Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Debat Bumi Bulat atau Bumi Datar?

Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi oleh Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi
28 Oktober 2019
di Akidah
Bumi Bulat atau Bumi Datar
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Perdebatan bentuk bumi di sosial media
  • Penjelasan dengan kekuatan hujjah
  • Jangan menyelisihi ijma’ ulama
  • Tinggalkan debat kusir bentuk bumi

Perdebatan bentuk bumi di sosial media

Dunia media sosial ribut debat antara pro kontra bentuk bumi, apakah bulat atau datar, bahkan sangking sengitnya ada yang sampai derajat mengkafirkan saudaranya.

Penjelasan dengan kekuatan hujjah

Secara kekuatan hujjah ilmiah, kami tidak ragu bahwa bumi adalah bulat, sebagaimana telah dinukil ijma’ ulama akan bulatnya bentuk bumi, berikut diantara nukilan tersebut:

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

وقال الإمام أبو الحسين أحمد بن جعفر بن المنادي من أعيان العلماء المشهورين بمعرفة الآثار والتصانيف الكبار في فنون العلوم الدينية من الطبقة الثانية من أصحاب أحمد : وكذلك أجمعوا على أن الأرض بجميع حركاتها من البر والبحر مثل الكرة .

“Telah berkata Imam Abul Husain Ibnul Munadi rahimahullah dan beliau termasuk ulama dikenal luas pengetahuannya terhadap atsar-atsar dan kitab-kitab besar pada cabang-cabang ilmu agama, dan termasuk dalam thabaqah/tingkatan kedua ulama dari pengikut imam Ahmad. Beliau berkata, “Demikian pula mereka telah bersepakat bahwa bumi ini dengan seluruh pergerakannya baik itu di daratan maupun lautan, seperti bola (bulat).” (Majmu’ Fatawa, 25: 195)

Baca Juga: Gempa Bumi Bukan Sekedar Fenomena Alam

Beliau juga berkata,

وقد حكى إجماع المسلمين على ذلك غير واحد من العلماء أئمة الإسلام : مثل أبي الحسين أحمد بن جعفر بن المنادي أحد الأعيان الكبار من الطبقة الثانية من أصحاب الإمام أحمد وله نحو أربعمائة مصنف ، وحكى الإجماع على ذلك الإمام أبو محمد بن حزم وأبو الفرج بن الجوزي ، وروى العلماء ذلك بالأسانيد المعروفة عن الصحابة والتابعين ، وذكروا ذلك من كتاب الله وسنة رسوله ، وبسطوا القول في ذلك بالدلائل السمعية

“Tidak sedikit ulama dan para imam telah menukil ijma’ kaum muslimin tentang bulatnya bumi, semisal Abul Husain Ahmad bin Jafar Al-Munadi, salah satu tokoh besar dari thobaqoh kedua dari Imam Ahmad dan memiliki sekitar 400 karya tulis, dan ijma’ juga dinukil oleh Imam Abu Muhammad bin Hazm dan Abul Faraj bin Jauzi, dan para ulama telah meriwayatkan hal itu dengan sanad-sanad yang populer dari para sahabat dan tabiin, dan mereka menyebutkan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah.” (Majmu’ Fatawa, 6: 586)

Demikian juga Ibnu Hazm rahimahullah berkata,

أن أحدا من أئمة المسلمين المستحقين لإسم الإمامة بالعلم رضي الله عنهم لم ينكروا تكوير الأرض ولا يحفظ لأحد منهم في دفعه كلمة بل البراهين من القرآن والسنة قد جاءت بتكويرها

“Para imam kaum muslimin yang berhak mendapar gelar imam radhiyallahu ‘anhum tidak mengingkari bahwa bumi itu bulat. Tidak pula diketahui dari mereka ada yang mengingkari sama sekali, bahkan bukti-bukti dari Al-Qur’an dan Sunnah membuktikan bahwa bumi itu bulat.” (Al-Fishol fil Milal wa Nihal, 2: 78)

Baca Juga: Apakah Manusia Bisa Hidup di Selain Planet Bumi?

Jangan menyelisihi ijma’ ulama

Apabila telah tegak ijma’ maka jangan macam-macam untuk menyelisihinya karena ijma’ Itu pasti dibangun di atas dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah, karena mereka tidak mungkin bersepakat di atas kesesatan.

Al-Amidi berkata, “Semua bersepakat bahwa umat tidak akan bersepakat terhadap suatu hukum melainkan berlandaskan pada pedoman dan dalil.” (Al-Ihkam, 1: 374)

Perlu diketahui bahwa adanya sebagian kecil yang menyelisihi ijma’ di atas tidak bisa membatalkan ijma dan perselisihannya tidaklah dianggap karena ijma yg mutabar adalah ijma generasi awal, apalagi yg menukil ijma adalah pakar yg sangat mengerti tentang perpandingan madzhab dan pendapat yaitu Syeikhul Islam dan Ibnu Hazm.

Anggaplah ijma’ ini batal, tetap tidak boleh bagi kita gegabah menyelisihinya, lah wong pendapat jumhur (mayoritas) saja gak boleh sembarang diselisihi apalagi sudah ada nukilan ijma.

Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menasehatkan, “Oleh karena itu hendaknya bagi seseorang untuk tidak menyelisihi jumhur (mayoritas) ulama kecuali apabila dia mengetahui bahwa ucapan mereka tidak benar, karena seringkali kebenaran bersama jumhur.” (Syarh Qowaid Mutsla, hal. 83)

Baca Juga: Benarkah Hajar Aswad Adalah Tangan Kanan Allah Di Bumi?

Tinggalkan debat kusir bentuk bumi

Walau kami tidak ragu bahwa bumi itu bulat mengikuti kesepakatan para ulama, namun kami menasehatkan kepada saudara-saudaraku untuk meninggalkan debat kusir dalam masalah ini, cukup sampaikan kepada mereka ijma ulama, jika mereka menerima maka alhamdulillah dan jika mereka tidak menerima maka tidak perlu kita menguras tenaga kita dan menghabiskan waktu kita untuk meladeni mereka, masih banyak hal-hal lain yg jauh lebih penting dari ini. Ingatlah baik-baik hadits Nabi,

أنا زعيم ببيت في ربَض الجنة لمن ترك المراء وإن كان محقًّا

“Saya menjamin sebuah rumah di surga yg paling pinggir bagi orang yang meninggalkan debat kusir sekalipun dia benar.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang sahih)

Maka nasehatku padamu, sibukkanlah dirimu dengan hal-hal yg bermanfaat berupa menuntut ilmu syari, beramal shalih, berdakwah dan sebagainya. Jangan habiskan waktumu untuk debat kusir yg hanya mengeraskan hatimu.

Ibnul Qayyim mengatakan, “Sumber ketenangan jiwa adalah dengan menyibukkan diri dalam perkara yang bermanfaat. Dan sumber hancurnya jiwa adalah dengan tenggelam dalam perkara yang tidak bermanfaat.” (Al-Fawaid, hal. 177)

Syaikh Shalih al-Fauzan pernah mengatakan, “Jika Allah memuliakan seorang hamba, maka Allah akan menyibukkannya dengan ketaatan kepada-Nya.” (Syarh Thahawiyyah, hal. 112)

Demikian ulasan singkat ini, semoga bermanfaat.

Baca Juga:

  • Apa Makna “Khalifah Di Muka Bumi”?
  • Bagaimana Allah Menciptakan Langit Dan Bumi?

***

Penulis: Ustadz Abu Ubaidah As-Sidawi

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin1
Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi

Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi

Artikel Terkait

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Tauhid: Kewajiban Pertama Bagi Seorang Hamba

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
10 Juni 2026
0

Kewajiban pertama bagi seorang yang baru masuk Islam atau orang yang baru serius beragama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat dan...

Artikel Selanjutnya
Kebodohan terhadap Bahaya Syirik

Kebodohan Kita terhadap Bahaya Syirik (Bag. 4)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 1   +   10   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah