Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Persiapkan Diri Menyambut Ramadhan

Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST. oleh Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST.
28 Juli 2010
di Ramadan
Persiapkan Diri Menyambut Ramadhan
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Ketidaksiapan yang Berbuah Pahit
  • Persiapkan Amal Shalih dalam Menyambut Ramadhan
  • Jangan Lupa, Perbarui Taubat!

Wahai kaum muslimin, hendaknya kita mengetahui bahwa salah satu nikmat yang banyak disyukuri meski oleh seorang yang lalai adalah nikmat ditundanya ajal dan sampainya kita di bulan Ramadhan. Tentunya jika diri ini menyadari tingginya tumpukan dosa yang menggunung, maka pastilah kita sangat berharap untuk dapat menjumpai bulan Ramadhan dan mereguk berbagai manfaat di dalamnya.

Bersyukurlah atas nikmat ini. Betapa Allah ta’ala senantiasa melihat kemaksiatan kita sepanjang tahun, tetapi Dia menutupi aib kita, memaafkan dan menunda kematian kita sampai bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan. Oleh karena itu, kita tidak boleh luput dalam persiapan menyambut Ramadhan.

Ketidaksiapan yang Berbuah Pahit

Imam Abu Bakr Az Zur’i rahimahullah memaparkan dua perkara yang wajib kita waspadai. Salah satunya adalah [اَلتَّهَاوُنُ بِالْأَمْرِ إِذَا حَضَرَ وَقْتُهُ], yaitu kewajiban telah datang tetapi kita tidak siap untuk menjalankannya. Ketidaksiapan tersebut salah satu bentuk meremehkan perintah. Akibatnya pun sangat besar, yaitu kelemahan untuk menjalankan kewajiban tersebut dan terhalang dari ridha-Nya. Kedua dampak tersebut merupakan hukuman atas ketidaksiapan dalam menjalankan kewajiban yang telah nampak di depan mata.[1]

Abu Bakr Az Zur’i menyitir firman Allah ta’ala berikut,

فَإِنْ رَجَعَكَ اللَّهُ إِلَى طَائِفَةٍ مِنْهُمْ فَاسْتَأْذَنُوكَ لِلْخُرُوجِ فَقُلْ لَنْ تَخْرُجُوا مَعِيَ أَبَدًا وَلَنْ تُقَاتِلُوا مَعِيَ عَدُوًّا إِنَّكُمْ رَضِيتُمْ بِالْقُعُودِ أَوَّلَ مَرَّةٍ فَاقْعُدُوا مَعَ الْخَالِفِينَ (٨٣)

“Maka jika Allah mengembalikanmu kepada suatu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), Maka katakanlah: “Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. karena itu duduklah bersama orang-orang yang tidak ikut berperang.” (QS. At Taubah: 83).

Renungilah ayat di atas baik-baik! Ketahuilah, Allah ta’ala tidak menyukai keberangkatan mereka dan Dia lemahkan mereka, karena tidak ada persiapan dan niat mereka yang tidak lurus lagi. Namun, bila seorang bersiap untuk menunaikan suatu amal dan ia bangkit menghadap Allah dengan kerelaan hati, maka Allah terlalu mulia untuk menolak hamba yang datang menghadap-Nya. Berhati-hatilah dari mengalami nasib menjadi orang yang tidak layak menjalankan perintah Allah ta’ala yang penuh berkah. Seringnya kita mengikuti hawa nafsu, akan menyebabkan kita tertimpa hukuman berupa tertutupnya hati dari hidayah.

Allah ta’ala berfirman,

وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ (١١٠)

“Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Quran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.” (QS. Al An’am: 110).

Baca juga: Bersiap Menyambut Ramadhan

Persiapkan Amal Shalih dalam Menyambut Ramadhan

Bila kita menginginkan kebebasan dari neraka di bulan Ramadhan dan ingin diterima amalnya serta dihapus segala dosanya, maka harus ada bekal yang dipersiapkan.

Allah ta’ala berfirman,

وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لأعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَكِنْ كَرِهَ اللَّهُ انْبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَ (٤٦)

“Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka. dan dikatakan kepada mereka: “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.” (QS. At Taubah: 46).

Harus ada persiapan! Dengan demikian, tersingkaplah ketidakjujuran orang-orang yang tidak mempersiapkan bekal untuk berangkat menyambut Ramadhan. Oleh sebab itu, dalam ayat di atas mereka dihukum dengan berbagai bentuk kelemahan dan kehinaan disebabkan keengganan mereka untuk melakukan persiapan.

Sebagai persiapan menyambut Ramadhan, Rasulullah memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. ‘Aisyah radhiallahu ‘anhu berkata,

وَلَمْ أَرَهُ صَائِمًا مِنْ شَهْرٍ قَطُّ أَكْثَرَ مِنْ صِيَامِهِ مِنْ شَعْبَانَ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلاَّ قَلِيلاً

“Saya sama sekali belum pernah melihat rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dalam satu bulan sebanyak puasa yang beliau lakukan di bulan Sya’ban, di dalamnya beliau berpuasa sebulan penuh.” Dalam riwayat lain, “Beliau berpuasa di bulan Sya’ban, kecuali sedikit hari.”[2]

Beliau tidak terlihat lebih banyak berpuasa di satu bulan melebihi puasanya di bulan Sya’ban, dan beliau tidak menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan.

Generasi emas umat ini, generasi salafush shalih, mereka selalu mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Sebagian ulama salaf mengatakan,

كَانُوا يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يُبَلِّغَهُمْ شَهْرَ رَمَضَانَ ثُمَّ يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَتَقَبَّلَهُ مِنْهُمْ

”Mereka (para sahabat) berdo’a kepada Allah selama 6 bulan agar mereka dapat menjumpai bulan Ramadlan.”[3]

Tindakan mereka ini merupakan perwujudan kerinduan akan datangnya bulan Ramadhan, permohonan dan bentuk ketawakkalan mereka kepada-Nya. Tentunya, mereka tidak hanya berdo’a, namun persiapan menyambut Ramadhan mereka iringi dengan berbagai amal ibadah.

Abu Bakr al Warraq al Balkhi rahimahullah mengatakan,

شهر رجب شهر للزرع و شعبان شهر السقي للزرع و رمضان شهر حصاد الزرع

“Rajab adalah bulan untuk menanam, Sya’ban adalah bulan untuk mengairi dan Ramadhan adalah bulan untuk memanen.”[4]

Sebagian ulama yang lain mengatakan,

السنة مثل الشجرة و شهر رجب أيام توريقها و شعبان أيام تفريعها و رمضان أيام قطفها و المؤمنون قطافها جدير بمن سود صحيفته بالذنوب أن يبيضها بالتوبة في هذا الشهر و بمن ضيع عمره في البطالة أن يغتنم فيه ما بقي من العمر

“Waktu setahun itu laksana sebuah pohon. Bulan Rajab adalah waktu menumbuhkan daun, Syaban adalah waktu untuk menumbuhkan dahan, dan Ramadhan adalah bulan memanen, pemanennya adalah kaum mukminin. (Oleh karena itu), mereka yang “menghitamkan” catatan amal mereka hendaklah bergegas “memutihkannya” dengan taubat di bulan-bulan ini, sedang mereka yang telah menyia-nyiakan umurnya dalam kelalaian, hendaklah memanfaatkan sisa umur sebaik-baiknya (dengan mengerjakan ketaatan) di waktu tesebut.”[5]

Wahai kaum muslimin, agar buah bisa dipetik di bulan Ramadhan, harus ada benih yang disemai, dan ia harus diairi sampai menghasilkan buah yang rimbun. Puasa, qiyamullail, bersedekah, dan berbagai amal shalih di bulan Rajab dan Sya’ban, semua itu untuk menanam amal shalih di bulan Rajab dan diairi di bulan Sya’ban. Tujuannya agar kita bisa memanen kelezatan puasa dan beramal shalih di bulan Ramadhan, karena lezatnya Ramadhan hanya bisa dirasakan dengan kesabaran, perjuangan, dan tidak datang begitu saja. Hari-hari Ramadhan tidaklah banyak, perjalanan hari-hari itu begitu cepat. Oleh sebab itu, harus ada persiapan menyambut Ramadhan yang sebaik-baiknya.

Jangan Lupa, Perbarui Taubat!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُون

“Setiap keturunan Adam itu banyak melakukan dosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.”[6]

Taubat menunjukkan tanda totalitas seorang dalam menghadapi Ramadhan. Dia ingin memasuki Ramadhan tanpa adanya sekat-sekat penghalang yang akan memperkeruh perjalanan selama mengarungi Ramadhan.

Allah memerintahkan para hamba-Nya untuk bertaubat, karena taubat wajib dilakukan setiap saat. Allah ta’ala berfirman,

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٣١)

“Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An Nuur: 31).

Taubat yang dibutuhkan bukanlah seperti taubat yang sering kita kerjakan. Kita bertaubat, lidah kita mengucapkan, “Saya memohon ampun kepada Allah”, akan tetapi hati kita lalai, akan tetapi setelah ucapan tersebut, dosa itu kembali terulang. Namun, yang dibutuhkan adalah totalitas dan kejujuran taubat.

Jangan pula taubat tersebut hanya dilakukan di bulan Ramadhan sementara di luar Ramadhan kemaksiatan kembali digalakkan. Ingat! Ramadhan merupakan momentum ketaatan sekaligus madrasah untuk membiasakan diri beramal shalih sehingga jiwa terdidik untuk melaksanakan ketaatan-ketaatan di sebelas bulan lainnya.

Wahai kaum muslimin, mari kita persiapkan diri kita dengan memperbanyak amal shalih di dua bulan ini, Rajab dan Sya’ban, sebagai modal awal untuk mengarungi bulan Ramadhan yang akan datang sebentar lagi. Persiapan yang sebenar-benarnya, bukan persiapan yang tidak ada dasarnya seperti bermaafan sebelum Ramadhan.

Ya Allah mudahkanlah dan bimbinglah kami. Amin.

Waffaqaniyallahu wa iyyakum.

Baca juga: Nasehat Syaikh Shalih Al Fauzan Dalam Menyambut Ramadhan

—

Buaran Indah, Tangerang, 24 Rajab 1431 H.

Penulis: Muhammad Nur Ichwan Muslim

Artikel Muslim.or.id

—

Catatan kaki:

[1] Badai’ul Fawaid 3/699.

[2] HR. Muslim: 1156.

[3] Lathaaiful Ma’arif hal. 232

[4] Lathaaiful Ma’arif hal. 130.

[5] Lathaaiful Ma’arif hal. 130.

[6] Hasan. HR. Tirmidzi: 2499.

ShareTweetPin
Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST.

Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST.

Alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta,

Artikel Terkait

Wafat Sebelum Membayar Kaffarat Jimak di Bulan Ramadan

oleh Muhammad Zia Abdurrofi
2 April 2026
0

Hukum dan kaffarat orang yang berjimak di siang hari bulan Ramadan Bukan lagi menjadi hal yang tabu terkait hukum jimak (berhubungan...

Akankah Aku Akan Bermaksiat Lagi Selepas Ramadan?

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
31 Maret 2026
0

Ketahuilah, bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan ketaatan. Di dalamnya kaum muslimin berlomba-lomba memperbanyak ibadah, berpuasa, salat...

Fatwa Ulama: Hukum Orang yang Berpindah ke Negeri dengan Pengurangan atau Penambahan Puasa

oleh Fauzan Hidayat
17 Maret 2026
0

Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus   Pertanyaan: Apa hukum seseorang yang berpuasa hari pertama Ramadan di negerinya, lalu ia berada...

Artikel Selanjutnya

Pahala Melimpah di Balik Memberi Makan Berbuka

Komentar 27

  1. fatimah says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamualaikum,
    ana ingin bertanya, saya pernah mendengar bahwa 2 minggu sebelum bulan ramadhan tidak boleh berpuasa, apakah itu benar?, padahal rasullulah banyak berpuasa di bulan syaban.
    lalu apakah benar 1 hari sebelum ramadhan tidak bleh berpuasa?
    mohon cantumkan dalilnya, sukron.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #fatimah
      Wa’alaikumussalam. Larangan puasa 2 pekan sebelum Ramadhan itu tidak benar. Boleh berpuasa beberapa hari sebelum Ramadhan jika memang bertepatan dengan hari dimana dia biasa puasa sunnah, namun jika tujuannya untuk hati-hati karena ragu sudah masuk Ramadhan atau belumum, yang demikian tidak boleh.

      Reply
  2. abu zahra says:
    16 tahun yang lalu

    barakallahufik

    Reply
  3. Abidin says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum. Ustadz ana mau nanya :
    1. Bagaimana pandangan ustadz tentang pawai keliling jalan yang melibatkan siswa-siswi, anak-anak santri TPA dalam menyambut bulan romadhon?
    2. bisakah seseorang terjatuh dalam syirik dan bid’ah ketika membunyikan petasan menyambut romadhon? kalau ya contoh kasusnya seperti apa?
    Jazakumullahu khair atas jawabannya.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #Abidin
      Wa’alaikumussalam
      1. Ada beberapa hal yang kurang positif seperti adanya musik, anak-anak wanita diajari tabarruj, dll, selain itu merupakan kegiatan yang kurang bermanfaat sehingga sepatutnya tidak diadakan
      2. Meledakkan petasan tidak termasuk bid’ah apalagi syirik, mohon anda pelajari apa itu bid’ah dan syirik. Namun merupakan maksiat karena menimbulkan bahaya dan gangguan bagi diri sendiri maupun orang lain.

      Reply
  4. Abidin says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum, Ustadz adakah hadis atau atsar salaf yang menganjurkan kita dalam bulan romadhon untuk meliburkan majelis ilmu dan beralih kepada tilawatil Qur’an hingga khatam?

    Reply
    • Abduh Tuasikal says:
      16 tahun yang lalu

      @ Abidin
      Wa’alaikumus salam.
      Sebagian ulama tetap masih buka majelis semacam Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin. Dan kita tahu bahwa beliau sangat meneladani para salaf.

      Reply
  5. dee says:
    14 tahun yang lalu

    ijin share ustadz

    Reply
  6. rivkas says:
    14 tahun yang lalu

    Assalamualaikum war.wab.
    Bapak/ Ibu pengasuh Muslim.or.id. Kami selalu membaca artikel tentang seluk beluk ajaran agama islam. Menurut saya sangat bagus artikelnya, namun bila ingin downmload mengalami kesulitan. Karena itu mohon semua artikelnya diberi ruang untuk download, sehingga kami dapat lebih memahami tulisan atau artikel yang ada dalam muslim.or.id. Saya tunggu tindak lanjutnya. Terima kasih. Wassalam…….

    Reply
  7. Salman says:
    13 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum.
    Maaf sebelumnya.
    Tolong font arabic-nya diperbesar lagi. Saya kesulitan membacanya.

    Reply
  8. Muhammad Riky Efendy says:
    12 tahun yang lalu

    Subhanallah, makasih nasehatnya ustadz :)
    Jazakallahu Khair, Aamiin..

    Reply
  9. yogyakartas says:
    4 tahun yang lalu

    tidak terasa sebentar lagi akan bertemu dengan bulan suci

    https://yogyakartas.com/

    Reply
  10. rudy says:
    4 tahun yang lalu

    halaman maroji nya kok gak ada ya dari dua kitab sebagian beda halamannya , info mungkin kitanbnya terbitan mana

    Reply
  11. zaika says:
    4 tahun yang lalu

    Ya Allah semoga seluruh umat islam diberikan umur yang panjang agar bisa bertemu RAMADHAN berikutnya dan seterusnya amiin, gak kerasa 7 hari lagi mau masuk bulan suci Ramadhan

    Reply
  12. zaika says:
    4 tahun yang lalu

    jazakallah khair ustadz, sangat bermanfaat sekali

    Reply
  13. harga aspal says:
    4 tahun yang lalu

    semoga bisa menikmati ramadhan dan idul fitri tahun depan
    aamiin
    salam

    Reply
  14. UKM Promo says:
    4 tahun yang lalu

    Terimakasih pak ustadz, semoga kita selalu diberikan kesehatan & umur panjang

    Reply
  15. balon sablon says:
    4 tahun yang lalu

    bismillah masih diberikan umur panjang untuk bertemu dengan romadhon selanjutnya
    aamiin

    Reply
  16. Harga Sewa Excavator says:
    3 tahun yang lalu

    Terima kasih atas informasi yang sangat berharga ini.

    Reply
  17. Celsybemin says:
    3 tahun yang lalu

    Bismillah
    Assalamuallaikum ustadz, bagaiman jika kt masi ada hutang puasa namun belum sempat mengganti penuh sampai bulan sya’ban ini apa kah kt sah jika puasa nt dibulan ramadhan dan ttp mengganti puasa setelah ramadhan usai ,mohon bimbingangannya ustad,Jazakullahu khair stadz

    Reply
  18. balon promosi says:
    3 tahun yang lalu

    Terima kasih atas informasinya.

    Reply
  19. Herman says:
    3 tahun yang lalu

    Alhamdulillah, semoga kita semua di pertemukan lagi dengan bulan ramadhan berikutnya dan semoga iman dan taqwa kita semakin bertambah.

    Reply
  20. bahankimiatambangemas says:
    3 tahun yang lalu

    terima kasih informasinya

    Reply
  21. Wisata Bali says:
    3 tahun yang lalu

    Terimaksih untuk informasi yang sangat bermanfaat ini

    Reply
  22. Epoxy Lantai says:
    3 tahun yang lalu

    Terima kasih pak ustad

    Reply
  23. Paperbagindo says:
    2 tahun yang lalu

    Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa awal bulan sudah bertemu lagi dengan ramadhan

    Reply
  24. Paper Bag Jogja says:
    9 bulan yang lalu

    Semoga masih dipertemukan bulan Ramadhan yang akan datang, dan bisa menjalankan ibadah dengan sempurna.

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   10   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah