Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Ketika Kematian Disembelih

dr. Adika Mianoki, Sp.S. oleh dr. Adika Mianoki, Sp.S.
1 Agustus 2022
di Akhlak dan Nasihat
Kematian Disembelih
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Hadis mengenai disembelihnya kematian
  • Memahami makna hadis dengan benar
  • Faedah hadis

Hadis mengenai disembelihnya kematian

Dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يُؤْتَى بِالْمَوْتِ كَهَيْئَةِ كَبْشٍ أَمْلَحٍ فَيُنَادِي بِهِ مُنَادٍ : يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ ! فَيَشْرَئِبُوْنَ وَيَنْظُرُوْنَ, فَيَقًوْلُ : هَلْ تَعْرِفُوْنَ هَذَا ؟ فَيَقُوْلُوْنَ : نَعَمْ, هَذَا الْمَوْتُ, وَكُلُّهُمْ قَدْ رَآهُ, ثُمَّ يُنَادِي مُنَادٍ : يَا أَهْلَ النَّارِ فَيَشْرَئِبُوْنَ وَيَنْظُرُوْنَ, فَيَقُوْلُ : هَلْ تَعْرِفُوْنَ هَذَا ؟ فَيَقُوْلُوْنَ : نَعَمْ, هَذَا الْمَوْتُ وَكُلُّهْمْ قَدْ رَآهُ فَيُذْبَحُ بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ ثُمَّ يَقُوْلُ : يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ خُلُوْدٌ فَلاَ مَوْتَ, وَيَا أَهْلَ النَّارِ خُلُوْدٌ فَلاَ مَوْتَ

“Kematian didatangkan dalam bentuk kambing berkulit hitam putih. Lalu, ada penyeru yang memanggil, ‘Wahai penduduk surga!’ Mereka menengok dan melihat. Penyeru itu berkata, ‘Apakah kalian mengenal ini?’ Mereka menjawab, ‘Ya, itu adalah kematian.’ Mereka semua telah melihatnya. Kemudian penyeru memanggil, ‘Wahai penduduk neraka!’ Mereka menengok dan melihat. Penyeru itu berkata, ‘Apakah kalian mengenal ini?’ Mereka menjawab, ‘Ya, itu adalah kematian.’ Mereka semua telah melihatnya. Kemudian kematian disembelih di antara surga dan neraka. Lalu penyeru  berkata, ‘Wahai penduduk surga, kekekalan dan tiada lagi kematian setelahnya, dan wahai penduduk neraka, kekekalan dan tiada lagi  kematian setelahnya.’“ (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga: Memperingatkan Neraka tapi Malah Masuk Neraka

Memahami makna hadis dengan benar

Banyak manusia merasa bingung dengan makna hadis ini. Karena kematian adalah hal abstrak dan penyembelihan tidak bisa dilakukan untuk hal yang sifatnya abstrak. Penyembelihan hanya bisa dilakukan untuk benda yang berwujud, sementara kematian tidak ada wujudnya. Dengan demikian, bagaimana caranya kematian bisa disembelih?

Terdapat beberapa penjelasan dalam memahami hadis ini untuk menjawab hal yang dianggap membingungkan tersebut:

Pertama: Ada yang mengatakan bahwa yang dimaskud kematian dalam hadis di atas adalah malaikat maut. Sehingga yang disembelih bukanlah kematian, akan tetapi malaikat maut.

Kedua: Ada yang memberi penilaian dhaif terhadap hadis di atas. Ini adalah pekataan sekte Mu’tazilah.

Ketiga: Ada yang menjelaskan bahwa yang dimaksud menyembelih di sini hanya makna kiasan, bukan menyembelih dalam arti sebenarnya karena hal yang abstrak tidak bisa disembelih.

Keempat: Allah mengubah kematian yang merupakan hal abstrak menjadi bentuk konkret yang berwujud, kemudian disembelih. Penyembelihan yang dilakukan berkaitan dengan kematian yang telah berubah bentuk dari abstrak menjadi konkret dan memiliki wujud.

Tiga penjelasan pertama tidaklah tepat. Penjelasan yang paling benar adalah penjelasan yang terakhir. Sebagian ulama memberikan penjelasan tambahan bahwa kematian pada asalnya adalah merupakan jasad yang berwujud yang bisa dikenali oleh orang yang telah meninggal. Oleh karena itu, penduduk surga dan penduduk neraka mengenalnya. Ketika ditanyakan kepada mereka , “Apakah kalian mengenal ini?“ Para penduduk surga dan neraka manjawab, “Ya, kami mengenalnya.” Bagi mereka, wujud kematian pada saat itu bukan sesuatu yang aneh dan asing sehingga mereka bisa mengenalinya.

Ada benda-benda yang tidak bisa kita lihat saat ini. Jin adalah jism (memiliki wujud), namun kita tidak bisa melihatnya. Begitu juga ruh adalah jism, namun kita tidak dapat melihatnya. Oleh karena itu, bukan perkara yang aneh dan asing jika orang yang sudah meninggal bisa melihat kematian dalam bentuk jism, sementara kita saat ini tidak bisa melihatnya.

Baca Juga: Memperingatkan Neraka tapi Malah Masuk Neraka

Faedah hadis

Di antara faedah hadis yang mulia di atas adalah:

Pertama: Wajib memahami makna hadis sesuai zahirnya, tanpa melakukan takwil dengan menyelewengkan maknanya.

Kedua: Allah MahaKuasa atas segala sesuatu, termasuk menjadikan kematian bisa disembelih di akhirat kelak.

Ketiga: Penduduk surga dan neraka akan kekal karena setelah itu tidak akan ada lagi kematian

Keempat: Hadis di atas menjadi dalil tentang keabadian surga dan neraka.

Kelima: Seorang mukmin hendaknya mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang abadi di akhirat dengan banyak beramal saleh

Baca Juga:

  • Memiliki Rasa Takut dan Khawatir dengan Siksa Neraka
  • Meraih Surga dan Menjauh dari Neraka dengan Ilmu Syar’i

***

Penulis: Adika Mianoki

Artikel: www.muslim.or.id

 

Referensi:

Al-‘Uquud Adz-Dzahabiyyah ‘alaa Maqaasid Al-‘Aqiidah Al-Waasithiyyah karya Syekh Dr. Sulthon bin ‘Abdirrahman Al-‘Umairi

ShareTweetPin1
dr. Adika Mianoki, Sp.S.

dr. Adika Mianoki, Sp.S.

Alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi, S1 Kedokteran Umum UGM, penulis buku "Jawaban 3 Pertanyaan Kubur"

Artikel Terkait

Muslim dan Kebiasaan Membaca

oleh Fauzan Hidayat
4 Oktober 2026
0

Bismillah. Segala puji bagi Allah Ta’ala, salawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang telah mengajarkan...

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 6): Karakter Pejabat Publik Ideal dan Supremasi Hukum

oleh Glenshah Fauzi
3 Oktober 2026
0

Kepemimpinan itu memiliki banyak aspek dengan kompleksitas tinggi. Salah satu pondasi penting dalam kepemimpinan ialah kuatnya hukum dan kepercayaan pada...

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 5): Tips Berinteraksi dan Memilih Pertemanan

oleh Glenshah Fauzi
28 September 2026
0

Beberapa larangan dalam memilih pertemanan Ingatlah bahwa agama kita sangat memperhatikan sirkel pertemanan. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberikan wasiat, اَلْمَرْءُ...

Artikel Selanjutnya
Puasa Muharam

Pedoman Puasa di Bulan Muharam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 2   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah