Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Apa Makna “Khalifah Di Muka Bumi”?

Yhouga Pratama oleh Yhouga Pratama
8 Januari 2016
di Al-Qur'an
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baaz
    • Soal:
    • Jawab:

Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baaz

Soal:

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan (ingatlah) tatkala Rabbmu berkata kepada malaikat , ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah’. Berkata mereka, ‘Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalamnya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau?’. Dia berkata, ‘Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (QS. Al Baqarah : 30)

Apakah maknanya bahwa Allah telah menciptakan manusia sebelum Adam ‘alaihissalam? Apabila tidak, bagaimana malaikat bisa tahu bahwa manusia akan melakukan kerusakan di muka bumi dan menumpahkan darah? Dan apa maksud Allah Ta’ala menjadikan khalifah di muka bumi? Khalifah untuk siapa?

Jawab:

Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa Allah jalla wa ‘alaa menjadikan manusia yaitu Adam ‘alaihisshalatu wassalam sebagai khalifah (pengganti) di muka bumi, yaitu menggantikan mereka yang berbuat kerusakan dan tidak istiqamah (dalam mengerjakan perintah Allah Ta’ala –ed). Perkataan malaikat ini adalah dalil bahwa sudah ada kaum yang melakukan kerusakan di muka bumi, mereka masih menghuni bumi sehingga malaikat berkata sesuai apa yang sedang terjadi di muka bumi. Atau bisa juga kaum tersebut telah keluar dari bumi, dan malaikat menceritakan kelakuan mereka di muka bumi dahulu. Hingga kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan kepada mereka bahwa Dia lebih mengetahui apa yang tidak diketahui oleh malaikat. Bahwasanya khalifah yang menggantikan mereka akan berhukum di muka bumi dengan syari’at dan agama Allah, menyebarkan dakwah tauhid, mengikhlaskan peribadatan dan beriman kepadaNya.

Dan demikian juga anak keturunan Adam yang kemudian mereka menjadi para Nabi, para Rasul, orang-orang pilihan, ulama yang shalih, dan hamba-hamba yang ikhlas. Mereka inilah yang mewujudkan peribadatan pada Allah semata, berhukum dengan syariatNya, mengerjakan perintahNya, dan mencegah apa yang dilarangNya di muka bumi. Inilah apa yang diupayakan para Nabi, para Rasul, ulama yang shalih, dan hamba yang ikhlas. Setelah nampak ketetapan Allah dalam hal ini, tahulah para malaikat bahwa ini adalah kebaikan yang agung.

Sebagian ulama berpendapat, sesungguhnya ada kaum sebelum Adam yaitu sekelompok manusia dan makhluk lain yang disebut al-jinn dan al-hinn.

Ringkasnya, Adam ‘alaihissalam adalah khalifah yang menggantikan kaum sebelumnya. Dan apa peristiwa yang terjadi sebelum Adam ‘alaihissalam hanya diketahui oleh Allah Ta’ala. Tidak diketahui adanya dalil yang menjelaskan keadaan makhluk sebelum Adam ‘alaihissalam, bagaimana sifat mereka, amalan mereka, tidak ada penjelasan atas hal itu. Tetapi dijadikannya mereka sebagai khalifah menunjukkan bahwa sebelumnya mereka memang ada di muka bumi. Maka Adam menggantikan mereka dalam hal menampakkan kebenaran, menjelaskan syariat Allah Ta’ala dan berhukum dengannya, dan menjelaskan apa yang Allah ridhai dan dapat mendekatkan diri padaNya (yaitu ibadah –ed), dan mencegah dari kerusakan di muka bumi.

Demikianlah pula yang dilanjutkan oleh keturunan Adam ‘alaihissalam, yaitu para Nabi, orang-orang shalih dan pilihan. Mereka menyeru pada kebenaran dan menjelaskannya, membimbing umat kepada agama Allah Ta’ala, menyuruh segenap penghuni bumi untuk menaati Allah, mengesakanNya dengan tauhid, berhukum dengan syariatNya, dan mengingkari siapa yang menyelisihiNya.

***

Penerjemah: Yhouga Pratama Ariesta

Artikel Muslim.or.id

Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/47033

Tags: tafsir
ShareTweetPin3
Yhouga Pratama

Yhouga Pratama

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta

Artikel Terkait

Tafsir Surah An-Nazi’at (Bag. 5): Keadaan Akhir Manusia di Hari Kiamat

oleh Dany Indra Permana, S.Si., M.H.
20 Juni 2026
0

Allah Subhanahu wa Ta'ala sebelumnya telah menjelaskan penciptaan langit dan bumi, serta berbagai keajaiban ciptaan dan pengaturan. Penyebutan berbagai hal...

Tafsir Surah An-Nazi’at (Bag. 4): Kokohnya Langit dan Bumi Sebagai Tanda Adanya Kiamat

oleh Dany Indra Permana, S.Si., M.H.
8 Juni 2026
0

Pada perenungan ayat-ayat dalam surah An-Naziat sebelumnya, Allah menceritakan kisah Nabi Musa dan Fir'aun serta bagaimana hasil akhir dari perbuatan...

Sepuluh Wasiat Agung dari Surah Al-An’am (Bag. 2)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
27 Mei 2026
0

Wasiat keenam, menjaga harta anak yatim Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan wasiat yang keenam, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,...

Artikel Selanjutnya

Penjelasan Kaidah Kedua Al-Qowa’idul Arba’ah

Komentar 1

  1. Budi Mulyono says:
    6 tahun yang lalu

    Adam manusia pertama QS.7:11

    Adapun QS.2:30 malaikat mengetahui karena ALLAH telah memberi tahu karaktristik manusia sebelum mencipta, sehingga malikat mempertanyakannya (karena kontradiktif) seperti dialog ayat itu, namun ALLAH lebih tahu tentang urusanNYA QS.2:32

    WaLlAHu a’alam bishowab

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 5   +   4   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah