Benarkah Musik Islami Itu Haram? – Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

Benarkah Musik Islami Itu Haram?

Nasyid Islami yang banyak kita dengar sekarang ini itu, bukanlah nasyid yang dilakukan oleh para sahabat Nabi yang mereka lakukan ketika mereka melakukan perjalanan jauh ataupun ketika mereka bekerja, akan tetapi nasyid-nasyid saat ini itu merupakan budaya kaum sufi

29252 101

Hukum Musik Dalam Islam Musik Haram Musik Dalam Islam Hukum Musik Musik Menurut Islam

Saudaraku, siapa di antara kita yang tidak mengenal musik? Dan di antara orang yang mengenal musik, siapa dari mereka yang menyukainya? Mungkin ada di antara kita yang mengangkat tangan dan ada yang tidak. Sebagian kita ada yang menyukai musik dan ada yang tidak. Karena hal ini disebabkan oleh adanya pro dan kontra akan hukum musik itu sendiri dan juga karena ketidaktahuan kita akan manfaat dan bahaya musik itu sendiri.

Pada kesempatan kali ini, mari kita simak bersama, apa sih sebenarnya hukum musik itu sendiri? Terkhusus lagi, jika musik itu dinisbatkan kepada Islam. Sebelum kita membahas bersama, ada kesepakatan yang harus kita patuhi. Karena kita adalah orang Islam, tentunya kita mengimani bahwasanya Allah Subhanahu wa ta’ala adalah Tuhan kita dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Nabi dan panutan kita. Maka konsekuensi dari itu, kita harus meyakini kebenaran yang datang dari firman Allah dan sabda Rasul-Nya. Bukankah begitu, wahai saudaraku? Oke, mari kita simak dan renungkan bersama pembahasan kali ini.

Bagaimana Allah menerangkan hal ini dalam Al-Qur’an?

Ternyata, banyak sekali ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang menerangkan akan hal ini. Satu di antaranya adalah:

Firman Allah ‘Azza wa jalla,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Lukman: 6)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwasanya setelah Allah menceritakan tentang keadaan orang-orang yang berbahagia dalam ayat 1-5, yaitu orang-orang yang mendapat petunjuk dari firman Allah (Al-Qur’an) dan mereka merasa menikmati dan mendapatkan manfaat dari bacaan Al-Qur’an, lalu Allah Jalla Jalaaluh menceritakan dalam ayat 6 ini tentang orang-orang yang sengsara, yang mereka ini berpaling dari mendengarkan Al-Qur’an dan berbalik arah menuju nyanyian dan musik. 1

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu salah satu sahabat senior Nabi berkata ketika ditanya tentang maksud ayat ini, maka beliau menjawab bahwa itu adalah musik, seraya beliau bersumpah dan mengulangi perkataannya sebanyak tiga kali.2

Begitu juga dengan sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang didoakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar Allah memberikan kelebihan kepada beliau dalam menafsirkan Al-Qur’an sehingga beliau dijuluki sebagai Turjumanul Qur’an, bahwasanya beliau juga mengatakan bahwa ayat tersebut turun berkenaan dengan nyanyian.3

Al-Wahidy berkata bahwasanya ayat ini menjadi dalil bahwa nyanyian itu hukumnya haram. 4

Dan masih banyak lagi, ayat-ayat lainnya yang menjelaskan akan hal ini.

Bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengkabarkan kepada umatnya tentang musik?

Saudaraku, termasuk mukjizat yang Allah Ta’ala berikan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah pengetahuan beliau tentang hal yang terjadi di masa mendatang. Dahulu, beliau pernah bersabda,

ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف

Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik.”5

Saudaraku, bukankah apa yang telah dikabarkan oleh beliau itu telah terjadi pada zaman kita saat ini?

Dan juga dalam hadis lain, secara terang-terangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan tentang musik. Beliau pernah bersabda,

إني لم أنه عن البكاء ولكني نهيت عن صوتين أحمقين فاجرين : صوت عند نغمة لهو ولعب ومزامير الشيطان وصوت عند مصيبة لطم وجوه وشق جيوب ورنة شيطان

Aku tidak melarang kalian menangis. Namun, yang aku larang adalah dua suara yang bodoh dan maksiat; suara di saat nyanyian hiburan/kesenangan, permainan dan lagu-lagu setan, serta suara ketika terjadi musibah, menampar wajah, merobek baju, dan jeritan setan.”6

Kedua hadis di atas telah menjadi bukti untuk kita bahwasanya Allah dan Rasul-Nya telah melarang nyanyian beserta alat musik.

Sebenarnya, masih banyak bukti-bukti lain baik dari Al-Qur’an, hadis, maupun perkataan ulama yang menunjukkan akan larangan dan celaan Islam terhadap nyanyian dan alat musik. Dan hal ini bisa dirujuk kembali ke kitabnya Ibnul Qayyim yang berjudul Ighatsatul Lahafan atau kitab-kitab ulama lainnya yang membahas tentang hal ini.

Lalu, bagaimana dengan musik Islami?

Setelah kita mengetahui ketiga dalil di atas, mungkin ada yang bertanya di antara kita, lalu bagaimana dengan lagu-lagu yang isinya bertujuan untuk mendakwahkan manusia kepada kebaikan atau nasyid-nasyid Islami yang mengandung ajakan manusia untuk mengingat Allah? Bukankah hal itu mengandung kebaikan?

Maka kita jawab, ia benar. Hal itu mengandung kebaikan, tapi menurut siapa? Jika Allah dan Rasul-Nya menganggap hal itu adalah baik dan menjadi salah satu cara terbaik dalam berdakwah, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beserta para sahabat adalah orang-orang yang paling pertama kali melakukan hal tersebut. Akan tetapi tidak ada satu pun cerita bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya melakukannya, bahkan mereka melarang dan mencela hal itu.

Wahai saudaraku, perlu diketahui, bahwasanya nasyid Islami yang banyak kita dengar sekarang ini itu, bukanlah nasyid yang dilakukan oleh para sahabat Nabi yang mereka lakukan ketika mereka melakukan perjalanan jauh ataupun ketika mereka bekerja, akan tetapi nasyid-nasyid saat ini itu merupakan budaya kaum sufi yang mereka lakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Mereka menjadikan hal ini sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah, yang padahal hal ini tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya, maka dari mana mereka mendapatkan hal ini?

Maka telah jelas bagi kita, bahwa kaum sufi tersebut telah membuat syariat baru, yaitu membuat suatu bentuk pendekatan diri kepada Allah Ta’ala dengan cara melantunkan nasyid yang hal tersebut tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. 7

Waktu-waktu yang diperbolehkan untuk bernyanyi dan bermain alat musik

Saudaraku, ternyata Islam tidak melarang kita secara mutlak untuk bernyanyi dan bermain alat musik. Ada waktu-waktu tertentu yang kita diperbolehkan untuk melakukan hal itu. Kapan itu?

1. Ketika Hari raya

Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh istri beliau, Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu masuk (ke tempatku) dan di dekatku ada dua anak perempuan kecil dari wanita Anshar, sedang bernyanyi tentang apa yang dikatakan oleh kaum Anshar pada masa perang Bu’ats.” Lalu aku berkata, “Keduanya bukanlah penyanyi.” Lalu Abu Bakar berkata, “Apakah seruling setan ada di dalam rumah Rasulullah?” Hal itu terjadi ketika Hari Raya. Kemudian Rasulullah bersabda, “Wahai Abu Bakar, sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya dan ini adalah hari raya kita.” 8

2. Ketika pernikahan

Hal ini berdasarkan hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang menceritakan tentang anak kecil yang menabuh rebana dan bernyanyi dalam acara pernikahannya Rubayyi’ bintu Mu’awwidz yang pada waktu itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengingkari adanya hal tersebut.

Dan juga berdasarkan dari sebuah hadis, bahwasanya beliau pernah bersabda, “Pembeda antara yang halal dan yang haram adalah menabuh rebana dan suara dalam pernikahan.”9

Jadi, telah jelas bukan, bahwa keadaan yang diperbolehkan untuk bernyanyi dan bermain alat musik hanyalah ketika hari raya dan pernikahan. Dan alat musik yang diperbolehkan hanyalah duff (rebana) yang hanya dimainkan oleh wanita.

Beberapa karakter khas yang ada dalam nyanyian dan musik

  1. Dapat melalaikan hati
  2. Menghalangi hati untuk memahami Al-Qur’an dan merenungkannnya serta mengamalkan kandungannya
  3. Al-Qur’an dan nyanyian tidak akan bertemu secara bersamaan dalam hati selamanya. Karena Al Qur’an melarang mengikuti hawa nafsu dan memerintahkan untuk menjaga kesucian hati. Sedangkan nyanyian memerintahkan sebaliknya, bahkan menghiasinya dan merangsang jiwa manusia untuk mengikuti hawa nafsu.
  4. Nyanyian dan minuman keras ibarat saudara kembar dalam merangsang jiwa untuk melakukan keburukan. Saling mendukung dan menopang satu sama lain.
  5. Nyanyian itu pencabut kewibawaan seseorang
  6. Nyanyian dapat menyerap masuk ke dalam pusat khayalan, lalu membangkitkan nafsu dan syahwat yang terpendam di dalamnya.

Dan masih banyak lagi yang lainnya.10

Karakter-karakter khas yang terdapat pada musik tersebut mencakup semua jenis musik, baik itu musik rock, pop, dangdut, maupun musik Islami. Karena hal ini memang telah terbukti di kalangan para pecinta musik. Dan memang, nyanyian dan musik ini sangat besar pengaruhnya bagi para pelaku dan pendengarnya dari segala sisi, baik dari akidahnya, akhlaknya, maupun dari akal pikirannya yang telah menunjukkan adanya kemerosotan yang sangat signifikan jika dibanding dengan generasi kakek nenek kita, yang mana dulu masih jarang ditemukan adanya nyanyian ataupun musik.

Renungan

Wahai Saudara, kami rasa ketiga dalil dari Al-Qur’an dan hadis di atas dan penjelasan setelahnya, sudah cukup membuktikan kepada kita bahwa Islam melarang adanya nyanyian dan alat-alat musik. Dan juga, sudah cukup melegakan hati saudaraku yang memang sebelumnya kontra dengan musik. Dan menjadikan terang dan jelas bagi saudaraku yang sebelumnya pro dengan musik. Dan telah terjawab sudah, pertanyaan pada judul pembahasan kita saat ini. Bukankah demikian?

Namun memang sudah seharusnya bagi kita seorang muslim, untuk menerima dengan tunduk apa yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya, tanpa ada rasa berat dan penolakan sedikit pun dari dalam hati kita. Karena jika hal itu terjadi, maka itu adalah salah satu tanda adanya kesombongan yang ada dalam hati kita. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ» قَالَ رَجُلٌ: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً، قَالَ: «إِنَّ اللهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ، وَغَمْطُ النَّاسِ

Tidak akan masuk ke dalam surga seseorang yang di dalam hatinya ada setitik kesombongan.” Lalu ada seorang laki-laki bertanya pada beliau, “Sesungguhnya manusia itu menyukai baju yang indah dan sandal yang bagus.” Lalu beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” 11

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan kita taufik dan kekuatan untuk bisa melakukan segala apa yang Dia perintahkan dan menjauhi segala apa yang Dia larang. Sesungguhnya Allah Ta’ala-lah yang Maha Pemberi taufik dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali hanyalah milik Allah semata. Wallahu waliyyut taufiq.

 

Catatan kaki :

  1. Lihat Tafsir Ibnu Katsir, hal. 556/3
  2. Idem
  3. Idem
  4. Lihat Ighatsatul Lahafan karya Ibnul Qayyim, hal. 239
  5. HR. Bukhari, no. 5590
  6. HR. Hakim 4/40, Baihaqi 4/69
  7. Lihat penjelasan lebih lengkapnya di at Tahrim atau Ighatsatul Lahafan
  8. HR. Bukhari, no. 949, dan lain-lain
  9. HR. At Tirmidzi, no. 1080, dihasankan oleh Syekh Al-Albani
  10. Lihat At-Tahrim, hal. 151
  11. HR. Muslim, no. 275

Referensi :

  1. Imam Ibnu Katsir, Tafsir Al Qur’anil ‘Adzim. 2008. Mesir, Daarul Aqidah.
  2. Ibnu Qayyim al Jauziyyah, Ighatsatul Lahfaan. Maktabah syamilah
  3. Nashiruddin Al Albani, Tahriim Aalaatit Tharbi. Maktabah syamilah

 

Penulis: Winning Son Ashari

Pemurajaah: Ust. Sanusin Muhammad, M.A


Dukung pendidikan Islam yang berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih dengan mendukung pembangunan SDIT YaaBunayya Yogyakarta http://bit.ly/YaaBunayya  

Hadits Tentang Musik Hadist Tentang Musik Musik Itu Haram Dalil Haramnya Musik Apakah Musik Itu Haram

In this article

Join the Conversation

  • Pingback: BENARKAH MUSIK ISLAMI ITU HARAM? | m3n4n's Blog()

  • Pingback: Hukum Musik dan Nyanyian | PENGRAJIN PERAK KOTAGEDE YOGYAKARTA()

  • Aann

    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Izinkan saya utk bertanya..
    (“Al-Wahidy berkata bahwasanya ayat ini menjadi dalil bahwa nyanyian itu hukumnya haram.”)
    (Abu Bakar berkata, “Apakah seruling setan ada di dalam rumah Rasulullah?” Hal itu terjadi ketika Hari Raya. Kemudian Rasulullah bersabda, “Wahai Abu Bakar, sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya dan ini adalah hari raya kita.”)
    (Dan juga berdasarkan dari sebuah hadis, bahwasanya beliau pernah bersabda, “Pembeda antara yang halal dan yang haram adalah menabuh rebana dan suara dalam pernikahan.”)
    Kalau memang musik itu haram, kenapa masih diperbolehkan dalam acara hari raya/ pernikahan? Bukankah sesuatu yg haram itu benar2 tdk boleh dilakukan?
    Terimakasih..:)
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    • Wa’alaikumussalam, karena ada dalil lain yang membolehkan ketika hari raya dan walimah

      • Bram

        Betul, seperti daging babi haram tapi kalau darurat dan tidak ada makanan lagi maka boleh dimakan asal tidak berlebih-lebihan.

    • Mujahid Ul haq

      puasa di hari raya idul fitri juga haram, knp bulan ramadhon wajib puasa
      bukannya klo haram tidak di lakukan sama skali
      jawabannya simple simple itu perintah Allah….

  • banyak perkara haram dalam agama ini yang belum dilarang oleh negara. dihalalkan oleh negara bukan berarti halal dalam agama.

  • Hendrik Hidayah

    mungkin dalil tersebut di khususkan hanya untuk para wanita anak kecil dan tidak di khususkan untuk orang dewasa apalagi untuk kaum pria karna sangat jelas sekali hadist2 lain yang mengharamkan musik karna musik bisa melupakan orang untuk berzikir kepada alloh

  • Harald Hardrada

    Lalu bagaimana dengan Rhoma Irama misalnya dan banyak lg penyaynyi lain, apakah rizki yg mereka dapatkan dr menyanyi adl Haram karena musik hukumnya haram??

  • Pingback: Benarkah Musik Islami itu Haram ? | Abu Zahra Hanifa()

  • Imam Assidiqqi

    Assalamualaikum ustadz,

    Lalu bagaimana dengan sekolah yang masih mengajarkan anak muridnya untuk bermain musik, apa yang harus saya lakukan?

    Terimakasih
    Wassalamualaikum.

  • Semoga Allah terus memberi hidayah demi hidayah.

    2014-11-06 14:21 GMT+07:00 Disqus :

    • Om Teloer

      ….amin.

  • Cahya A Agung

    Haha .. Kalau begitu, kenapa anda menggunakan website dan internet dalam membuat tulisan seperti ini, sedangkan hal itu tidak dilakukan di Jaman Rasul?

    Jangan melihat musik dari hal-hal kecil, lalu kita besar-besarkan masalahnya. Ibaratnya ada sebuah kampung berisi ribuan orang, dan ada satu orang dari kampung itu menjadi pencuri di tempat lain. Lalu kita simpulkan kalau orang-orang sekampung itu adalah pencuri semua.
    Justru, dalam ilmu psikologi Musik memiliki pengaruh yg sangat besar dalam mengatur irama tubuh seseorang dan pemrograman kondisi kejiwaannya. Sebagai contoh ketika anda melihat televisi, pasti akan ada Lagu dari sebuah iklan yg terus menerus anda ingat. Itu akan mempengaruhi pengetahuan anda untuk membeli produk yg diiklankan tersebut ketika didalam diri anda muncul suatu kebutuhan yg bisa dipenuhi produk dari iklan tersebut. Para pakar psikoterapi pun menggunakan musik sebagai penyembuh kejiwaaan pasiennya.
    Bukankah umat Islam akan semakin mundur dari orang-orang di luar Islam, karena generasi baru yg nantinya akan meneruskan Agama ini akan lebih tertarik pada Musik-musik orang luar Islam karena di dalam Islam tidak ada musik yg mampu memenuhi kebutuhan rohaninya.

    • Kalau dikatakan Nabi musik haram yah tetap haram.
      Apa kalau gitu kita buat zina dan khomr islami biar umat tdk berzina dan minum khomr?
      Sulit menangkap nalar Anda.

    • Fansbite

      Inilah alasan alasan orang yang tak berilmu. Dengan berbagai alasan menolak perintah Allah dan Rasul-Nya. Kasihan sekali hidupnya

    • Alvin Rochafi

      Jangan mendahulukan nafsu, agama ini punya Allah ,jadi ikutin aturanNya
      Cara kamu tertawa diawal terlihat seperti org sombong yg menganggap remeh orang lain karena ketidak tahuannyatahuannya, ternyata eh ternyata ketauan siapa yg ” kurang tahu “

  • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

    Jazakumullah khoiron atas sarannya.

  • Dede Sukma Pradana

    asslamualaikum.. afwan uztazd..
    lalu bagaimana dengan lagu2 kasidah dan islami?
    seperti opick, sulis, dan lain lain?

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

      Dalil katakan musik itu haram, begitu pula alat musik. Dahulukan dalil daripada kelakuan tokoh.

      • Hamba Allah

        Lalu kenapa ya waktu adzan Rasulullah memerintahkan kumandangkan adzan dengan nada indah?
        Nah nada indah… Bukankah itu musik?????
        Belum lagi orang ngaji….Pikir sendiri deh…
        Kalau kagak tahu musik jangan bahas lah…
        Justru artikel kayak gini yg merusak akidah umat muslim..

      • Hamba Allah

        Lalu kenapa ya waktu adzan Rasulullah memerintahkan kumandangkan adzan dengan nada indah?
        Nah nada indah… Bukankah itu musik?????
        Belum lagi orang ngaji….Pikir sendiri deh…
        Kalau kagak tahu musik jangan bahas lah…
        Justru artikel kayak gini yg merusak akidah umat muslim..

        • Adzan tentu bukan musik. Yang diharamkan adalah alat musik. Sedangkan adzan tidak menggunakan alat musik.

          Dalil-dalil yang mengharamkan musik sangat banyak. Carilah kebenaran bukan mencari pembenaran.

  • Zakiy

    saya punya cerita :
    pada suatu hari ada seseorang yang ingin pergi ke suatu tempat, karena tempatnya jauh ia memutuskan untuk naik taksi. saat didalam taksi, sang supir memutarkan lagu-lagu di taksinya lalu sang penumpang tadi pun marah sambil berkata kepada supir bahwa musik itu haram karena di zaman nabi tidak ada musik. tiba-tiba taksi berhenti seketika, supir pun berkata : silahkan turun, di zaman nabi juga tidak ada taksi. anda jalan kaki saja supaya mirip orang muslim di zaman nabi

    • Penumpang taksi tersebut salah, di zaman Nabi ada musik, bahkan sudah ada jauh sebelum itu. Makanya dalam hadits, Abu Bakar menyebut musik sebagai seruling setan, dan Nabi tidak mengingkari sebutan tersebut.

      • hasan

        Kalo mendengarkan musik itu haram, gimana mungkin Rasulullah membiarkan sesuatu yg haram pd hari raya? Dan Rasulullah beserta sahabatnya menikmati musik pada hari raya padahal itu sesuatu yg haram ?

        • Allah Maha Menghendaki sesuatu itu haram jika demikian, namun halal jika demikian.

          Sutra haram bagi laki-laki, namun halal bagi wanita. Pakai baju berjahit halal, namun haram ketika ihram. Puasa itu dianjurkan, tapi diharamkan di hari raya.

          Allah Ta’ala mengharamkan dan menghalalkan sesuai yang Ia kehendaki.

    • yuliapurwo

      …..

      Nabi tidak mengharamkan perkara-perkara seperti naik taxi, naik pesawat, naik mobil, dll…….dalam surat An-Nahl ayat 8 dijelaskan, (artinya)
      “8. dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal , dan keledai, agar kamu
      menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa
      yang kamu tidak mengetahuinya.”

      jelas kan? kendaraan gak hanya kaki, keledai, unta atau kuda?

      adapun musik kalo hadistnya sudah jelas haram, ya jangan dianalogikan dengan nasi, taxi, dsb. bukankah jelas dalam Alquran disebutkan (artinya) “Barang siapa yang menaati rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah.” (Qs. Al-Nisa [4]:80)

      agama Islam itu udah lengkap, mulai fiqih jual beli, adab kepada suami/istri/anak, keluarga, bahkan buang hajat aja udah ada tuntunannya…..

  • Zakiy

    makan nasi aja haram kalau makannya berlebihan, artinya Allah tidak menyukai yg berlebihan, kalau nasi bisa jd haram tentu musik jg akan jd haram tergantung cara dan manfaatnya, kita ukur dulu dari manfaatnya apa dan mudaratnya apa jgn maen telan aja…… yg jls Alquran dan hadis penuh dgn kata kiasan bila kita salah menafsirkannya maka Alquran dan Hadits akan kita anggap salah

    • Analogi yang tidak tepat, karena nasi itu mubah, sedangkan musik haram karena banyak dalil yang mengharamkannya. Sebagaimana makan babi, walaupun sedikit dan tida berlebihan maka tetap haram.

      • Fathur Rohim

        nasi disamakan musik, jelas musik dan lagu2 haram, kita lihat aja nanti setelah modar kalian para penikmat musik dapet apaan, makan tu musik.

      • Kurus Ceking

        pernyataan yang cerdas…. berarti kalo seluruh manusia beranalogi seperti zakiy, bisa jadi khamar, bir, tuak. kalo di konsumsi sedikit gak apa apa ya??? kok mirip analogi cerdas aliran sesat yang mencampur adukkan yg bathil dan yang hak.

    • Alvin Rochafi

      Yang menafsirkan Al Qur’an itu Ibnu Katsir mas, ragu sama penafsiran beliau ?

  • Pingback: Jihad lewat musik. Bisa kah? | eibidifaiq()

  • khalid mahrizal

    Bagaimana dengan adzan dan bacaan al qur’an yang dilagukan apakah itu diharamkan juga ?

    • Yang haram adalah musik. Adapun lagu atau nyanyian tanpa musik maka hukum asalnya mubah selama tidak melalaikan dan tidak jadi kebiasaan.

      Adzan dan bacaan Al Qur’an walaupun dilagukan insya Allah tidak sama sifatnya sebagaimana lagu atau nyanyian.

      • Fujiwara Suki

        kalau seseorang bermain musik dan tidak pernah lalay, lalu org terus2an berdzikir kemudian lalay mencari nafkah, jadi lalay bisa menghinggapi siapa saja, jadi yg haram itu lalay atau musik?

        • Sa’id Abu Ukkasyah

          Setiap orang yang sedang bermain musik, pasti hatinya melalaikan mengingat Allah, karena dia menerjang larangan Allah.
          Yg diharamkan musiknya (lihat dalilnya di atas) dan bentuk kelalaian di atas. Lalu jika ditambah sampai melalaikan sholat, pacaran , buka aurot, mabuk, zina dengan sebab bermusik itu, maka tambah besar dosanya

    • rumah aja

      ari ceuk saya mah nya, lamun Allah dan rasul Nya bilang haram, ya nurut weh, susah2 amat sih,
      siksa neraka ga sebanding dengan musik dan nyanyian,
      orang mau di tolong koq malah dableg

  • matyaz

    tolong diklarifikasi dong, disumber yang lain yang jg saya peroleh dr internet bunyi haditsnya spt ini “Sungguh akan ada di antara umatku, kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr dan alat-alat yang melalaikan.” (HR Bukhari). Yang bener yang mana terjemahannya? “alat alat musik” atau “alat alat yang melalaikan”?

    • Sa’id Abu Ukkasyah

      Kalau yang dimaksud lafadz hadits yang ini :
      ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف
      maka المعازف disini terjemahannya adalah :
      “alat-alat musik.”. Demikianlah yg bisa disimpulkan dari penjelasan Ulama.

  • Fujiwara Suki

    Assalamualaikum wr wb Ustad
    Artikel yang sangat bagus Ustad,

    Kutipan:

    Beberapa karakter khas yang ada dalam nyanyian dan musik

    1. Dapat melalaikan hati,

    Lalu bagaimana jika seseorang terus2an berdzikir sampai lalay mencari nafkah? lalu ada yg bermain musik tapi tidak pernah lalay, jadi apakah haram karena lalay atau karena bermain musik?

    2. Menghalangi hati untuk memahami Al-Qur’an dan merenungkannnya serta mengamalkan kandungannya

    3. Al-Qur’an dan nyanyian tidak akan bertemu secara bersamaan dalam hati selamanya. Karena Al Qur’an melarang mengikuti hawa nafsu dan memerintahkan untuk menjaga kesucian hati. Sedangkan nyanyian memerintahkan sebaliknya, bahkan menghiasinya dan merangsang jiwa manusia untuk mengikuti hawa nafsu.

    4. Nyanyian dan minuman keras ibarat saudara kembar dalam merangsang jiwa untuk melakukan keburukan. Saling mendukung dan menopang satu sama lain.
    Ini menurut siapa? Tidak selalu demikian, kembali kepada masing2 orang,saya tidak pernah merokok apalagi minuman keras, demikian jg sahabat2 saya

    5. Nyanyian itu pencabut kewibawaan seseorang
    Kenapa bisa demikian?

    6. Nyanyian dapat menyerap masuk ke dalam pusat khayalan, lalu membangkitkan nafsu dan syahwat yang terpendam di dalamnya.
    Maaf ustad, saat ini banyak musisi-musisi yang tidak demikian, maksud saya tetap bermusik namun juga tetap soleh/solehah.

    Apakah setiap hal yg tidak pernah dicontohkan oleh Nabi, kemudian membuat hal baru menjadi tidak disarankan atau bahkan diharamkan? Apakah jaman Nabi ada Mobil? kenapa sekarang kita tidak naik Unta atau Kuda saja, makruhkan mobil atau laranglah. padahal mobil ada mudhorotnya juga selain manfaat.

    Bukankah bermusik juga memiliki banyak manfaat (tergantung manusianya) dibanding mudhorotnya? Lalu berapa banyak ulama/ustad yg justru meng HALAL kan ROKOK yg jelas2 HARAM karena full mudhorot, dibandingkan musik.

    Mohon maaf Ustad, bukan bermaksud untuk menyanggah atau mengingkari ayat ayat AlQuran, namun mohon diberi pencerahan tentang rujukan lain beserta sumbernya (jangan gundulan saja) dan tentunya alasnnya, mengapa diHARAMkan, saya yakin semua yg diharmankan ada alsannya, adapun 6 point yg tertulis di atas (Beberapa karakter khas yang ada dalam nyanyian dan musik) saya rasa belum cukup menjadi alasan yg kuat.

    • Sa’id Abu Ukkasyah

      Wa’alaikumus salam,
      1. Penulis sdh menyebutkan Dalil ttg keharaman musik di atas. Cukup 1 Dalil saja sdh wajib kita meyakini ttg haramnya musik, apalagi Dalilnya lebih dr satu.
      2. Rujukan dan alasan sudah ada di artikel dan di catatan kaki.
      3. 6 point itu sifatnya lebih kepada penjelasan bahaya/kerugian/ dampak negatif musik sebagai penguat keharoman musik. Adapun alasan pokok pengharomannya adalah dalil Al-Qur`an dan Hadits di atas.
      4. Diantara ciri khas kesholehan adalah menjauhi keharoman musik
      5. Membuat hal baru yg terlarang adalah dalam masalah beragama, contoh: membuat hal baru dalam ibadah berdakwah. Adapun mobil masalah dunia.
      6. Sesuatu yg dilarang dalam Islam pasti minimalnya mudhorotnya lebih besar dari manfa’atnya, maka dari itu dilarang

      • Mr. Dodhy Akbar

        Poin anda nomor 5 benar tadz (membuat hal baru dalam agama dan /atau beragama adalah terlarang), jd apakah musik dan /atau bermusik itu masuk kategori -beragama atau beribadah- atau masuk kategori -dunia-.

        • Bermusik memang perkara duniawi, namun yang dibahas di atas adalah musik “islami” atau musik religi yang ini jelas masuk dalam ranah perkara agama

  • Sandy

    Assalamu’alaikum. Bagaimana dengan bershalawat? berbagai kalangan menggunakan rebana untuk alat musik pengiringnya (hadrah). mohon penjelasannya. terima kasih. Wassalamu’alaikum

    • Sa’id Abu Ukkasyah
      • Sandy

        Di dalam QS. Lukman: 6 yang telah dicantumkan di dalam artikel ini menjelaskan tentang orang yang menyesatkan orang lain dari jalan Allah SWT dengan menggunakan perkatannya. Ada beberapa pendapat bahwa yang dimaksud dengan ayat tersebut adalah nyayian dan/ musik seperti yang tertera di dalam artikel ini. Tapi ada juga yang berpendapat “segala sesuatu perkataan yang melalaikan dari jalan Allah, maka semua itu yang termasuk yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya, karena Allah SWT menjelaskan dengan lafzh yang umum dan Allah tidak mengkhushuskannya dengan sesuatu pun, maka ia tetap pada keumumannya sampai adanya dalil tentang pengkhushusan maknanya, maka baik itu musik, atau syirik semuanya bisa saja menjadi maknanya.”

        Musik sendiri secara umum dapat diartikan ilmu atau seni menyusun nada atau suara sehingga menghasilkan irama. Al-Qur’an pun dibaca dengan susunan nada yang teratur sehingga menghasilkan irama yang terdengar indah, bukan seperti membaca koran atau buku lainnya, dan tidak mungkin Al-Qur’an berisi tentang kebatilan ataupun perkataan yang menyesaatkan. Nyanyian dan/ musik juga tidak semuanya mengandung kebatilan dan menyesatkan, seperti nyanyian dan/ musik Islami. Tapi bagi orang yang berpendapat bahwa nyanyian dan/ musik adalah sesuatu yang haram, nyanyian dan/ musik Islami pun juga haram meskipun isinya adalah kebaikan. Jika dilihat dari definisi musik, nyanyian dan/ musik Islami hanyalah perkatan yang tidak menyesatkan bahkan mengajak dalam kebaikan yang dilantukan dengan penyusunan nada/notasi yang menghasilkan irama, bahkan seekor burung pun “berbicara” dengan irama.

        Dari pendapat anda “setiap orang yang sedang bermain musik, pasti hatinya melalaikan mengingat Allah, karena dia menerjang larangan Allah.” Tentunya Islam akan melarangnya secara mutlak tanpa pengeculian karena bagaimanapun juga menurut pendapat tersebut bermain musik melalaikan mengingat Allah meskipun itu pada hari raya ataupun pernikahan karena hal itu melalaikan diri dari mengingat Allah.

        Saya tidak menyamakan Al-Qur’an dengan sesuatu hal yang sedang dicari kebenaran halal atau haramnya, boleh atau tidaknya oleh berbagai pihak. Tapi saya hanya mencoba menyaring berbagai sudut pandang tentang nyanyian dan/ musik dari berbagai pendapat, kalangan, dan berbagai definisi. Mohon penjelasan dan pencerahannya. mohon maaf jika ada kesalahan, Terimakasih.

  • Anonymous

    Ini nih salah satu contoh bikin negara gak maju,agama mah urusan kita ma Tuhan lah,agama itu gak usah dipersulit di masa sekarang ini jatohnya malah bikin mundur.Bahkan penemu nada dasar itu ternyata orang arab kok……….

    • Dari dulu tanpa musik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bisa maju dan lebih maju dari kita2.
      Penemu nada dasar memang orang Arab? Tahu dari mana? Mana buktinya?

    • Sa’id Abu Ukkasyah

      1. Kemajuan negara itu justru ketika penduduknya taat kepada Allah, baca: Al-A’raaf: 96.
      2. Tidak setiap orang Arab baik, Abu Lahab juga orang Arab, tapi kafir
      3. Agama Islam itu universal, petunjuk hidup dalam segala hal. Bukankah Anda seorang muslim yg meyakini kebenaran Al-Qur`an dan Al-Hadits?, Oleh krn itu yakinilah haramnya musik, krn pengharamannya ada di dalam keduanya.

    • wong fey hung

      Lantas jika orang arab yang menemukan nada dasar hukum haramnya musik berubah jadi halal…?

      Lantas Allah dan Rasul-Nya anda buang..?

  • Padil Speed Net

    ternyata musik itu haram yang islami maupun non islami. ” karena melalaikan kita pada perintah allah untuk membaca al’quran memahami segala isi dan hadist nya ” terimakasih ustad saya udah paham setelah membaca ini

  • Budiman

    Assalamu’alaikum..

    saya belum lama tau kalau musik itu haram, yang disayangkan, saya tidak pernah mendengar tentang “musik haram” ini dari acara-acara ceramah agama di TV nasional (mungkin karena jarang atau memang tidak pernah ada yang menyampaikan).

    sangat disayangkan!!, jika untuk menyampaikan kebenaran tetapi terkalahkan dengan “mainstream TV komersil” yang masih banyak memfavoritkan musik, ini bahaya menurut saya, apalagi sering didapati acara ceramah dengan selingan musik, jadi semakin banyak orang yang berat menerima kalau musik itu haram, seolah-olah disembunyikan kalau musik itu haram (mungkin karena faktor komersil)

    Alhamdulillah saya bisa menerima dan patuh, dulu saya sempat bermusik dan membentuk band, setelah mengenal Sunnah perlahan saya bisa tinggalkan musik (tepatnya setelah melihat video kajian khusus tentang musik).

    • Sa’id Abu Ukkasyah

      Wa’alaikumus salam, semoga Allah memasukkan Anda ke dalam Surga dan menambah semangat Anda dalam mempelajari dan mengamalkan Sunnah.

  • Deny Syahputra

    jika saya tidak salah, dahulu juga nabi memerintah kepada kaummya untuk menghibur para pahlawan yg baru pulang dari perang dengan nasyid, akan tetapi tidah boleh berlebihan hingga menyebabkan Zina, dan perbuatan maksiat.
    itu bagaimana ?

    • Nasyid yang tidak menggunakan musik hukumnya boleh, selama tidak mengandung yang haram. Sedangkan jika menggunakan musik maka haram. Jika sesuatu itu haram, maka melakukannya adalah maksiat.

  • Muhammad Ridwan Na’im

    sama2 punya dasar, ga usah saling mengkafirkan

    Dikutip dari Republika Online:

    Dalam hal ini ada catatan yang sangat penting, bahwa Allah melarang
    pembicaraan yang tidak berguna (surat luqman:6), dan menekankan untuk
    menghindari hal-hal yang tidak berguna (al-mukminun : 3), maka pastikan
    sekira kita mendengar lagu atau instrument atau gabungan diantara
    keduanya maka kita tidak terjebak dalam hall-hal yang tidak berguna,
    apalag hal-hal yang haram.

    Bahkan dalam hal ini kami lebih menyukai pendekatan budaya
    dari pada hukum sebagaimana kami jelaskan di atas. Dari kacamata budaya
    kami memahami bahwa Islam hendak membangun budayanya sendiri.Nyanyian
    dan musik bagian dari budaya maka Islam menginginkan lagu dan instrument
    yang khas, yang berbeda dari nyainyian dan instrument jahiliyah. Sekira
    kita fahami filosofinya maka tantangan kita kedepan adalah bagaimana
    kita hadirkan lagu dan instrumen khas islam. Dengan demikian kita tidak
    lagi berkutat dalam perbedaan panjang masalah musik ini.

    Dalam kondisi seperti zaman kita sekarang dimana musik yang
    tidak islami itu menjadi bagian dari kehidupan maka perlu cara bijak
    untuk menyampaikan ke masyarakat, dengan tetap mempertimbangkan solusi
    pengganti.

    • Tidak ada yang dikafirkan dalam masalah ini. Dan sandaran dalam beragama itu adalah dalil Al Qur’an dan As Sunnah yang shahih, bukan anggapan baik, bukan menurut pendapat seseorang, dan juga bukan budaya.

  • Pingback: BAHAYA, LAGU PEMURTADAN BRUNO MARS | Tabayyun News()

  • nurul

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Saya sangat tertarik dengan musik, kalau menahan untuk
    mendengar dan bernyanyi insha Allah saya bisa, tapi saya sangat senang bermain piano & gitar klasik. Apakah bermain musik klasik yang tidak berlirik juga dilarang kan di dalamnya tidak ada kata yang tercela?
    syukran…

    • Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh, yang terlarang justru alat musiknya. Sedangkan nyanyian tanpa musik hukum asalnya boleh.

  • Fadli Rafi

    sebenarnya, musik itu mutlak haram di Islam, baik di hri rya dan pernikahan. ini sumber ny https://dasotyosot.wordpress.com/2011/03/08/hadist-tentang-sutera-musik/

    • Penulis tersebut salah kaprah, yang dibolehkan di hari raya dan hari pernikahan adalah duff yang dinyanyikan anak kecil.

      Adapun menyanyikan musik gitar, piano dan semacamnya dan dinyanyikan oleh orang dewasa apalagi wanita tentu haram hukumnya.

  • Pingback: Batasan Berseni | memo coffee()

  • wal suparmo

    KALAU BUKAN ISLAM, HIDUP ITU HARAM. Ada yg membatah?

  • Hartono BE

    assalamualaikum wrwb. ustad izin share.

  • Syarif Rangkuti

    izin copas

  • Pingback: 8 Kecerdasan Menurut Howard Gardner | uuuke()

  • ahmad

    saya belum ngerti :/ apakah nasyid tidak mengandung musik haram atau halal ? tolong jawab singkat

  • eka aditio

    Assalamulaikum saya ingin bertanya tentang HR. Bukhari no 5590, bukankah hadits itu menjelaskan tentang perkara “Larangan mencela dan melaknat”
    5590. Telah menceritakan kepadaku ‘Umar bin Hafsh telah menceritakan kepada kami
    Ayahku telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Ma’rur yaitu Ibnu Suwaid dari Abu
    Dzar, (Ma’rur) berkata; “Saya pernah melihat Abu Dzar memakai pakaian serupa dengan
    sahayanya. Maka saya berkata kepadanya; “Sekiranya kamu mengambil kain tersebut untuk
    kamu kenakan kemudian kamu memberi kain lagi untuk sahayamu (itu akan lebih baik), Lalu
    Abu Dzar berkata; “Bahwa dahulu aku dengan seorang laki-laki terjadi percekcokan,
    sementara ibu laki-laki itu adalah orang ‘ajm (non Arab) lalu aku pun menghinakannya.
    Kemudian laki-laki itu mengadu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau
    bersabda kepadaku: “Apakah kamu habis menjelekkan fulan?” jawabku; “Benar.” Beliau
    bertanya lagi; “Apakah kamu juga menghinakan ibunya?” jawabku; “Benar.” Beliau bersabda:
    “Sungguh dalam dirimu masih terdapat sifat jahiliyah, ” aku pun berkata; “Apakah saya
    masih memiliki sifat jahiliyahan padahal aku sudah tua?” beliau menjawab: “Ya, benar,
    mereka adalah saudaramu dan paman-pamanmu yang dititipkan Allah dibawah
    pengurusanmu, barangsiapa memiliki saudara yang masih dalam pengurusanya, hendaklah
    dia diberi makan sebagaimana yang dia makan, diberi pakaian sebagaimana ia mengenakan
    pakaian. Dan janganlah kamu bebaninya diluar batas kemampuannya, dan jika kamu
    membebaninya, maka bantulah dia dalam menyelesaikan tugasnya.”

    saya membacanya dari software “kitab 9 imam” terbitan lidwa.. mohon penjelasannya

    • Metode penomoran hadits lidwa berbeda, tidak menggunakan penomoran standar. Kami sarankan cek di : http://dorar.net/hadith

      • eka aditio

        Terima kasih ustadz, semoga berkah

      • Muhammad Ali

        Iya saya jga bingung tentang penomoran hadits, itu penyebab perbedaannya apa yah? Referensi dong kitab yg nomor sama kitab aslinya

        • Sebenarnya sudah ada beberapa standar penomoran hadits. Namun kembali kepada penerbit kitabnya, memakai standar penomoran yang mana, atau malah membuat penomoran sendiri.

          • Muhammad Ali

            Alhamdulillah, informasi ini sangat bermanfaat

  • Anon :D

    Assalamuálaikum,

    Saya masih bingung tentang musik haram dan lain2 jadi saya mencari dan menemukan artikel ini,

    Dari yang saya dapat dari baca artikel ini sebenarnya itu yang di haramkan itu yang arti dari lirik2 yang bisa menjerumuskan kita ke sesuatu yang jelek, contoh yang bisa saya dapat itu kebanyakan misal patah hati denger lagu2 yang cinta, ini yang saya aga bingung dari orang2 sekarang banyak yg suka cinta2 ataupun lirik2 yang menyekutukan adanya tuhan. dari mendengar lagu-lagu tersebut.
    kebanyakan dari mereka yang mendengar lagu tersebutpun ada yang ikut2an apa yang di sebut lirik tersebut dan ada juga yang tidak terpengaruh mungkin ini yang sebenarnya menyebabkan haram.

    Lantas bagai mana dengan “background soundtrack” yang hanya instrumen saja ? menurut saya kalau effek dari musik tersebut bisa mendapatkan dampak positif berarti tidak apa-apa, saya pernah dengar ceramah tentang minuman keras dan di beritau sebenarnya karena effek negatif lebih banyak dibanding effek positifnya maka di haramkanlah. Nah saya berfikir musik tersebut seperti itu saya liat di beberapa artikel juga tentang effek positif yang diberikan musik dan banyak juga.

    Jadi menurut saya semua itu tergantung dari dampak itu sendiri, saya suka mendengarkan musik tapi lebih suka yang tidak ada liriknya karena bisa membuat saya lebih tenang saat saya stress dengan kerjaan, tetapi tentu saja saya juga suka mendengarkan lantunan Al-quran dan bisa juga membuat saya lebih tenang.

    Semoga yang saya tangkap itu benar wassalamu’alaikum :D

    • Wa’alaikumussalam, yang haram itu adalah permainan alat musiknya. Adapun lirik yang isinya buruk itu sudah haram dengan tanpa atau dengan musik.

      • Anon :D

        Terimakasih atas replynya

        Saya coba mencari referensi2 lain tentang musik itu sendiri dan saya menemukan ini (mungkin bisa jadi referensi bagi yang lain (Ganti * jadi huruf y) )
        http://daruliftabirmingham.co.uk/listening-to-music/
        *outube.com/watch?v=TbQd2m708kQ
        *outube.com/watch?v=bfMcuRc8Pdc
        *outube.com/watch?v=3UAm3VlhKmM

        Sebenarnya banyak lagi yang menjelaskan tentang musik tersebut, dan inti kebanyakan itu karena effek dari musik tersebut ternyata tanpa kita sadari memberikan effek negatif. Kebanyakan dari kita juga banyak yang membuang waktu kita dengan mendengar musik2 entertainment. Semoga kita dijauhkan dan di jaga dari semua hal yang memberikan effek negatif.

    • Johny Muhamad Raihan

      Lucu gw ngebayangin yg bilang musik haram, lw lg naek motor tiba2 dipinggir jalan ada dangdutan trus lw gmn?? tutup kuping?? kan lagi naek motor bisa nyusruk alias nyungsep ?

      Gw setuju, ama Anon ! menurut gw musik atau pun semua yg ada disekitar kita tergantung manfaat dan caranya yg tepat contoh : kita semua tau kan pisau ‘pisau kalo untuk ngiris bawang itu bagus/bener iyaa..kan, tapi kalo buat nusuk orang itu salah iyaa..kan iya donk’. Terus kalo pisau yang salah tadi hukumnya apa? nanti pisaunya hukumnya Haram lagi..?? kalo pisau hukumnya jadi haram kasian donk emak gw kagak bisa masak :)

      itu 1 ada 1 lagi nihh..

      Waktu zaman Walisongo, Sunan Kalijaga salah satu Wali Allah pasti udah pd taukan, dia menyebarkan Agama Islam memakai kesenian salah satunya : Musik, walaupun musik pada saat itu tidak canggih seperti sekarang, dulu mungkin seperti : Gong, Gamelan dll. itu gimana? sampai tercipta 1 lagu “Lir Ilir” saya yakin untuk mendapatkan Nada yg indah itu harus dengan musik..

      gw suka Musik yg meng Islam kan kita, bukan yang mengkafirkan kita.
      Ini tantangan buat saudara/i kita, zaman global seperti ini kita harus bisa memilih musik/lagu..
      ini tips dari gw kalo dengerin lagu barat ga tau terjemahannya cari di terjemahan lagu biar ngarti, siapa tau lagu barat bgitu diterjemahin ngatain emak/bapak lw? gw jg begitu sama !

      Asalamualaikum

      • Justru saya merasa lucu dengan cara berpikir anda. Jika suatu hal yang haram sudah tersebar dimana-mana dan sulit menghindarinya, maka jadi halal begitu?

        Banyak wanita tidak menutup aurat dan sulit kita menghindari mereka dalam kehidupan sehari-hari. Apakah dengan begitu artinya menutup aurat itu halal?

        Tentu tidak, tidak menutup aurat tetap haram. Yang melakukan dosa, yang melihat segera tundukan pandangan sebisa mungkin.

        Demikian juga musik, yang memainkan, haram. Yang mendengarkan, mencoba menghindari sebisa mungkin.

        Halal-haram dalam agama, acuannya adalah dalil. Bukan perbuatan atau perkataan wali songo, atau perbuatan kyai fulan, perbuatan orang arab atau lainnya.

      • Agus Candra

        Mas kalo pisau dipake nusuk orang itu yg salah PERBUATANNYA. bukan pisaunya

        • Sa’id Abu Ukkasyah

          Tidak benar logika Anda. Sangat beda jauh pisau dengan alat musik. Alat musik ada larangannya, coba simak dg hati yg tenang dan pikiran jernih sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkut ini (sebagaimana telah disebutkan di artikel),
          ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف
          ”Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik.” HR. Bukhari, no. 5590

  • Beni Panjaitan

    Kan katanya nanyian, lagu, musik itu haram, jadi gimana hukumnya ngaji dilagukan om ?
    Apakah tetap haram juga ?

    Trus apakah dampak buruk dari musik ?

    • Yang haram adalah alat musik. Sedangkan lagu tanpa musik hukum asalnya boleh.

      Adapun membaca Qur’an dengan dilagukan, hukumnya dianjurkan karena ada dalilnya. Dan melagukan Al Qur’an itu tidak boleh seperti bernyanyi. Melagukan Al Qur’an harus tetap mengikuti kaidah tajwid dan harus tartil.

  • Fadjrianto Sagarmatha

    Sami’na Wa Atha’na bukan Samin’na Wa fikir-fikir

  • nudia muntaza

    Assalamu’alaikum Ustadz, yang berikut ini merupakan pemikiran subjektif atau gimana?

    Beberapa karakter khas yang ada dalam nyanyian dan musik

    Dapat melalaikan hati
    Menghalangi hati untuk memahami Al-Qur’an dan merenungkannnya serta mengamalkan kandungannya
    Al-Qur’an dan nyanyian tidak akan bertemu secara bersamaan dalam
    hati selamanya. Karena Al Qur’an melarang mengikuti hawa nafsu dan
    memerintahkan untuk menjaga kesucian hati. Sedangkan nyanyian
    memerintahkan sebaliknya, bahkan menghiasinya dan merangsang jiwa
    manusia untuk mengikuti hawa nafsu.
    Nyanyian dan minuman keras ibarat saudara kembar dalam merangsang
    jiwa untuk melakukan keburukan. Saling mendukung dan menopang satu sama
    lain.
    Nyanyian itu pencabut kewibawaan seseorang
    Nyanyian dapat menyerap masuk ke dalam pusat khayalan, lalu membangkitkan nafsu dan syahwat yang terpendam di dalamnya.

    • Sa’id Abu Ukkasyah

      Wa’alaikumus salam,
      Firman Allah ‘Azza wa jalla,
      وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ
      “Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Lukman: 6)
      Bukankah ayat tersebut berkonsekwensi bahwa nyayian dan musik yg terlarang itu dapat melailaikan hati dan tidak mengamalkan Alquran?
      karakter-karakter yg lain lihat di referensinya
      Lihat At-Tahrim, hal. 151

  • Yura Hispani

    Nada dan Dakwah (Ajaran Imam Syafei yg di tinggalkan) – Ust Firanda Andirja M.A

    https://www.youtube.com/watch?v=K5Fzngvgsqk