Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Lima Tuntunan Tatkala Mendengar Azan

dr. Adika Mianoki, Sp.S. oleh dr. Adika Mianoki, Sp.S.
29 April 2022
di Akhlak dan Nasihat
Mendengar azan
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Mengagungkan suara azan
  • Lima tuntunan ketika mendengar azan
    • Pertama: Mengucapakan seperti yang diucapkan oleh muazin.
    • Kedua: Mengucapkan dua kalimat syahadat setelah selesai mendengar azan.
    • Ketiga: Mengucapakan selawat.
    • Keempat: Mengucapkan doa setelah azan.
    • Kelima: Berdoa antara azan dan ikamah.

Mengagungkan suara azan

Azan adalah syiar Islam yang agung, merupakan tanda iman, penangkal setan, membuat hati menjadi tentram, dan membuat jiwa menjadi tenang. Di dalam sunah-sunah yang meyertai azan terdapat pahala yang melimpah. Di sana ada pengampunan dosa, janji untuk dimasukkan ke surga, dan mendapat syafaat Nabi yang mulia. Oleh karena itu, seorang muslim selayaknya memuliakan dan mengagungkan suara azan yang didengarnya.

Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq dari Al-Hafidz ‘Abdul Malik bin ‘Abdil ‘Aziz bin Juraij rahimahullah,

«حُدِّثت أن ناسا كانوا فيما مضى كانوا ينصتون للتأذين كإنصاتهم للقرآن فلا يقول المؤذن شيئا الا قالوا مثله»

“Diceritakan bahwa dahulu orang-orang diam tatkala mendengarkan azan sebagaimana diamnya mereka ketika mendengarkan bacaan Al-Qur’an. Tidaklah muazin mengumandangkan azan, kecuali mereka menirukan suara yang diucapkan olehnya.“

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

«لا ينبغي لأحد أن يدع إجابة النداء »

“Tidak layak bagi orang yang beriman untuk meninggalkan menjawab seruan azan.“

Baca Juga: Berdoa Antara Adzan dan Iqamah

Lima tuntunan ketika mendengar azan

Pertama: Mengucapakan seperti yang diucapkan oleh muazin.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

((إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ «اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ» فَقَالَ أَحَدُكُمُ «اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ» ، ثُمَّ قَالَ «أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ» قَالَ «أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ» ، ثُمَّ قَالَ «أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ» قَالَ «أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ» ، ثُمَّ قَالَ «حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ» قَالَ «لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ» ، ثُمَّ قَالَ «حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ» قَالَ «لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ» ، ثُمَّ قَالَ «اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ» قَالَ اللَّهُ «أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ» ، ثُمَّ قَالَ «لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ» قَالَ «لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ» مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ))

“ Jika muazin mengucapkan «اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ» dan salah seorang dari kalian juga mengucapkan «اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ». Kemudian muazin mengucapkan «أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ» dan dia pun mengucapkan «أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ». Kemudian muazin mengucapkan «أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ» dan dia pun mengucapkan «أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ». Kemudian muazin mengucapkan «حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ» dan dia mengucapkan «لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ». Kemudian muazin mengucapkan «حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ» dan dia mengucapkan «لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ». Kemudian muazin mengucapkan «اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ» dan dia pun mengucapkan «اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ». Kemudian muazin mengucapkan «لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ» dan dia pun mengucapkan «لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ». (Dan dia mengucapkan itu semua dengan penghayatan) dalam hatinya, maka dia akan masuk surga.” (H.R Muslim)

Kedua: Mengucapkan dua kalimat syahadat setelah selesai mendengar azan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

((مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ وَأَنَا أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا؛ غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ))

“Barangsiapa ketika selesai mendengar muazin mengumandangkan azan mengucapkan,

وَأَنَا أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا

(Dan aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah Ta’ala semata, sesembahan satu-satunya, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Aku rida Allah sebagai Rabbku, Muhammad sebagai rasulku, dan Islam sebagai agamaku); maka akan diampuni dosa-dosanya. “ (HR. Muslim)

Baca Juga: Hukum Adzan dan Iqamah untuk Orang yang Shalat Sendirian

Ketiga: Mengucapakan selawat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

((إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ

“Jika kalian mendengar muazin mengumandangkan azan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muazin kemudian berselawatlah kepadaku.“ (HR. Muslim)

Keempat: Mengucapkan doa setelah azan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

((مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ : اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ ؛ حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ))

“Barangsiapa ketika selesai mendengar azan mengucapkan :

(اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ )

(Ya Allah, Tuhan Pemilik seruan yang sempurna ini dan salat yang tegak, berilah Muhammad kedudukan dan keutamaan, dan bangkitkan beliau pada tempat terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya.); maka akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat.” (HR. Bukhari)

Kelima: Berdoa antara azan dan ikamah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

((الدَّعْوَةُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ لاَ تُرَدُّ ؛ فَادْعُوا))

“Doa antara azan dan ikamah tidak akan ditolak, maka berdoalah di waktu tersebut!“ (HR. Abu Dawud)

Baca Juga:

  • Larangan Keluar dari Masjid setelah Adzan Dikumandangkan
  • Adzan Merupakan Syiar Agama Islam

***

Penulis :  Adika Mianoki

Artikel: www.muslim.or.id

 

Referensi:

Ta’dziimul Adzaan karya Prof. Dr. Abdurrozzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafidzhahullah

Link referensi :  http://al-badr.net/detail/GMJOUIvPLbtX

ShareTweetPin4
dr. Adika Mianoki, Sp.S.

dr. Adika Mianoki, Sp.S.

Alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi, S1 Kedokteran Umum UGM, penulis buku "Jawaban 3 Pertanyaan Kubur"

Artikel Terkait

Di Tempat Umum, Kita Tidak Sendirian

oleh Mochammad Wibisono
12 Oktober 2026
0

Bayangkan kita sedang duduk di ruang tunggu. Seseorang memutar video dari ponselnya dengan suara keras. Ia tampak menikmati tayangan itu,...

Belajar Mencari Rezeki Ala Para Sahabat Nabi

oleh Muhammad Insan Fathin
6 Oktober 2026
0

Kalau kita bayangkan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang muncul di kepala kebanyakan orang mungkin sosok yang sepanjang hari...

Muslim dan Kebiasaan Membaca

oleh Fauzan Hidayat
4 Oktober 2026
1

Bismillah. Segala puji bagi Allah Ta’ala, salawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang telah mengajarkan...

Artikel Selanjutnya
idul fitri

Bagaimanakah Seharusnya Kaum Muslimin Merayakan Hari Raya?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   6   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah