Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Modal Dasar Berdoa pada Allah (7)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
16 Agustus 2017
di Doa dan Zikir
berdoa

berdoa

Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Seorang hamba membutuhkan Allah, baik dalam masalah ibadah maupun istianah (memohon pertolongan).
  • Seorang hamba membutuhkan Allah Ta’ala dari dua sisi tinjauan, yaitu:
    • إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
    • تأملت أنفع الدعاء فإذا هو سؤال العون على مرضاته ، ثم رأيته في الفاتحة في إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
    • إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
  • Daftar link artikel ini:

Baca pembahasan sebelumnya Modal Dasar Berdoa pada Allah (6)

Seorang hamba membutuhkan Allah, baik dalam masalah ibadah maupun istianah (memohon pertolongan).

Dalam kitab Al-‘Ubudiyyah dan Majmu’ul Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menjelaskan bahwa kebutuhan seorang hamba kepada Allah Ta’ala merupakan kodrat hamba-Nya dan sebuah sifat yang melekat pada diri makhluk-Nya, namun penghayatan hamba-hamba-Nya terhadap rasa butuh mereka kepada Allah Ta’ala itu bertingkat-tingkat.

Diantara mereka ada yang sangat tinggi penghayatannya dalam merasa butuh kepada Rabb-nya sehingga membuahkan tawakal yang sangat kuat pula, meskipun ia tetap berusaha keras mengambil sebab demi meraih maslahat dan menghindari mudarat (kerugian, kerusakan dan bahaya), namun hatinya tetap bersandar hanya kepada Allah Ta’ala saja.

Seorang hamba membutuhkan Allah Ta’ala dari dua sisi tinjauan, yaitu:

Pertama, seorang hamba membutuhkan Allah Ta’ala dari sisi peribadahan.

Kedua, seorang hamba membutuhkan Allah Ta’ala dari sisi istianah (memohon pertolongan), hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al-Fatihah:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.”

Berikut ini penjelasannya:

Pertama, seorang hamba membutuhkan Allah Ta’ala dari sisi peribadahan.

Seorang hamba membutuhkan Allah Ta’ala dari sisi peribadahan, maksudnya bahwa seorang hamba butuh untuk menyembah dan menghamba hanya kepada Allah Ta’ala semata. Seorang hamba butuh untuk mencintai Allah Ta’ala dengan kecintaan pengagungan dan kecintaan ubudiyyah.

Hakikatnya hati seorang hamba tidaklah baik, tidaklah beruntung, tidaklah gembira, tidaklah merasa lezat, tidaklah merasa bahagia, dan tidaklah merasa tenang melainkan dengan menghamba, menyembah serta beribadah kepada Allah Ta’ala saja.

Meskipun ia mendapatkan semua kesenangan duniawi dari sesama makhluk, maka pastilah hal itu tidak akan membuat hatinya tenang, bahagia, dan lezat secara hakiki tatkala ia tidak menghamba, menyembah, serta beribadah kepada Allah Ta’ala saja.

Kebahagian, ketenangan, kelezatan yang hakiki di hati seorang hamba tidak akan diraih melainkan sampai Allah-lah satu-satunya Sesembahan yang hak, paling dicintai dan diagungkan dalam hatinya!

Kedua, seorang hamba membutuhkan Allah Ta’ala dari sisi istianah (memohon pertolongan).

Seorang hamba membutuhkan Allah Ta’ala dari sisi istianah (memohon pertolongan), maksudnya:

Karena tujuan hidup seorang hamba adalah beribadah kepada Allah Ta’ala saja, maka dalam meraih tujuan hidupnya, menghamba kepada-Nya, tunduk kepada-Nya, melaksanakan perintah-Nya, menghindari larangan-Nya, menerapkan hukum-Nya, dan melaksanakan syariat-Nya, seorang hamba sangatlah membutuhkan Allah Ta’ala dalam semua urusan tersebut, karena hakikatnya, ia tidaklah mampu melakukan satu saja dari perkara-perkara tersebut melainkan apabila Allah Ta’ala menolongnya dan memberi taufik-Nya kepadanya.

Oleh karena itu, dua perkara ini, yaitu: ibadah dan isti’anah kepada Allah Ta’ala semata adalah dua perkara yang sangat dibutuhkan oleh seorang hamba.

Ibadatullah, beribadah hanya kepada Allah Ta’ala adalah tujuan yang paling mulia, sedangkan isti’anah billah wahdah, memohon pertolongan hanya kepada Allah Ta’ala adalah sarana yang paling agung. Tujuan yang paling mulia itu tidaklah bisa diraih kecuali dengan sarana memohon pertolongan hanya kepada Allah Ta’ala saja! Ketahuilah bahwa kedua hal yang paling mulia ini terdapat dalam surat Al-Fatihah.

Pantaslah apabila Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan:

تأملت أنفع الدعاء فإذا هو سؤال العون على مرضاته ، ثم رأيته في الفاتحة في إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Saya perhatikan doa yang paling bermanfaat, maka (saya dapatkan) berupa permohonan pertolongan untuk meraih rida-Nya, kemudian saya mendapatkan doa tersebut terdapat dalam surat Al-Fatihah pada ayat:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

‘Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan’.” [Asyru Qawa’id fil Istiqamah, Syaikh Abdur Razzaq, hal. 10].

[bersambung]

Daftar link artikel ini:

  1. Modal Dasar Berdoa pada Allah (1)
  2. Modal Dasar Berdoa pada Allah (2)
  3. Modal Dasar Berdoa pada Allah (3)
  4. Modal Dasar Berdoa pada Allah (4)
  5. Modal Dasar Berdoa pada Allah (5)
  6. Modal Dasar Berdoa pada Allah (6)
  7. Modal Dasar Berdoa pada Allah (7)

Penulis: Sa’id Abu Ukkasyah
Artikel: Muslim.or.id

 

ShareTweetPin
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Doa Ketika Terlilit Utang

oleh Prasetyo Abu Ka'ab
25 Januari 2026
0

Seorang muslim tidak sepantasnya meremehkan perkara utang, menganggapnya sepele, atau bersikap longgar dalam melunasinya. Sebab, dalam As-Sunah, terdapat banyak hadis...

Ketenangan Hati

Zikir dan Ketenangan Hati

oleh Fauzan Hidayat
14 Oktober 2025
0

Setiap manusia mendambakan ketenangan hati. Ada yang mencarinya dalam harta, jabatan, popularitas, bahkan hiburan. Namun semakin dicari pada selain Allah,...

Bacaan Tasbih Tahmid dan Takbir

Bacaan Tasbih, Tahmid, dan Takbir pada Zikir Setelah Salat

oleh Firdian Ikhwansyah
30 September 2025
0

Zikir merupakan salah satu ibadah harian yang sering kita lakukan. Salah satu jenis zikir yang pasti kita rutinkan setiap harinya...

Artikel Selanjutnya
berdoa

Modal Dasar Berdoa pada Allah (8)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah