Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Obat Hati Ketika Dicela

Firdian Ikhwansyah oleh Firdian Ikhwansyah
21 Maret 2026
di Tazkiyatun Nufus
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Celaan terhadap Rasulullah
    • Dijuluki mudzammam (yang tercela)
    • Dituduh sebagai penyair, penyihir, dan orang gila
  • Dua obat hati ketika dicela
    • Bertasbih dan bertahmid (berzikir)
    • Salat
  • Penutup

Dicela merupakan hal yang menyakitkan, terutama jika kita dicela bukan karena keburukan kita, bukan pula karena kita berbuat kesalahan. Terkadang kita dicela sekedar karena kebencian orang lain, dituduh melakukan hal yang tidak kita lakukan, bahkan terkadang kita dicela ketika berusaha berbuat kebaikan. Hal tersebut memang sangat menyakiti hati kita. Lalu, adakah obat hati ketika dicela?

Ketika hati kita merasa sakit tatkala dicela, ternyata ada orang yang mengalami celaan yang luar biasa dari para pembencinya. Siapakah dia? Dia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika beliau mendakwahkan Islam di Makkah, banyak orang Quraisy yang menentang dan berbuat jahat kepada Rasulullah. Di antara mereka terus-menerus menyakiti Rasulullah dengan mencela beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Celaan-celaan dari kaum Quraisy tersebut tentunya menyakiti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Terlebih lagi yang ingin beliau harapkan dalam berdakwah tentunya kebaikan bagi yang didakwahi. Ketika celaan-celaan dari kaum Quraisy tersebut sangat menyakiti hati Rasulullah, ternyata Allah menurunkan ayat yang menghibur Rasulullah yang menjadi obat hati ketika dicela.

Allah berfirman dalam surah Al-Hijir ayat 97,

وَلَقَدْ نَعْلَمُ اَنَّكَ يَضِيْقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُوْلُوْنَۙ  فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِّنَ السّٰجِدِيْنَۙ  وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَقِيْنࣖ

“Kami sungguh sangat mengetahui bahwa dadamu terasa sesak karena apa yang mereka ucapkan. Maka, bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu dan jadilah bagian dari orang-orang yang bersujud. Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan (kematian).” (QS. Al-Hijr: 97-99)

Ketika Hati Rasulullah tersakiti akibat celaan kaum Quraisy, Allah turunkan ayat tersebut sebagai hiburan dan memberikan solusi untuk dada Rasulullah yang terasa sesak. Apa itu? Bukan membalas celaan, bukan juga kabur dari ujian, tapi bertasbih memuji Allah dan bersujud (salat). Dua hal tersebut lah obat hati ketika dicela yang Allah resepkan kepada Rasulullah.

Celaan terhadap Rasulullah

Sudah menjadi bagian dari ketetapan Allah bahwa para Nabi dan orang-orang saleh merupakan orang-orang yang paling berat ujiannya. Oleh karena itu, Rasulullah mengalami banyak ujian, di antaranya celaan-celaan yang dilontarkan oleh kaum Quraisy terhadap Rasulullah.

Di antara celaan kaum Quraisy terhadap Rasulullah adalah:

Dijuluki mudzammam (yang tercela)

Di antara celaan kaum Quraisy adalah menjuluki Rasulullah sebagai mudzammam, yang artinya adalah orang yang tercela. Hal tersebut sebagaimana dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ألَا تَعْجَبُونَ كيفَ يَصْرِفُ اللَّهُ عَنِّي شَتْمَ قُرَيْشٍ ولَعْنَهُمْ؟ يَشْتِمُونَ مُذَمَّمًا ويَلْعَنُونَ مُذَمَّمًا، وأنا مُحَمَّدٌ

“Tidakkah kalian merasa heran, bagaimana Allah memalingkan dariku cacian dan laknat kaum Quraisy? Mereka mencaci ‘mudhammam’ (orang yang tercela) dan melaknat ‘mudhammam’, padahal aku adalah Muhammad (orang yang terpuji).” (HR. Bukhari)

Dituduh sebagai penyair, penyihir, dan orang gila

Di antara celaan kaum Quraisy adalah menuduh Rasulullah sebagai penyair, penyihir, dan orang gila. Hal tersebut sebagaimana tuduhan-tuduhan para penentang Rasul sebelumnya; mereka menjuluki para Rasul dan Nabi sebelumnya juga dengan julukan demikian untuk merendahkan dan menolak dakwah Islam. Allah Ta’ala berfirman,

كَذٰلِكَ مَآ اَتَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ مِّنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا قَالُوْا سَاحِرٌ اَوْ مَجْنُوْنٌ

“Demikianlah setiap kali ada seorang Rasul yang datang kepada orang-orang sebelumnya, mereka pasti mengatakan, “Dia itu adalah penyihir atau orang gila.” (QS. Adz-Dzariyat: 52)

Dua obat hati ketika dicela

Di antara cara mengobati hati kita yang tersakiti ketika dicela adalah sebagaimana yang disebutkan dalam surah Al-Hijr ayat 97-99, yaitu bertasbih (berzikir) dan bersujud (salat). Lalu, mengapa kedua hal tersebut bisa mengobati hati yang sakit ketika dicela?

Bertasbih dan bertahmid (berzikir)

Obat hati ketika dicela yang pertama adalah bertasbih dan bertahmid. Dalam tafsir Al-Baghawi disebutkan bahwa Adh-Dhahak menyatakan bahwa maksud dari firman Allah, يَقُوْلُوْنَۙ  فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ  adalah mengucapkan, سبحان الله وبحمده (‘SUBHANALLAHU WABIHAMDIH’).

Mengapa berzikir bisa mengobati hati ketika dicela? Dalam menafsirkan ayat ke-98 dari surah Al-Hijr, At-Thabari menyampaikan bahwa hal tersebut karena ketika kita menghadapi perkara yang kita benci dari orang-orang yang mencela kita, segeralah mengadu kepada Allah dengan memuji-Nya, dan mendirikan salat; niscaya Allah akan mencukupkan bagimu apa yang menyusahkanmu dari hal tersebut.

Ingat, zikir juga merupakan salah satu kunci tentramnya hati sebagaimana firman Allah Ta’ala,

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Zikir juga merupakan amalan yang Allah dan Rasul-Nya ajarkan ketika kesusahan dan musibah melanda. Oleh karena itu, salah satu cara untuk mengobati hati ketika dicela adalah dengan berzikir dengan menyucikan nama Allah dan memuji-Nya. Ketika kita mengetahui kebesaran dan kuasa-Nya, niscaya masalah kita akan menjadi kecil.

Salat

Obat hati ketika dicela yang selanjutnya adalah salat. Ketika membahas firman Allah Ta’ala, فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِّنَ السّٰجِدِيْنَ, para ulama tafsir menyebutkan bahwa yang dimaksud dari ayat tersebut adalah mendirikan salat. Adapun bertasbih dan memuji Allah adalah permulaan untuk melaksanakan salat dan salat adalah puncak dari amal kita untuk menyucikan dan memuji Allah.

Salat merupakan ibadah yang posisi seorang hamba paling dekat dengan Allah Ta’ala. Salat merupakan kondisi yang paling utama untuk kita mengadu kepada Allah Ta’ala. Dengan salat juga, Allah akan cukupkan urusan kita di hari tersebut, Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadis qudsi,

يقولُ اللَّهُ عزَّ وجلَّ يا ابنَ آدمَ لاَ تعجزني من أربعِ رَكعاتٍ في أوَّلِ نَهارِكَ أَكفِكَ آخرَهُ

“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah (enggan) untuk beribadah kepada-Ku dengan empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku akan mencukupimu di akhir harimu itu.'” (HR. Abu Dawud)

Salat juga merupakan kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau mengalami perkara yang menyedihkan. Dari Hudzaifah bin Al-Yaman, ia berkata,

كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ علَيهِ وسلَّمَ إذا حزَبه أمرٌ صلَّى

“Dahulu, apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertimpa suatu perkara yang menyedihkan (berat), beliau segera mendirikan salat.” (HR. Abu Dawud)

Penutup

Itulah dua obat hati ketika dicela yang bisa kita amalkan yang Allah ajarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada surah Al-Hijr ayat ke-97-99; yaitu bertasbih dan bertahmid, lalu mengerjakan salat.

Mari kita contoh apa yang dilakukan oleh Rasulullah, agar hati kita bisa lebih lapang ketika dicela, juga bisa jadi ajang untuk introspesksi dan perbaikan diri. Karena kita bukan Rasul yang ketika melakukan kesalahan, Allah langsung mengingatkan. Bisa jadi alasan kita dicela adalah kejelekan pribadi kita, tapi kita tidak pernah menyadari

***

Penulis: Firdian Ikhwansyah

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
Firdian Ikhwansyah

Firdian Ikhwansyah

- Alumnus S1 Kartografi dan Penginderaan Jauh Universitas Gadjah Mada - Alumnus Mahad Umar bin Khattab (2013-2015) - Alumnus Ma‘had Al Ilmi Yogyakarta (2015-2016) - Penyiar Radio Muslim Yogyakarta

Artikel Terkait

Kesibukan yang Menipu Prioritas: Terjerat Aktivitas, Terlupa Kewajiban

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
31 Mei 2026
0

Dalam hidup ini, semua orang pasti memiliki kesibukan. Namun, tidak semua kesibukan itu bernilai di sisi Allah Ta'ala. Seorang muslim...

Mengenali Diri Sendiri, Jalan Menuju Ketenangan Hati

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
6 Mei 2026
0

Dalam perjalanan hidup yang penuh liku, manusia kerap tersesat bukan karena gelapnya jalan, tetapi karena tidak mengenal dirinya sendiri. Kita...

Teks Khotbah Jumat: Maksiat Menghancurkan Kehormatan

oleh Glenshah Fauzi
8 Januari 2026
0

Khotbah pertama بسم الله الرحمن الرحيم السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ...

Artikel Selanjutnya

Kaidah Fikih: Pengaruh Niat dalam Sumpah (Bag. 1)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 0   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah