Kita simak pembahasan ringan berikut ini.

Hukum mengqadha shalat yang terlewat

Mengqadha shalat artinya mengerjakan shalat di luar waktu sebenarnya untuk menggantikan shalat yang terlewat. Apakah wajib mengqadha shalat? Para ulama merinci menjadi dua keadaan:

1. Tidak sengaja meninggalkan shalat

Dalam keadaan tidak sengaja meninggalkan shalat, seperti karena ketiduran, lupa, pingsan, dan lainnya, maka para ulama bersepakat bahwa wajib hukumnya mengqadha shalat yang terlewat. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

من نام عن صلاة أو نسيها؛ فليصلها إذا ذكرها

barangsiapa yang terlewat shalat karena tidur atau karena lupa, maka ia wajib shalat ketika ingat” HR. Al Bazzar 13/21, shahih).

Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan menjelaskan: “orang yang hilang akalnya karena tidur, atau pingsan atau semisalnya, ia wajib mengqadha shalatnya ketika sadar” (Al Mulakhash Al Fiqhi, 1/95, Asy Syamilah).

Dan tidak ada dosa baginya jika hal tersebut bukan karena lalai, karena shalat yang dilakukan dalam rangka qadha tersebut merupakan kafarah dari perbuatan meninggalkan shalat tersebut. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ نَسِيَ صَلَاةً، أَوْ نَامَ عَنْهَا، فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا

barangsiapa yang lupa shalat, atau terlewat karena tertidur, maka kafarahnya adalah ia kerjakan ketika ia ingat” (HR. Muslim no. 684).

Dari sini juga kita ketahui tidak benar anggapan sebagian masyarakat awam, bahwa jika bangun kesiangan di pagi hari maka tidak perlu shalat shubuh karena sudah lewat waktunya. Ini adalah sebuah kekeliruan!

2. Sengaja meninggalkan shalat

Para ulama berselisih panjang mengenai orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja apakah keluar dari Islam ataukah tidak? Silakan simak artikel “Meninggalkan Shalat Bisa Membuat Kafir” untuk memperluas hal ini.

Dan para ulama juga berselisih pendapat apakah shalatnya wajib diqadha ataukah tidak. Pendapat yang rajih dalam hal ini adalah pendapat yang menyatakan shalatnya tidak wajib di-qadha. Imam Ibnu Hazm Al Andalusi mengatakan:

وَأَمَّا مَنْ تَعَمَّدَ تَرْكَ الصَّلَاةِ حَتَّى خَرَجَ وَقْتُهَا فَهَذَا لَا يَقْدِرُ عَلَى قَضَائِهَا أَبَدًا، فَلْيُكْثِرْ مِنْ فِعْلِ الْخَيْرِ وَصَلَاةِ التَّطَوُّعِ؛ لِيُثْقِلَ مِيزَانَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ؛ وَلْيَتُبْ وَلْيَسْتَغْفِرْ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ

“adapun orang yang sengaja meninggalkan shalat hingga keluar waktunya, maka ia tidak akan bisa mengqadhanya sama sekali. Maka yang ia lakukan adalah memperbanyak perbuatan amalan kebaikan dan shalat sunnah. Untuk meringankan timbangannya di hari kiamat. Dan hendaknya ia bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah Azza wa Jalla” (Al Muhalla, 2/10, Asy Syamilah).

Beliau juga mengatakan:

بُرْهَانُ صِحَّةِ قَوْلِنَا قَوْلُ اللَّهِ تَعَالَى: {فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ} [الماعون: 4] {الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلاتِهِمْ سَاهُونَ} [الماعون: 5] وقَوْله تَعَالَى: {فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا} [مريم: 59] فَلَوْ كَانَ الْعَامِدُ لِتَرْكِ الصَّلَاةِ مُدْرِكًا لَهَا بَعْدَ خُرُوجِ وَقْتِهَا لَمَا كَانَ لَهُ الْوَيْلُ، وَلَا لَقِيَ الْغَيَّ؛ كَمَا لَا وَيْلَ، وَلَا غَيَّ؛ لِمَنْ أَخَّرَهَا إلَى آخَرِ وَقْتِهَا الَّذِي يَكُونُ مُدْرِكًا لَهَا. وَأَيْضًا فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى جَعَلَ لِكُلِّ صَلَاةِ فَرْضٍ وَقْتًا مَحْدُودَ الطَّرَفَيْنِ، يَدْخُلُ فِي حِينٍ مَحْدُودٍ؛ وَيَبْطُلُ فِي وَقْتٍ مَحْدُودٍ، فَلَا فَرْقَ بَيْنَ مَنْ صَلَّاهَا قَبْلَ وَقْتِهَا وَبَيْنَ مَنْ صَلَّاهَا بَعْدَ وَقْتِهَا؛ لِأَنَّ كِلَيْهِمَا صَلَّى فِي غَيْرِ الْوَقْتِ؛ وَلَيْسَ هَذَا قِيَاسًا لِأَحَدِهِمَا عَلَى الْآخَرِ، بَلْ هُمَا سَوَاءٌ فِي تَعَدِّي حُدُودِ اللَّهِ تَعَالَى، وَقَدْ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: {وَمَنْ يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ} [الطلاق: 1] . وَأَيْضًا فَإِنَّ الْقَضَاءَ إيجَابُ شَرْعٍ، وَالشَّرْعُ لَا يَجُوزُ لِغَيْرِ اللَّهِ تَعَالَى عَلَى لِسَانِ رَسُولِهِ

“bukti benarnya pendapat kami adalah firman Allah Ta’ala: ‘celakalah orang yang shalat. Yaitu orang yang lalai dalam shalatnya‘ (QS. Al Maun: 4-5). Dan juga firman Allah Ta’ala: ‘dan kemudian datanglah setelah mereka orang-orang yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti syahwat dan mereka akan menemui kesesatan‘ (QS. Maryam: 59). Andaikan orang yang sengaja melalaikan shalat hingga keluar dari waktunya bisa mengqadha shalatnya, maka ia tidak akan mendapatkan kecelakaan dan kesesatan. Sebagaimana orang yang melalaikan shalat namun tidak keluar dari waktunya tidak mendapatkan kecelakaan dan kesesatan.

Selain itu, Allah Ta’ala telah menjadikan batas awal dan akhir waktu bagi setiap shalat. Yang menjadikannya sah pada batas waktu tertentu dan tidak sah pada batas waktu tertentu. Maka tidak ada bedanya antara shalat sebelum waktunya dengan shalat sesudah habis waktunya. Karena keduanya sama-sama shalat di luar waktunya. Dan ini bukanlah mengqiyaskan satu sama lain, melainkan merupakan hal yang sama, yaitu sama-sama melewati batas yang ditentukan Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman: ‘barangsiapa yang melewati batasan Allah sungguh ia telah menzalimi dirinya sendiri‘ (QS. Ath Thalaq: 1).

Selain itu juga, qadha shalat adalah pewajiban dalam syariat. Dan setiap yang diwajibkan dalam syariat tidak boleh disandarkan kepada selain Allah melalui perantara lisan Rasulnya” (Al Muhalla, 2/10, Asy Syamilah).

Baca juga fatwa Syaikh Shalih Al Fauzan dalam artikel “Fatwa Ulama: Dahulu Tidak Pernah Shalat, Apa Yang Harus Dilakukan?“.

Cara mengqadha shalat

Dari sisi waktu, mengqadha shalat harus dilakukan segera ketika teringat dari lupa atau tersadar dari hilang akalnya. Tidak boleh ditunda-tunda, harus segera dikerjakan sesegera mungkin. Karena Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

من نامَ عن صلاةٍ فليصلِّها إذا ذَكرَها

barangsiapa yang terlewat shalat karena tidur atau karena lupa, maka ia wajib shalat ketika ingat” (HR. Al Bazzar 13/21, shahih).

Bagaimana jika shalat yang terlewat lebih dari satu? Apakah diqadha sekaligus atau setiap shalat di qadha pada waktunya, semisal shalat zhuhur diqadha pada waktu zhuhur, shalat ashar pada waktu ashar, dst.? Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjawab pertanyaan ini:

يصليها جميعا لان النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لما فاتته صلاة العصر في غزوة خندق قضىها قبل المغرب وهكذا يجب على كل انسان فاتته الصلوات ان يصليها جميعا و لا يأخرها

“dikerjakan semuanya sekaligus. karena Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ketika terlewat beberapa shalat pada saat perang Khandaq beliau mengerjakan semuanya sebelum Maghrib. Dan demikianlah yang semestinya dilakukan setiap orang yang terlewat shalatnya, yaitu mengerjakan semuanya sekaligus tanpa menundanya” (Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=tMEnMeqXFbw).

Dalam hadits di atas juga Nabi mengatakan فليصلها  dhamir ها mengacu pada kata صلاة sebelumnya. Ini menunjukkan shalat yang dikerjakan dalam rangka qadha sama persis seperti shalat yang ditinggalkan dalam hal sifat dan tata caranya. Misalnya, jika seseorang terluput shalat shubuh karena tertidur, maka ia wajib mengqadha dengan mengerjakan shalat yang sama dengan shalat shubuh.

Dan tidak ada lafal niat khusus yang perlu diucapkan dalam mengqadha shalat. Niat adalah perbuatan hati, tidak perlu dilafalkan. Andaikan niat mengqadha shalat perlu dilafalkan, maka Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam telah mengajarkannya kepada kita. Lebih luas mengenai pelafalan niat, silakan simak artikel “Polemik Pelafalan Niat Dalam Ibadah“.

Dengan demikian, ketika seseorang baru teringat bahwa ia telah melewatkan shalat, atau baru terbangun dari tidur sedangkan waktu shalat sudah terlewat, yang ia lakukan adalah segera berwudhu, lalu mencari tempat shalat yang bersih dan suci, menghadap kiblat kemudian mengerjakan shalat dengan tata cara dan sifat yang persis sebagaimana shalat yang ia tinggalkan. Jika shalat yang ditinggalkan lebih dari satu, maka setelah salam, ia kembali berdiri untuk meng-qadha shalat selanjutnya.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat, wabillahi at taufiq was sadaad.

***

Penulis: Yulian Purnama

Artikel Muslim.or.id

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
iklan
MPD Banner

About Author

Yulian Purnama

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Ilmu Komputer UGM, kontributor web Muslim.or.id dan Muslimah.or.id

View all posts by Yulian Purnama »

40 Comments

  1. Rahmadi S

    terima kasih

  2. Imam Assidiqqi

    Assalamualaikum akhi,

    ana ingin bertanya. Kalau misalkan ada saudara kita tidak sadarkan diri selama beberapa hari, apakah ia wajib mengqadha shalatnya? Syukron jazakumullah

  3. assalamualaikum..
    saya mau bertanya, walaupun agak keluar sedikit dari tema artikelnya..
    bagaimana jika kita dalam keadaan sakit (parah) / di perjalanan jauh (berkendara) kemudian mendapatkan mimpi basah ketika tidur..lalu bingung (tidak tahu cara membersihkan diri) dan beberapa waktu melewatkan shalat wajib..

    mohon penjelasannya, bagaimana cara membersihkan diri dari hadas besar (mimpi basah) ketika sakit parah / ketika di perjalanan jauh (berkendara) agar bisa segera mengerjakan sholat fardhu??? trimakasih

  4. Musty Joe Amstrong

    Ass..wr. wb. Saya seorang petani, dari slesai shlt shlt subuh saya prgi k kbun dan pulang stelah wktu ashar,bagaimna cr sy mgqhada shlt dzuuhur sy yg tertinggal,mohon d beri penjelasan secara detil,trimakasih

    • Sa'id Abu Ukkasyah

      Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh, shalat dhuhur tetap bisa dilakukan dengan cara istirahat sebentar dan mencari masjid/ mushalla terdekat yg digunakan unt shalat jama’ah? Seseorang yg meninggalkan shalat fardhu dg sengaja tanpa alasan yg benar, maka wajib bertaubat dan tidak meninggalkan shalat fardhu lagi.

  5. Foolish Child

    ijin kopas artikelnya ya?

  6. Assamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, ,
    Pak Ustadz saya mau bertanya, saya ini hampir tiap hari meninggalkan sholat terutama sholat subuh, saya ingin sekali meng qodo’ sholat yang saya tinggalkan tersebut, bagaiman caranya ya Pak Ustazd, dan kalau ke depannya lagi saya meninggalkan sholat fardhu lagi baik yang lalai atau dengan sengaja bagaimana cara meng qodo’nya Pak Ustad,
    Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh,

  7. Assamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, ,
    Pak Ustadz saya mau bertanya, saya ini hampir tiap hari meninggalkan sholat terutama sholat subuh, saya ingin sekali meng qodo’ sholat yang saya tinggalkan tersebut, bagaiman caranya ya Pak Ustazd, dan kalau ke depannya lagi saya meninggalkan sholat fardhu lagi baik yang lalai atau dengan sengaja bagaimana cara meng qodo’nya Pak Ustad,
    Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh,

    • Sa'id Abu Ukkasyah

      Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh, Meninggalkan salah satu dari sholat wajib 5 waktu adalah dosa yang sangat besar, apalagi banyak meninggalkannya, segera bertaubatlah, selagi Anda masih bisa menghirup nafas di dunia ini. Karena Anda tidak tahu kapan Anda meninggal! Bisa jadi Anda belum sempat bertaubat lalu Anda meninggal dunia!
      Ulama berbeda pendapat dalam masalah qodho` ini. Pendapat yang terkuat adalah pendapat yang dikuatkan Syaikhul Islam. Silahkan baca selengkapnya: http://www.konsultasiSyariah.com/enam-catatan-tentang-qadha-shalat/

  8. Jadi pada intinya niat sholat qodho sama kaya niat sholat yg biasa tapi sesuai waktu?

  9. Assalamualaikum

    Kalau misalkan ketiduran sampai ashar. Bagaimana cara meng-qadha dzhur nya apakah shalat ashar dulu atau dzuhur dulu? Terimakasih

  10. Assalamualaikum saya widya saya seharian kerja dri jam 7, pagi sampai jam 8 smpai rmh jam setengah 9, apakah saya masih bisa meng qodho sholat dzuhur,ashar, magrib dan isya stlh pulang kerja ?
    Mohon jawaban nya

    • Wa’alaikumussalam, tidak boleh. Tidak boleh menunda shalat karena pekerjaan, ini termasuk melalaikan shalat. Wajib shalat di waktunya masing-masing.

  11. Assalamualaikum
    Saya donny
    Perjalanan dr kantor sampai rumah mamakan waktu 2 jam dan perjalanan lebih dr 70km,sewaktu solat magrib saya ada di bis
    Bagaimana caranya saya mengqodo’ nya??
    Terima kasih
    Wassalamualaikum wr wb

  12. Sri Santi Jamal

    Assalamualaikum, saya mau bertanya, saya telah meninggalkan waktu salat Dzuhur karena saya berada dalam perjalanan. Saya berniat melaksanakan salat setelah tiba di rumah karena perkiraan saya, saya akan tiba di rumah sebelum waktu ashar. Namun karena perjalanan ditunda beberapa jam dan saya dalam keadaan tidak memungkinkan untuk salat dalam perjalanan, saya tiba di rumah pada saat waktu ashar. Apakah saya boleh mengqadha salat Dzuhur yang terlewatkan ?
    Mohon penjelasannya

  13. Pak ustadz jika kita tidak sholat karena belum mandi wajib dan ada halangan ketika ingin mandi wajib apakah kita tidak bisa mengqodo sholat kita pak ustadz?

  14. Asslamualaikum wr wb. Contoh jika salat subuh kesiangan apa dikernakan langsung apa gimana??

  15. Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh..
    Misal nya kita naik bus jam 15.45 (bertepatan dengan waktu ashar) sedangkan kita belum sempat menjama’ shalat ashar, sementara ketika d bus, kita jg tdk kebagian kursi sehingga kita berdiri dan tdk memungkin kan utk sholat.. ketika sampai d tujuan, waktu ashar telah habis dan waktu Maghrib sudah datang. Apa yg harus kita lakukan??
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi Wabarakatuh

    • Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh, meng-qadha shalat Ashar di waktu Maghrib. Shalat ashar dulu baru maghrib. Namun ini tidak boleh dilakukan dengan sengaja atau setiap hari. Jika sengaja naik bis seperti itu padahal sudah tahu akan tertinggal waktu ashar maka ini melalaikan shalat.

  16. Assalamualaikum
    Bagaimana jika mengqadha sholat subuh sedang kan ada beberapa waktu yang diharamkan untuk sholat?

  17. Shifa Putri

    Assalamu’alaikum
    Saya ingin bertanya,pernah beberapa waktu lalu saya mengqadha lebih dari satu waktu sholat (ashar,Maghrib) nah itu pas setelah saya sholat isya saya mengqadha sholat ashar dulu itu boleh 2 rakaat atau tetap 4 rakaat? Terima kasih

  18. Ryan Ari Sandy

    Terima kasih ini sangat berguna

  19. Bolehkah jamaah imam shalat maghrib, sedangkan makmum sholat qhada ashar ?

  20. السلا م عليكم
    saya mau tanya,semoga saja dijawab..
    saya sekarang baru2 berhijrah dan mulai satu2 kembali ke jalan ا لله،kemarin saya lihat ceramah uas bahwa seandainya dia meninggalkan sholat selama 6 tahun maka ia harus meng qodho nya selama 6 tahun pula setelah selesai sholat,..
    tapi di penjelasan diatas saya menemukan perbedaan,jadi yg betul yg mana ya,,sholat nya di qodho atau tidak bisa di qodho sholat yg 6 tahun terlewat itu,syukron

  21. Trikasih ats penjellasannya

Leave a Reply