Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Menyoal Konsekuensi Penerjemahan Istiwa` (Bag.3)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
13 Desember 2018
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Tafsir Ahli Bahasa Arab
  • Penukilan tafsir etimologi dari para ulama

Baca pembahasan sebelumnya Menyoal Konsekuensi Penerjemahan Istiwa` (Bag.2)

Berikut ini beberapa nukilan dari para imam Salafush Sholeh tentang tafsir yang masyhur dari lafadz istawa ‘ala (اِسْتَوَى عَلَى) dan makna bahasa dari Ahli bahasa Arab :

Tafsir yang masyhur dari para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah tentang makna istawa ‘ala (اِسْتَوَى عَلَى)

  1. Pakar tafsir di kalangan Tabi’in, Imam Mujahid (wafat tahun 102 H) rahimahullah berkata:

    استوى: علا على العرش

    “{اسْتَوَى} (yaitu) : tinggi di atas ‘Arsy“.

  1. Bisyr bin ‘Amr Az-Zahrani berkata (wafat tahun 207 H) menuturkan:

    سمعت غير واحد من المفسرين يقول :{الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى}: ارتفع

    “Saya mendengar tidak hanya satu orang dari kalangan Ahli Tafsir menafsirkan :

    {الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى}, (yaitu ) : “tinggi di atas”.

  1. Imam Ahli Tafsir yang wafat tahun 310 H,Ibnu Jariir Ath-Thabari rahimahullah ketika menafsirkan firman Allah Ta’ala :{الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى}, berkata :

    الرحمن على عرشه ارتفع وعلا

    “Ar-Rahman tinggi di atas ‘Arsy”.

  2. Syaikh Shalih bin Abdil ‘Aziz Alusy Syaikh hafizhahullah berkata :

    ﴿اسْتَوَى﴾ هذه فسرها السلف بعدة تفسيرات قالوا:
    ﴿اسْتَوَى﴾ علا ، ﴿اسْتَوَى﴾ استقر ، ﴿اسْتَوَى﴾ ارتفع ، ﴿اسْتَوَى﴾ صعد

    “(Istawa) ,ini ditafsirkan oleh Salafush Shalih dengan beberapa tafsiran, mereka berkata :

    Istawa bermakna : tinggi di atas (‘alaa) , istawa bermakna : tetap tinggi di atas (istaqarra), istawa bermakna: irtafa’a (tinggi di atas), Istawa bermakna : sha’ida (tinggi di atas)”.

Baca Juga: Tanya Jawab Bersama Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah: Dimana Allah ?

Tafsir Ahli Bahasa Arab

Berkata pakar bahasa Arab, Abul ‘Abbas Tsa’lab (wafat tahun 291 H) :

استوى على العرش: علا

{الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى}, (yaitu ) : “ tinggi di atas”.

Penukilan tafsir etimologi dari para ulama

  1. Imam Ibnul Qayyim dan Ibnu ‘Abdil Barr rahimahumallahu telah menukilkan bahwa :

    والاستواء في اللغة معلوم مفهوم وهو العلو والارتفاع على الشيء والاستقرار

    “Istiwa` dalam bahasa Arab maknanya sudah jelas dan bisa dipahami,yaitu : tinggi di atas sesuatu serta tetap tinggi di atas (tidak beralih dari keadaanya)”.

Baca Juga: Isra Mi’raj Adalah Dalil Sifat Al ‘Uluw Bagi Allah

  1. Syaikh Shalih bin Abdil ‘Aziz Alusy Syaikh hafizhahullah berkata :

    {ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ} هذه فسرها السلف بـ ( علا وارتفع وصعد واستقر ) وهذه كلها من التفسيرات اللغوية

    “{ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ}, ayat ini ditafsirkan oleh Salafush Shalih dengan : ‘ala (tinggi di atas),irtafa’a (tinggi di atas), sha’ida (tinggi di atas) dan istaqarra (tetap tinggi di atas), semua tafsiran ini merupakan makna bahasa (juga)”.

    Khusus makna استقرّ, Syaikhul Islam rahimahullah menukilkan dari sebagian Salafush Shalih :

    وقال عبد الله بن المبارك ومن تابعه من أهل العلم وهم كثير أن معنى استوى على العرش استقر وهو قول القتيبي

    “Berkata Abdullah ibnul Mubarak dan Ulama yang mengikuti beliau (dan jumlah mereka banyak), bahwa: makna “istawa ‘alal ‘Arsy” bermakna tetap tinggi di atas ‘Arsy (tidak beralih dari keadaannya), dan ini perkataan Al-Qutaibi”.

Baca Juga: Dimanakah Alloh ?

Catatan:

Kata kerja “استوى” jika bersambung dengan “على“, maka tidak boleh dipalingkan dari makna “tinggi di atas”, sedangkan seluruh makna-makna lainnya dari makna “استوى” yang disebutkan oleh para ahli bahasa Arab itu adalah jika “استوى” tidak bersambung dengan “على“, atau “استوى” bersambung dengan selain “على“.

Adapun kesimpulan yang bisa kita tarik dari penjelasan di atas tentang makna “ استوى على ” ,in sya Allah akan dilanjutkan pada bagian yang ke -4 dari artikel : Menyoal konsekuensi penerjemahan Istiwa`. Semoga bermanfa’at luas.

Baca Juga:

  • Sifat Istiwa’ Allah di Atas ‘Arsy
  • Fir’aun Mendustakan Allah Berada di Atas Langit

(Bersambung, in sya Allah)

Penulis : Ustadz Sa’id Abu Ukasyah
Artikel. Muslim.or.id

ShareTweetPin
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Mengenal Nama Allah “Al-Haqq”

oleh Muhammad Insan Fathin
27 September 2026
0

Allah Ta'ala menamai Diri-Nya dengan Al-Haqq di dalam Al-Qur'an sebanyak sepuluh kali. Nama ini bukan sekadar gelar, melainkan penegasan bahwa...

Iman kepada Kitab Allah: Ketika Wahyu Menjadi Penentu Arah

oleh Mochammad Wibisono
9 September 2026
0

Menempatkan petunjuk Allah di atas derasnya opini, tren, dan pembenaran diri. Kita tidak kekurangan informasi. Dalam beberapa menit, seseorang dapat...

Buah dari Iman kepada Malaikat: Tetap Jujur Saat Tidak Dilihat Manusia

oleh Mochammad Wibisono
6 September 2026
0

Kesadaran terhadap alam gaib yang menumbuhkan integritas dalam kehidupan nyata. Kita hidup pada masa ketika seseorang dapat membangun citra publik...

Artikel Selanjutnya
tazkiyatun nafs, penyucian jiwa, tauhid

10 Kaidah dalam Menyucikan Jiwa (Bag. 2) : Tauhid Adalah Kunci Pokok Penyucian Jiwa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 0   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah