Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Amalku Buah dari Ilmu (Bag. 4)

Ahmad Anshori, Lc oleh Ahmad Anshori, Lc
20 April 2018
di Akhlak dan Nasihat
Share on FacebookShare on Twitter

Baca pembahasan sebelumnya Amalku Buah dari Ilmu (Bag. 3)

Bismillah…

Ketiga, amal sholih adalah sebab masuk surga

Banyak dalil, baik dari Alquran maupun hadis, menunjukkan bahwa amal shalih yang dapat mendekatkan kita pada Allah adalah tabungan berharga kita di hari Kiamat nanti. Seorang mendapatkan surga dan keridoan Allah, dengan amal shalih yang dia lakukan. Oleh karenanya, lebih kurang ada lima puluh ayat dalam Alquran yang menyebutkan pahala berbarengan dengan iman dan amal shalih, padahal amal shalih sendiri sudah termasuk dalam lingkup iman. Akan tetapi tetap disebutkan untuk menunjukkan mulianya kedudukan amal shalih.

Diantara kita bisa saksikan pada ayat-ayat berikut :

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Orang-orang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah : 82)

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dan dia beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl :97)

وَنُودُوا أَن تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

“Diserukan kepada mereka: ‘ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.'” (QS. Al-A’raf : 43)

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

“orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.'” (QS. An-Nahl : 32)

Ayat-ayat lain yang semakna, banyak, menunjukkan bahwa amal adalah sebab masuk surga.

Juga sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

لن يُدْخِلُ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ،

“Tidak ada amalan seorangpun yang bisa memasukkannya ke dalam surga.”

Maksudnya dalam wujud bayaran setimpal untuk membeli surga. Adapun sebab, maka amal shalih adalah salah satu sebab masuk surga. Seorang dapat masuk surga karena sebab amal shalihnya, adalah karena rahmat Allah subhanahu wa ta’ala.

Para sahabat bertanya, “Apakah tidak juga dengan engkau wahai Rasulullah?”

وَلَا أَنَا إِلَّا أن يتغمدني الله بفضل و بِرَحْمَةٍ

“Tidak juga denganku, hanya saja Allah mencurahkan untukku karunia dan rahmat-Nya.” (HR. Bukhori 5673 dan Muslim 2817).

Jadi amal shalih bukan alat bayar senilai yang bisa membeli tiket seorang dapat masuk surga. Amal shalih hanya sebagai sebab saja. Adapun masuk surga, itu semata karena kasih sayang Allah dan karunia-Nya.

Bahkan, amal shalih itu sendiri, yang dikerjakan oleh seorang hamba, adalah bagian dari rahmat / kasih sayang Allah. Allah berfirman,

وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّـهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَىٰ مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَـٰكِنَّ اللَّـهَ يُزَكِّي مَن يَشَاءُ

“Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kalian, niscaya tak seorangpun dari kalian yang dapat bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An-Nur : 21)

***

Merujuk pada kitab : Tsamaroh Al-Ilmi Al-Amal, karya Prof. Dr. Abdurrazaq bin Abdulmuhsin Al-‘Abbad –hafidzohumallah-.

Yogyakarta, 25 Jumadil akhir 1439 H

Ditulis oleh: Ahmad Anshori

Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin1
Ahmad Anshori, Lc

Ahmad Anshori, Lc

Alumni PP. Hamalatul Qur'an Yogyakarta. Alumni Mahasiswa Fakultas Syari'ah Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia

Artikel Terkait

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 8): Teladani Pemimpin Hebat Terdahulu

oleh Glenshah Fauzi
24 Oktober 2026
1

Pemimpin itu harus mudah diakses Seorang pemimpin seringkali hidup berjarak dari rakyatnya. Padahal, pemimpin hebat seperti Nabi ﷺ tidak memiliki...

Ketika Ulama Berkata, “Aku Tidak Tahu” (Bag. 1)

oleh Dimas Setiaji
21 Oktober 2026
0

Suatu hari di Mina, orang-orang datang membawa pertanyaan kepada salah seorang ulama, namun jawaban yang keluar dari lisan beliau adalah,...

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 7): Fokus Bekerja dengan Baik

oleh Glenshah Fauzi
16 Oktober 2026
1

Resep kepemimpinan hebat adalah fokus bekerja dengan baik Jangan sampai ada sesuatu yang menyibukkanmu di luar urusan kepemimpinan. Karena seorang...

Artikel Selanjutnya

Petunjuk Nabi dalam Menyikapi Penguasa Muslim yang Dzalim (Bag. 1)

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah