Tawassul Para Sahabat Dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam Dalam pembahasan ini, Novel kembali memakai cara lamanya dalam berdalil… lagi-lagi ia berdalil dengan hadits yang tidak mengarah ke permasalahan. Hadits tersebut terkenal dengan istilahBaca lebih lanjut…
Kata Kunci “tawassul”
Ini Dalilnya (16): Bentuk Tawassul yang Keliru
Dalam salah satu pembahasannya mengenai tawassul (hal 118), Novel memberinya judul sebagai berikut: Tawassul Nabi Muhammad saw dengan orang-orang yang berdoa. Kemudian ia mengatakan: Abu Sa’id Al Khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamBaca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (15): Keliru dalam Memahami Tawassul
Masalah Ketiga: Tawassul Pemahaman yang kacau balau tentang tawassul Novel mengatakan: “Tawassul dengan orang lain artinya wasilah (perantara) yang kita sebutkan di dalam doa yang kita panjatkan bukanlah amal kita, tetapi nama seseorang. Contohnya adalahBaca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (14): Larangan Melakukan Safar Khusus untuk Ziarah Kubur
Sebagaimana pernah disinggung sebelumnya, penganut tarekat sufi semacam Novel Alaydrus dalilnya takkan lepas dari dua hal: hadits dha’if atau (terkadang) hadits palsu namun lafazhnya sesuai kemauan mereka, atau hadits shahih yang maknanya dipelintir ke sanaBaca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (13): Benarkah Kuburan Merupakan Tempat Terkabulnya Do’a?
Benarkah pemakaman kaum shalihin adalah tempat terkabulnya doa? Agaknya saudara kita yang satu ini benar-benar Quburi[1]. Dengan cara berdalil yang aneh bin ajaib, dia menyimpulkan bahwa kuburan merupakan tempat terkabulnya doa. Mana dalilnya? Dalilnya ialahBaca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (12): Bolehkah Ziarah Kubur untuk Mencari Berkah?
Masalah kedua: Seputar Ziarah Kubur Ziarah kubur bagi wanita Novel mengatakan: “Sebagaimana kaum pria, para wanita juga diizinkan untuk berziarah, selama tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Agama. Bahkan mereka dianjurkan untuk menziarahi kubur paraBaca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (11): Benarkah Rasulullah Tidak Khawatir Umatnya Berbuat Syirik?
Bahagian Kedua Dalam bagian ini, kami tidak akan membahas seluruh syubhat yang ada di buku Mana Dalilnya 1, sebab hal itu akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga di samping menjadikan buku ini tebal dan membosankan.Baca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (10): Terapi Intensif bagi Pelaku Bid’ah
Sebagai pelengkap, rasanya kurang pas kalau kita bicara panjang lebar tentang bid’ah namun tidak memberikan solusi bagi mereka yang telah lama ‘mengidap’ penyakit yang satu ini. Karenanya, kami berusaha untuk menawarkan beberapa terapi yang diharapkanBaca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (9): Meluruskan Pemahaman Tentang Bid’ah
Sebagai pelengkap, berikut ini kami nukilkan beberapa masalah penting yang harus kita perhatikan mengenai hakikat bid’ah yang sering kali tersamarkan bagi kebanyakan orang.[1] 1. Bid’ah kadang memiliki dalil yang bersifat umum. Ketika sesuatu dihukumi sebagaiBaca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (8): Pembagian Bid’ah yang Tepat
Setelah memahami kekeliruan mereka yang membagi bid’ah persis dengan pembagian hukum syar’i (wajib, mandub, mubah, makruh dan haram). Ada baiknya kalau di sini kami jelaskan klasifikasi bid’ah yang benar, yang tidak bertentangan dengan sabda Nabi:Baca lebih lanjut…
