Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Memperbanyak Mengingat Kematian

M. Saifudin Hakim oleh M. Saifudin Hakim
20 November 2022
di Akhlak dan Nasihat
Ingat mati
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Faedah hadis
  • Kematian adalah penghancur kenikmatan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ

“Banyak-banyaklah mengingat pemutus kenikmatan yaitu kematian.” (HR. Tirmidzi no. 2307, Ibnu Majah no. 4258, dan lain-lain)

Faedah hadis

Dalam hadis ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita untuk memperbanyak mengingat dan merenungkan akhir kehidupan kita di dunia ini, yaitu kematian. Artinya, janganlah kita lalai dan melupakan kematian, atau bahkan merasa (tanpa sadar) bahwa kita akan hidup seterusnya di dunia ini.

Jika seseorang senantiasa mengingat kematian, dia akan mempersiapkan diri dengan baik dan juga segera bertobat kepada Allah Ta’ala atas segala dosa dan kesalahannya. Selain itu, dia juga akan bersegera melakukan berbagai macam amal saleh. Sebaliknya, jika seseorang lalai dari mengingat kematian dan bahkan melupakannya, dia akan meninggalkan amal saleh sama sekali, atau hanya sedikit beramal saleh, atau malas beramal, atau melalaikan kewajibannya sebagai hamba Allah Ta’ala.

Oleh karena itu, memperbanyak mengingat kematian itu memiliki manfaat yang besar bagi seorang hamba, yaitu:

Pertama, kematian adalah nasihat. Bahkan, kematian adalah sebuah nasihat yang paling agung.

Kedua, dia akan mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Dia akan mempersiapkan diri dalam setiap waktu dan kesempatan, karena dia tidak mengetahui kapan kematian itu datang menjemputnya.

Baca Juga: Ketika Kematian Disembelih

Kematian adalah penghancur kenikmatan

Kematian adalah penghancur kenikmatan. Betapa banyak orang yang mendapatkan kelapangan dalam nikmat duniawi, entah berupa harta dan kedudukan, namun dia dalam kondisi lalai dengan kematian, kemudian kematian itu pun datang menjemputnya, sehingga terputus dan hancurlah semua kenikmatan duniawi yang dia dapatkan tersebut.

Dengan mengingat kematian, seseorang akan merasa qana’ah dengan terbatasnya rezeki yang dia dapatkan, dia juga tidak tamak dengan nikmat duniawi. Seseorang hidup di dunia ini bagaikan orang yang berada dalam safar (perjalanan), dia cukupkan untuk hidupnya apa yang dibutuhkan untuk kehidupannya. Apapun yang lebih dari itu, maka dia tidak akan menikmatinya, bukan untuknya. Dia tidak akan membawa apapun ketika selesai dari kehidupan di dunia ini, kecuali hanya sebatas membawa kain kafan saja.

Dengan mengingat kematian, dia akan merasa cukup dengan sedikitnya harta yang dia peroleh, dan dia akan menjauhi berlebihan dalam masalah harta ketika hal itu bisa melalaikannya. Meskipun jiwa kita pada dasarnya mencintai harta, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ

“Dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.” (QS. Al-‘Adiyat: 8)

Allah Ta’ala juga berfirman,

وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبّاً جَمّاً

“Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.” (QS. Al-Fajr: 20)

Oleh karena itu, kematian adalah nasihat paling agung bagi seorang hamba. Karena dia bisa menyadari bahwa semua harta dan nikmat duniawi lainnya itu akan dihisab di sisi Allah Ta’ala.

Baca Juga:

  • Hukum Mengumumkan Berita Kematian Seseorang (An-Na’yu)
  • Beriman terhadap Datangnya Kematian

***

@Rumah Kasongan, 21 Rabiul akhir 1444/ 16 November 2022

Penerjemah: M. Saifudin Hakim

Artikel: www.muslim.or.id

 

Referensi:

Disarikan dari kitab Tashiilul Ilmaam bi Fiqhi Al-Ahaadits min Buluughil Maraam (3: 11-12).

ShareTweetPin1
M. Saifudin Hakim

M. Saifudin Hakim

- Alumnus Ma'had Al-'Ilmi, Yogyakarta. - Alumnus Pendidikan Dokter FK UGM, Yogyakarta. - Alumnus Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda. - Saat ini sedang belajar di Unayzah, Saudi Arabia.

Artikel Terkait

Masih Ada Waktu untuk Berbuat Dosa, Belum Tentu Ada Waktu untuk Bertobat (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
16 Juli 2026
0

Salah satu bentuk kasih sayang Allah Ta'ala kepada hamba-Nya adalah dibukanya pintu tobat selama masih hidup di dunia. Tidak ada...

Seni Menyanjung Sesuai Syariat Islam: Seni Memuji yang Menumbuhkan, Bukan Melalaikan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
6 Juli 2026
0

Tidak ada manusia yang tidak senang dipuji. Kalimat yang baik dapat menjadi motivasi, penguat hati, bahkan penyubur semangat dalam melakukan...

Mengingat Kembali Keutamaan Muharam, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
26 Juni 2026
0

Dalam Islam, bulan Muharam memiliki kedudukan yang sangat agung dan istimewa. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram...

Artikel Selanjutnya
Makna syahadat

Fatwa Ulama: Makna Syahadat “Muhammad Rasulullah”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 9   +   3   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah