Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Menghindari Dampak Buruk Dosa

Abdullah Zaen, Lc., MA. oleh Abdullah Zaen, Lc., MA.
18 November 2019
di Akhlak dan Nasihat
Cara Menghindari Dampak Buruk Dosa dan maksiat
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Dampak buruk maksiat di dunia
  • Dampak buruk maksiat di akhirat
  • Menghindari dampak buruk dosa
  • Mendalami makna istighfar

Dampak buruk maksiat di dunia

Banyak orang belum mengetahui bahwa dosa dan maksiat itu memiliki dampak buruk yang sangat serius bagi pelakunya. Di dunia maupun di akhirat. Bahkan seluruh keburukan itu pemicunya adalah dosa.

Efek buruk maksiat di dunia antara lain: menyebabkan rezeki seret. Memunculkan kegelisahan. Menimbulkan ketidakharmonisan hubungan. Segala urusan menjadi ruwet. Melemahkan tubuh dan hati. Mengakibatkan malas beribadah. Menghilangkan keberkahan umur. Dan masih banyak lagi dampak buruk lain dari maksiat.

Itu baru efek negatifnya di dunia.

Baca Juga: Menjaga Kesehatan dengan Menjauhi Maksiat

Dampak buruk maksiat di akhirat

Adapun di akhirat, maka sungguh dampak buruk maksiat jauh lebih mengerikan. Para pelakunya terancam siksa neraka Jahannam.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,

وَسُئِلَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ، فَقَالَ: الفَمُ وَالفَرْجُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya tentang hal yang paling banyak memasukkan orang ke neraka. Beliau menjawab, “(Dosa) mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidziy dan dinilai sahih oleh Ibnu Hibban)

Baca Juga: Sudah Taubat Lalu Bermaksiat Lagi, Apakah Diterima Taubatnya?

Menghindari dampak buruk dosa

Manusia dengan kelemahan imannya, berpeluang besar untuk terjerumus pada dosa dan maksiat. Bahkan teramat sering terperosok ke dalam kubangannya. Lantas bisakah manusia yang sudah terlanjur berbuat dosa, terhindar dari dampak buruknya?

Jawabannya: bisa! 

Caranya adalah dengan memperbanyak taubat dan istighfar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan,

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Setiap anak keturunan Adam banyak dosa. Sebaik-baik orang yang banyak dosa adalah yang sering bertaubat.” (HR. Tirmidziy dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Al-Hakim menyatakan isnad hadits ini sahih)

Baca Juga: Meninggalkan Maksiat Bukan Karena Allah, Apakah Berpahala?

Mendalami makna istighfar

Istighfar berarti memohon maghfirah (ampunan). Makna maghfirah adalah: terhindar dari dampak buruk dosa dan ditutupi. Jadi orang yang beristighfar itu, sejatinya sedang memohon kepada Allah agar dihindarkan dari dampak buruk dosa-dosanya. Baik di dunia maupun di akhirat. Serta memohon kepada Allah ta’ala agar aib-aibnya tersebut ditutupi.

Jika kita merasa sering berbuat dosa, maka seharusnya kita lebih sering lagi untuk beristighfar. Dengan harapan bisa terhindar dari dampak buruk dosa-dosa itu.

Abu Musa al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu menceritakan,

جَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ جُلُوسٌ فَقَالَ: مَا أَصْبَحْتُ غَدَاةً قَطُّ، إِلَّا اسْتَغْفَرْتُ اللَّهَ فِيهَا مِائَةَ مَرَّةٍ

“Suatu saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang saat kami sedang duduk-duduk. Beliau bersabda, “Setiap pagi aku pasti selalu beristighfar seratus kali.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf dan dinilai sahih oleh al-Albaniy)

Inilah kebiasaan harian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Padahal beliau telah diampuni dosa-dosanya oleh Allah dan sudah dijamin masuk surga. Bagaimana dengan kita?

Baca Juga:

  • Perbedaan Istighfar dan Taubat
  • Adakah Tuntunan Membaca Istighfar Setelah Menguap?

***

Pesantren “Tunas Ilmu”, Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 15 Dzulhijjah 1440/ 15 Agustus 2019

Penulis: Ustadz Abdullah Zaen, Lc. MA.

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin12
Abdullah Zaen, Lc., MA.

Abdullah Zaen, Lc., MA.

alumni Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur, alumni Fakultas Syari’ah Institut Studi Islam Darussalam Gontor, S1 Fakultas Hadits dan Dirasat Islamiyah, S2 Jurusan Aqidah Universitas Islam Madinah. Dosen di Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyyah Imam Syafi'i Jember.

Artikel Terkait

Ketika Ulama Berkata, “Aku Tidak Tahu” (Bag. 1)

oleh Dimas Setiaji
21 Oktober 2026
0

Suatu hari di Mina, orang-orang datang membawa pertanyaan kepada salah seorang ulama, namun jawaban yang keluar dari lisan beliau adalah,...

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 7): Fokus Bekerja dengan Baik

oleh Glenshah Fauzi
16 Oktober 2026
0

Resep kepemimpinan hebat adalah fokus bekerja dengan baik Jangan sampai ada sesuatu yang menyibukkanmu di luar urusan kepemimpinan. Karena seorang...

Di Tempat Umum, Kita Tidak Sendirian

oleh Mochammad Wibisono
12 Oktober 2026
0

Bayangkan kita sedang duduk di ruang tunggu. Seseorang memutar video dari ponselnya dengan suara keras. Ia tampak menikmati tayangan itu,...

Artikel Selanjutnya
sikap suami kepada istri

Laki-Laki adalah Pemimpin Rumah Tangga (Bag. 6)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan bahwa Anda manusia: 10   +   2   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah