Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Memahami Pengertian Doa Permintaan dan Doa Ibadah (Bag. 2)

M. Saifudin Hakim oleh M. Saifudin Hakim
12 Maret 2019
di Doa dan Zikir
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Dalam doa masalah juga terkandung doa ibadah
  • Lafadz “doa” dalam Al-Qur’an dan yang dimaksud hanyalah “doa permintaan”
  • Doa ibadah dan doa permintaan sama-sama membutuhkan keikhlasan

Baca pembahasan sebelumnya Memahami Pengertian Doa Permintaan dan Doa Ibadah (Bag. 1)

Dalam doa masalah juga terkandung doa ibadah

Dalam seri sebelumnya telah kami jelaskan sekilas bahwa seseorang yang berdoa dengan doa masalah, pada hakikatnya dia juga sedang beribadah kepada Allah Ta’ala dengan berdoa tersebut. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir [Al-Mu’min] [40]: 60)

Baca Juga: Doa Meminta Petunjuk, Ketaqwaan, Iffah dan Kekayaan

Dalam ayat di atas, maksud dari firman Allah Ta’ala,

ادْعُونِي

Mencakup doa masalah dan doa ibadah. Sehingga terjemah yang lebih baik adalah, “Berdoa dan beribadahlah kepada-Ku.”

Sehingga maksud dari firman Allah Ta’ala,

أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Maksudnya adalah Aku perkenankan (kabulkan) permintaan atau permohonan kalian dan Aku terima amal ibadah kalian. Artinya, lafadz doa tersebut mencakup doa ibadah dan doa masalah.

Lalu di akhir ayat Allah Ta’ala mengatakan,

إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي

Artinya, Allah Ta’ala menyebut hal itu dengan “ibadah”. Dengan kata lain, “doa masalah” dan “doa ibadah” yang Allah Ta’ala sebutkan di awal ayat itu Allah Ta’ala sebut keduanya dengan “ibadah”.

Oleh karena itu, seseorang yang berdoa meminta kepada Allah Ta’ala dengan doa masalah, pada hakikatnya dia sedang beribadah kepada Allah Ta’ala. Orang yang berdoa meminta kepada Allah Ta’ala, agar keinginannya terkabul atau agar terhindar dari bahaya, akan mendapatkan pahala dari Allah Ta’ala, meskipun doa tersebut tidak Allah Ta’ala kabulkan karena sebab-sebab tertentu.

Seseorang yang diberi taufik oleh Allah Ta’ala untuk berdoa dengan doa masalah, sungguh dia telah mendapatkan nikmat yang sangat besar. Amirul mukminin ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata,

إني لا أحمل هم الإجابة، ولكن هم الدعاء؛ فإذا ألهمت الدعاء فإن الإجابة معه

“Sungguh aku tidak mementingkan tentang kapan suatu doa dikabulkan, justru yang terpenting bagiku adalah bagaimana aku dapat memanjatkan doa. Apabila aku diberi ilham (taufik) agar bisa berdoa, maka sungguh pengabulan doa akan menyertainya.” (HR. Tirmidzi no. 3370, Ibnu Majah no. 3829 dan dinilai hasan oleh Al-Albani dalam At-Targhiib, 2: 270)

Baca Juga: Derajat Hadits Mengusap Wajah Setelah Berdoa

Lafadz “doa” dalam Al-Qur’an dan yang dimaksud hanyalah “doa permintaan”

Dalam Al-Qur’an, juga terdapat lafadz “doa”, namun yang dimaksud terbatas pada doa permintaan. Misalnya adalah firman Allah Ta’ala,

فَدَعَا رَبَّهُ أَنِّي مَغْلُوبٌ فَانْتَصِرْ

“Maka dia mengadu kepada Tuhannya, “Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan. Oleh sebab itu tolonglah (aku).” (QS. Al-Qamar [54]: 10)

“Doa” dalam ayat di atas hanya dimaknai dengan doa permintaan, karena adanya permohonan “tolonglah aku.”

Baca Juga: Mendoakan Diri Sendiri Sebelum Orang Lain

Doa ibadah dan doa permintaan sama-sama membutuhkan keikhlasan

Allah Ta’ala berfirman,

فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

“Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).” (QS. Ghafir [40]: 14)

Lafadz “doa” dalam ayat di atas mencakup doa ibadah dan doa permintaan. Sehingga yang dimaksud dengannya adalah ikhlaskanlah untuk Allah Ta’ala ketika kalian meminta hajat atau kebutuhan-kebutuhan kalian dan ikhlaskanlah untuk Allah Ta’ala semua amal kebaikan dan ketaatan yang kalian kerjakan.

Maka dalam ayat ini, Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk ikhlas dalam doa permintaan, yaitu hanya meminta dan memohon kepada Allah Ta’ala dalam perkara-perkara yang hanya Allah Ta’ala saja yang mampu, misalnya meminta kecukupan rizki dan kesembuhan dari penyakit. Di samping itu, Allah Ta’ala juga memerintahkan kita untuk ikhlas dalam doa ibadah, yaitu hanya beribadah dan menyembah Allah Ta’ala dan tidak menujukan satu pun aktivitas ibadah kepada selain Allah Ta’ala.

Demikian pembahasan ini, semoga bermanfaat.

Baca Juga:

  • Doa-Doa Dari Al Qur’an
  • Membaca Doa Dari Al Qur’an Ketika Sujud

[Selesai]

***

@Jogjakarta, 5 Jumadil Awwal 1440/ 11 Januari 2019

Penulis: M. Saifudin Hakim

Artikel: Muslim.Or.Id

Referensi:

Disarikan dari kitab Al-Qawa’idul hisaan al-muta’alliqati bi tafsiir Al-Qur’an, karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Naashir As-Sa’di rahimahullahu Ta’ala, hal. 173-175 (kaidah ke-51), penerbit Daar Thaybah Suriah, cetakan pertama tahun 1434.

ShareTweetPin2
M. Saifudin Hakim

M. Saifudin Hakim

- Alumnus Ma'had Al-'Ilmi, Yogyakarta. - Alumnus Pendidikan Dokter FK UGM, Yogyakarta. - Alumnus Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda. - Saat ini sedang belajar di Unayzah, Saudi Arabia.

Artikel Terkait

Doa Ketika Terlilit Utang

oleh Prasetyo Abu Ka'ab
25 Januari 2026
0

Seorang muslim tidak sepantasnya meremehkan perkara utang, menganggapnya sepele, atau bersikap longgar dalam melunasinya. Sebab, dalam As-Sunah, terdapat banyak hadis...

Ketenangan Hati

Zikir dan Ketenangan Hati

oleh Fauzan Hidayat
14 Oktober 2025
0

Setiap manusia mendambakan ketenangan hati. Ada yang mencarinya dalam harta, jabatan, popularitas, bahkan hiburan. Namun semakin dicari pada selain Allah,...

Bacaan Tasbih Tahmid dan Takbir

Bacaan Tasbih, Tahmid, dan Takbir pada Zikir Setelah Salat

oleh Firdian Ikhwansyah
30 September 2025
0

Zikir merupakan salah satu ibadah harian yang sering kita lakukan. Salah satu jenis zikir yang pasti kita rutinkan setiap harinya...

Artikel Selanjutnya
dosa syirik

Allah Ta'ala Tidak Mengampuni Dosa Syirik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   1   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah