Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Ringkasan Tata Cara Berdoa

Yulian Purnama, S.Kom. oleh Yulian Purnama, S.Kom.
20 November 2016
di Fikih Ibadah
tata cara berdoa
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Doa ketika ada hajat atau permintaan kepada Allah
  • Berdoa ketika memiliki hajat yang sangat mendesak, musibah yang besar atau ketika istisqa
  • Berdoa setelah shalat wajib
  • Tata Cara Berdoa dalam khutbah Jum’at dan khutbah dua hari raya
  • Tata cara Berdoa ketika sujud dalam shalat
  • Tata Cara Berdoa ketika hendak makan dan selesai makan

Berikut ringkasan tata cara berdoa pada beberapa jenis doa dan beberapa kesempatan yang dianjurkan berdoa. Semoga dapat menambah ilmu kita.

[lwptoc]

Doa ketika ada hajat atau permintaan kepada Allah

Disebut juga doa mas’alah. Merupakan jenis yang umumnya dilakukan dalam berdoa. Bentuk ini juga yang digunakan ketika membaca doa qunut, dan pada beberapa rangkaian ibadah haji. Termasuk juga berdoa ketika seperti malam akhir, berdoa di antara adzan dan iqamat, berdoa ketika i’tikaf dan berdoa pada semua waktu-waktu mustajab secara umum. Caranya:

  1. Dianjurkan menghadap kiblat
  2. Mengangkat kedua tangannya dengan telapak tangan terbuka di depan dada, tepatnya di pertengahan dada.
  3. Bentuk tangan terdapat beberapa pilihan cara:
    1. Kedua telapak tangan dibuka namun kedua tidak saling menempel, melainkan ada celah diantara keduanya, tidak harus di arahkan ke langit. Ini pendapat Hanafiyah.
    2. Telapak tangan mengarah ke langit dan punggung tangan ke arah bumi, boleh ditempelkan ataupun tidak, ini pendapat Syafi’iyyah
    3. Telapak tangan mengarah ke langit dan punggung tangan ke arah bumi, keduanya ditempelkan. Ini pendapat Hanabilah
    4. Boleh juga seseorang menutup wajahnya dengan telapak tangannya dan kedua punggung tangannya menghadap kiblat, menurut sebagian ulama.
  4. Memuji Allah dan bershalawat kepada Rasulullah
  5. Membaca doa-doa
  6. Tangan kembali seperti semula, tanpa mengusap wajah

Penjelasan rinci, silakan simak artikel:

  • Mengangkat Tangan Ketika Berdoa
  • Derajat Hadits Mengusap Wajah Setelah Berdoa
  • Waktu-Waktu Terkabulnya Do’a

Berdoa ketika memiliki hajat yang sangat mendesak, musibah yang besar atau ketika istisqa

Caranya:

  1. Dianjurkan menghadap kiblat
  2. Bersungguh-sungguh mengangkat kedua tangan ke atas dengan sangat tinggi hingga terlihat warna ketiak. Boleh juga hingga punggung tangan menghadap ke langit dan telapaknya menghadap ke bumi.
  3. Memuji Allah dan bershalawat kepada Rasulullah
  4. Membaca doa-doa
  5. Tangan kembali seperti semula, tanpa mengusap wajah

Penjelasan rinci, silakan simak artikel: Mengangkat Tangan Ketika Berdoa

Berdoa setelah shalat wajib

Berdoa setelah shalat wajib diperselisihkan para ulama apakah ia disyariatkan ataukah tidak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

قيل يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات

“Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499).

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam. Dan tidak terdapat riwayat bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabat merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib. Ahli fiqih masa kini, Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata: “Apakah berdoa setelah shalat itu disyariatkan atau tidak? Jawabannya: tidak disyariatkan. Karena Allah Ta’ala berfirman:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ

“Jika engkau selesai shalat, berdzikirlah” (QS. An Nisa: 103). Allah berfirman ‘berdzikirlah’, bukan ‘berdoalah’. Maka setelah shalat bukanlah waktu untuk berdoa, melainkan sebelum salam” (Fatawa Ibnu Utsaimin, 15/216).

Namun jika seseorang kebetulan memang memiliki suatu hajat yang ingin ia minta kepada Allah, yang sifatnya tidak rutin namun insidental, boleh berdoa setelah shalat wajib karena termasuk doa mas’alah yang sifatnya mutlak. Maka caranya sebagai berikut:

  1. Setelah selesai shalat, membaca dzikir-dzikir yang disyariatkan setelah shalat
  2. Setelah itu membaca doa sebagaimana tata cara pada poin doa mas’alah

Adapun cara berdoa sebelum salam, sebagai berikut:

  1. Setelah selesai membaca tasyahud, membaca doa berlindung dari empat hal:

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

    “Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.” (HR. Bukhari-Muslim)

  2. Setelah itu membaca doa-doa bebas yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, sebanyak-banyaknya. Dalam keadaan masih duduk tasyahud, dan tangan sebagaimana keadaan tangan ketika tasyahud, tidak diangkat.
  3. Jika tidak hafal doa-doa dari Nabi, maka dengan doa-doa bebas asalkan dengan bahasa Arab.
  4. Jika tidak bisa bahasa Arab, Syaikh Abdurrazzaq Al Abbad pernah mengatakan boleh berdoa dengan bahasa Indonesia
  5. Setelah itu salam ketika imam salam.

Penjelasan rinci silakan simak:

  • Waktu-Waktu Terkabulnya Do’a
  • Fatwa Ulama: Berdoa Secara Berjamaah Setelah Shalat

Tata Cara Berdoa dalam khutbah Jum’at dan khutbah dua hari raya

Bagi khatib Jum’at, tata cara berdoanya adalah sebagai berikut:

  1. Mengangkat tangan kanan dan jari telunjuk menunjuk ke atas
  2. Memuji Allah dan bershalawat kepada Rasulullah
  3. Membaca doa-doa
  4. Tangan kembali seperti semula, tanpa mengusap wajah

Bagi jama’ah, tata cara berdoanya sebagai berikut:

  1. Mendengarkan doa khatib, dan tidak perlu mengangkat tangan. Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan: “setiap ibadah yang dilakukan di masa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, jika ketika melakukannya beliau tidak mengangkat kedua tangannya, berarti hal tersebut tidak disyariatkan kepada kita ketika melakukan ibadah tersebut. Ini dalam rangka meneladani Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Contohnya ketika khutbah jum’at, khutbah Ied, doa di antara dua sujud dalam shalat, doa-doa dzikir setelah shalat wajib, karena tidak ada dalil yang menunjukkan hal tersebut. Yang disyariatkan kepada kita adalah meneladani Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dalam melakukan suatu atau meninggalkan suatu (dalam ibadah)” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baaz, 26/144).
  2. Mengucapkan “amin” pada setiap doa khatib per kalimatnya, atau cukup sekali di akhir doa. Karena orang yang mengaminkan doa itu dianggap sama seperti orang yang membaca doa.

Penjelasan rinci silakan simak:

  • Mengangkat Tangan Ketika Berdoa
  • Mengaminkan Doa, Dianggap Berdoa

Tata cara Berdoa ketika sujud dalam shalat

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد . فأكثروا الدعا

“Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482).

Caranya sebagai berikut:

  1. Membaca dzikir-dzikir ketika sujud
  2. Ketika selesai, membaca doa-doa bebas yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, sebanyak-banyaknya.
  3. Jika tidak hafal, maka dengan doa-doa bebas asalkan dengan bahasa Arab
  4. Jika tidak bisa bahasa Arab, Syaikh Abdurrazzaq Al Abbad pernah mengatakan boleh berdoa dengan bahasa Indonesia
  5. Boleh membaca doa dari ayat Al Qur’an ketika sujud

Penjelasan rinci simak:

  • Mengaminkan Doa, Dianggap Berdoa
  • Fatwa Ulama: Membaca Doa Dari Al Qur’an Ketika Sujud

Tata Cara Berdoa ketika hendak makan dan selesai makan

Caranya:

  1. Sebelum makan membaca: “Bismillah“
  2. Tidak perlu mengangkat tangan
  3. Setelah itu mulai makan.
  4. Jika terlupa membaca “Bismillah“, maka membaca “bismillahi awalahu wa akhirahu” ketika teringat di tengah makan.
  5. Setelah selesai makan mengucapkan “Alhamdulillah“, atau doa-doa setelah makan lain yang diajarkan Nabi.

Penjelasan rinci simak:

  • Derajat Hadits Doa Sebelum Makan: “Allahumma Bariklana…”
  • Adab-Adab Makan Seorang Muslim (1)

Semoga yang sedikit ini bermanfaat. Wabillahi at taufiq was sadaad.

***

Penyusun: Yulian Purnama

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
Yulian Purnama, S.Kom.

Yulian Purnama, S.Kom.

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Ilmu Komputer UGM, kontributor web Muslim.or.id dan Muslimah.or.id

Artikel Terkait

Fikih Akikah (Bag. 2): Waktu, Tempat, dan Pihak yang Menanggung Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
29 Juni 2026
0

Waktu pelaksanaan akikah Waktu akikah disunahkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh setelah bayi tersebut lahir. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Sunahnya...

Fikih Akikah (Bag. 1): Hukum dan Makna di Balik Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
28 Juni 2026
0

Pengertian akikah adalah kurban yang disembelih atas nama bayi yang baru lahir. Al-Mawardi rahimahullah berkata bahwa akikah adalah domba yang...

Beberapa Kesalahan Terkait Wukuf di Arafah

oleh Luqman Hasan Nahari
25 Mei 2026
0

Ibadah haji bagi kebanyakan kaum muslimin mungkin hanya dapat dilaksanakan sekali seumur hidup. Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap jemaah...

Artikel Selanjutnya

Penggunaan Jimat atau Rajah Tetap Syirik, Walau Berkeyakinan Sekedar Sebab (7)

Komentar 6

  1. Hardinmuhammad says:
    7 tahun yang lalu

    Assalamualaikum. Maaf saya ingin bertanya. Jadi setelah membaca doa tasyahud kita langsung berdoa? Dan tangan kita (telunjuk) masih sama seperti pas tasyahud?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      7 tahun yang lalu

      Iya betul

      Reply
  2. Putra says:
    6 tahun yang lalu

    Ustadz…apakah setiap selesai berdoa mengucap amin ?

    Reply
    • Yulian Purnama, S.Kom. says:
      6 tahun yang lalu

      Hukumnya sunnah

      Reply
  3. ghuroba says:
    5 tahun yang lalu

    Jika kita hendak berdoa sebelum salam di saat sholat wajib dalam keadaan sebagai makmum apakah boleh lama sehingga ada jeda yg lama dengan salamnya imam?

    Reply
  4. Ikhsan says:
    3 tahun yang lalu

    Assalamualaikum ustaz. Apakah boleh pada saat berdoa, siku tangan tidak diangkat (alias menyenderkan ke paha ) biar tidak capek pada saat berdoa?

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah