Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Ketika Patung Sapi Samiri Dimusnahkan

Abu Yazid Nurdin oleh Abu Yazid Nurdin
20 Juni 2014
di Akidah
Patung Sapi Samiri

Patung Sapi Samiri

Share on FacebookShare on Twitter

Menghancurkan sesuatu yang dapat menghantarkan kepada kesyirikan atau peribadatan kepada selain Allah merupakan sunnah para Nabi sejak dahulu. Contohnya adalah apa yang dilakukan oleh Nabi Musa terhadap patung sapi Samiri. Perhatikanlah firman Allah di dalam Al-Qur’an ketika menceritakan kisah tersebut kepada Nabi kita shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

وَانْظُرْ إِلَى إِلَهِكَ الَّذِي ظَلْتَ عَلَيْهِ عَاكِفًا لَنُحَرِّقَنَّهُ ثُمَّ لَنَنْسِفَنَّهُ فِي الْيَمِّ نَسْفًا

“(Nabi Musa berkata:) ‘dan lihatlah tuhanmu itu (patung sapi Samiri) yang kamu tetap menyembahnya. Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan)’” (Qs. Thaaha: 97)

Nabi Musa ‘alaihi -s salaam membakarnya dan membuang abunya ke sungai.

Bagi orang-orang pemerhati “benda-benda bersejarah”, “barang-barang antik”, “situs-situs taarikhiyyah“, atau “benda-benda keramat” tentu akan sangat menyayangkan sekali jika patung sapi ajaib Saamiri itu diperlakukan sebegitunya. Sayang seribu kali sayang, keinginan mereka agar hal yang seperti itu tetap dipertahankan bertolak belakang dengan sunnah para Rasul yang mulia, ‘alaihimush shalaatu was salaam.

Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam pun melakukan sunnah saudaranya para nabi sebelum beliau. Tidak ada satu pun tempat-tempat yang di sana terdapat peribadatan kepada selain Allah atau pemujaan terhadap orang-orang yang shalih yang sudah wafat seperti Laat, Manaat, dan yang lainnya, melainkan diperintahkan untuk dihancurkan dan diratakan dengan tanah.

Padahal situs-situs tersebut merupakan tempat orang-orang shalih dikuburkan atau tempat di mana ketika hidupnya orang shalih tersebut melakukan ibadah atau amal shalih. Namun tatkala sepeninggalnya tempat-tempat tersebut justru menjadi penyebab ternodanya tauhid, maka tempat tersebut harus “dikalahkan” demi terjaganya kemurnian tauhid.

Dengan demikian, jelaslah siapa yang mengikuti sunnah para Rasul dengan yang tidak. Walillaahil hamd.

—

Penulis: Ust. Abu Yazid Nurdin

Artikel Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
Abu Yazid Nurdin

Abu Yazid Nurdin

Alumnus dan mantan pengajar Ma'had Al Ilmy Yogyakarta, pernah bermulazamah dengan Syaikh Abdul Karim bin Sa'ad Asy Syawway di Riyadh, alumnus Fakultas Syari'ah Univ. Islam Muhammad bin Su'ud, Riyadh, staf pengajar PP Tunas Ilmu, Purbalingga, pimpinan PP An Naba', Kalibagor, Banyumas

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya
Piala Dunia vs. Piala Akhirat

Piala Dunia vs. Piala Akhirat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 10   +   3   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah