Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Musik adalah Seruling Setan

Yulian Purnama, S.Kom. oleh Yulian Purnama, S.Kom.
8 Januari 2020
di Hadis
Musik Adalah Seruling Setan
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Hadits tentang “Musik adalah seruling setan”
  • Faidah-faidah hadits

Sahabat muslim, dalam artikel ini akan dibahas faidah-faidah hadits yang membahas bahwa musik adalah seruling setan

Hadits tentang “Musik adalah seruling setan”

Demikianlah yang dikatakan oleh sahabat yang mulia, Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu. Bahwa musik adalah seruling setan. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata:

أبا بكر دخل عليها، والنبي صلَّى اللهُ عليه وسلَّم عِندَها، يومَ فطر أو أضحى، وعِندَها قينتان تغنيان بما تقاذفت الأنصار يومَ بعاث، فقال أبو بكر : مزمار الشيطان ؟ مرتين، فقال النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم :  دعهما يا أبا بكر، إن لكل قوم عيدا، وإن عيدنا اليومَ 

“Abu Bakar mengunjungi rumah Aisyah dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ada di sana. Ketika hari Idul Fithri atau Idul Adha. Ketika itu ada dua wanita penyanyi dari kaum Anshar yang sedang bernyanyi dengan syair-syair kaum Anshar di hari Bu’ats. Maka Abu Bakar berkata, ‘Mengapa ada seruling setan? Mengapa ada seruling setan?’ Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Biarkan mereka, wahai Abu Bakar! Sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya, dan inilah hari raya kita.” (HR. Bukhari no. 3931)

Abu Bakar Ash-Shiddiq tidak mungkin menisbatkan sesuatu pada setan, yang merupakan makhluk gaib, kecuali itulah yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepadanya.

Dalam riwayat lain disebutkan dua penyanyi itu adalah anak-anak wanita:

دخل عليَّ أبو بكرٍ وعندي جاريتانِ من جواري الأنصارِ . تُغنِّيانِ بما تقاولت به الأنصارُ ، يوم بُعاثٍ . قالت : وليستا بمُغَنِّيَتَينِ . فقال أبو بكرٍ : أَبمَزمورِ الشيطانِ في بيتِ رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ ؟ وذلك في يومِ عيدٍ . فقال رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ : ” يا أبا بكرٍ ! إنَّ لكلِّ قومٍ عيدًا . وهذا عيدُنا

“Abu Bakar mengunjungi rumahku. Ketika itu ada dua jariyah (anak wanita) dari Kaum Anshar yang bernyanyi dengan syair-syair kaum Anshar di hari Bu’ats. Aisyah berkata, “Mereka berdua bukan penyanyi.” Maka Abu Bakar berkata, “Mengapa ada seruling setan di rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? Ketika itu adalah hari Id. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Wahai Abu Bakar! Sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya, dan inilah hari raya kita.” (HR. Bukhari no. 952, Muslim no. 892)

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa dua penyanyi tersebut menggunakan rebana (duff):

أنَّ رسولَ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ علَيهِ وسلَّمَ دخلَ علَيها ، وعندَها جاريَتانِ تضرِبانِ بدُفَّينِ ، فانتَهَرَهُما أبو بَكْرٍ ، فقالَ النَّبيُّ : دعهنَّ فإنَّ لِكُلِّ قومٍ عيدًا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke rumah Aisyah ketika itu ada dua anak perempuan bernyanyi dengan duff. Kemudian hal ini diingkari oleh Abu Bakar, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Biarkan mereka, sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya.” (HR. An-Nasai no. 1592, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih An-Nasa’i)

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Abu Bakar membentak kedua anak wanita tersebut,

أن أبا بكر رضي الله عنهما دخل عليها وعندها جاريتان في أيام منى تدففان وتضربان والنبي صلى الله عليه وسلم متغش بثوبه فانتهرهما أبو بكر فكشف النبي صلى الله عليه وسلم عن وجهه فقال دعهما يا أبا بكر فإنها أيام عيد وتلك الأيام أيام منى

“Abu Bakar radhiallahu ’anhuma masuk menemuinya ’Aisyah. Di sampingnya terdapat dua orang anak perempuan di hari Mina yang menabuh duff. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika itu menutup wajahnya dengan bajunya. Ketika melihat hal tersebut, Abu Bakar membentak kedua anak perempuan tadi. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian membuka bajunya yang menutup wajahnya dan berkata, ”Biarkan mereka wahai Abu Bakar, sesungguhnya hari ini adalah hari raya.” Pada waktu itu adalah hari-hari Mina.” (HR. Bukhari no. 987)

Syaikh Alwi bin Abdil Qadir As-Segaf mengatakan,

وقد تتبعت جميع الأحاديث التي أباحت استخدام الدف فكانت كلها للنساء والصغار ولا تخلو من حالتين: العرس والعيد

“Dan setelah menelusuri hadits-hadits yang membolehkan permainan duff bagi wanita dan anak kecil, semuanya tidak lepas dari dua keadaan, pesta pernikahan dan hari raya.” (Sumber: https://www.dorar.net/article/151)

Baca Juga: Fatwa Ulama Syafi’iyyah Tentang Musik

Faidah-faidah hadits

1) Abu Bakar menyebut permainan rebana sebagai “seruling setan” dan ini tidak diingkari oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Menunjukkan persetujuan beliau terhadap penamaan ini.

2) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan Aisyah radhiallahu ‘anha tidak menganggap aneh pengingkaran Abu Bakar. Menunjukkan mereka semua memahami bahwa hukum asal musik adalah haram.

3) Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Biarkan mereka, sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya”; menunjukkan adanya rukhshah (kelonggaran) yang khusus di hari raya untuk bolehnya bermain rebana. Andaikan bermain rebana boleh di setiap saat tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam akan jelaskan dengan berkata, “Biarkan mereka, karena ini tidak terlarang”; atau “Sesungguhnya ini tidak terlarang”; atau semisalnya.

4) Alat musik yang dimainkan adalah rebana, namun Abu Bakar mengatakan “seruling setan” bukan “rebana setan.” Menunjukkan semua alat musik secara umum adalah seruling setan.

5) Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam keras dalam mengingkari musik, sebagaimana Abu Bakar yang menyebut musik dengan “seruling setan” dan membentak orang yang bermain musik.

Wallahu a’lam.

Baca Juga:

  • Tiba Saatnya Aku Tinggalkan Musik
  • Kelezatan Ilmu Syar’i Vs. Konser Musik

***

Penulis: Yulian Purnama

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin1
Yulian Purnama, S.Kom.

Yulian Purnama, S.Kom.

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Ilmu Komputer UGM, kontributor web Muslim.or.id dan Muslimah.or.id

Artikel Terkait

Derajat Hadis Membaca Doa Melihat Kakbah

oleh Muhammad Insan Fathin
19 Maret 2026
0

Mengunjungi Baitullah al-Haram, Kakbah, merupakan impian setiap Muslim. Di antara penyempurna rukun dari agama Islam adalah ibadah haji. Sebagian ulama...

Penjelasan Hadis tentang Botak Sebagai Ciri Fisik Khawarij

oleh Muhammad Insan Fathin
6 Februari 2026
0

Pemikiran Khawarij adalah pemikiran yang sangat menyimpang dalam Islam. Bahkan, bisa dipastikan bahwa pemikiran Khawarij adalah pemikiran kelompok yang keluar...

Hadis Arbain An-Nawawiyah

Penjelasan Hadis Arba’in An-Nawawiyah (Bag. 3): Hadis 2, Iman, Islam, dan Ihsan

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
17 November 2025
1

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ أَيْضًا قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللّٰهِ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ...

Artikel Selanjutnya

Tidak Ada Pertentangan (Kontradiksi) dalam Syariat Islam

Komentar 5

  1. Ahadi says:
    5 tahun yang lalu

    Apakah berdakwah atau melakukan pembelajaran dengan musik termasuk haram?

    Reply
    • Yulian Purnama, S.Kom. says:
      5 tahun yang lalu

      Termasuk yang diharamkan

      Reply
  2. Hamba Allah says:
    4 tahun yang lalu

    Apakah mainan bayi yg ada musiknya juga diharamkan?

    Reply
    • Yulian Purnama, S.Kom. says:
      4 tahun yang lalu

      Termasuk yang diharamkan, namun yang berdosa adalah orang tuanya bukan bayinya.

      Reply
  3. Dean says:
    4 bulan yang lalu

    Apa hukum wanita bernyanyi di dpan umum?

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 10   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah