Fatwa Ulama: Berdoa Secara Berjamaah Setelah Shalat – Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

Fatwa Ulama: Berdoa Secara Berjamaah Setelah Shalat

Soal: Saya menyaksikan sebagian orang yang shalat, setelah selesai shalat mereka berdoa kepada Allah dengan berjamaah. Ini dilakukan setiap selesai shalat. Apakah ini dibolehkan?

16081 16
badal haji shalat

Doa Sesudah Sholat Fardhu Berjamaah Wirid Setelah Sholat Fardhu Berjamaah Hukum Berdoa Berjamaah Setelah Shalat Fardhu Hukum Doa Bersama Doa Berjamaah

 Fatwa Syaikh Shalih Al Fauzan

Soal:

Saya menyaksikan sebagian orang yang shalat, setelah selesai shalat mereka berdoa kepada Allah dengan berjamaah. Ini dilakukan setiap selesai shalat. Apakah ini dibolehkan? Mohon berikan jawaban kepada kami, semoga anda dibalas dengan pahala.

Jawab:

Berdoa setelah shalat tidak mengapa. Namun hendaknya setiap Muslim berdoa masing-masing. Baik ia berdoa untuk dirinya sendiri, untuk saudaranya sesama Muslim, berdoa untuk kebaikan agamanya atau kebaikan dunianya, namun dilakukan sendiri-sendiri. Tidak dengan berjamaah.

Adapun berdoa berjamaah setelah shalat, ini adalah bid’ah. Karena perbuatan ini tidak pernah diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga tidak pernah diriwayatkan dari generasi terbaik umat ini (yaitu sahabat Nabi, tabi’in, tabi’ut tabi’in) bahwa mereka berdoa berjamaah dengan cara imam mengangkat tangannya lalu diikuti para makmum mengangkat tangannya kemudian mereka berdoa berjamaah bersama imam. Ini adalah bid’ah.

Adapun setiap orang berdoa masing-masing tanpa mengangkat suara, dan tidak membuat berisik, maka ini tidak mengapa. Baik setelah shalat fardhu ataupun setelah shalat sunnah.

 

Sumber: Majmu’ Fatawa Syaikh Shalih Al Fauzan, 2/680, Asy Syamilah

Penerjemah: Yulian Purnama

Artikel Muslim.Or.Id


Dukung pendidikan Islam yang berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih dengan mendukung pembangunan SDIT YaaBunayya Yogyakarta http://bit.ly/YaaBunayya  

Hukum Doa Berjamaah Hukum Dzikir Berjamaah Setelah Sholat Fardhu Berdoa Setelah Shalat Berjamaah Berdoa Setelah Sholat Doa Berjamaah Setelah Sholat Fardhu

In this article

Join the Conversation

  • Pingback: Fatwa Ulama: Berdoa Secara Berjamaah Setelah Shalat | Buletin Islam()

  • herbono

    Assalaamu’alaikum,
    1. Bgmn jika imam membaca doa makmum mengaminkan apakah juga bi’dah?
    2. Apkh makmum membaca doa sendiri2 setelah sholat ada tuntunan dari Rasulullah?

    • Wa’alaikumussalam.
      2- Boleh berdoa stlh shalat asal baca dzikir sesudah shalat lebih dahulu.

  • Kaidah mengatakan, tidak ada qiyas (analogi) dalam ibadah.

    Kami nasehatkan jangan bicara masalah agama dengan berdasarkan “menurut saya”.

  • Pingback: Fatwa Ulama: Berdoa Secara Berjamaah Setelah Shalat | Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah | cikaguss's Blog()

  • anwar

    bagaimana hukum membaca doa khataman al qur’an di dalam shalat taraweh? yang dilakukan tiap tahun di mekkah dan madinah ? apakah ada dalil mengenai amalan tersebut ?

  • Alif Lamron

    Zikir setelah shalat merupakan ibadah
    yang sangat disunnahkan dan salah satu kebiasaan Rasulullah shallallahu
    ‘alaihi wasallam. Beliau juga melakukannya dengan suara keras. Dalam
    sahih Bukhari dan Muslim disebutkan pada Bab Zikir setelah shalat, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:

    أَنَّ رَفْعَ الصَّوْتِ بِالذِّكْرِ
    حِينَ يَنْصَرِفُ النَّاسُ مِنْ الْمَكْتُوبَةِ كَانَ عَلَى عَهْدِ
    النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ
    كُنْتُ أَعْلَمُ إِذَا انْصَرَفُوا بِذَلِكَ إِذَا سَمِعْتُهُ

    “Sesungguhnya mengeraskan suara zikir ketika
    orang-orang usai melaksanakan shalat wajib merupakan kebiasaan yang
    berlaku pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Ibnu Abbas
    menambahkan, ‘Aku mengetahui mereka selesai shalat dengan itu, apabila
    aku mendengarnya.”

    Masih dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:

    كُنْتُ أَعْرِفُ انْقِضَاءَ صَلَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالتَّكْبِيرِ

    “Aku megetahui selesainya shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan takbir.” (HR. al-Bukhari)

    Hadits-hadits di atas merupakan dalil tentang sunnahnya menjaharkan (mengeraskan) suara zikir sesudah shalat. Dan ini menjadi bantahan bagi mereka yang mengingkari dan melarangnya.

    • Syaikh Abdul Aziz bin Baz membolehkan dzikir dengan jahr setelah shalat
      https://kangaswad.wordpress.com/2011/11/17/dzikir-setelah-shalat-dengan-suara-keras

      Sebagian ulama melarang karena memandang dzikir dengan suara keras itu hanya dalam rangka ta’lim.

      Adapun dzikir secara berjamaah dengan satu suara, tidak ada asalnya sama sekali dari syariat.

      • Alif Lamron

        Dalam sahih Bukhari dan Muslim disebutkan pada Bab Zikir setelah shalat, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:

        أَنَّ رَفْعَ الصَّوْتِ بِالذِّكْرِ
        حِينَ يَنْصَرِفُ النَّاسُ مِنْ الْمَكْتُوبَةِ كَانَ عَلَى عَهْدِ
        النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ
        كُنْتُ أَعْلَمُ إِذَا انْصَرَفُوا بِذَلِكَ إِذَا سَمِعْتُهُ

        “Sesungguhnya mengeraskan suara zikir ketika
        orang-orang usai melaksanakan shalat wajib merupakan kebiasaan yang
        berlaku pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Ibnu Abbas
        menambahkan, ‘Aku mengetahui mereka selesai shalat dengan itu, apabila
        aku mendengarnya.”

        • Hadits ini sudah disebutkan oleh Syaikh Ibnu Baz, dalam link yang saya berikan di atas.

    • Abu Abdillah

      Dzikir jahr itu sunnah
      dzikir berjamaah yg kemungkinan bid’ah
      semoga mas alif bisa memahaminya

      • Alif Lamron

        Jadi, Jamaah membaca zikir Jahar secara sendir-sendiri, jadinya ramai kayak pasar tradisional dong, ustz Abu Abdillah? Aneh banget ini pemahaman ustaz. Saya benar-benar nggak bisa memahami pemahaman ustadz.

        • Jika dianggap aneh oleh manusia itu tidak menjadi patokan salah-benar. Karena yang jadi patokan adalah dalil sesuai pemahaman para ulama, adapun pandangan manusia kebanyakan bukanlah patokan kebenaran.

          Pandangan manusia pun beragam, bagi saya pribadi justru aneh jika dzikir dibuat satu suara bersama-sama dan dikomando seperti paduan suara.

          Islam itu mudah, setiap orang dipersilahkan berdzikir dengan dzikir yang ia mampu dan ia senangi. Yang ingin sedikit boleh, yang ingin banyak boleh. Urutannya pun fleksibel. Sangat mudah walhamdulillah…

        • Abu Abdillah

          semoga Allah memberi kita pemahaman dan menjauhkan kita dari sifat sombong

          Begini akhi hadist yg kamu tulis diatas yaitu

          Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:

          كُنْتُ أَعْرِفُ انْقِضَاءَ صَلَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالتَّكْبِيرِ

          “Aku megetahui selesainya shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan takbir.” (HR. al-Bukhari)

          Rasulullah menjahrkan dzikirnya agar para sahabat dapat mengetahui dan mempelajari dzikir yg dibaca rasulullah

          Maka disunahkan menjahrkan dzikir jika niatnya untuk mengajari bacaan dzikir

          Tetapi jika tidak bertujuan mengajari bacaan dzikir maka disunnahkan mensihrkannya

          Allahua’lam

  • nirwan

    Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi
    bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada
    mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian
    Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.(AL An’aam 159)


Shares