Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Modal Dasar Berdoa pada Allah (4)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
14 Agustus 2017
di Doa dan Zikir
berdoa

berdoa

Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Apabila seseorang yang berdoa berkata,
    • رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
    • وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
  • Daftar link artikel ini:

Baca pembahasan sebelumnya Modal Dasar Berdoa pada Allah (3)

Apabila seseorang yang berdoa berkata,

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Ya Tuhanku, berilah petunjuk aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku serta supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan memperbaiki keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” (Q.S. Al-Ahqaaf: 15).

Ketundukan dan perendahan diri kepada Allah ini (menuntutnya) untuk berusaha mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepadanya dan kepada kedua orangtuanya, baik dengan mengakuinya, menyanjung-Nya, memuji-Nya, menggunakan nikmat tersebut untuk taat kepada-Nya, mengetahui (belajar tentang) amal shalih yang diridhoi oleh Allah dan mengamalkannya, serta berusaha mendidik keturunannya dengan pendidikan agama yang akan memperbaiki (mereka).

Demikianlah semua doa itu -di satu sisi- secara jelas menunjukkan kepada bersandar, merendahkan diri, dan berlindungnya seorang hamba kepada Allah dalam mendapatkan harapan (kebaikan) yang beranekaragam, dan -di sisi lain- secara jelas menunjukkan (tuntutan untuk) bersungguh-sungguh dalam melakukan setiap sebab yang dengannya diperoleh sesuatu yang dimaksud (dalam doanya), karena sesungguhnya Allah Ta’ala menjadikan setiap perkara yang diharapkan (oleh seorang hamba) memiliki sebab yang dengannya bisa diperoleh harapan itu, dan Allah Ta’ala memerintahkannya untuk melakukan sebab tersebut dengan diiringi kuatnya (hati) dalam bersandar kepada Allah, sedangkan doa adalah gambaran kuatnya (hati) dalam bersandar kepada Allah, oleh karena itu doa merupakan ruh dan inti dari peribadahan.

Apabila seorang hamba memohon kepada Rabb-nya agar mewafatkannya dalam keadaan muslim dan agar mewafatkannya bersama dengan orang-orang yang baik, berarti itu merupakan doa agar ia bisa meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Hal ini menuntutnya untuk melakukan sebab yang dengannya diperoleh wafat di atas agama Islam dan menyelaraskan (dirinya) dengan sebab tersebut. Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam” (Q.S. Ali Imran: 102).

Dan hal ini diperoleh dengan melakukan sebab dan bersandarnya hati kepada Yang Menjadikan sebab (Allah Ta’ala). Wallahu a’lam” (Majmu’ul Fawa’id waqtinashil Awabid, karya Abdur Rahman bin Nashir bin Sa’di rahimahullah, hal. 86).

Ironi dalam Doa

Seseorang berdoa, “Ya Allah, masukkan aku kedalam surga-Mu, namun langkah-langkahnya menuju ke neraka.

Tatkala lisan berdoa, “Ya Allah, ampunilah dosaku”, namun perbuatannya membuat Allah murka kepadanya.

Pantaskah lisan mengucapkan, “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni”, namun amalannya amalan orang yg jauh dari sebab-sebab maaf dan ampunan Allah??

Doa, Harapan, Niat, dan Tuntutannya

Sobat, menuliskan doa taqabbalallahu minna wa minkum itu mudah. Sedangkan menghadirkan harapan yang sungguh-sungguh kepada Allah & niat yang lurus saat menulisnya itulah yang sulit. Adapun memenuhi kriteria hamba yg diterima amalnya itu lebih sulit lagi.

Berdoa Ihdinash Shirathal Mustaqim dalam shalat itu mudah. Namun menghadirkan kekhusyu’an saat berdoa, harapan yang benar, rasa butuh yang sangat kepada Allah, dan penghayatan makna doa tersebut dalam shalat itulah yang sulit. Sedangkan memenuhi tuntutan konsekuensi doa tersebut berupa ucapan dan perbuatan yang lurus, lahir maupun batin itu lebih sulit lagi.

Begitulah karakteristik doa, urusannya tidak sekedar pelafalan atau penulisan saja, namun ia sangat butuh kehadiran hati, keikhlasan, dan pengamalan konsekuensinya.

[Bersambung]

Daftar link artikel ini:

  1. Modal Dasar Berdoa pada Allah (1)
  2. Modal Dasar Berdoa pada Allah (2)
  3. Modal Dasar Berdoa pada Allah (3)
  4. Modal Dasar Berdoa pada Allah (4)
  5. Modal Dasar Berdoa pada Allah (5)

Penulis: Sa’id Abu Ukkasyah
Artikel: Muslim.or.id

 

 

 

 

ShareTweetPin
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Doa Ketika Terlilit Utang

oleh Prasetyo Abu Ka'ab
25 Januari 2026
0

Seorang muslim tidak sepantasnya meremehkan perkara utang, menganggapnya sepele, atau bersikap longgar dalam melunasinya. Sebab, dalam As-Sunah, terdapat banyak hadis...

Ketenangan Hati

Zikir dan Ketenangan Hati

oleh Fauzan Hidayat
14 Oktober 2025
0

Setiap manusia mendambakan ketenangan hati. Ada yang mencarinya dalam harta, jabatan, popularitas, bahkan hiburan. Namun semakin dicari pada selain Allah,...

Bacaan Tasbih Tahmid dan Takbir

Bacaan Tasbih, Tahmid, dan Takbir pada Zikir Setelah Salat

oleh Firdian Ikhwansyah
30 September 2025
0

Zikir merupakan salah satu ibadah harian yang sering kita lakukan. Salah satu jenis zikir yang pasti kita rutinkan setiap harinya...

Artikel Selanjutnya
berdoa

Modal Dasar Berdoa pada Allah (5)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   1   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah