Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Ilmu Agama, Ibarat Air Hujan yang Jatuh ke Bumi

M. Saifudin Hakim oleh M. Saifudin Hakim
8 Desember 2016
di Manhaj
hujan_jamak_shalat

hujan_jamak_shalat

Share on FacebookShare on Twitter

Sesungguhnya ilmu itu seperti air yang terdapat di bumi. Allah Ta’ala memberikan manfaat dengan sebab air tersebut kepada orang-orang yang mendapatinya. Hal ini sebagaimana perumpamaan yang dibuat oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dalam sebuah hadits shahih,

إِنَّ مَثَلَ مَا بَعَثَنِى اللَّهُ بِهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنَ الْهُدَى وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَصَابَ أَرْضًا

”Perumpamaan apa yang diturunkan oleh Allah Ta’ala kepadaku berupa petunjuk dan ilmu itu adalah seperti air hujan (”ghoits”) yang jatuh ke bumi.” (HR. Muslim no. 6093)

Ilmu syar’i itu seperti air hujan yang memberikan manfaat. Dan di antara faidah bahasa Arab dalam ilmu tafsir, bahwa mayoritas penggunaan kata ”ghoits” (air hujan) di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah untuk air hujan yang bermanfaat. Adapun kata ”mathor” (air hujan) sebagian besar digunakan untuk air hujan dari langit yang menyebabkan bencana dan malapetaka.

Contoh penggunaan ”mathor” adalah firman Allah Ta’ala,

وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَسَاءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِينَ

”Kami turunkan hujan kepada mereka (hujan batu), maka amat buruklah hujan yang ditimpakan orang-orang yang diberikan peringatan itu.” (QS. An-Naml [27]: 58)

Adapun contoh penggunaan ”ghaits” adalah firman Allah Ta’ala,

ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ عَامٌ فِيهِ يُغَاثُ النَّاسُ وَفِيهِ يَعْصِرُونَ

”Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa itu mereka memeras anggur.” (QS. Yusuf [12]: 49)

Dalam hadits di atas, Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengibaratkan ilmu sebagai ghaits, yaitu air hujan yang mendatangkan manfaat. Dalam lanjutan hadits ini, digambarkan bahwa hujan tersebut jatuh ke berbagai jenis tanah. Di antaranya adalah tanah yang menerima ilmu, sehingga manusia dapat minum dengan puas darinya dan menumbuhkan rumput-rumputan dan tanaman yang banyak. Termasuk dalam makna perumpamaan ilmu dengan hujan itu adalah bahwa ilmu tersebut menumbuhkan (menghidupkan) badan dan hati (dengan berbagai macam ketaatan). Demikianlah ilmu syar’i, sehingga di sinilah letak persamaan kedua hal tersebut.

Semoga Allah Ta’ala mengkaruniakan kepada kita ilmu yang bermanfaat dan memberikan taufik untuk mengamalkannya.

***

Diselesaikan ba’da isya, Rotterdam NL, 4 Rabiul ‘Awwal 1438

Penulis: M. Saifudin Hakim

Artikel Muslim.or.id

Catatan kaki:

Dicuplik dari ceramah Syaikh Shalih bin ‘Abdul Aziz Alu Syaikh hafidzahullah yang berjudul “Asbaabu Ats-Tsabaat ‘ala Tholabil ’Ilmi” (Sebab-sebab untuk istiqamah di jalan ilmu).

ShareTweetPin
M. Saifudin Hakim

M. Saifudin Hakim

- Alumnus Ma'had Al-'Ilmi, Yogyakarta. - Alumnus Pendidikan Dokter FK UGM, Yogyakarta. - Alumnus Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda. - Saat ini sedang belajar di Unayzah, Saudi Arabia.

Artikel Terkait

Prinsip-prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 9): Mendengar dan Taat Kepada Pemerintah

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
23 Oktober 2026
0

Ketujuh, mendengar dan taat kepada pemerintah kaum muslimin dalam perkara yang ma’ruf Di antara prinsip dari manhaj Ahlus Sunnah wal...

Sikap Pertengahan dan Moderat dalam Syariat Islam (Bag. 1)

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
18 Oktober 2026
0

Islam adalah agama yang dibangun di atas prinsip wasathiyyah (pertengahan) dan i‘tidal (keseimbangan). Prinsip ini menjadi ciri khas ajaran Islam...

Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 8): Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
15 Oktober 2026
0

Keenam, amar ma’ruf dan nahi mungkar Di antara prinsip dari manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah berikutnya adalah mengajak kepada kebaikan dan mencegah...

Artikel Selanjutnya
maulid nabi, kapan maulid nabi, hukum maulid nabi, maulid nabi bidah, dalil maulid nabi

Fatwa Ulama: Perayaan Maulid Nabi Adalah Masalah Khilafiyah?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan bahwa Anda manusia: 10   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah