Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Biografi Az-Zubair bin Al-‘Awwam

Gazzeta Raka Putra Setyawan oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
18 Oktober 2024
di Biografi
Az-Zubair bin Al-'Awwam
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Nama
  • Nasab
  • Kunyah
  • Lakab (Julukan)
  • Keislamannya
  • Ciri fisik
  • Sifat-sifat
    • Keberanian Zubair
    • Ketawadukan
    • Ibadah Zubair bin Al-‘Awwam
  • Istri-istri
  • Anak-anak
  • Wafat

Nama

Az-Zubair bin Al-‘Awwam bin Khuwailid bin Asad bin Abdul ‘Uzza bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay Al-Quraisyi Al-Asadiy. Al-Asadiy merupakan bagian dari Quraisy.

Nasab

Ayah Zubair adalah Al-‘Awwam bin Khuwailid bin Asad bin Abdul ‘Uzza bin Qushay. Al-‘Awwam merupakan salah satu yang terbunuh pada perang Fijar. Al-‘Awwam merupakan saudara laki-laki dari Khadijah radhiyallahu ‘anha sehingga merupakan keponakan dari Khadijah.

Ibunya adalah Shafiyyah binti Abdi Muthalib bin Hasyim. Shafiyyah masuk Islam dan turut berjuang di atas jalan Allah. Shafiyyah merupakan bibi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Pada saat jahiliah, beliau menikah sebanyak dua kali. Yang pertama dengan Al-Harits bin Harb bin Umayyah. Dan setelah cerai dengan Al-Harits, menikah dengan Al-‘Awwam bin Khuwailid. Zubair memiliki dua saudara laki-laki, yaitu Abdul Ka’bah dan Sa’ib.

Nasab Az-Zubair bertemu dengan nasab Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di Qushay bin Kilab dari jalur ayahnya. Sedangkan dari jalur ibunya, bertemu di Abdul Muthalib, kakek Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kunyah

Pada mulanya, Shafiyyah (ibu Zubair) memberikan kunyah Zubair dengan Abu Thahir. Kemudian diberi kunyah Abu Abdillah (Abdullah merupakan anak dari Zubair) dan kemudian terkenal dengan kunyah tersebut sebagaimana yang banyak ditulis Adz-Dzahabi, Ibnu Katsir, dan selain mereka.

Lakab (Julukan)

Az-Zubair bin Al ‘Awwam memiliki 2 lakab, yaitu (حواري رسول الله) yang artinya adalah “Pengikut setia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam” atau “Penolong Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam” dan gelar (فارس الإسلام) yang artinya adalah “Kesatria Islam penunggang kuda”.

Keislamannya

Az-Zubair bin Al-‘Awwam merupakan di antara para sahabat yang awal-awal masuk Islam. Az-Zubair masuk Islam melalui perantara dakwah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ketika Zubair mendengarkan dakwah Abu Bakar, Zubair langsung menemui Rasulullah bersama dengan Abu Bakar dan para sahabat yang menerima dakwahnya untuk masuk Islam. Zubair tidak merasa ragu sedikit pun untuk masuk Islam dan sama sekali tidak merasa takut. Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ahli sirah mengenai usia Zubair ketika masuk Islam. Ada beberapa pendapat waktu Zubair masuk Islam, yaitu: pada usia 16 tahun, ada yang mengatakan 12 tahun, dan ada pula yang mengatakan 8 tahun.

Ketika kabar keislaman Zubair terdengar sampai ke telinga pamannya, yaitu Naufal bin Khuwailid, pamannya langsung marah besar kepada Zubair karena meninggalkan agama nenek moyangnya dan memberikan siksaan yang kejam kepada Zubair. Selain itu, sang paman juga memaksa beliau untuk kembali memeluk agama nenek moyang mereka. Namun, di tengah beratnya siksaan yang diterima Zubair dari pamannya, Zubair tetap bersabar dan teguh dengan Islam sampai pada akhirnya pamannya menyerah dan meninggalkan Zubair.

Baca juga: Biografi Jabir bin Abdillah

Ciri fisik

Az-Zubair bin Al-‘Awwam merupakan sahabat yang memiliki postur tubuh yang tinggi ketika mengendarai kuda atau unta, kedua kakinya sampai menyentuh dan menyapu tanah, memiliki kulit berwana putih, dan memiliki jambang yang tipis, namun memiliki banyak rambut di tubuhnya.

Sifat-sifat

Az-Zubair bin Al-‘Awwam merupakan seorang sahabat yang menjadi pengusaha sukses dan dermawan. Tidak hanya itu, Az-Zubair bin Al-‘Awwam memiliki sifat-sifat yang mulia, di antaranya:

Keberanian Zubair

Zubair merupakan sahabat yang tidak mengenal rasa takut di semua peperangan yang diikutinya bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Zubair merupakan sahabat yang pertama kali menghunuskan pedangnya di jalan Allah ‘Azza Wajalla. Bahkan, dalam perang Uhud, dia melakukan duel tanding melawan Thalhah bin Abi Thalhah Al-Abdari dan berhasil mengalahkannya.

Ketawadukan

Zubair merupakan sahabat yang tawaduk. Sebagai contoh, saat Perang Jamal, seusai Zubair sadar akan kesalahannya, Zubair pergi meninggalkan area peperangan sendirian tanpa ditemani seorang pun, padahal beliau memiliki budak-budak ketika itu. Dan ketika sampai di lembah Saba’, beliau istirahat dan tidur di sana.

Ibadah Zubair bin Al-‘Awwam

Zubair bin Al-‘Awwam merupakan sahabat yang banyak melalukan ibadah dan bersungguh-sungguh untuk melakukannya. Zubair banyak melaksanakan ibadah puasa, salat sunah, dan sedekah.

Zubair juga membersamai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika haji. Dan setelah Rasulullah wafat, Zubair senantiasa berhaji dan melakukan umrah berulang kali. Tidak hanya itu, Zubair juga banyak berinfak di jalan Allah ‘Azza Wajalla.

Istri-istri

Dikisahkan bahwa Az-Zubair Al-‘Awwam semasa hidupnya menikah dengan tujuh istri, sebagian di antaranya adalah Asma’ binti Abu Bakar, Ummu Khalid binti Khalid bin Sa’id bin Ibnu Al-Ash bin Umayyah, Ummu Kultsum binti ‘Uqbah bin Abu Mu’aythin, dan ‘Atikah binti Zaid bin ‘Amr bin Nufail.

Anak-anak

Az-Zubair bin Al-‘Awwam merupakan sahabat yang Allah ‘Azza Wajalla karuniai memiliki banyak anak. Di antaranya adalah Abdullah, ‘Amr, Khalid, Mush’ab, Hamzah, ‘Ubaidah, Ja’far, ‘Ashim, Al-Muhajir, ‘Urwah, Al-Mundzir, Habibah, Saudah, Hindun, Ramlah, Hafshah, Zainab, Khadijah Kubra, Khadijah Sughra, dan ‘Aisyah.

Wafat

Zubair bin Awwam wafat dibunuh oleh Amr bin Jurmuz saat sedang salat pada bulan Rabiul awal tahun 36 H. Zubair wafat di usia 66 atau 67 tahun. Berikut adalah beberapa hal yang terjadi setelah Zubair bin Awwam wafat:

Pertama: Amr bin Jurmuz membawa pedang Zubair kepada Ali bin Abi Thalib.

Kedua: Ali bin Abi Thalib langsung mengusir Amr bin Jurmuz setelah mengetahui dalang pembunuhan Zubair.

Ketiga: Ali bin Abi Thalib mencium pedang Zubair sambil menangis dan berkata, “Demi Allah, pedang ini telah banyak berjasa, digunakan oleh pemiliknya untuk membela Rasulullah dari marabahaya.”

Keempat: Kabar wafatnya Zubair bin Awwam menjadi duka yang sangat mendalam bagi Ali bin Abi Thalib.

Baca juga: Biografi Thalhah bin Ubaidillah

***

Penulis: Gazzeta Raka Putra Setyawan

Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin
Gazzeta Raka Putra Setyawan

Gazzeta Raka Putra Setyawan

- Mahasiswa STDI Imam Syafi'i Jember (2023-sekarang) - Alumnus Ma'had Aly Al Furqon Magelang - Alumnus I'dad Lughowy STDI Imam Syafi'i Jember - Alumnus Safwa University (Online)

Artikel Terkait

Biografi Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi (Bag. 2)

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
12 Juli 2026
0

Akidah beliau Salah satu hal yang sangat menonjol dari pelajaran Syekh (rahimahullah), baik yang didengar langsung maupun yang dibaca dari...

Biografi Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi (Bag. 1)

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
10 Juli 2026
0

Nama dan nasabnya Beliau bernama Muhammad al-Amin bin Muhammad al-Mukhtar bin Abdul Qadir bin Muhammad bin Ahmad Nuh bin Muhammad...

Biografi Ibnu Khuzaimah

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
23 Juni 2026
0

Nama dan kelahiran Beliau adalah Al-Hafizh, Al-Hujjah, Al-Faqih, Syekhul Islam, Imam para imam: Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah bin Al-Mughirah...

Artikel Selanjutnya
Mustahilnya Kebangkitan setelah Kematian

Bantahan terhadap Asumsi Sesat: Mustahilnya Kebangkitan setelah Kematian

Komentar 1

  1. Alvaro rayyan putra dermawan says:
    1 tahun yang lalu

    Kepanjangan

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 5   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah