Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Bermaafan Sebelum Ramadhan

Yulian Purnama, S.Kom. oleh Yulian Purnama, S.Kom.
9 Agustus 2010
di Ramadan
hukum bermaafan sebelum ramadhan
Share on FacebookShare on Twitter

Kali ini akan kita bahas mengenai sebuah tradisi yang banyak dilestarikan oleh masyarakat, terutama di kalangan aktifis da’wah yang beramal tanpa didasari ilmu, tradisi tersebut adalah tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadhan.

Mereka yang melestarikan tradisi ini beralasan dengan hadits yang terjemahannya sebagai berikut:

Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jum’at (dalam bulan Sya’ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali. Ketika selesai shalat Jum’at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: “ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan do’a ku ini,” jawab Rasullullah.

Do’a Malaikat Jibril itu adalah:
“Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:

1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;
3) Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

Namun anehnya, hampir semua orang yang menuliskan hadits ini tidak ada yang menyebutkan periwayat hadits. Setelah dicari, hadits ini pun tidak ada di kitab-kitab hadits. Setelah berusaha mencari-cari lagi, saya menemukan ada orang yang menuliskan hadits ini kemudian menyebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (3/192) dan Ahmad (2/246, 254). Ternyata pada kitab Shahih Ibnu Khuzaimah (3/192) juga pada kitab Musnad Imam Ahmad (2/246, 254) ditemukan hadits berikut:

عن أبي هريرة  أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رقي المنبر فقال : آمين آمين آمين فقيل له : يارسول الله ما كنت تصنع هذا ؟ ! فقال : قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد أو بعد دخل رمضان فلم يغفر له فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد أدرك و الديه أو أحدهما لم يدخله الجنة فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت : آمين  قال الأعظمي : إسناده جيد

“Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda: ‘Amin, Amin, Amin’. Para sahabat bertanya : “Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?” Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kepadaku: ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan’, maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)’, maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Allah melaknat seorang hambar yang tidak bershalawat ketika disebut namamu’, maka kukatakan, ‘Amin”.” Al A’zhami berkata: “Sanad hadits ini jayyid”.

Hadits ini dishahihkan oleh Al Mundziri di At Targhib Wat Tarhib (2/114, 406, 407, 3/295), juga oleh Adz Dzahabi dalam Al Madzhab (4/1682), dihasankan oleh Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (8/142), juga oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Al Qaulul Badi‘ (212), juga oleh Al Albani di Shahih At Targhib (1679).

Dari sini jelaslah bahwa kedua hadits tersebut di atas adalah dua hadits yang berbeda. Entah siapa orang iseng yang membuat hadits pertama. Atau mungkin bisa jadi pembuat hadits tersebut mendengar hadits kedua, lalu menyebarkannya kepada orang banyak dengan ingatannya yang rusak, sehingga berubahlah makna hadits. Atau bisa jadi juga, pembuat hadits ini berinovasi membuat tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadhan, lalu sengaja menyelewengkan hadits kedua ini untuk mengesahkan tradisi tersebut. Yang jelas, hadits yang tidak ada asal-usulnya, kita pun tidak tahu siapa yang mengatakan hal itu, sebenarnya itu bukan hadits dan tidak perlu kita hiraukan, apalagi diamalkan.

Meminta maaf itu disyariatkan dalam Islam. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

من كانت له مظلمة لأخيه من عرضه أو شيء فليتحلله منه اليوم قبل أن لا يكون دينار ولا درهم إن كان له عمل صالح أخذ منه بقدر مظلمته وإن لم تكن له حسنات أخذ من سيئات صاحبه فحمل عليه

“Orang yang pernah menzhalimi saudaranya dalam hal apapun, maka hari ini ia wajib meminta perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum datang hari dimana tidak ada ada dinar dan dirham. Karena jika orang tersebut memiliki amal shalih, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezhalimannya. Namun jika ia tidak memiliki amal shalih, maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia zhalimi” (HR. Bukhari no.2449)

Dari hadits ini jelas bahwa Islam mengajarkan untuk meminta maaf, jika berbuat kesalahan kepada orang lain. Adapun meminta maaf tanpa sebab dan dilakukan kepada semua orang yang ditemui, tidak pernah diajarkan oleh Islam. Jika ada yang berkata: “Manusia khan tempat salah dan dosa, mungkin saja kita berbuat salah kepada semua orang tanpa disadari”. Yang dikatakan itu memang benar, namun apakah serta merta kita meminta maaf kepada semua orang yang kita temui? Mengapa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabat tidak pernah berbuat demikian? Padahal mereka orang-orang yang paling khawatir akan dosa. Selain itu, kesalahan yang tidak sengaja atau tidak disadari tidak dihitung sebagai dosa di sisi Allah Ta’ala. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam,

إن الله تجاوز لي عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه

“Sesungguhnya Allah telah memaafkan ummatku yang berbuat salah karena tidak sengaja, atau karena lupa, atau karena dipaksa” (HR Ibnu Majah, 1675, Al Baihaqi, 7/356, Ibnu Hazm dalam Al Muhalla, 4/4, di shahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah)

Sehingga, perbuatan meminta maaf kepada semua orang tanpa sebab bisa terjerumus pada ghuluw (berlebihan) dalam beragama.

Dan kata اليوم (hari ini) menunjukkan bahwa meminta maaf itu dapat dilakukan kapan saja dan yang paling baik adalah meminta maaf dengan segera, karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput. Sehingga mengkhususkan suatu waktu untuk meminta maaf dan dikerjakan secara rutin setiap tahun tidak dibenarkan dalam Islam dan bukan ajaran Islam.

Namun bagi seseorang yang memang memiliki kesalahan kepada saudaranya dan belum menemukan momen yang tepat untuk meminta maaf, dan menganggap momen datangnya Ramadhan adalah momen yang tepat, tidak ada larangan memanfaatkan momen ini untuk meminta maaf kepada orang yang pernah dizhaliminya tersebut. Asalkan tidak dijadikan kebiasaan sehingga menjadi ritual rutin yang dilakukan setiap tahun.

Wallahu’alam.

Penulis: Yulian Purnama

Artikel muslim.or.id

ShareTweetPin2
Yulian Purnama, S.Kom.

Yulian Purnama, S.Kom.

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Ilmu Komputer UGM, kontributor web Muslim.or.id dan Muslimah.or.id

Artikel Terkait

Wafat Sebelum Membayar Kaffarat Jimak di Bulan Ramadan

oleh Muhammad Zia Abdurrofi
2 April 2026
0

Hukum dan kaffarat orang yang berjimak di siang hari bulan Ramadan Bukan lagi menjadi hal yang tabu terkait hukum jimak (berhubungan...

Akankah Aku Akan Bermaksiat Lagi Selepas Ramadan?

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
31 Maret 2026
0

Ketahuilah, bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan ketaatan. Di dalamnya kaum muslimin berlomba-lomba memperbanyak ibadah, berpuasa, salat...

Fatwa Ulama: Hukum Orang yang Berpindah ke Negeri dengan Pengurangan atau Penambahan Puasa

oleh Fauzan Hidayat
17 Maret 2026
0

Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus   Pertanyaan: Apa hukum seseorang yang berpuasa hari pertama Ramadan di negerinya, lalu ia berada...

Artikel Selanjutnya

Waspada Berbagai Syirik di Sekitar Kita!

Komentar 108

  1. hendri gakonto says:
    16 tahun yang lalu

    aduh, bingung ya,
    kok, kayanya berat amat, ya
    jadinya, saya gak bisa komentar dech..
    karena takut salah komentar,,
    karena SALAH KOMEN TAR PUN,, ADA hadsinya..
    jadi,, saya serahin aja dech sama yang emang udah ditakdirkan Allah memiliki kelebihan di bidang ini..
    semoga ka mi yang bodoh dan awam ini..
    mengikuti sesuaztu yang benar.. AAMIIN

    Reply
    • Arif says:
      6 tahun yang lalu

      Tiada amal tanpa dalil..

      Reply
    • Laila says:
      5 tahun yang lalu

      Menuntut ilmu agama wajib bagi muslim dan muslimah

      Reply
  2. fendi insan biasa says:
    16 tahun yang lalu

    Mohon maaf sebelumnya,
    saya sih gak tahu detail tentang hadist..
    Menurut pikiran saya, bulan ramadhan adalah bulan yang suci ….
    jangankan nilai ibadah selama bulan itu,
    untuk memasukinya pun kita dianjurkan dengan hati yang suci dan bersih..
    so, salahkan kita kalau demi mencapai niat baik tersebut, lalu berusaha membersihkan dan menyucikan diri kita terlebihj dahulu, dengan cara mengakui kesalahan, dan meminta maaf pada orang lain?
    ingat lho, agama kita juga tidak pernah menyempitkan sesuatu, selalu memberikan kelapangan..
    kalau sudah begini, orang awam yang membaca akan patah semangat dan merasa makin bersalah,
    jadi, kalau pun yang anda tulis adalah suatu yang benar, tolonglah menyampaikannya dengan bahsa serta kesimpulan yang menyejukkan hati dan perasaan orang lain.
    kalau begini, yang ada bukan pencerahan, melainkan ketakutan akan diri yang serba hina dan nista,
    mohon untuk direnungkan,,
    saya pun belum tentu benar, tapi itulah yang saya rasakan, walau mungkin agama katanya tidak bisa dengan perasaan..
    semoga saya tidak jadi orang yang menyulitkan dan menyusahkan orang lain,
    Selamat memasuki bulan suci Ramadhan, semoga kita semua beroleh ampunan dan rahmat dan berkatNya. Aamiin

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #fendi insan biasa
      Namun maaf, kebaikan dalam agama tidak dihasilkan dari logika semata.

      Reply
    • Buyung says:
      3 tahun yang lalu

      Yg menyampaikan seperti itu gaya bahasanya saya tau dari golongan mana ….yang mempermasalahkan : ucapan maaf2an sebelum lebaran, baca doa buka puasa, ucapan selamat lebaran ….

      Reply
  3. alvin says:
    16 tahun yang lalu

    siapa yang mau berkomentar,
    kalau salah komentar pun
    sangat berat hukumannya,
    silakan kalian sajalah yang berkomentar
    yang diberikan kelebihan memahami agama .

    Reply
    • Laila says:
      5 tahun yang lalu

      Menuntut ilmu agama wajib bagi setiap muslim muslimah

      Reply
  4. Dani says:
    16 tahun yang lalu

    mohon ijin sharenya…..
    jazakallah khoiron…

    Reply
    • Umi nida says:
      6 tahun yang lalu

      Sekarang mlh beredar pesan vi WA yg isinya diawal td ..seolah- olah membenarkan hadist tsb..

      Reply
    • Sugengtbk says:
      5 tahun yang lalu

      Ini yg saya suka.
      mohon ijin sharenya…..
      jazakallah khoiron

      Reply
  5. reef says:
    16 tahun yang lalu

    Ijin share..jazakalloh khoiron katsir

    Reply
  6. erwan says:
    16 tahun yang lalu

    Ijin share..jazakalloh khoiron

    Reply
  7. Milanisti says:
    16 tahun yang lalu

    ijin share ya..

    jazakallahu khoiron

    Reply
  8. Dira says:
    16 tahun yang lalu

    Terima Kasih Atas Ilmu yang bermanfaat ini ya
    SUBHANALLAH ….., WALHAMDULILLAH

    Reply
  9. Arman says:
    16 tahun yang lalu

    Bgmn dg dosa ghibah, su’uzhan, lalai dr amanah, berbohong, dan blm mengembalikan brg yg dipinjam?

    Dlu sy prnh dgr kajian, ustadz-ny membolehkan utk minta maaf scr tdk langsung mlalui sms dg nomor perdana, dikarenakan madharat yg malah bs merusak persahabatan krn mengungkit2 kesalahan masa lalu,

    worst case-nya klo qt malah dpt cercaan spt *oh jadi antum pernah gtu ya sama ana? g disangka2 ternyata antum ‘pemakan bangkai’!*, hal itu bs saja terjadi kan? Mohon jawaban, pendapat, dan petunjuknya..

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #Arman
      Barang yang belum dikembalikan semestinya dikembalikan, dan meminta-maaf lah secara langsung. Karena jika ternyata ia belum memaafkan, akan ia akan menuntut kelak di hari kiamat. Wallahul musta’an.

      Reply
      • aina says:
        7 tahun yang lalu

        Us mau tanya,kalo kita tidak sengaja menyebarkan hadist yang tidak sohih,terus kita baru sadar kalo itu hadist yang tidak sohih lau kita sesali dan meminta maaf kepa da Allah dan apakah permintaan maaf itu diterima apa tidak

        Tolong di jawab
        Syukron

        Reply
        • Yulian Purnama says:
          7 tahun yang lalu

          Bertaubat kepada Allah dengan taubat nasuha dan sebarkan penjelasan kelemahan haditsnya kepada orang-orang yang dulu disebarkan.

          Reply
  10. aris says:
    16 tahun yang lalu

    ijin share,
    jazakallahu khairon

    Reply
  11. Giarto akbar says:
    16 tahun yang lalu

    Izin Share ^^

    jazakalloh khoiron

    Reply
  12. Ibn Yunus says:
    16 tahun yang lalu

    ijin save and share..

    jzk..

    Reply
  13. Abdullah Fakir says:
    16 tahun yang lalu

    ijin share dan copas. jazaakalloh khoir.

    Reply
  14. indra says:
    16 tahun yang lalu

    klo tradisi bermaaf-maafan di hari raya idul fitri, ada gak hadist nya! Mohon penjelasannya?

    Reply
  15. M Ridho says:
    16 tahun yang lalu

    jazakumulloh khoiron ustadz ilmunya :D
    Oh ya,bagaimana sikap kita kalau kita mendapat permintaan maaf dari mereka pada sblm romadhon baik langsung maupun tidak langsung (via sms/facebook)?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #M Ridho
      Kalau ada orang yang meminta maaf, sebaiknya dimaafkan.

      Reply
  16. Siti says:
    16 tahun yang lalu

    Izin Share ya,,,jzk.
    Terima kasih…

    Reply
  17. har says:
    16 tahun yang lalu

    ijin kopas ya

    Reply
  18. abu 'aisyah says:
    16 tahun yang lalu

    ternyata kang aswad dan antum orang yang sama y…ane kira beda orang

    Reply
  19. Must Ris says:
    16 tahun yang lalu

    Mohon ijin share

    Reply
  20. Wisnu says:
    16 tahun yang lalu

    Ijin save dan share y… JazakALLOH khoiron

    Reply
  21. One One says:
    16 tahun yang lalu

    Ijin Share ya…..
    Jazakumullahu Khairon Khatsiroo

    Reply
  22. ardi says:
    16 tahun yang lalu

    ijin save and share..

    jzk..

    Reply
  23. satya abu daffah says:
    16 tahun yang lalu

    syukron…

    Reply
  24. abu hamzah says:
    16 tahun yang lalu

    ijin copas&share

    Reply
  25. ridha says:
    16 tahun yang lalu

    anda harusnya kaji lebih dalam hadits dari Abu Hurairah tersebut bukan malah menggunjing orang lain… lebuh baik intropeksi diri ketimbang menilai orang lain. Mohon Maaf Klo ada yg salah. Jazakallah khairan katsiran

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #ridha
      Maaf, saya tidak merasa menggunjing individu tertentu. Kalau ada sebagian muslim yang salah, sebaiknya kita nasehati bukan?
      Terima kasih atas sarannya, semoga saya dapat lebih mengorek kesalahan dan dosa saya sendiri.

      Reply
  26. ica says:
    16 tahun yang lalu

    syukron ilmunya…

    Reply
  27. Achmad Ramdhani Z says:
    16 tahun yang lalu

    terima kasih kang Yulian Pratama, dari kemarin saya mencoba mencari-cari jawaban mengenai tradisi bermaaf-maafan sebelum ramadhan… Lalu kang, kalo tradisi bermaaf-maafan pada hari raya Idul Fitri bagaimana? Apa ada dalilnya juga, maksud saya, mengapa harus saling maaf-memaafkan, bukankah pada hari itu segala dosa diputihkan? terima kasih

    Reply
    • Abduh Tuasikal says:
      16 tahun yang lalu

      @ Achmad
      Jk antum renungkan artikel di atas dg seksama, pasti sudah tahu jawabannya.

      Reply
      • Teguhhw says:
        5 tahun yang lalu

        Nah turun gunung ustad…

        Reply
  28. ganes says:
    16 tahun yang lalu

    izin copas & share.. jazzakollohu khoir

    Reply
  29. abu hudzaifah says:
    16 tahun yang lalu

    kesalahan ini wajib diberitahukan kepada kaum muslimin yang masih mengerjakannya sampai hari ini…

    Reply
  30. Besral says:
    16 tahun yang lalu

    Terima kasih sudah berbagi,

    Saya kira ada niatan tersembunyi dari pengirim sms tersebut. Kita tahu setiap idul fitri, jutaan sms beredar, berapa rupiah yang beredar? siapa yang diuntungkan?
    Sama halnya dengan bermaaf-maafan sebelum ramadhan ini, sengaja disebarkan oleh mereka yang ingin meraup keuntungan….
    Moga2 pikiran saya salah..

    Reply
  31. ibnu salama says:
    16 tahun yang lalu

    jazzakumullahukhairon ust.
    nasehat antum insyallah sngat jelas, kita akan semakin hati2 mealkukan amalan2 ibadah.
    bagi yang menuduh nasehat ini sebagai gunjingan naif sekali, mhon sekali lagi dalami nasehat ini,jangan emosi yg didahulukan.

    Reply
  32. ibnu abi says:
    16 tahun yang lalu

    abi pernah dapat sms tentang hadits tersebut dan pada akhir sms tertulis muttafaq ‘alaihi…pas dicek lagi di shahih bukhari muslim, ana ga nemu hadits itu… masya Allah…berani banget orang itu mengada-ada yang tidak ada…

    Reply
  33. abu faiq harahap says:
    16 tahun yang lalu

    Ijin share

    Reply
  34. Alfath says:
    16 tahun yang lalu

    Ustadz, dlm tulisan ini saya baca bhw kita tdk boleh mengkhususkan waktu tertntu untk minta maaf/maaf- maafan, misalnya staun skali. Berarti idulfitri nanti pun kita tidak perlu dong minta maaf or salam2an kpd klrg, tetangga ato handaitolan? Toh itu bukan ajaran islam kan? Mohon dijawab tadz! Trims!

    Reply
    • Abduh Tuasikal says:
      16 tahun yang lalu

      @ Alfath
      Betul sekali, tdk ada pengkhususan maaf memaafkan saat sebelum ramadhan atau sesudahnya.

      Reply
  35. Abu Dhiya' says:
    16 tahun yang lalu

    Jazakallahukhairan atas ilmu ini,
    mohon ijin copy paste….

    Reply
  36. ahmad fuady says:
    16 tahun yang lalu

    izin share. makasih.

    Reply
  37. Danny Marahaly says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum …

    He.. He.. ngakunya pengikut dan pecinta Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, begitu dikasi tau yang benar bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabat radiyallahu ‘anhu beramal, eh malah pada protes, ternyata kita memang belum siap ya jadi pengikut Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang jujur.

    Reply
  38. Fathanullah Salafy says:
    16 tahun yang lalu

    2 hari sebelum memasuki bulan ramadhan ana dapat banyak sms yang isinya meminta maaf, satu hal yang membuat ana heran. puasa aja blom kok udah pada minta maaf ya. ternyata memang sudah menyebar tradisi buatan ini. syukron artikelnya akhi yulian. ana izin copas. semoga Allah Taala merahmati ilmu antum.

    Reply
  39. aa says:
    16 tahun yang lalu

    Saya juga sempat kaget saat teman saya minta maaf pas mau puasa,sebelumnya tidak ada tradisi spt itu…erima kasih

    Reply
    • Asr says:
      7 tahun yang lalu

      Bukan salah tradisinya juga. Semoga sikap kita ke org yg tiba2 meminta maaf jga baik menyambutnya dgn lapang yaa jgn blg itu bidah atau hadist palsu toh niatnya baik. Dan klo mau ksh tauu perlahan lahan ksh tau yg baik2. Soal tradisi sprti itu yaaa namanya jga org awam blm tauu mungkin hadist yg sebenarnya gimana. Tak perlu keras jika ada kesalahan. Keraslah klo km melihat pelaku syirik dan zina.

      Reply
  40. iwan rustanto says:
    16 tahun yang lalu

    ijin save & share

    Reply
  41. Kurnia says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Ijin Share ustadz,terima kasih atas Ilmunya

    Reply
  42. tyan says:
    16 tahun yang lalu

    assalamualaikum…
    terima kasih artikelnya … ijin copy dan sharenya…
    kalo merasa bersalah dengan orang yg sudah meninggal bagaimana caranya minta maaf … sedang dia tidak bermaksut menyakiti orang tersebut

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #tyan
      Cukup dengan bertaubat kepada Allah.

      Reply
  43. ABU NUSHOIBAH JUM'AT says:
    16 tahun yang lalu

    Semoga kita dimudahkan oleh Alloh Ta’ala untuk mengamalkan sunnah Nabi shollallohu ‘alahi wa sallam hingga ajal datang menjemu,amin.

    Reply
  44. usman says:
    16 tahun yang lalu

    1. Saya kira akan lebih bijak jika tanpa penyebutan “aktivis dakwah kampus” sebagai pihak yang disalahkan. Bukankah untuk membicarakan sesuatu yang buruk sebaiknya digunakan istilah “si fulan”?

    2. Mohon dibahas juga tentang mengkhususkan usia 25 tahun untuk menikah. Hal yg saya tanyakan :
    – Apakah itu bisa disebut sebagai sunnah Rasul? Karena saat berusia 25 tahun, Muhammad belum diangkat menjadi Rasulullah.
    – Apakah ada hadits yang menyarankan untuk menikah di usia 25 tahun?

    —————————————————
    Koreksi kesalahan ketik pada hadits : …‘Allah melaknat seorang *hambar* yang tidak bershalawat…

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #usman
      1. Aktifis dakwah kampus itu cakupannya umum. Sekaligus sebagai peringatan tentang model dakwah ADK yang ada sekarang secara umum adalah demikian, yaitu berdakwah tanpa ilmu.
      2. Tidak ada anjuran demikian, bahkan Rasulullah menganjurkan segera menikah ketika sudah bisa menikah. Menundanya hingga usia 25 padahal sudah mampu, sama saja mengabaikan anjuran Rasulullah tersebut.

      Reply
  45. heri says:
    16 tahun yang lalu

    Syukron . . . .artikel yg sedang saya tunggu2 karena di awal ramadhan ada beberapa temen saya yang menanyakan tentang dalil bermaaf-maafan sebelum ramadhan tetapi saya tidak bisa menjawab karena ketidak tahuan . . .jazakallah khoiron katsiron

    Reply
  46. abuhanifah says:
    16 tahun yang lalu

    ijin copas, jazakallah khairan

    Reply
  47. dadan says:
    15 tahun yang lalu

    Subhanallah, ijin share

    Reply
  48. ari arawati says:
    15 tahun yang lalu

    ijin share ya akh…
    jazakallah…

    Reply
  49. Kamil Asgar says:
    15 tahun yang lalu

    Alhamdulillah, Akhirnya Alloh berikan satu lagi pemahaman yang benar melalui artikel ini. saya izin copy untuk disebarkan keteman-teman.
    Jazakumulloh
    Barokallohu fik

    Reply
  50. jaja sanjaya says:
    15 tahun yang lalu

    Jazakillah Khoiron Katsiir,sedikit sekali yg memahami tradisi ini.
    Ilmu ane sedikit bertambah, semoga bisa bertambah eksis lagi dlam menyebarkan Dakwah yg Murni
    آمِّينَ
    آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْ

    Reply
  51. Abdurrahman says:
    15 tahun yang lalu

    Assalamu’alaykum… izin share ya, akh. Jazakallah khayran.

    Reply
  52. Asa says:
    15 tahun yang lalu

    Assalamualaikum waratuulahiwabarakatuh..
    Berarti bagaimana kalau kita mendapat sms atau ucapan minta maaf dari seseorang sebelum bulan Ramadhan tiba? Kalau tidak membalas dengan ‘saya juga minta maaf atas kesalahan saya juga,’ takutnya dikira orang yang sombong dan tidak pernah merasa salah.
    terima kasih sebelumnya untuk kesediaan saudara2 menjawab. :)

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #Asa
      Wa’alaikumussalam Warahmatulllah Wabarakatuh,
      Jika memang orang tersebut memang baru saja berbuat kesalah terhadap anda, maka hendaknya anda maafkan. Namun jika, pesan tersebut dikirim ke banyak orang dlm rangka menyambut Ramadhan, tidak hanya kepada anda, sebaiknya diabaikan saja agar tidak termasuk tolong-menolong dalam keburukan.

      Reply
  53. irman saleh says:
    15 tahun yang lalu

    Salamualikum akhi ijin Share buat temen dan saudara ana …Jazakallah khayran

    Reply
  54. Eddy Perawang says:
    15 tahun yang lalu

    Terima kasih ustadz, sekarang saya dah tau asal usulnya maaf maafan sebelum ramadhan, izin copas ya. Jazakallahu khoiron katsiiro

    Reply
  55. Nur Rochim says:
    15 tahun yang lalu

    Mohon izin untuk saya link di facebook. Sangat mencerahkan dan bermanfaat. Sukron katsiran.

    Reply
  56. ira says:
    15 tahun yang lalu

    Mohon izin untuk share k FAcebook. Terimakash bnyk Ustaz, ini sangt bermanfaat buat saya.Sykran kethiran.

    Reply
  57. eko sulistyawan says:
    15 tahun yang lalu

    alhamdulillah, ini baru pencerahan, setelah puluhan sms masuk ke hp saya tanpa tahu harus menjawab gmn tentang hadits yang dinukil di atas. sip. semoga Alloh tetapkan kita dalam beristiqomah di atas sunnah. amin

    Reply
  58. Mohammad Fauzil Adhim says:
    15 tahun yang lalu

    Jazaakumullah atas penjelasannya. Perkenankan saya untuk membagi tulisan ini ke akun facebook saya. Semoga Allah Ta’ala tambahkan ‘ilmu yang manfaat kepada Antum dan menjaga Antum agar istiqamah dalam menetapi sunnah.

    Reply
  59. Yaumil Masri says:
    14 tahun yang lalu

    mohon izin utk share di fb… terima kasih..jazakallah..

    Reply
  60. didik sh says:
    14 tahun yang lalu

    Syukron maturnuwun. Mohon Idzin share artikelnya

    Reply
  61. Azilah Aziz says:
    14 tahun yang lalu

    Mohon share perkongsian ilmu ini ya ustaz..tqvm.

    Reply
  62. lukman says:
    14 tahun yang lalu

    om, bukan masuk kategori ibadah kan? kalo masuk kategori ibadah, ibadah mahdah atau ghairu mahdah, maaf2an di sms ato di fesbuk sudah pasti sasarannya ke org yg kita kenal kan? bukan sesuatu yang buruk menurut saya, Rasulullah yg dimaksum aja gak pernah ke semua orang’ masalahnya kita kan ga dimaksum, makanya terselip khilaf yg tak sengaja itu pasti ada, bukan hal prinsipil om menurut saya, terimakasih

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #lukman
      Jika menganggap afdhol, ini sudah ranah ibadah. Para sahabat Nabi tidak maksum, tapi Nabi tidak pernah mengajarkan sahabatnya untuk maaf-maafan sebelum Ramadhan. Nabi juga tahu bahwa umatnya tidak maksum, kalau memang maaf-maafan sebelum Ramadhan itu baik, seharusnya Nabi ajarkan.

      Reply
  63. Viantra says:
    14 tahun yang lalu

    syukron penjelasanya, semoga kita termsuk oarng yang mudah memberi maaf disetiap waktu ketika ada oarng lain yang berbuat salah.

    Reply
  64. Muhammad says:
    14 tahun yang lalu

    “Allah melaknat seorang hamba yang tidak bershalawat ketika disebut namamu”
    bahagia rasanya melihat nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam tulisan di atas selalu diiringi dengan tulisan shalawat secara lengkap, alangkah baik lagi jika dalam komentar hal serupa juga dilaksanakan…
    barokallahu fikum.

    Reply
  65. noni says:
    13 tahun yang lalu

    Yay, ketemu jawabannya-setelah bertahun-tahun
    Alhamdulillah…
    jazakumulloh khoir

    Reply
  66. Kamal says:
    13 tahun yang lalu

    Ya!…saya juga kadang merasa ada kebiasaan baru dari lingkungan keluarga istri,karena dalam keluarga sedarah saya (usia saya menjelang 60 th)gak pernah ada event beginian.Rada aneh tapi karena terseret lingkungan dan nyalami orang tua/mertua, ya mau gak mau! kompromi aja dah!.

    Reply
  67. s warpani says:
    13 tahun yang lalu

    Menarik, dan mohon izin copas. Terima kasih.

    Reply
  68. bagus says:
    13 tahun yang lalu

    Alhamdulillaah jelas sudah..Jazaakallooh Khoyron ..Izin Copas ya :)

    Reply
  69. Andri Ramadhan says:
    13 tahun yang lalu

    kalau bermaafan menjelang atau ketika Idul Fitri diperbolehkan atau tidak ustadz?

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal, ST., MSc. says:
      13 tahun yang lalu

      Seperti itu tdk ada tuntunan. Yg menganjurkan harus datangkan dalil.

      Reply
  70. Salma Parisha Aprilani says:
    7 tahun yang lalu

    Assalamualaikum kak, saya izin salin dan share

    Reply
  71. Joni says:
    6 tahun yang lalu

    Jazakallah khairan katsiir
    Sangat bermanfaat ustadz, izin copas & share

    Reply
  72. hanah says:
    6 tahun yang lalu

    klw kita tidak meminta maaf kepada orang tua apakah itu dosa, sedangkan kita banyak kesalahan yg di perbuat?

    Reply
    • Yulian Purnama, S.Kom. says:
      6 tahun yang lalu

      Kalau ada kesalahan maka wajib minta maaf namun segera minta maaf bukan menunggu Ramadhan atau lebaran

      Reply
  73. Abu Zidan says:
    6 tahun yang lalu

    Meminta maaf menjelang Ramadhan apakah dosa karena tidak ada dalilnya? Bukannya meminta maaf juga bagian dari menjaga silaturahim, tidak semata mata hanya “maaf”, banyak makna kebaikan yang bisa diambil dari situ, dan tidak bermaksud berlebihan dlm ibadah, menurut saya yang awam ini, yang baik biarlah tetap baik karena niat dan tujuannya untuk kebaikan.

    Wallahualam.. Mohon maaf lahir bathin

    Reply
    • Yulian Purnama, S.Kom. says:
      6 tahun yang lalu

      Kalau begitu kenapa tidak maaf-maafan sebelum shalat fardhu? Bukankah maaf-maafan itu baik, kalau lebih sering lebih baik.

      Reply
      • Abu Zidan says:
        6 tahun yang lalu

        Yang menjadi pembahasan disini adalah kebiasaan atau budaya bermaaf maafan menjelang Ramadhan, kalau sholat fardhu di mesjid sepenglihatan saya bukan bermaafan tapi bersalaman sebelum atau sehabis sholat, pendapat saya yang awam ini tidak masalah asalkan tidak menjadi bagian drpd sholat itu sendiri, menjadikan salaman atau bermaafan itu rukun sholat itu yang tidak ada dasarnya. Seandainya ga salaman terus sholatnya kurang atau tidak lengkap itu yg tidak boleh, kalau datang ke mesjid jumpa jamaah trus salaman dan sholat apa salahnya? habis jamaah lalu pulang izin atau pamitan lalu salaman apa salahnya?. kalaupun ada yang saling bermaafan sebelum sholat kelirunya dimana? Apakah kemudian sholatnya menjadi tidak sah? kl tidak pun ada kesalahan yang dilakukan tapi tetap bermaafan, barangkali itulah manusia yang bersosial kita hidup berinteraksi saling menghormati dan tegur sapa, tidak semata mata dilihat dan dikaitkan dengan sudut pandang tata cara beribadah. Asalkan hal ini dilakukan dengan cara dan waktu yang tepat sehingga tidak mengganggu jamaah lain dan tidak dijadikan kewajiban dan menambah rukun ibadah yang sudah ditetapkan, menurut saya rasa tidak perlu diperdebatkan, dipermasalahkan, dibid’ah kan. Mohon maaf lahir bathin apabila ada yang tidak berkenan, saya hanya mencari ilmu karena Allah, termasuk disitus ini banyak ilmu yang saya dapatkan Alhamdulillah, terimakasih.

        wallahu a’lam bishawab

        Wassalamualaikum

        Reply
        • Yulian Purnama, S.Kom. says:
          6 tahun yang lalu

          Ya sudah kalau begitu bermaaf-maafan sebelum wudhu, bermaaf-maafan sebelum baca Qur’an, bermaaf-maafan sebelum puasa sunnah, bermaaf-maafan sebelum adzan, dll. Kalau bermaaf-maafan sebelum Ramadhan dibolehkan dengan alasan “yang penting baik” semestinya semua maaf-maafan ini juga boleh, baik dan hendaknya digalakkan.

          Kalau alasannya “yang penting baik” maka rusaklah agama. Baarakallahu fiikum…

          Reply
  74. William Kurniawan says:
    6 tahun yang lalu

    Mantap Pak

    Reply
  75. Anwar Kurdi says:
    5 tahun yang lalu

    Assalamu ‘alaikum.
    Sy memahami bermaafan sebelum romadhon dg hadits yg isinya ‘barang siapa berpuasa di bulan romadhon dg iman dan ihtisab, diampuni dosa sebelumnya’.
    Sesuai dg hadits itu dosa kita diampuni Alloh. Lalu bagaimana dibulan yg dimuliakan ini juga kita bermaafan sesama manusia, supaya diampuni juga kesalahan kita.

    Reply
    • Yulian Purnama, S.Kom. says:
      5 tahun yang lalu

      Wa’alaikumussalam,
      Kalau demikian berarti kita disuruh untuk bermaaf-maafan setiap hari, karena kita disuruh untuk bertaubat setiap hari.

      Reply
  76. Syafii says:
    4 tahun yang lalu

    Setuju dengan tulisannya ustadz. Itulah fenomena umat Islam hari ini, baru sadar akan kesalahannya jika sudah memasuki Ramadhan. Tentu tidak salah juga saling mengingatkan agar bermaaf2an. Memang kenyataannya baru sadar. Tapi memang betul, harus diingatkan saling memaafkan tidak seharusnya hanya dilakukan di Bulan Ramadhan

    Reply
  77. Yan Agus says:
    3 tahun yang lalu

    Assalamualaikum….Alhamdulillah dpt pencerahan u masalah bermaafan sblm Ramadhan sesuai Hadist Bukhori diatas & kalau hanya ingin spy hati bersih u menjalankan puasa spy bermaaf maafan kpd semua org …..padahal kebersihan hati itu tdk hanya khusus u bulan Ramadhan saja tp u setiap saat selama ajal blm datang, knp di bulan haram yg lain spt bulan Muharam, bulan Rajab, bulan syaban yg juga ada puasanya kita tidak bermaaf maafan sblm datangnya blm tersebut..ini baru pakai logika apalah lagi ini hadist bukhori tsb harus kita yakini kebenarannya krn memang nabi sendiri tdk pernah melakukannya…wassalam

    Reply
  78. Tirta says:
    3 tahun yang lalu

    Masyalloh, detail…
    Harus sabar dalam membaca. Supaya paham maknanya.
    Jazakallohu khoiron ustadz..

    Reply
  79. Siswoatmojo says:
    3 tahun yang lalu

    Sy sangat setuju adanya tradisi maaf2fan sebelum Ramadhan, bahkan tdk usah nunggu Ramadhan, tapi tdk berdasarkan hadist yg salah.

    Reply
  80. Ridwan_M says:
    3 tahun yang lalu

    Terim kasih atas pencerahannya. Ijin share
    ngajiyok.blogspot.com

    Reply
  81. Abu Hafsah Sofia says:
    3 tahun yang lalu

    Kalau kita udah 1 pemahaman mah enak, intinya kita di ciptakan kan buat ibadah kepada Allah Subhanahuwata’ala. Jadi kalau kita terbiasa fokus nyari amal kemungkinan berbuat salah kepada orang lain itu tipis atau khilaf. Cuma kan kebanyakan kita hablumminnannas dulu, padahal harusnya mah habluminallah dulu. Posisi ayatnya juga gitu kan. Pokoknya kalau nyunah itu mah asyik dah.

    Reply
  82. Andi says:
    3 tahun yang lalu

    Maaf, saya juga bingung kalau Anda katakan ada hadis yang pertama. Sebelumnya tidak ada yang menyebut ada hadist meminta maaf begitu. Kemudian, kebiasaan buka bersama dan sahur bersama apakah ada dalinya juga?

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah