Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Ketika Rasa Dengki Muncul Di Hati

Yulian Purnama, S.Kom. oleh Yulian Purnama, S.Kom.
30 Desember 2013
di Akhlak dan Nasihat
Ketika Rasa Dengki Muncul Di Hati
Share on FacebookShare on Twitter

Syaikh ‘Abdul Aziz bin Baz ditanya oleh seorang wanita: “Saya ingin bertaubat kepada Allah dari sifat hasad. Saya sudah berusaha untuk lepas dari sifat tersebut semampu saya, namun setan senantiasa menggoda saya untuk kembali pada sifat tersebut dalam banyak kesempatan melalui jalan iri hati. Ketika saya iri kepada teman saya atau kepada para wanita yang lain, lalu saya pun hasad. Saya dengar perkataan dari sahabat saya, katanya: “tahan saja rasa irimu dan hasadmu di hati dan jangan sampai terucap di mulut, sehingga Allah tidak menganggapnya dosa””.

Beliau menjawab:

Ya, jika anda hasad (dengki), maka lawanlah sekuat tenaga dalam hati anda. tahan rasa hasad tersebut dan jangan sampai anda melakukan sesuatu yang bertentangan dengan syariat. Jangan sampai anda memberi gangguan pada orang yang anda dengki. Baik dengan perkataan maupun perbuatan.  Mintalah kepada Allah untuk mencondongkan hati anda dan agar tidak menjerumuskan hati anda pada sifat yang berbahaya. 

Ketika seseorang hasad namun ia tidak mewujudkannya dalam suatu aksi maka itu tidak membuatnya berdosa selama ia tidak melakukan apa-apa. Tidak memberi gangguan pada orang yang dihasadi dan juga tidak berusaha menghilangkan nikmat yang ia dapatkan. Jangan bicara apapun yang dapat merusak kehormatannya. Apapun yang anda ketahui pada dirinya maka tahan saja dalam hati, ini tidak membuat anda berdosa.

Namun anda harus tetap waspada agar tidak mengatakan sesuatu apapun atau melalukan apapun yang mengganggu orang yang yang anda dengki. Terdapat hadits dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:

إياكم والحسد فإن الحسد يأكل الحسنات كما تأكل النار الحطب

“jauhilah hasad karena hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar”

Hasad itu khabits (hal tercela). Namun hasad ini pertama kali menganggu orang yang memilikinya, hasad akan meresahkan pemiliknya sebelum akhirnya ia membuat gangguan pada orang lain. Maka hendaknya seorang mukmin itu senantiasa waspada terhadap sifat ini dengan terus berdoa kepada Allah memohon ‘afiyah (keselamatan diri dari keburukan). Seorang mukmin itu tunduk kepada Allah, demikian juga dalam hal ini ia hendaknya merendahkan diri kepada Allah memohon untuk dihilangkan sifat hasad ini dari hatinya. Sehingga tidak tersisa lagi sedikit pun. Dan ketika anda merasa hasad itu akan muncul, berjuanglah dalam hati anda untuk menahannya di dalam hati dan menahan diri untuk tidak memberi gangguan kepada orang yang anda dengki. Baik perkataan maupun perbuatan. Wallahul musta’an.

 

Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/52707

—

Penerjemah: Yulian Purnama

Artikel Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
Yulian Purnama, S.Kom.

Yulian Purnama, S.Kom.

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Ilmu Komputer UGM, kontributor web Muslim.or.id dan Muslimah.or.id

Artikel Terkait

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 5): Tips Berinteraksi dan Memilih Pertemanan

oleh Glenshah Fauzi
28 September 2026
0

Beberapa larangan dalam memilih pertemanan Ingatlah bahwa agama kita sangat memperhatikan sirkel pertemanan. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberikan wasiat, اَلْمَرْءُ...

Ekonomi Umat yang Berdaya: Visi Islam untuk Kaum Muslimin yang Kuat dan Mandiri

oleh Muhammad Insan Fathin
22 September 2026
0

Terdapat sebuah pemahaman keliru yang menyebar dan terkadang menjadi hal yang diperdebatkan di tengah umat, juga disalahpahami. Orang yang saleh...

Seni Memaafkan: Investasi Terbaik untuk Ketenangan Jiwa

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
20 September 2026
1

Dalam kehidupan sosial yang dinamis, konflik adalah sunnatullah dan suatu keniscayaan. Namun, kemampuan untuk memberi maaf bukan sekadar tindakan sosial,...

Artikel Selanjutnya
TERSENYUM KETIKA SHALAT - muslimorid

Fatwa Ulama: Tersenyum Ketika Shalat

Komentar 1

  1. Agrippin L Finnegan says:
    12 tahun yang lalu

    Barakallahu fiikum.

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 10   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah