Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Apakah Manusia Bisa Hidup di Selain Planet Bumi?

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK oleh dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK
22 Juni 2019
di Fikih
Share on FacebookShare on Twitter

Hidup di sini bermakna menjalani kehidupan seperti tinggal dalam waktu yang lama, makan-minum, beraktivitas, hidup berkeluarga dan beranak-pinak. Beberapa ulama berpendapat bahwa manusia tidak akan bisa hidup di selain planet bumi dengan stabil, manusia tidak akan bisa hidup di planet seperti mars atau venus dan lain-lainnya.

Dalilnya adalah dua ayat Al-Quran berikut:

Pertama: ayat yang menegaskan bahwa di bumi manusia akan, hidup, mati dan dibangkitkan

Allah berfirman,

فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ

Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.” [al-A’raf 25]

Kedua: ayat yang menegaskan bahwa bumi adalah tempat manusia bisa hidup dengan baik sampai hari kiamat

Baca Juga: Apakah Bumi Bulat Bola Atau Datar Menurut Pandangan Syariat?

Allah berfirman,

وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ

“Dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”. [Al-Baqarah: 36]

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjelaskan,

أنه لا يمكن العيش إلا في الأرض لبني آدم؛ لقوله تعالى : ( ولكم في الأرض مستقرٌ ومتاع إلا حين ) ؛ ويؤيد هذا قوله تعالى: ( فيها تحيون وفيها تموتون ومنها تخرجون ) ؛ وبناءً على ذلك نعلم أن محاولة الكفار أن يعيشوا في غير الأرض إما في بعض الكواكب ، أو في بعض المراكب محاولة يائسة؛ لأنه لا بد أن يكون مستقرهم الأرض. اهـ

“Tidak mungkin hidup di selain bumi bagi keturunan adam berdasarkan firman Allah Allah (surat AL-Baqarah ayat 36 & Al-A’raf ayat 25), berdasarkan kedua ayat ini kita mengetahui bahwa usaha orang kafir untuk hidup di selain bumi baik itu di sebagian planet atau gugus bintang adalah usaha yang sia-sia karena tidak ada tempat yang “stabil untuk kehidupan” kecuali bumi.” [As-Silsilah Adz-Dzahabiyah min Tafsir 1/133]

Baca Juga: Hadits Lemah: Hajar Aswad Adalah Tangan Kanan Allah Di Bumi

Syaikh Shalih Al-Munajjid menjelaskan,

كله في الأرض وليس في غيرها، وبناء عليه فلا يمكن أن يعيش البشر في غير الأرض، يعني: يستقرون ويتوالدون يكون لهم مستقر يتناسلون، وأجيال، ما يمكن، ممكن يطأ كوكبًا آخر لكن ما يمكن يستقر فيها

“Kehidupan itu di bumi dan tidak ada pada planet lainnya. Manusia tidak mungkin hidup di selain planet bumi yaitu hidup stabil, beranak-pinak dan hidup bergantian setiap generasi. Hal ini tidak mungkin. Memungkinkan bagi manusia menginjakkan kaki pada planet lainnya tetapi untuk hidup secara stabil (mustaqar) hal ini tidak mungkin.” [https://www.almunajjid.com/2837]

Baca Juga:

  • Bagaimana Allah Menciptakan Langit Dan Bumi?
  • Hikmah Diciptakannya Langit Dan Bumi Selama 6 Hari

Demikian semoga bermanfaat

@ Lombok, Pulau seribu Masjid

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslim.or.id

ShareTweetPin1
dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Kedokteran Umum UGM, dosen di Universitas Mataram, kontributor majalah "Kesehatan Muslim"

Artikel Terkait

Fikih Akikah (Bag. 3): Karakteristik, Syarat-Syarat Hewan Akikah, dan Pembagian

oleh Luqman Hasan Nahari
17 Juli 2026
0

Karakteristik hewan akikah Sunahnya adalah menyembelih 2 ekor domba untuk bayi laki-laki dan 1 ekor domba untuk bayi perempuan. Hal...

Fikih Riba (Bag. 15): Ketentuan-Ketentuan pada Riba Jual Beli (3)

oleh Muhammad Zia Abdurrofi
7 Juli 2026
0

Ketentuan selanjutnya adalah taqabudh (serah terima). Ketentuan ini wajib hukumnya apabila transaksi jual beli barang ribawi berbentuk: Satu jenis dan...

Fikih Riba (Bag. 14): Ketentuan-Ketentuan pada Riba Jual Beli (2)

oleh Muhammad Zia Abdurrofi
30 Juni 2026
0

Di antara ketentuan pada riba buyu’ (jual beli) adalah wajibnya sama rata (tamatsul) dalam takaran dan timbangan. Hal ini khusus...

Artikel Selanjutnya

Penyimpangan Kaum Musyrikin Terdahulu dalam Tauhid Asma’ wa Shifat (Bag. 2)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 10   +   3   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah