Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Keteguhan Para Sahabat Pada Masa Awal Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi (Bag. 1)

Fajar Rianto oleh Fajar Rianto
2 Juli 2026
di Jejak Islam
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Keteguhan Utsman bin Affan setelah masuk Islam
  • Keteguhan az-Zubair bin al-‘Awwam setelah masuk Islam
  • Masuk Islamnya Abdurrahman bin ‘Auf
  • Keteguhan Sa‘ad bin Abi Waqqash di hadapan ibunya
  • Masuk Islamnya Thalhah bin ‘Ubaidillah
  • Sa‘id bin Zaid dan ujian dari keluarganya
  • Masuk Islamnya Abdullah bin Mas‘ud
  • Lima sahabat yang masuk Islam bersama-sama

Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas permulaan dakwah secara sembunyi-sembunyi atau dakwah sirriyyah. Pada artikel ini, kita akan melihat sebagian keteguhan para sahabat generasi awal setelah mereka menerima Islam.

Tidak dipungkiri bahwa Abu Bakar ash-Shiddiq memiliki andil besar dalam mengajak orang-orang untuk masuk ke dalam agama Islam di masa dakwah secara sembunyi-sembunyi. Beliau aktif mendakwahkan Islam kepada orang-orang yang beliau percayai. Setidaknya ada lima tokoh yang masuk Islam melalui beliau: Utsman bin Affan, az-Zubair bin al-’Awwam, Abdurrahman bin ‘Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, dan Thalhah bin ‘Ubaidillah. Mereka semua termasuk ke dalam jajaran sepuluh orang yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah ﷺ. Kita akan bahas sekilas kisah masuk Islamnya mereka dan para sahabat lainnya.

Keteguhan Utsman bin Affan setelah masuk Islam

Setelah masuk Islam, Utsman mendapatkan pertentangan dari keluarganya sendiri. Saat itu, usianya mendekati tiga puluh tahun. Paman beliau, al-Hakam bin Abil ‘Ash (الحكم بن أبي العاص), mengikat Utsman dengan tali lantaran keislamannya. Al-Hakam juga berkata, “Apakah kamu membenci agama nenek moyangmu kemudian memilih agama yang baru muncul?! Demi Allah, aku tidak akan melepaskanmu hingga kamu meninggalkan agama yang sedang kamu pegang.”

Namun, Utsman menolak sembari menjawab, “Demi Allah, aku tidak akan meninggalkannya dan tidak akan berpisah darinya.” Melihat keteguhan Utsman di atas kebenaran, al-Hakam akhirnya melepaskan dan membiarkannya.

Keteguhan az-Zubair bin al-‘Awwam setelah masuk Islam

Pertentangan juga dialami oleh az-Zubair bin al-’Awwam. Saat ia memeluk Islam, pamannya, Naufal bin Khuwailid (نوفل بن خويلد) pernah mengepulkan asap kepadanya dalam keadaan terikat. Ini dilakukan oleh pamannya dengan tujuan agar ia kembali kepada agama nenek moyangnya. Akan tetapi, Allah menguatkannya dengan keteguhan sehingga ia tetap di atas agama Islam. Az-Zubair bin al-’Awwam kala itu adalah seorang pemuda yang belum jauh dari usia balig.

Baca juga: Biografi Az-Zubair bin Al-‘Awwam

Masuk Islamnya Abdurrahman bin ‘Auf

Abdurrahman bin ‘Auf juga masuk Islam melalui ajakan Abu Bakar ash-Shiddiq. Pada masa jahiliah, ia bernama ‘Abd ‘Amr (عبد عمرو). Setelah masuk Islam, Rasulullah ﷺ menamainya Abdurrahman. Abdurrahman bin ‘Auf sudah masuk Islam sebelum Rasulullah ﷺ menjadikan rumah al-Arqam bin Abil Arqam (Darul Arqam) sebagai pusat dakwah.

Baca juga: Biografi Abdurrahman bin Auf: Sahabat Mulia dan Dermawan

Keteguhan Sa‘ad bin Abi Waqqash di hadapan ibunya

Sa’ad bin Abi Waqqash mendapatkan pertentangan hebat dari ibunya saat masuk Islam. Ibunya, Hamnah binti Abi Sufyan (حمنة بنت أبي سفيان) berkata setelah mengetahui keislamannya, “Wahai Sa’ad, telah sampai kepadaku bahwa kamu telah keluar dari agama nenek moyangmu. Demi Allah, aku tidak akan dinaungi dari panas dan dingin, dan makanan serta minuman haram bagiku, sampai kamu kafir kepada Muhammad.” Ibunya mengancam Sa’ad dengan tidak tinggal di rumah, tidak makan, dan tidak minum jika Sa’ad tetap di atas agama Islam. Ibunya melakukan hal itu selama tiga hari.

Sa’ad pun mendatangi Rasulullah ﷺ dan mengadukan perihal ibunya tersebut. Maka Allah Ta’ala menurunkan firman-Nya dalam surah Al-’Ankabut sebagai pengajaran,

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا ۖ وَإِن جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۚ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

“Kami wajibkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Namun jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak memiliki ilmu tentangnya, maka janganlah engkau menaati keduanya. Kepada-Kulah tempat kembali kalian, lalu Aku akan memberitahukan kepada kalian apa yang dahulu kalian kerjakan.” (QS. Al-’Ankabut: 8)

Baca juga: Keutamaan-Keutamaan Sa’ad bin Abi Waqash

Masuk Islamnya Thalhah bin ‘Ubaidillah

Thalhah bin ‘Ubaidillah juga masuk Islam melalui Abu Bakar ash-Shiddiq. Sebelumnya, Thalhah telah mengetahui penyebutan Rasulullah ﷺ dan sifat-sifatnya dari para rahib. Ketika Abu Bakar ash-Shiddiq mengajaknya, kemudian ia mendengar sesuatu dari Rasulullah ﷺ, serta ia melihat agama Islam kokoh dan jauh dari cela-cela yang ada pada bangsa Arab, maka Thalhah pun segera masuk Islam.

Baca juga: Awal Kehidupan dan Kisah Thalhah di Perang Uhud

Sa‘id bin Zaid dan ujian dari keluarganya

Sa’id bin Zaid juga termasuk orang yang pertama masuk Islam. Beliau juga masuk Islam sebelum rumah al-Arqam bin Abil Arqam menjadi pusat dakwah. Dalam salah satu riwayat, Sa‘id bin Zaid pernah menceritakan bahwa dirinya bersama istrinya, Fathimah binti al-Khaththab, pernah diikat oleh Umar bin al-Khaththab sebelum Umar masuk Islam. Peristiwa ini menunjukkan adanya penentangan dari keluarga akibat keislaman mereka.

Baca juga: Biografi Singkat Sa’id bin Zaid

Masuk Islamnya Abdullah bin Mas‘ud

Selain melalui Abu Bakar ash-Shiddiq, ada pula sahabat Nabi yang masuk Islam setelah melihat mukjizat Rasulullah ﷺ. Di antaranya adalah sahabat Abdullah bin Mas’ud. Ia dahulu sempat bekerja sebagai penggembala kambing milik Uqbah bin Abi Mu’aith (عقبة بن أبي معيط). Di tengah-tengah pekerjaannya, Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar ash-Shiddiq melintas melewatinya. Kemudian Rasulullah ﷺ bertanya kepada Abdullah bin Mas’ud, “Apakah ada susu?” Maksudnya apakah ada kambing gembalaan Ibnu Mas’ud yang memiliki susu pada ambingnya. Ibnu Mas’ud mengatakan iya, tetapi ia menyampaikan kepada Rasulullah ﷺ bahwa dirinya hanya diberi amanah sehingga tidak berhak memberikan susu kepada orang lain.

Kemudian Rasulullah ﷺ bertanya, “Apakah ada kambing betina yang belum dikawini pejantan?” Ibnu Mas’ud pun membawakan kambing tersebut beserta wadahnya kepada Rasulullah ﷺ. Kemudian Rasulullah ﷺ mengusap ambingnya dan tiba-tiba air susu keluar dengan melimpah. Rasulullah ﷺ kemudian memerahnya dan meminum susu tersebut. Beliau ﷺ juga memberikan susu tersebut kepada Abu Bakar ash-Shiddiq. Setelah itu, Rasulullah ﷺ berkata kepada ambing tersebut, “Menyusutlah!” Seketika, ambing itu pun mengkerut kembali seperti semula.

Setelah melihat tanda-tanda yang terang dan mengetahui akhlak-akhlak mulia yang diserukan Islam, ia pun segera meninggalkan penyembahan berhala dan senantiasa bersama Rasulullah ﷺ.

Abdullah bin Mas’ud sering masuk menemui Rasulullah ﷺ tanpa dihalangi. Ia dikenal dekat dengan Rasulullah ﷺ. Ia berjalan di depan beliau, menutupi beliau ketika beliau mandi, membangunkan beliau ketika tidur, serta memakaikan dan membawakan sandal beliau.

Baca juga: Kisah Pemegang Rahasia Rasulullah, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu

Lima sahabat yang masuk Islam bersama-sama

Ada pula para sahabat yang mendatangi Rasulullah ﷺ bersama-sama. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ada lima orang yang bersama-sama mendatangi Rasulullah ﷺ. Mereka adalah Utsman bin Mazh’un, Abdurrahman bin ‘Auf, Abu Salamah, Abu ‘Ubaidah bin al-Jarrah, dan ‘Ubaidah bin al-Harits (عبيدة بن الحارث). Kemudian Rasulullah ﷺ menawarkan Islam dan menjelaskan syariat-syariatnya kepada mereka. Akhirnya, mereka semua masuk Islam dalam satu waktu. Peristiwa ini juga terjadi sebelum pusat dakwah bertempat di rumah al-Arqam.

Baca juga: Mengambil Pelajaran dari Jihad Abu Ubaidah bin Jarrah

Demikianlah sebagian kisah para sahabat awal yang menerima Islam pada masa dakwah sirriyyah. Sebagian dari mereka masuk Islam melalui dakwah Abu Bakar ash-Shiddiq, sementara sebagian lainnya datang langsung kepada Rasulullah ﷺ setelah melihat tanda-tanda kebenaran. Tidak sedikit dari mereka yang harus menghadapi penentangan keluarga dan tekanan masyarakat. Namun, Allah meneguhkan mereka di atas Islam.

Semoga kisah mereka menjadi penguat bagi kita untuk tetap teguh di atas kebenaran. Insyaallah, kisah keteguhan para sahabat awal lainnya akan dilanjutkan pada artikel berikutnya. Wallahu Ta’ala a’lam.

[Bersambung]

LANJUT KE BAGIAN 2

***

Penulis: Fajar Rianto

Artikel Muslim.or.id

 

Referensi:

Nūr al-Yaqīn fī Sīrah Sayyid al-Mursalīn, karya Muhammad al-Khudhari.

Siyar A’lām an-Nubalā’, karya Muhammad bin Ahmad adz-Dzahabi.

al-Ishābah fī Tamyīz ash-Shahābah, karya Ibnu Hajar al-’Asqalāni.

ShareTweetPin
Fajar Rianto

Fajar Rianto

- Tertarik pada studi Islam dan literatur keagamaan - Alumni Ma'had Al-'Ilmi Yogyakarta - Alumni Ma'had Umar bin Khattab Yogyakarta - Alumni S1 Proteksi Tanaman Universitas Gadjah Mada

Artikel Terkait

Keteguhan Para Sahabat Pada Masa Awal Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi (Bag. 2)

oleh Fajar Rianto
15 Juli 2026
0

Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas beberapa kisah keteguhan para sahabat pada awal masa dakwah sirriyyah. Pada bagian kedua ini,...

Pertemuan Heraklius dengan Abu Sufyan

oleh Firdian Ikhwansyah
1 Juli 2026
0

Ketika Rasulullah mengirim surat kepada Heraklius, saat itu bertepatan juga ketika Abu Sufyan dan para pedagang dari Quraisy sedang berdagang...

Surat Rasulullah Kepada Heraklius

oleh Firdian Ikhwansyah
25 Juni 2026
0

Salah satu keistimewaan yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam dari Nabi yang lainnya adalah beliau Allah...

Artikel Selanjutnya

Penjelasan Kitab Ta'jilun Nada (Bag. 33): Huruf أَنْ yang Boleh Dilesapkan (Al-Mudhmarah Jawazan)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 10   +   2   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah