Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Hukum Mengeraskan Suara ketika Membaca Al-Qur’an 

M. Saifudin Hakim oleh M. Saifudin Hakim
17 Februari 2020
di Fikih Ibadah
membaca Al-Qur'an dengan suara yang keras
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Mengeraskan Suara ketika Membaca Al-Qur’an yang Terlarang
  • Mengeraskan Suara ketika Membaca Al-Qur’an yang Dibolehkan

Terkadang ketika akan shalat sunnah di masjid ada yang sedang membaca Al-Qur’an dengan suara yang keras sehingga menganggu jamaah yang shalat

[lwptoc]

Mengeraskan Suara ketika Membaca Al-Qur’an yang Terlarang

Di antara perbuatan yang mengganggu orang-orang yang sedang shalat (sunnah) sebelum iqamat adalah adanya jamaah yang membaca Al-Qur’an dengan suara keras. Perbuatan semacam ini akan mengganggu konsentrasi atau kekhusyu’an orang-orang yang sedang shalat atau yang sedang melakukan ibadah yang lainnya. 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang perbuatan semacam ini. Hal ini sebagaimana hadits yang diceritakan dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudhri radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

اعْتَكَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ فَسَمِعَهُمْ يَجْهَرُونَ بِالْقِرَاءَةِ فَكَشَفَ السِّتْرَ وَقَالَ أَلَا إِنَّ كُلَّكُمْ مُنَاجٍ رَبَّهُ فَلَا يُؤْذِيَنَّ بَعْضُكُمْ بَعْضًا وَلَا يَرْفَعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الْقِرَاءَةِ أَوْ قَالَ فِي الصَّلَاةِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di masjid, lalu beliau mendengar mereka (para sahabat) mengeraskan bacaan (Al-Qur’an) mereka. Kemudian beliau membuka tirai sambil bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya kalian sedang berdialog dengan Rabb kalian. Oleh karena itu, janganlah sebagian kalian mengganggu sebagian yang lain, dan jangan pula sebagian yang satu mengeraskan terhadap sebagian yang lain di dalam membaca Al-Qur’an” atau beliau mengatakan, “atau dalam shalatnya.”” (HR. Abu Dawud no. 1332, shahih)

Hadits tersebut menunjukkan adanya larangan bagi orang-orang yang sedang membaca Al-Qur’an di masjid untuk meninggikan atau mengeraskan suara mereka. Karena perbuatan ini akan mengganggu jamaah lain yang sedang beribadah, baik yang sedang sama-sama membaca Al-Qur’an seperti dia, atau sedang shalat, sedang berdzikir, dan yang sedang i’tikaf.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

“Tidak boleh bagi seseorang untuk mengeraskan bacaan Al-Qur’an, baik di dalam shalat ataupun ketika di luar shalat. Jika dia di masjid, perbuatan itu akan mengganggu jama’ah lain karena suaranya.” (Majmu’ Al-Fataawa, 23: 61)

Baca Juga: Tadabbur Alquran, Cara Dahsyat Meningkatkan Iman

Mengeraskan Suara ketika Membaca Al-Qur’an yang Dibolehkan

Adapun jika suara tersebut tidak mengganggu orang lain, maka terdapat hadits-hadits yang menunjukkan bolehnya perbuatan tersebut. Lebih-lebih jika orang yang mengeraskan suara tersebut tidak khawatir akan tertimpa penyakit riya’ atau mencari pujian dan popularitas. Dan mengeraskan suara ini lebih ditekankan lagi jika dalam rangka mengajarkan ilmu (Al-Qur’an). 

Tidaklah diragukan lagi bahwa dengan mengeraskan bacaan Al-Qur’an itu akan lebih menghidupkan hati, membangkitkan (memperbarui) semangat, pendengarannya pun akan ikut mendengarkan bacaan tersebut, dan juga bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya yang ikut mendengarkan dan mengambil manfaat dari bacaan tersebut. [1]

Diperbolehkan pula mengeraskan bacaan Al-Qur’an di malam hari, bahkan hal itu merupakan kebaikan jika tidak mengganggu siapa pun, dan juga ketika tidak khawatir akan terjatuh dalam riya’. 

Dari ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ رَجُلًا يَقْرَأُ مِنْ اللَّيْلِ فَقَالَ يَرْحَمُهُ اللَّهُ لَقَدْ أَذْكَرَنِي كَذَا وَكَذَا آيَةً كُنْتُ أَسْقَطْتُهَا مِنْ سُورَةِ كَذَا وَكَذَا

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar seseorang membaca (Al-Qur`an) di dalam masjid, lalu beliau bersabda, “Semoga Allah merahmati si Fulan. Sesungguhnya dia telah mengingatkanku tentang ayat ini dan ini, yakni ayat yang aku lupa dari surat ini dan itu.” (HR. Bukhari no. 5037 dan Muslim no. 788)

Baca Juga:

  • Lebih Utama Menghafal Al-Qur’an Atau Membacanya Ketika Ramadhan?
  • Mengkhatamkan Al-Quran dengan Membacanya Bersama-Sama

[Selesai]

***

@Kantor YPIA, 30 Jumadil awwal 1441/ 25 Januari 2020

Penulis: M. Saifudin Hakim

Artikel: Muslim.or.id

Catatan kaki:

[1] Lihat At-Tibyaan, hal. 71; karya An-Nawawi rahimahullah.

[2] Pembahasan ini kami sarikan dari kitab Ahkaam Khudhuuril Masaajid karya Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan hafidzahullah, hal. 214-215 (cetakan ke empat tahun 1436, penerbit Maktabah Daarul Minhaaj, Riyadh KSA). Kutipan-kutipan dalam tulisan di atas adalah melalui perantaraan kitab tersebut.

ShareTweetPin1
M. Saifudin Hakim

M. Saifudin Hakim

- Alumnus Ma'had Al-'Ilmi, Yogyakarta. - Alumnus Pendidikan Dokter FK UGM, Yogyakarta. - Alumnus Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda. - Saat ini sedang belajar di Unayzah, Saudi Arabia.

Artikel Terkait

Fikih Akikah (Bag. 4): Masalah-Masalah yang Berkaitan dengan Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
18 Juli 2026
0

Hukum akikah untuk janin yang mengalami keguguran Jika keguguran terjadi sebelum usia kehamilan 4 bulan, maka akikah tidak perlu dilakukan...

Fikih Akikah (Bag. 3): Karakteristik, Syarat-Syarat Hewan Akikah, dan Pembagian

oleh Luqman Hasan Nahari
17 Juli 2026
0

Karakteristik hewan akikah Sunahnya adalah menyembelih 2 ekor domba untuk bayi laki-laki dan 1 ekor domba untuk bayi perempuan. Hal...

Fikih Akikah (Bag. 2): Waktu, Tempat, dan Pihak yang Menanggung Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
29 Juni 2026
0

Waktu pelaksanaan akikah Waktu akikah disunahkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh setelah bayi tersebut lahir. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Sunahnya...

Artikel Selanjutnya

Hukum Menghadiri Jamuan yang Disediakan Khamr

Komentar 8

  1. Muhammad Fuad says:
    6 tahun yang lalu

    Membaca Al-Qur’an di rumah selepas maghrib dengan mengeraskannya
    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz, saya melakukan kegiatan ini hampir 10 tahun terakhir ini, membaca tulisan Ustadz di muslim.or.id[at]gmail.com, apakah semua ini diteruskan saja /menghentikannya, mohon penjelasannya untuk pengukuhan diteruskan / dihentikan, wassalam.

    Reply
    • Ovi says:
      4 tahun yang lalu

      Bismillah
      Bpk/ibu admin
      Saya mau menanyakan, bolehkah complain ke pak RT mengenai. Mushola dpn rumah, jika tadarus volume mic nya agak dikecilkan jng nyaring seperti volume adzan. Karena jujur saya sangat terganggu, jika sedang solat sendiri d rumah/mau ngaji juga jd ga fokus. ber telfon dg keluarga jd gak kedengeran. Durasi marbot mengaji pun dari bubar tarawih jam 8 sd hampir jam 10.
      Mohon pencerahan
      Terimakasih
      Wassalamualakum warahmatullahi wabarakatuh

      Reply
    • Teguh says:
      4 tahun yang lalu

      Pergunakan akal dan hati. Lebih utama menghindari laknat daripada mengejar manfaat yang belum jelas. Mengeraskan suara bisa mengganggu orang lain yang sedang belajar atau istirahat atau bahkan beribadah. Membaca dalam hati saja kan bisa, jangan lupa diresapi dan dipikirkan artinya agar otak juga terlatih dan mendapat manfaat.

      Reply
  2. Sumari says:
    5 tahun yang lalu

    Ijin share sebagian. Trimakadih

    Reply
  3. Thalib Abdullah says:
    2 tahun yang lalu

    sy tadi siang sholat dhuhur jamaah ,ada jamaah sangat mengganggu ke khusukan saya dlm membaca rukun sholat ,sampai sampai saya mengulangi bacaan saya ,sementara bpk tsb ,kabar sbg pimpinan dayah ,sangat terganggu ,jadi begitu salam saya tepuk pahannya ,sy tegur bpk tsb ,pak maaf saya disamping bapak kiri dan kanan terganggu bacaan bapak ,dia diam saja ,lalu saya bangun pergi keluar mushalla
    apakah saya salah atas tindakan tsb ,mohon pencerahannya dan terima kasih
    salam hormat
    wassalammulaikum .ww

    Reply
    • M. Saifudin Hakim says:
      2 tahun yang lalu

      Berdasarkan deskripsi yang disampaikan, insya Allah tidak mengapa, yang penting menyampaikan dengan adab yang baik terutama apabila beliau lebih tua dari kita. Wallahu a’lam.

      Reply
  4. wnur says:
    2 tahun yang lalu

    harusnya MUI membuat fatwa yg tegas terhadap masjid yg spikernya sengaja di buat keras. bagaimanapun ini sangat mengganggu. terlebih jam2 istirahat mungkin yg lagi sholat dirumah sambil nunggu orang sakit, ada yg berdoa dg khusuk, ada anak kecil yg lagi belajar ngaji. mungkin alasan mrk syiar, tapi justru memberi kesan Islam sbg agama yg intoleran, tidak peka. padahal Islam itu rahmatan Lil alamin.
    tolong pihak MUI tegas. demi Allah ini sangat mengganggu. setiap orang berhak berkomunikasi scr khusuk dg penciptanya Allah SWT.

    Reply
  5. [email protected] says:
    1 tahun yang lalu

    Suara aja sudah terdengar oleh orang lain gmn cerita tidak mengangu orang jgn lah jadi orang munafik klu malam ada orang yg istirahat ada yg sakit apalagi mengunakan mix pengeras suara . .klu tidak pakai mix di masjid ada yg sedang sholat sunat.. klu di rumah ada orang istirahat dll.. tanpa kalian sadari suara nya yg terdegr oleh orang lain walaupun itu Alquran kamu sedang membaca tapi orang lain ada yg tidak butuh istirahat lain hal nya sedang ceramah.. untuk di dengar oleh orang yg mendengar kannya. Klu tadarus buat para yg sambung ayat tersebut. Jls paham.suara mu sudah mengangu orang lain tanpa kamu sadari itu.allah tidak tuli dia maha mendengar bahkn sampai ke hati mu sekalipun.

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   4   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah