Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Sunnah Menghadapkan Wajah ke Arah Khatib Shalat Jumat

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK oleh dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK
18 September 2021
di Fikih Ibadah
Sunnah Menghadapkan Wajah ke Arah Khatib Shalat Jumat

Sunnah Menghadapkan Wajah ke Arah Khatib Shalat Jumat

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika salat Jumat, kita perhatikan beberapa jamaah salat Jumat tidak berusaha menghadapkan wajahnya ke arah khatib Jumat. Ada yang nenunduk ke bawah, ada yang melihat ke berbagai arah, bahkan ada yang bermain gadget sampai dengan tertidur.

Perlu diketahui bahwa salah satu sunnah ketika mendengarkan khutbah Jumat adalah menghadapkan wajah ke arah khatib Jumat dan tidak mengapa mengubah arah duduk agar memudahkan dan nyaman mengarahkan wajah ke arah khatib. Sebagian ulama menjelaskan bahwa menghadapkan wajah ke arah khatib Jumat termasuk sunnah yang banyak ditinggalkan. Berikut sedikit pembahasannya.

Terdapat beberapa hadis dan atsar sahabat serta penjelasan ulama terkait hal ini.

Sebagian sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata,

كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا صعد المنبر ، أقبلنا بوجوهنا إليه.

“Dahulu ketika Nabi Shallallahu ’alaihi wasallam naik mimbar, kami menghadapkan wajah kami ke arah beliau” (HR. Tirmidzi no. 509. Lihat Penjelasannya di Al-Silsilah Ash-Shahihah no. 2080).

Syaikh Al-Albani Rahimahullah menjelaskan bahwa sunnah ini banyak ditinggalkan terutama di zaman ini. Beliau Rahimahullah berkata,

‎استقبال الخطيب من السنة المتروكة

“Menghadapkan (wajah) ke arah khatib merupakan di antara sunnah yang ditinggalkan” (Al-Silsilah Ash-Shahihah, 5: 110).

Syaikh ‘Abdurrahman al-Mubarakfuri Rahimahullah menjelaskan hadis di atas dengan mengutip perkataan Ibnul Malik,

قال ابن الملك : أي توجهناه ، فالسنة أن يتوجه القوم الخطيب

“Yaitu, kami para sahabat mengarahkan wajah kami. Termasuk sunnah adalah para jamaah menghadapkan wajah ke arah khatib” (Tuhfatul al-Ahwadzi, 3: 23)

Di riwayat mengenai ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiallahu ‘anhu,

أنه كان يفرغ من سبحته يوم الجمعة قبل خروج الإمام ، فإذا خرج لم يقعد الإمام حتى يستقبله

“Bahwasanya Ibnu Umar fokus bertasbih pada hari Jumat sampai Imam keluar. Apabila imam sudab keluar dan duduk, ia menghadap ke arah imam” (HR. Bukhari dalam Kitab Jumuah, 1: 221)

Lalu Imam Bukhari Rahimahullah membuat judul bab,

باب يستقبل الإمام القوم ، واستقبال الناس الإمام إذا خطب، واستقبل ابن عمر وأنس رضي الله عنهم الإمام

“Bab imam menghadap ke arah jamaah, dan jamaah menghadap imam ketika sedang berkhutbah, Ibnu Umar serta Anas Radhiallahu ’anhu menghadapkan wajah ke arah imam.”

Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani Rahimahullah menjelaskan bahwa dengan menghadap ke arah imam akan membuat lebih fokus mendengarkan khutbah dan ini adalah bentuk adab yang baik. Beliau Rahimahullah menjelaskan,

ومن حكمة استقبالهم للإمام التهيؤ لسماع كلامه ، وسلوك الأدب معه في استماع كلامه ، فإذا استقبله بوجهه وأقبل عليه بجسده وبقلبه وحضور ذهنه ؛ كان أدعى لتفهيم موعظته موعظته

“Di antara hikmah menghadapkan wajah ke arah imam adalah fokus bersiap-siap mendengarkan ucapan imam dan menunjukkan adab mendengar ucapan. Apabila ia menghadapkan wajah ke arah imam, maka jasad dan hatinya akan fokus dan menghadirkan benak. Hal ini lebih membuat fokus untuk memahami nasihat.” (Fathul Bari, 2: 402)

Baca Juga:

  • Membaca Surat Al-Kahfi dan Cahaya dari Dua Jumat
  • Hukum Shalat Jumat Dua Gelombang

Semoga kita selalu bisa menerapkan sunnah ini. Aamiin.

@Lombok, Pulau Seribu Masjid

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslim.or.id

ShareTweetPin2
dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Kedokteran Umum UGM, dosen di Universitas Mataram, kontributor majalah "Kesehatan Muslim"

Artikel Terkait

Fikih Akikah (Bag. 2): Waktu, Tempat, dan Pihak yang Menanggung Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
29 Juni 2026
0

Waktu pelaksanaan akikah Waktu akikah disunahkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh setelah bayi tersebut lahir. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Sunahnya...

Fikih Akikah (Bag. 1): Hukum dan Makna di Balik Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
28 Juni 2026
0

Pengertian akikah adalah kurban yang disembelih atas nama bayi yang baru lahir. Al-Mawardi rahimahullah berkata bahwa akikah adalah domba yang...

Beberapa Kesalahan Terkait Wukuf di Arafah

oleh Luqman Hasan Nahari
25 Mei 2026
0

Ibadah haji bagi kebanyakan kaum muslimin mungkin hanya dapat dilaksanakan sekali seumur hidup. Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap jemaah...

Artikel Selanjutnya
Zakat rumah

Jual Rumah, Berapa Zakatnya?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 2   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah