Hukum Sebab, Pelanggaran dan Konsekuensinya

Hukum Sebab, Pelanggaran dan Konsekuensinya

Bismillah walhamdulillah wash-shalatu was-salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du:

Hukum Sebab

hukum sebab

KETERANGAN :

  1. Sebab adalah segala usaha yang diambil oleh seseorang untuk mendapatkan/menambah manfaat, atau untuk menghindar/terlepas dari mudharat (bahaya/kerugian).
  2. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebagai hamba Allah Ta’ala, tidak bisa terlepas dari mengambil sebab dalam upaya meraih cita-cita kita, yaitu berjumpa dengan-Nya, melihat wajah-Nya di dalam surga-Nya. Bahkan aktifitas duniawi pun yang kita lakukan dengan sadar, tidaklah bisa terlepas dari mengambil sebab dalam upaya mendapatkan/menambah manfaat, atau untuk menghindar/terlepas dari mudharat (bahaya/kerugian). Dari sini dapat disimpulkan bahwa betapa pentingnya mengetahui hukum sebab dan mengamalkannya. Karena hukum sebab ini dibutuhkan sehari-hari dan melanggarnya bisa menjerumuskan pelakunya ke dalam dosa.
  3. Inti hukum sebab pada bagan di atas adalah:
    Pertama, semua usaha yang diambil haruslah sebab syar’i maupun qadari/kauni.
    Kedua, hati tidak boleh bersandar kepada sebab, namun wajib bersandar kepada Allah semata.
    Ketiga, Pencipta sebab dan pentakdir sebab berpengaruh adalah Allah semata.
  4. Maksud sebab syar’i adalah harus terdapat dalil dari Alquran atau As-Sunnah yang sahih, yang menunjukkan bahwa sesuatu itu merupakan sebab, misalnya:
    – madu sebagai sebab kesembuhan (obat),
    – iman dan amal saleh sebagai sebab masuk surga.
  5. Maksud sebab qadari/kauni adalah terbukti secara ilmiah atau berdasarkan pengalaman yang jelas dan logis bahwa sesuatu itu merupakan sebab, misal :
    – tes laborat sebagai sebab mengetahui jenis penyakit,
    – makan sebagai sebab kenyang.

Hukum Sebab Saat Dipenuhi atau Tidaknya

hukum sebab saat dipenuhi atau tidak

KETERANGAN :

Tidak memenuhi hukum sebab akan berakibat:

  1. Rusaknya kesempurnaan iman. Maksudnya adalah bisa maksiat, bid’ah, ataupun syirik kecil, tergantung hukum sebab yang mana yang dilanggar.
    atau
  2. Rusaknya dasar keimanan. Maksudnya adalah mengeluarkan pelakunya dari keimanan menjadi kafir karena melakukan dosa syirik besar.

Pelanggaran Hukum Sebab

pelanggaran hukum sebab

KETERANGAN:

Maksud melanggar hukum sebab pertama adalah tidaklah melanggar kecuali hukum sebab pertama, sehingga hukum sebab kedua dan ketiga tidaklah dilanggar.

Demikian pula maksud melanggar hukum sebab kedua dan melanggar hukum sebab ketiga, yaitu tidaklah melanggar kecuali hukum sebab masing-masing tersebut.

Silakan simak penjelasan rincinya di 6 serial artikel “Hukum Sebab” yang telah kami posting.

Wallahu a’lam.

Baca Juga:

Penulis: Sa’id Abu Ukkasyah

Artikel: Muslim.or.id

Buku Putih Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab

Buku Putih Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab

Dapatkan ebooknya langsung di email Anda

🔍 Akidah, Teks Dzikir, Bacaan Sebelum Doa, Fiqih Cinta, Menyambut Ramadhan 2017

About Author

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

View all posts by Sa'id Abu Ukkasyah »

Leave a Reply

Jadwal Kajian

Ikut Kajian