Kemudahan dalam Proses Melahirkan

Kemudahan dalam Proses Melahirkan

Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Quran mengenai asal penciptaan manusia dan kemudahan proses melahirkan:

مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهُ . مِنْ نُطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ . ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَهُ

“Dari benda apa Dia menciptakan manusia. Dia ciptakan manusia dari setetes mani, lalu Dia tetapkan takdirnya. Kemudian Dia mudahkan jalannya.” (QS. ‘Abasa: 18 – 20)

Ibnu ‘Abbas menjelaskan tafsir ayat ini bahwa Allah akan memudahkan proses melahirkannya, beliau berkata:

ثم يسر عليه خروجه من بطن أمه

“Kemudian Allah mudahkan baginya untuk keluar dari perut ibunya” [Lihat Tafsir Ibnu Katsir]

Al-Qutrhubi menjelaskan bahwa ini adalah tafsir dari mayoritas ahli tafsir seperti Ibnu ‘Abbas, ‘Atha’, Qatadah, As-Suddi dan Muqatil, yaitu:

يسره للخروج من بطن أمه

“Allah mudahkan janin keluar dari perut ibunya.” [Lihat Tafsir AL-Qurthubi]

Akan tetapi mengapa ada beberapa orang tidak dimudahkan proses melahirkannya? Ada yang lama proses melahirkannya bahkan ada yang sampai harus proses caesar. Alasannya:

[1] Kemudahan ini didapatkan bagi mereka yang patuh terhadap perintah Allah

[2] Sebagai ujian baginya untuk meningkatkan derajat

Baca Juga: Boleh Operasi Caesar Dengan Adanya Indikasi Medis

Berikut sedikit pembahasannya:

[1] Kemudahan ini didapatkan bagi mereka yang patuh terhadap perintah Allah

Salah satu perintah Allah dalam Al-Quran bagi wanita adalah agar betah tinggal di rumahnya, tidak terlalu sering keluar rumah tanpa kebutuhan darurat atau kebutuhan khusus bagi wanita.

Allah Ta’ala berfirman,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu. (QS. Al Ahzab: 33).

Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan bahwa rumah-rumah bagi wanita lebih baik dari pada masjid. Jika masjid saja demikian, maka apalagi tempat lainnya semisal pasar dan lain-lain. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَمْنَعُوْا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ، وَبُيُوتُهُنَّ خَيْرٌ لَهُنَّ

“Janganlah kalian melarang kaum wanita yang hendak mendatangi masjid, dan rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka.” [HR. Abu Dawud]

Apabila para wanita tidak patuh terhadap perintah ini, terutama ketika hamil bisa jadi mereka tidak mendapatkan kemudahan yang dijanjikan. Ketika hamil, wanita keluar rumah tanpa kebutuhan darurat dan kebutuhan khusus. Sebagaimana kita ketahui kondisi di luar rumah terkadang tidak baik bagi ibu yang sedang hamil terlebih di zaman ini semisal naik mobil dan naik motor yang menyebabkan guncangan dan kelelahan, bekerja mencari uang di zaman ini yang menyebabkan stres dan tertekan. Apabila wanita hamil berada di rumah, fokus dan konsentrasi menjaga kehamilan mereka serta rutin melakukan doa dzikir pagi dan petang, semoga Allah memudahkan mereka menjalani proses melahirkan.

Baca Juga: Bolehkah Tidur Miring Ke Kiri Bagi Ibu Hamil?

[2] Sebagai ujian baginya untuk meningkatkan derajat

Apabila seseorang wanita hamil telah melakukan semua perintah Allah Ta’ala, akan tetapi proses melahirnnya sulit dan tidak mudah, bisa jadi hal ini merupakan ujian untuk meningkatkan derajatnya.

Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلاَّ حَطَّ اللهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ

“Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Dan Beliau shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ شَيْءٍ يُصِيْبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ، وَلاَ حَزَنٍ، وَلاَ وَصَبٍ، حَتَّى الْهَمُّ يُهِمُّهُ؛ إِلاَّ يُكَفِّرُ اللهُ بِهِ عَنْهُ سِيِّئَاتِهِ

“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau sesuatu hal yang lebih berat dari itu melainkan diangkat derajatnya dan dihapuskan dosanya karenanya.” [HR.Muslim]

Baca Juga:

Semoga Allah mudahkan bagi setiap ibu agar menjadi mudah dalam proses melahirkan anak mereka. Aamiin.

@ Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslim.or.id

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
iklan
MPD Banner

About Author

dr. Raehanul Bahraen

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Kedokteran Umum UGM, dosen di Universitas Mataram, kontributor majalah "Kesehatan Muslim"

View all posts by dr. Raehanul Bahraen »