Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Makna Hadis: Seorang Mukmin Meninggal dengan Kening Berkeringat

M. Saifudin Hakim oleh M. Saifudin Hakim
30 Desember 2022
di Hadis
kening berkeringat
Share on FacebookShare on Twitter

Dari sahabat Buraidah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

المُؤْمِنُ يَمُوتُ بِعَرَقِ الجَبِينِ

“Seorang mukmin meninggal dunia dengan keringat di dahi (kening).” (HR. Tirmidzi no. 982, An-Nasa’i no. 1828, 1829, dan Ibnu Majah no. 1452. Hadis ini dinilai sahih oleh Al-Albani)

Makna hadis

Yang dimaksud dengan keringat adalah air yang keluar dari jasad (badan) seseorang ketika sedang berada dalam kesakitan (kepayahan) dan kepanasan. Meninggal dunia dengan kening berkeringat ini merupakan salah satu tanda husnulkhatimah, sebagaimana yang disebutkan oleh Syekh Al-Albani rahimahullah. (Ahkaamul Janaiz, hal. 35)

Makna hadis ini dijelaskan oleh para ulama dengan dua penjelasan:

Pertama, seorang mukmin yang sangat berat (sakit) ketika sakratulmaut dengan tujuan untuk membersihkannya dari dosa dan kesalahan. Sehingga dia pun bertemu dengan Allah Ta’ala dalam kondisi bersih dari dosa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengalami kondisi yang sangat berat ketika sakratulmaut, sampai-sampai beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan,

إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ

“Sesungguhnya kematian itu memiliki sakaraat (kondisi yang susah, sulit, atau berat, pent.).” (HR. Bukhari no. 4449)

Diceritakan oleh Ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha,

لَمَّا نَزَلَ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَفِقَ يَطْرَحُ خَمِيصَةً لَهُ عَلَى وَجْهِهِ، فَإِذَا اغْتَمَّ بِهَا كَشَفَهَا عَنْ وَجْهِهِ، فَقَالَ وَهُوَ كَذَلِكَ: لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى اليَهُودِ وَالنَّصَارَى، اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ. يُحَذِّرُ مَا صَنَعُوا

“Ketika sakit Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam semakin parah, beliau memegang bajunya, dan ditutupkan ke mukanya. Bila telah terasa sesak, beliau lepaskan dari mukanya. Ketika keadaannya seperti itu, beliau bersabda, ‘Semoga laknat Allah tertimpa kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani, mereka menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai masjid.’ Beliau memberi peringatan (kaum muslimin) atas apa yang mereka lakukan.” (HR. Bukhari no. 435 dan Muslim no. 531)

BACA JUGA: Memperbanyak Mengingat Kematian

Berdasarkan makna yang pertama ini, kondisi berat yang dialami seorang mukmin ketika meninggal dunia adalah tanda penghapusan dosa dan juga ditinggikannya derajat. Syekh Abdullah bin Shalih Al-Fauzan hafizhahullah mengatakan, “Inilah makna yang lebih dekat.” (Minhatul ‘Allaam, 4: 238)

Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan sebuah hadis sahih dari Buraidah, bahwa beliau sedang berada di Khurasan, kemudian menjenguk saudaranya yang sakit dan dia mendapatinya meninggal dunia dengan keringat di kening. Kemudian Buraidah radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

اللَّهُ أَكْبَرُ. سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَوْتُ الْمُؤْمِنِ بِعَرَقِ الْجَبِينِ

“Allah Maha besar. Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Serorang mukmin meninggal dunia dengan keringat di dahi (kening).’ ” (HR. Ahmad dalam Al-Musnad, 38: 129)

Riwayat dari Buraidah ini menguatkan makna yang pertama.

Kedua, seorang mukmin itu bersusah payah untuk mencari penghidupan yang halal sampai meninggal dunia. Mereka tidak bermalas-malasan dan berpangku tangan untuk mencari rezeki yang halal sampai datangnya kematian. Maka, berdasarkan makna kedua ini, hadis ini berisi motivasi untuk bersemangat dan berjuang mencari rezeki yang halal sampai kematian datang menjemput. Dia tidak meminta-minta kepada manusia, atau meninggalkan usaha mencari rezeki yang halal, sehingga dia pun menjadi penyakit bagi masyarakat di sekitarnya. Akan tetapi, seorang mukmin akan terus berjuang dan berusaha mencari rezeki yang halal sampai kematian datang menjemputnya.

Termasuk dalam cakupan makna yang kedua ini adalah seorang mukmin itu ketika hidup di dunia, mereka bersusah payah untuk menegakkan ibadah, seperti salat dan puasa, dan juga bersusah payah untuk melaksanakan aturan-aturan dalam agama. Wallahu Ta’ala a’lam.

BACA JUGA:

  • Ketika Kematian Disembelih
  • Hukum Mengumumkan Berita Kematian Seseorang (An-Na’yu)

***

@Rumah Kasongan, 30 Jumadil Ula 1444/ 24 Desember 2022

Penulis: M. Saifudin Hakim

Artikel: www.muslim.or.id

 

Referensi:

Disarikan dari kitab Minhatul ‘Allam fi Syarhi Buluughil Maraam (4: 237-238) dan Tashiilul Ilmaam bi Fiqhi Al-Ahaadits min Buluughil Maraam (3: 14-15).

ShareTweetPin2
M. Saifudin Hakim

M. Saifudin Hakim

- Alumnus Ma'had Al-'Ilmi, Yogyakarta. - Alumnus Pendidikan Dokter FK UGM, Yogyakarta. - Alumnus Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda. - Saat ini sedang belajar di Unayzah, Saudi Arabia.

Artikel Terkait

Derajat Hadis Membaca Doa Melihat Kakbah

oleh Muhammad Insan Fathin
19 Maret 2026
0

Mengunjungi Baitullah al-Haram, Kakbah, merupakan impian setiap Muslim. Di antara penyempurna rukun dari agama Islam adalah ibadah haji. Sebagian ulama...

Penjelasan Hadis tentang Botak Sebagai Ciri Fisik Khawarij

oleh Muhammad Insan Fathin
6 Februari 2026
0

Pemikiran Khawarij adalah pemikiran yang sangat menyimpang dalam Islam. Bahkan, bisa dipastikan bahwa pemikiran Khawarij adalah pemikiran kelompok yang keluar...

Hadis Arbain An-Nawawiyah

Penjelasan Hadis Arba’in An-Nawawiyah (Bag. 3): Hadis 2, Iman, Islam, dan Ihsan

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
17 November 2025
1

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ أَيْضًا قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللّٰهِ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ...

Artikel Selanjutnya
Mencium jenazah

Hukum Mencium Jenazah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 5   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah