Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Tetaplah Berpegang Teguh dengan Agama, Walaupun Manusia Menyimpang

Fauzan Hidayat oleh Fauzan Hidayat
2 Desember 2024
di Manhaj
Berpegang Teguh dengan Agama
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Keutamaan istikamah di atas jalan kebenaran
  • Sikap terhadap penyimpangan di tengah masyarakat
  • Kesabaran di zaman penuh fitnah

Agama Islam adalah jalan yang lurus dan benar, yang telah diturunkan oleh Allah Ta’ala sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia. Namun, di zaman penuh fitnah ini, semakin banyak orang yang menyimpang dari jalan-Nya, meninggalkan ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta terjerumus ke dalam jalan-jalan kesesatan. Di tengah tantangan ini, umat Islam harus tetap berpegang teguh pada agama, meskipun akan terasa berat dan mungkin membuat kita tampak asing di tengah-tengah masyarakat.

Syekh Al-Allamah Shalih Al-Fauzan hafidzhahullah pernah memberikan nasihat yang sangat relevan di zaman ini. Beliau mengatakan,

تمسك بدينك ولو ضل أكثر الناس ولو أصبحت غريبا بين الناس ، اصبر على هذا ما دام إنك على حق ، لا يهمك أن ترضي فلانا ، أو تغضب فلانا ، لا عليك

“Berpegang teguhlah kamu dengan agamamu, meskipun kebanyakan manusia ini telah (menjadi) sesat. Walaupun kamu akan menjadi orang yang asing di tengah-tengah manusia. Bersabarlah di atas perkara (agama) ini, selama kamu berada di atas Al-Haq (kebenaran). Janganlah merisaukanmu keridaanmu ataupun kebencianmu terhadap si fulan. Karena semua itu tidak akan membahayakanmu.” (Syarh Kitab Al-Fitan wal Hawadits, hal. 192)

Nasihat ini mengajarkan kepada kita pentingnya istikamah (keteguhan hati) dalam berpegang pada agama, meskipun banyak orang di sekitar kita mungkin menyimpang dari kebenaran. Islam telah memberikan pedoman yang jelas melalui Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan tugas kita sebagai hamba Allah adalah tetap berada di jalan tersebut, meskipun jalan yang ditempuh oleh kebanyakan orang berlawanan dengan itu.

Keutamaan istikamah di atas jalan kebenaran

Istikamah di atas agama Islam merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim. Allah Ta’ala berfirman,

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِى مُسْتَقِيمًا فَٱتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِۦ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah jalan itu dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu diwasiatkan Allah agar kalian bertakwa.” (QS. Al-An’am: 153)

Allah Ta’ala telah menyiapkan satu jalan yang lurus bagi hamba-hamba-Nya, yaitu agama Islam, dan Dia memperingatkan kita agar tidak mengikuti jalan-jalan lain yang dapat menyesatkan dan memecah-belah. Jalan yang lurus ini adalah tuntunan yang sudah jelas melalui wahyu Allah, dan tugas kita adalah mengikutinya dengan sepenuh hati, tanpa menyimpang ke jalan yang lain.

Namun, untuk tetap berada di jalan ini tidaklah mudah. Seiring dengan berkembangnya zaman, berbagai fitnah dan cobaan datang silih berganti, menggoda manusia untuk keluar dari ajaran Islam yang murni. Oleh karenanya, diperlukan kesabaran dan keteguhan hati dalam menjalani perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah bersabda,

بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam itu dimulai dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan (ghuraba’).” (HR. Muslim no. 145)

Saudaraku, inilah masa di mana seseorang yang berpegang teguh pada agama akan membuat seseorang tampak aneh atau terasing di mata kebanyakan orang. Tetapi, justru orang-orang yang terasing inilah yang dijanjikan keberuntungan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, karena mereka tetap setia pada kebenaran, meskipun dunia di sekeliling mereka telah berubah.

Baca juga: Malapetaka Akhir Zaman dengan Hilangnya Ilmu Agama

Sikap terhadap penyimpangan di tengah masyarakat

Tidak bisa dipungkiri, di zaman yang penuh dengan fitnah ini, semakin banyak orang yang menyimpang dari ajaran Islam. Sebagian dari mereka terjebak dalam materialisme, sebagian lainnya mengikuti ideologi-ideologi yang bertentangan dengan agama, dan tidak sedikit yang meremehkan syariat Islam. Di tengah keadaan seperti ini, kita harus tetap kokoh berpegang pada prinsip-prinsip agama, walaupun terasa sulit.

Allah Ta’ala berfirman,

ٱتَّبِعُوا۟ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ

“Ikutilah apa yang telah diturunkan kepada kalian dari Rabb kalian dan janganlah kalian mengikuti wali-wali (pemimpin-pemimpin) selain-Nya, sangat sedikit dari kalian yang mengambil pelajaran (darinya).” (QS. Al-A’raf: 3)

Ikutilah jalan sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan jangan pernah terpengaruh oleh pihak-pihak yang menyimpang dari kebenaran. Allah juga memperingatkan bahwa hanya sedikit orang yang mengambil pelajaran dari peringatan-Nya, yang menunjukkan bahwa mayoritas manusia cenderung tersesat dari jalan yang benar. Namun, ini tidak boleh menyurutkan semangat kita untuk tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Allah Ta’ala juga berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَوَلَّوْا۟ عَنْهُ وَأَنتُمْ تَسْمَعُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kalian berpaling dari-Nya, sedangkan kalian mendengar (apa yang diserukan atas kalian).” (QS. Al-Anfal: 20)

Di tengah berbagai godaan dunia dan seruan-seruan yang menyesatkan, kita harus selalu mengingat bahwa ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah hal yang paling utama. Meskipun hal ini mungkin membuat kita berseberangan dengan banyak orang, namun selama kita tetap di atas kebenaran, kita tidak perlu khawatir.

Kesabaran di zaman penuh fitnah

Kesabaran adalah kunci dalam menghadapi tantangan di zaman yang penuh dengan fitnah ini. Syekh Shalih Al-Fauzan hafidzhahullah menekankan pentingnya bersabar ketika kita berpegang pada kebenaran, meskipun dunia di sekitar kita mungkin menolak atau bahkan memusuhi kita. Selama kita berada di atas jalan yang benar, keridaan atau kebencian manusia tidak seharusnya menjadi pertimbangan utama.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

Pahala bagi orang-orang yang bersabar tidak terbatas. Ini adalah motivasi besar bagi kita untuk tetap teguh dan bersabar dalam menjalani kehidupan ini, terutama ketika menghadapi berbagai cobaan dan tekanan dari masyarakat yang semakin jauh dari tuntunan agama.

Oleh karenanya, meskipun berpegang teguh pada agama Islam adalah sebuah tantangan yang besar. Namun, sebagaimana yang disampaikan oleh Syekh Shalih Al-Fauzan hafidzhahullah, kita harus tetap kokoh dalam memegang kebenaran, meskipun kita menjadi asing di tengah masyarakat. Kesabaran dan keteguhan hati adalah kunci untuk tetap istikamah di atas jalan yang lurus ini.

Sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah Ta’ala,

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِى مُسْتَقِيمًا فَٱتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِۦ ۚ

“Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah jalan itu dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya.” (QS. Al-An’am: 153)

Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan kita hidayah dan kekuatan untuk tetap berpegang teguh pada agama-Nya, serta menjadikan kita termasuk orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat.

Wallahu A’lam.

Baca juga: Tahdzir Terhadap Dai Menyimpang, Bukan Berarti Merasa Suci

***

Penulis: Fauzan Hidayat

Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin
Fauzan Hidayat

Fauzan Hidayat

- Alumni Mahad Ilmi Yogyakarta (2020) - S2 Universitas Gadjah Mada - D4 Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Artikel Terkait

Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
9 Juli 2026
0

Di tengah banyaknya perpecahan, munculnya banyak kelompok yang menyimpang, dan pemikiran yang saling mengklaim berada di atas kebenaran, seorang muslim...

Benarkah Kaidah: “Semakin Banyak Ilmu, Semakin Sedikit Menyalahkan”?

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
18 Mei 2026
0

Tersebar di tengah masyarakat perkataan: “Semakin banyak ilmu, akan semakin sedikit menyalahkan.” Kaidah tersebut dalam bahasa Arab berbunyi: مَنْ كَثُرَ عِلْمُهُ...

Menjawab Syubhat: “Jika Perkataan Ulama Bukan Dalil, Perkataan Kamu Lebih Bukan Dalil”

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
17 Mei 2026
0

Terkadang ketika kita menasihati seseorang untuk tidak taklid buta kepada pendapat ulama dan kembali kepada dalil Al-Qur'an dan As-Sunah, biasanya...

Artikel Selanjutnya
Makan Sambil Bersandar

Bolehkah Makan Sambil Bersandar (Ittika’)?

Komentar 1

  1. AbuJasmine alfakalani says:
    2 tahun yang lalu

    jazakallau khoyron , barakallahufikum

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 10   +   10   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah