Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Derajat Hadits Merajalelanya Musik Dan Penyanyi

Yulian Purnama, S.Kom. oleh Yulian Purnama, S.Kom.
7 April 2013
di Hadis
cara membaca arab gundul
Share on FacebookShare on Twitter

Dicatat oleh Ath Thabrani dalam Mu’jam Al Kabir (5672),  juga Ar Ruyani dalam Musnad nya (1041),

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ أَبِي الطَّاهِرِ بْنِ السَّرْحِ الْمُضَرِيُّ ، ثنا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ ح ، وَحَدَّثَنَا أَبُو حُصَيْنٍ الْقَاضِي ، ثنا يَحْيَى الْحِمَّانِيُّ ، قَالا : أَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَسْلَمَ ، حَدَّثَنِي أَبُو حَازِمٍ ، حَدَّثَنِي سَهْلُ بْنُ سَعْدٍ ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ خَسْفٌ ، وَقَذْفٌ ، وَمَسْخٌ ” ، قِيلَ : وَمَتَى ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : ” إِذَا ظَهَرَتِ الْمَعَازِفُ وَالْقَيْنَاتُ ، وَاسْتُحِلَّتِ الْخَمْرُ “

‘Amr bin Abi Ath Thahir bin As Sarh Al Mudharri menuturkan kepadaku, Sa’id bin Abi Maryam dan Abu Hushain Al Qadhi menuturkan kepadaku, Yahya Al Himmani menuturkan kepadaku bahwa mereka berdua berkata, Abdurrahman bin Aslam mengabarkan kepada kami, Abu Hazim menuturkan kepadaku, Sahl bin Sa’ad menuturkan kepadaku, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Di akhir zaman nanti akan ada (peristiwa) di mana orang-orang ditenggelamkan (ke dalam bumi), dilempari batu dan diubah wajahnya menjadi buruk”.

Beliau ditanya, “Kapankah hal itu terjadi wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab, “Ketika alat-alat musik dan para penyanyi wanita telah merajalela, serta khamr di anggap halal”.

Derajat Hadits

Semua perawi hadits ini tsiqah kecuali Yahya Al Himmani dan Abdurrahman bin Aslam. Yahya bin Abdil Hamid Al Himmani, perawi yang terpengaruh pemikiran syi’ah, ditsiqahkan oleh Yahya bin Ma’in namun banyak para ulama yang men-jarh beliau dengan keras diantaranya Imam Ahmad berkata: “terkadang ia berdusta terang-terangan”. Namun yang tepat insya Allah, statusnya dhaif, sebagaimana dinyatakan oleh Adz Dzahabi, Al Bukhari dan An Nasa-i. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam statusnya dhaif sebagaimana dikatakan Yahya bin Ma’in, Al Bukhari dan An Nasa-i.

Diriwayatkan dengan jalan lain oleh Ath Thabrani dalam Mu’jam Al Ausath (7083),

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُعَافَى بْنِ أَبِي حَنْظَلَةَ الصَّيْداويُّ ، ثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ صَدَقَةَ الْجُبْلانِيُّ ، نَا مُحَمَّدُ بْنُ خَالِدٍ الْوَهْبِيُّ ، عَنْ زِيَادِ بْنِ أَبِي زِيَادٍ ، عَنْ أَبِي نَضْرَةَ ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ ، رَفَعَهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” يَكُونُ فِي هَذِهِ الأُمَّةِ خَسْفٌ ، وَقَذْفٌ ، وَمَسْخٌ ، فِي مُتَّخِذِي الْقَيْنَاتِ ، وَلابِسِي الْحَرِيرِ ، وَشَارِبِي الْخُمُورِ “

“Muhammad bin Mu’afa bin Abi Hanzhalah Ash Shaidawi menuturkan kepadaku, Muhammad bin Shadaqah Al Jublani menuturkan kepadaku, Muhammad bin Khalid Al Wahbi menuturkan kepadaku, dari Ziyad bin Abi Ziyad, dari Abu Sa’id, ia me-marfu’-kan kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda: “Di umat ini kelak nanti akan ada (peristiwa) di mana orang-orang ditenggelamkan (ke dalam bumi), dilempari batu dan diubah wajahnya. Itu terjadi pada para penyanyi, para lelaki yang memakai sutra dan para peminum khamr”.

Muhammad bin Shadaqah Al Jublani statusnya shaduq, Ziyad bin Abi Ziyad Al Jashash dikatakan oleh Ibnu Hajar: “ia dhaif”. Sedangkan perawi lainnya tsiqah. Sehingga sanad ini lemah namun bisa menjadi syahid.

Diriwayatkan dengan jalan lain oleh Ath Thabrani dalam Mu’jam Al Kabir (3333),

حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْحَاقَ التُّسْتَرِيُّ ، ثنا عَلِيُّ بْنُ بَحْرٍ ، ثنا قَتَادَةُ بْنُ الْفُضَيْلِ الرَّهَاوِيُّ ، قَالَ : سَمِعْتُ هِشَامَ بْنَ الْغَازِ يُحَدِّثُ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ جَدِّهِ ، أَنَّ أَبَا مَالِكٍ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَقُولُ : ” يَكُونُ فِي أُمَّتِي الْخَسْفُ وَالْمَسْخُ وَالْقَذْفُ ” ، قُلْنَا : فِيمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : ” بِاتِّخاذِهِمُ الْقَيْنَاتِ ، وَشُرْبِهِمُ الْخُمُورَ “

“Al Husain bin Ishaq At Tastari menuturkan kepadaku, Ali bin Bahr menuturkan kepadaku, Qatadah bin Al Fudhail Ar Rahawi menuturkan kepadaku, aku mendengar Hisyam bin Al Ghaz berkata, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Abu Malik berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Di umat ini kelak nanti akan ada (peristiwa) di mana orang-orang ditenggelamkan (ke dalam bumi), dilempari batu dan diubah wajahnya”. Beliau ditanya, “Karena apa hal itu terjadi wahai Rasulullah!” Beliau menjawab, “Karena banyaj orang menjadi penyanyi dan banyak orang minum khamr”.

Al Ghaz tidak ditemukan jarh wa ta’dil-nya namun Hisyam (perawi tsiqah) meriwayatkan darinya, sehingga statusnya majhul hal. Sedangkan ayahnya, Abu Al Ghaz Rabi’ah bin ‘Amr, statusnya mukhtalif fii shahbatihi namun Ad Daruquthni men-tsiqah-kannya. Sedangkan yang lainnya tsiqah. Karena adanya perawi yang majhul sanad ini tidak bisa menjadi syahid.

Diriwayatkan dengan jalan lain, dicatat dalam Jami’ At Tirmidzi (2142), Musnad Ar Ruyani (146)

نا ابْنُ إِسْحَاقَ ، أنا أَبُو مُوسَى الْهَرَوِيُّ ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْقُدُّوسِ ، قَالَ : حَدَّثَنِي الأَعْمَشُ ، عَنْ هِلالِ بْنِ يَسَافٍ ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” يَكُونُ فِي هَذِهِ الأُمَّةِ خَسْفٌ وَقَذْفٌ وَمَسْخٌ ” ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، وَمَتَى ذَاكَ ؟ قَالَ : ” إِذَا ظَهَرَتِ الْمَعَازِفُ ، وَكَثُرَتِ الْقِيَانُ ، وَشُرْبُ الْخُمُورِ “

Ibnu Ishaq mengabarkan kepadaku, Abu Musa Al Harawi mengabarkan kepadaku, Abdullah bin Abdil Quddus menuturkan kepadaku, Al A’masy menuturkan kepadaku, dari Hilal bin Yasaf dari Imran bin Hushain, dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda: “Di umat ini kelak nanti akan ada (peristiwa) di mana orang-orang ditenggelamkan (ke dalam bumi), dilempari batu dan diubah wajahnya”. Beliau ditanya, “Kapankah hal itu terjadi wahai Rasulullah!” Beliau menjawab, “Ketika alat-alat musik merajalela,  banyak muncul para penyanyi dan banyak orang minum khamr”.

Semua perawinya tsiqah kecuali Abdullah bin Abdil Quddus. Ia orang syiah dan statusnya dhaif, sebagaimana dikatakan oleh Yahya bin Ma’in, An Nasa-i dan Ad Daruquthni. Sehingga sanad ini juga lemah namun bisa menjadi syahid.

Diriwayatkan dengan jalan lain, dicatat Ibnul Jauzi dalam Talbis Iblis (117) dari jalan Shalih bin Abdillah,

صالح بْن عَبْدِ اللَّهِ ، ثنا الفرج بْن فضالة ، عَنْ يَحْيَى بْن سَعِيد ، عَنْ مُحَمَّد بْن عُمَر بْن عَلِيّ بْن أبي طالب ، عَنْ عَلِيّ بْن أبي طالب رَضِيَ اللَّهُ عنه ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إِذَا فَعَلَتْ أُمَّتِي خَمْسَ عَشْرَةَ خِصْلَةً حَلَّ بِهَا الْبَلاءُ فَذَكَرَ مِنْهَا إِذَا اتُّخِذَتِ الْقِيَانُ وَالْمَعَازِفُ “

Dari Shalih bin Abdillah, Al Faraj bin Fadhalah menuturkan kepadaku, dari Yahya bin Sa’id, dari Muhammad bin Umar bin Ali bin Abi Thalib, dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Jika umatku melakukan 15 perbuatan, maka mereka layak mendapatkan bala bencana”. Beliau menyebutkan diantaranya berprofesi menjadi penyanyi dan bermain alat musik.

Al Faraj bin Fadhalah statusnya dhaif. Adapun yang lainnya perawi tsiqah. Sehingga sanad ini juga lemah namun bisa menjadi syahid.

Diriwayatkan dengan jalan lain oleh Ath Thabrani dalam Mu’jam Al Ausath (5203),

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ النَّضْرِ الأَزْدِيُّ ، قَالَ : نَا بِشْرُ بْنُ الْوَلِيدِ ، قَالَ : نَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْيَمَامِيُّ ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” وَالَّذِي بَعَثَنِي بِالْحَقِّ لا تَنْقَضِي الدُّنْيَا حَتَّى يَقَعَ بِهِمُ الْخَسْفُ ، وَالْمَسْخُ ، وَالْقَذْفُ ” ، قَالُوا : وَمَتَى ذَاكَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ ؟ قَالَ : ” إِذَا رَأَيْتَ النِّسَاءَ رَكِبْنَ السُّرُوجَ ، وَكَثُرَتِ الْقَيْنَاتُ ، وَشُهِدَ بِشَهَادَاتِ الزُّورِ ، وَشَرِبَ الْمُصَلُّونَ فِي آنِيَةِ أَهْلِ الشِّرْكِ : الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ ، وَاسْتَغْنَى الرِّجَالُ بِالرِّجَالِ ، وَالنِّسَاءُ بِالنِّسَاءِ ، فَاسْتَدْفِرُوا وَاسْتَعِدُّوا ” ، وَأَوْمَأَ بِيَدِهِ فَوَضَعَهَا عَلَى جَبْهَتِهِ يَسْتُرُ وَجْهَهُ

Muhammad bin Nadhar Al Azdi menuturkan padaku, Bisyr bin Al Walid mengabarkan kepadaku, Sulaiman bin Dawud Al Yamami mengabarkan padaku, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, beliau bersabda: “Demi Dzat yang mengutusku dengan Al Haq, sungguh dunia tidak akan berakhir sebelum terjadi peristiwa orang-orang ditenggelamkan (ke dalam bumi), diubah wajahnya, dan dilempari batu”. Beliau ditanya: ‘Kapan itu terjadi wahai Nabi?’. Beliau menjawab: “Ketika kalian melihat wanita berkendara di atas pelana, dan banyak penyanyi wanita, dan banyak orang yang bersumpah palsu, dan banyak prang-orang yang masih shalat namun mereka minum dari bejana kaum musyrikin yang terbuat dari emas dan perak, lelaki merasa cukup berhubungan dengan lelaki, dan wanita merasa cukup dengan wanita. Maka waspadalah dan bersiaplah“. Beliau lalu memberi isyarat dengan menutup dahi dan wajahnya menggunakan tangannya.

Kelemahan terdapat pada Sulaiman bin Dawud Al Yamami, Al Bukhari berkata tentangnya: “munkarul hadits“. Juga pada Yahya bin Abi Katsir, perawi yang masyhur sebagai mudallis, meriwayatkan dengan lafadz ‘an. Sehingga sanad ini sangat lemah dan tidak bisa menjadi syahid.

Diriwayatkan dengan jalan lain, dicatat oleh Ibnu Abid Dunya dalam Dzammul Malahi (4),

حَدَّثَنِي الْحَسَنُ بْنُ مَحْبُوبٍ , قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ , قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو مَعْشَرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ , عَنْ عَائِشَةَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَكُونُ فِي أُمَّتِي خَسْفٌ وَمَسْخٌ وَقَذْفٌ» قَالَتْ عَائِشَةُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , وَهُمْ يَقُولُونَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ؟ قَالَ: «إِذَا ظَهَرَتِ الْقِيَانُ , وَظَهَرَ الرِّبَا , وَشُرِبَتِ الْخَمْرُ , وَلُبِسَ الْحَرِيرُ , كَانَ ذَا عِنْدَ ذَا»

Al Hasan bin Mahbub menuturkan padaku, Abu Nadhr Hasyim bin Al Qasim menuturkan kepadaku, Abu Ma’syar menuturkan padaku, dari Muhammad bin Munkadir, dari ‘Aisyah radhiallahu’anha, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Di umat ini kelak nanti akan ada (peristiwa) di mana orang-orang ditenggelamkan (ke dalam bumi), dilempari batu dan diubah wajahnya”. Aisyah bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu bersyahadat laailaaha illallah?“. Beliau menjawab, “Ya, itu terjadi ketika banyak penyanyi, riba merajalela, khamr banyak diminum, sutra banyak dipakai lelaki, lalu begini dan begitu”.

Abu Ma’syar di sini adalah Nazif bin Abdirrahman As Sindi, statusnya dhaif. Al Husain bin Mahbub tidak ditemukan jarh wa ta’dil-nya namun Ibnu Abid Dunya meriwayatkan darinya, sehingga ia statusnya majhul haal. Selainnya, tsiqah. Sehingga sanad ini sangat lemah dan tidak bisa menjadi syahid.

Dan masih ada beberapa jalan lagi yang tidak lepas dari kelemahan.

Sampai disini kita bisa lihat bahwa hadits ini memiliki beberapa banyak jalan yang saling menguatkan dan mengangkat derajatnya minimal menjadi hasan li ghairihi. Namun terdapat masalah lain, yaitu terdapat jalan lain secara mursal, dicatat dalam Mushannaf Ibnu Abi Syaibah (36843)

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنِ ابْنِ سَابِطٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إِنَّ فِي أُمَّتِي خَسْفًا وَمَسْخًا وَقَذْفًا ” , قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ , وَهُمْ يَشْهَدُونَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ؟ فَقَالَ : ” نَعَمْ , إِذَا ظَهَرَتِ الْمَعَازِفُ وَالْخُمُورُ وَلُبِسَ الْحَرِيرُ “

Waki’ menuturkan kepadaku, dari Abdullah bin ‘Amr bin Murrah, dari ayahnya, dari Ibnu Sabith, ia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Di umat ini kelak nanti akan ada (peristiwa) di mana orang-orang ditenggelamkan (ke dalam bumi), dilempari batu dan diubah wajahnya”. Beliau ditanya, “wahai Rasulullah, apakah mereka orang-orang yang bersyahadat laailaaha illallah?” Beliau menjawab, “Iya, itu terjadi ketika alat-alat musik merajalela, banyak muncul para penyanyi dan banyak orang minum khamr, serta banyak orang memakai sutra”.

Semua perawinya tsiqah kecuali Abdullah bin ‘Amr bin Murrah, ia berstatus shaduq.

Para ulama hadits berbeda pendapat mengenai masalah ta’lil al maushul bil irsal, yaitu apakah hadits yang maushul menjadi cacat jika ternyata ada jalan lain yang mursal. Syaikh Jamaluddin Al Qasimi menjelaskan:

فقد كثر إعلال الموصول بالإرسال، والمرفوع بالوقف إذا قوي الإرسال أو الوقف بكون راويهما أضبط أو أكثر عددًا على الاتصال أو الرفع وقد يعلون الحديث

“Banyak terjadi ta’lil (pencacatan) terhadap hadits maushul karena terdapat jalan lain yang mursal. Juga terhadap hadits mar’fu karena terdapat jalan lain yang mauquf. Jika jalan yang mursal atau mauquf itu perawinya lebih kuat dari sisi dhabt-nya atau lebih banyak jalan-jalannya dibanding dengan yang muttashil atau marfu, maka ketika itu haditsnya menjadi tercatati” (Qawa’id At Tahdits, 131)

Sehingga jika kita tinjau data-data di atas, jika kita gabungkan jalan-jalan yang maushul, hadits ini tidak bisa tercacati oleh mursal-nya sebab jalan-jalannya lebih banyak dan kualitas perawinya lebih bagus karena saling menguatkan.

Kesimpulannya, derajat hadits ini hasan, sebagaimana dinyatakan Asy Syaukani (Nailul Authar, 8/262), bahkan Al Albani menyatakan hadits ini bisa terangkat sampai derajat shahih (Shahih Al Jami’, 3665). Wallahu’alam.

—

Penulis: Yulian Purnama
Artikel Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
Yulian Purnama, S.Kom.

Yulian Purnama, S.Kom.

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Ilmu Komputer UGM, kontributor web Muslim.or.id dan Muslimah.or.id

Artikel Terkait

Derajat Hadis Membaca Doa Melihat Kakbah

oleh Muhammad Insan Fathin
19 Maret 2026
0

Mengunjungi Baitullah al-Haram, Kakbah, merupakan impian setiap Muslim. Di antara penyempurna rukun dari agama Islam adalah ibadah haji. Sebagian ulama...

Penjelasan Hadis tentang Botak Sebagai Ciri Fisik Khawarij

oleh Muhammad Insan Fathin
6 Februari 2026
0

Pemikiran Khawarij adalah pemikiran yang sangat menyimpang dalam Islam. Bahkan, bisa dipastikan bahwa pemikiran Khawarij adalah pemikiran kelompok yang keluar...

Hadis Arbain An-Nawawiyah

Penjelasan Hadis Arba’in An-Nawawiyah (Bag. 3): Hadis 2, Iman, Islam, dan Ihsan

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
17 November 2025
1

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ أَيْضًا قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللّٰهِ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ...

Artikel Selanjutnya

Serial 5 Alam Jin: Makanan dan Minuman Jin

Komentar 10

  1. Abu Umar says:
    13 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum warrahmatullah

    Artikel yang sangat bermanfaat, namun alangkah lebih baiknya jika penulis mencantumkan definisi dari istilah-istilah yang dipakai untuk menerangkan status hadits tersebut, misalnya tsiqah, marfu, mauquf dsb dalam bahasa Indonesia, dikarenakan pengunjung website ini tidak semuanya berasal dari kalangan yang sudah mengerti ilmu hadits. Bisa definisi tersebut berupa catatan kaki ataupun dicantumkan link ke artikel yang menerangkan mengenai istilah-istilah tersebut..

    Reply
  2. Zulfan Yacoeb says:
    13 tahun yang lalu

    Subhanallah, zaman sekarang banyak sekali seperti yg diutarakan tsb diatas, mudah2an kita semua diberi petunjuk oleh Allah SWT dengan menjauhi semua larangan dan melaksanakan semua perintahNya, Aamin.

    Reply
  3. Hamba Allah says:
    13 tahun yang lalu

    Gak ngerti bahasa Arab, Mauquf itu apa sih artinya???

    Reply
  4. abu ibrahim says:
    13 tahun yang lalu

    Alhamdulillah!

    Reply
  5. ali yahya khan says:
    13 tahun yang lalu

    saya bingung dengan status hadist-hadist tersebut, misalnya munkarul, tsiqah, marfu, mauquf dan sebagainya, saya bukan anak pondok dan benar-benar tidak paham maksud diatas. tolong kasih penjelasan kepada saya, baik email atau diulang kembali artikel diatas. berharap dg sangat

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      13 tahun yang lalu

      #ali yahya khan dan semua pembaca
      Untuk memahaminya tidak cukup diuraikan dalam 1 artikel. Semoga anda bersemangat untuk belajar ilmu hadits.

      Reply
  6. Arif says:
    5 tahun yang lalu

    Yang jelas nya hadits ini dihasankan oleh ulama ahli hadits, jadi kita bisa mengambil ilmu yang bermanfaat darinya, karena semenjak saya meninggalkan mendengar musik saya jadi lebih cinta mendengarkan Al-Qur’an.. Alhamdulillah ini semua keutamaan yang Allah Subhanahu wataala berikan..

    Reply
  7. Dyah Rahmawati says:
    2 tahun yang lalu

    Masya Allah, Alhamdulillah atas hidayah-Mu ya Allah. semoga sy bisa istiqomah, sejak sy hapus music di hp sekaligus dan membersihkan rumah sy dr musik scr bertahap, dan memperdengarkan Al Qur’an, kami serumah lbh mudah menjalankan ibadah kpd Allah Ta’ala dan mendengarkan Al Qur’an. sy memang mrasakan sendiri, memang tdk mungkin Al Quran dan musik ada dalam satu hati.

    Reply
  8. Mahadi Harahap says:
    10 bulan yang lalu

    maaf ustadz kesimpulan hadist di atas semuanya hadist dhoif ya..?

    Reply
    • M. Saifudin Hakim says:
      10 bulan yang lalu

      Kesimpulan tulisan di atas ada di paragraf terahir, silakan dicermati kembali. Baarakallahu fiik.

      Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 4   +   7   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah