Amalku Buah dari Ilmu (Bag. 3)

Amalku Buah dari Ilmu (Bag. 3)

Baca pembahasan sebelumnya Amalku Buah dari Ilmu (Bag. 2)

Bismillah,

Kedua, ancaman untuk mereka yang tidak mengamalkan ilmunya.

Setidaknya ada tiga ayat dalam Al-Quran yang berbicara point ini.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ* كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّـهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian Allah saat kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. As-Shof: 2-3)

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ  وَأَنتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُون

“Mengapa kamu perintah orang lain mengerjakan kebaikan, sementara kamu lupakan dirimu sendiri?! padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)?! Tidaklah kamu berpikir?” (QS. Al-Baqaroh: 44).

Dan perkataan Nabi Syu’aib alaihis sallam dalam Al Quran kepada kaumnya,

وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَىٰ مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ

Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang.” (QS. Hud : 77).

Kemudian dalam hadis juga ada keterangan yang sama.

Hadis dari sahabat Usamah bin Zaid radhiyallahu’anhu, tertulis di Shahih Bukhori dan Muslim, Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

يُجَاءُ بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُلْقَى فِى النَّارِ ، فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُهُ فِى النَّارِ ، فَيَدُورُ كَمَا يَدُورُ الْحِمَارُ بِرَحَاهُ ، فَيَجْتَمِعُ أَهْلُ النَّارِ عَلَيْهِ ، فَيَقُولُونَ أَىْ فُلاَنُ ، مَا شَأْنُكَ أَلَيْسَ كُنْتَ تَأْمُرُنَا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ قَالَ كُنْتُ آمُرُكُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَلاَ آتِيهِ ، وَأَنْهَاكُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَآتِيهِ

Seorang akan didatangkan pada hari kiamat kemudian ia dilemparkan ke neraka. Hingga usus-ususnya terburai di dalam neraka. Dia berputar-putar seperti keledai memutari penggilingan. Lantas penghuni neraka berkumpul di sekitarnya.

Mereka bertanya, “Ya fulan, ada apa denganmu? Bukankah kamu dulu yang memerintah kami melakukan kebaikan dan yang melarang kami dari mengerkajan kemungkaran?”

“Memang betul,” jawabnya, “aku dulu memerintahkan kalian kepada kebaikan tetapi aku sendiri tidak melakukannya. Sementara aku melarang kalian dari kemungkaran tapi aku sendiri yang menerjangnya.” [1]

Lagi..

Kisah yang diceritakan Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam saat beliau isra’.

مررت ليلة أسري بي بأقوام تقرض شفاههم بمقاريض من نار قلت : من هؤلاء يا جبريل؟ قال : خطباء أمتك الذين يقولون ما لا يفعلون

”Pada malam isra’, aku melewati sekumpulan orang yang dipotong lidahnya dengan gunting-gunting neraka.

Aku bertanya “Mereka ini siapa wahai jibril?”

Jibril menjawab, ”Mereka adalah penceramah-penceramah di kalangan ummatmu, yang berkata apa yang mereka tidak lakukan.” [2]

 

Inilah dalil-dalil yang cukup menjadi cambukan untuk kita agar giat mengamalkan ilmu. Jangan sampai justru orang lain yang merasakan manfaat ilmu kita, sementara kita sendiri tidak. Ibaratnya, kita hanya menjadi jembatan orang lain menuju surga. Sementara kita sendiri celaka

Wal’iyadzubillah

Sangat indah sekali untaian doa Muthorrif bin Abdullah bin Syikhkhir rahimahullah, beliau seringkali berlindung dari keadaan di atas,

اللهم اني أعوذبك أن يكون أحد أسعد بما علمتني مني, و أعوذ بك أن أكون عبرة لغيري

“Ya Allah, hamba berlindung kepada Engkau dari keadaan dimana orang lain lebih merasa gembira atas ilmu yang Engkau ajarkan kepadaku. Dan hamba berlindung kepada Engkau dari keadaan buruk dimana diriku menjadi pelajaran orang lain.” [3]

Kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengomentari doa ini,

وهو من أحسن الدعاء

Ini termasuk sebaik-baiknya doa. [4]

Baca juga:

  1. Perhatikan, Bagaimanakah Akhir dari Amalmu?
  2. Iringi Dosa dengan Amal Saleh
  3. Ujub, Tak Terasa Bisa Membatalkan Amalan

***

Merujuk pada : Tsamaroh Al-Ilmi Al-Amal, karya Prof. Dr. Abdurrazaq bin Abdulmuhsin Al-‘Abbad –hafidzohumallah-.

Yogyakarta, 25 Jumadil akhir 1439 H

Ditulis oleh: Ahmad Anshori

Artikel: Muslim.or.id

 

Catatan kaki:

[1] HR. Bukhari no. 3267 dan Muslim no. 2989

[2] HR. Bukhori dan Muslim

[3] Riwayat Imam Ahmad, dalam kitab Az-Zuhd, no. 1358

[4] Majmu’ Fatawa 14/307

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
iklan
MPD Banner

About Author

Ahmad Anshori

Alumni PP. Hamalatul Qur'an Yogyakarta. Mahasiswa Fakultas Syari'ah Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia

View all posts by Ahmad Anshori »