Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Terapi Dua Keburukan

Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST. oleh Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST.
24 Januari 2013
di Tazkiyatun Nufus
Terapi Dua Keburukan
Share on FacebookShare on Twitter

Salah satu dzikir pagi dan petang yang mungkin pernah kita ucapkan adalah dzikir berikut,

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ.

“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya, dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim”. (HR. At Tirmidzi: 3392, Abu Dawud: 5067).

Hadits di atas menunjukkan bahwa terdapat dua jenis keburukan yang sepatusnya diwaspadai oleh seorang hamba, yaitu keburukan yang bersifat internal dan eksternal.

Keburukan internal adalah keburukan yang berasal dari diri kita sendiri sebagaimana ditunjukkan lafadz hadits “أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ”, yang artinya aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku. Adapun keburukan eksternal ditunjukkan oleh lafadz “الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ”, (aku berlindung kepadaMu) dari kejahatan setan dan bala tentaranya.

Dan pada puncaknya, kedua keburukan ini dapat mengakibatkan seseorang melakukan kejelekan terhadap dirinya sendiri atau bahkan kepada orang lain.

Obatnya telah Allah jelaskan ketika memberitakan kisah Yusuf ‘alaihissalam dalam dua firman-Nya. Firman yang pertama adalah ayat di bawah ini

كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاء إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

“Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.….” (QS. Yusuf : 24).

Pada ayat sebelumnya, Allah telah menyatakan bahwa jiwa nabi Yusuf pun telah membisikkan kekejian ketika istri al-Aziz menggodanya. Namun, Allah menjaga beliau dari bisikan untuk melakukan perbuatan keji tersebut karena keikhlasan yang dimilikinya.

Sedangkan firman yang kedua adalah firman-Nya,

فَاسْتَجَابَ لَهُ رَبُّهُ فَصَرَفَ عَنْهُ كَيْدَهُنَّ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Maka Rabbnya memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Yusuf: 34).

Adapun ayat ini menyatakan do’a yang dipanjatkan menjadi sebab Allah berkenan menghindarkan nabi Yusuf ‘alaihissalam dari tipu daya.

Dua ayat di atas menyebutkan dua hal yang dapat membentengi seseorang dari dua keburukan yang telah disebutkan sebelumnya. Kedua hal tersebut adalah keikhlasan dan do’a yang berangkat dari ketundukan hati kepada-Nya. Dengan keikhlasan, Allah akan menjaga seorang hamba dan memberikan taufik kepada jiwanya untuk senantiasa melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan. Allah pun akan mengabulkan do’a hamba yang tunduk kepada-Nya dan akan memalingkan keburukan dan tipu daya yang berasal dari balatentara setan, baik yang berwujud jin maupun manusia. Ketika nabi Yusuf alaihissalam merealisasikan kedua hal ini dengan sempurna, Allah pun menjaganya dari keburukan yang berasal dari batin beliau sendiri dan keburukan pihak lain yang melancarkan tipu daya. 

Demikianlah, dapat disimpulkan bahwa perlindungan dan pertolongan Allah kepada hamba dari dua keburukan tersebut sebanding dengan kualitas keikhlasan yang dimiliki hamba tersebut dan kekuatan do’a serta ketundukan hatinya kepada Allah ‘azza wa jalla.

Semoga ada manfaatnya. Maaf, jika saya tidak pandai merangkai kata.

Wallahu ta’ala a’lam bish shawab.

Baca juga: Bacaan Dzikir Setelah Shalat

—

Penulis: M. Nur Ichwan Muslim
Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin
Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST.

Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST.

Alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta,

Artikel Terkait

Ketika Orang Lain Memuji Kita: Menundukkan Hati di Tengah Sanjungan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
5 Juli 2026
0

Siapa yang tidak senang ketika dipuji? Hampir setiap orang merasa bahagia saat mendengar kata-kata penghargaan, sanjungan, atau pengakuan dari orang...

Kesibukan yang Menipu Prioritas: Terjerat Aktivitas, Terlupa Kewajiban

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
31 Mei 2026
0

Dalam hidup ini, semua orang pasti memiliki kesibukan. Namun, tidak semua kesibukan itu bernilai di sisi Allah Ta'ala. Seorang muslim...

Mengenali Diri Sendiri, Jalan Menuju Ketenangan Hati

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
6 Mei 2026
0

Dalam perjalanan hidup yang penuh liku, manusia kerap tersesat bukan karena gelapnya jalan, tetapi karena tidak mengenal dirinya sendiri. Kita...

Artikel Selanjutnya

Fatwa Ulama: Jika Ibu Berdoa Kejelekan Terhadap Anaknya Yang Masih Kecil

Komentar 3

  1. upik el says:
    13 tahun yang lalu

    Jazakumullahu khairan … Smoga bermanfaat

    Reply
  2. asep says:
    13 tahun yang lalu

    Jazakalloh Biahsanil Jazaa, ust mohon izin copy dan ins alloh saya akan sering mampir kesini, wass.

    Reply
  3. Fitri says:
    13 tahun yang lalu

    Sangat bermanfaat buatku ,

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   8   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah