Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Teks Khotbah Jumat: Istikamah Beribadah adalah Sebuah Keberhasilan yang Hakiki

Muhammad Insan Fathin oleh Muhammad Insan Fathin
13 September 2026
di Khotbah Motivasi dan Inspirasi
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Khotbah pertama
  • Khotbah kedua

Khotbah pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً، وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ، إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحُ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ، وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

أَمَّا بَعْدُ

فَيَا مَعْشَرَ الْمُؤْمِنِينَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَإِنَّ تَقْوَى اللَّهِ خَيْرُ الزَّادِ، وَهِيَ وَصِيَّةُ اللَّهِ لِلْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ

Jemaah salat Jumat rahimakumullah,

Kadang di antara kita merasa gagal. Gagal mengejar cinta, gagal mengembangkan diri, gagal menaikkan pangkat, gagal membahagiakan orang tua, gagal mengembangkan dakwah. Kita lihat orang lain tampak mudah hidupnya. Tiba-tiba dada sesak, hati resah, dan gundah gulana. Lalu kita cari pelarian, scrolling tanpa henti, nongkrong berlarut, atau hiburan yang justru menambah kosongnya hati.

Di tengah semua itu, pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya, apakah benar ukuran sukses itu seperti yang kita yakini selama ini? Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَالدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah permainan dan senda gurau. Dan negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kalian mengerti?” (QS. Al-An’am: 32)

Definisi sukses yang selama ini kita pegang ternyata rapuh. Sukses hakiki bukan perkara yang tampak di mata manusia. Sukses hakiki adalah ketika kita konsisten dalam kebaikan; kita masih berdiri di atas salat lima waktu, di atas tauhid yang lurus, hingga ajal menjemput. Hasil dunia? Itu hanya bonus. Amal ibadah yang istikamah, itulah bekal yang pasti.

Dan ibadah sampai mati adalah keharusan, bukan pilihan. Allah Ta’ala berfirman,

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan (ajal/kematian).” (QS. Al-Hijr: 99)

Tidak ada selesai dari ibadah. Tidak ada berhenti dari ketaatan. Sampai ajal datang, kita wajib beribadah. Karena itulah tugas kita di dunia, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Namun, kita perlu memahami satu hal yang sering menyesatkan. Beriman dan beribadah tidak berarti kita akan selalu mendapatkan kehidupan dunia yang kita inginkan.

Allah Berfirman,

أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ 

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sementara mereka tidak diuji?” (QS. al-Ankabut: 2)

Perihal hasil, kita hanya diperintahkan bertawakkal. Nabi ﷺ bersabda,

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

“Jika kalian benar-benar bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan memberi kalian rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung. Burung itu pergi pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan kembali sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. At-Tirmidzi no. 2344, dinilai sahih oleh Al-Albani)

Namun, Ketawakkalan kita tidak boleh menciderai ikhtiyar kita dan berdoa. Nabi ﷺ bersabda,

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ. احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk hal yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah kamu lemah.” (HR. Muslim no. 2664)

Hasil dunia boleh jadi datang, boleh jadi tidak. Tugas kita hanya beramal saleh. Tugas kita bukan mengejar hasil. Karena keberhasilan hakiki umat Islam hanya akan terlihat di akhirat nanti, bukan di dunia ini. Allah Ta’ala berfirman,

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ * أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna, dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Mereka itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat selain neraka, dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan di dunia.” (QS. Hud: 15-16)

Nabi ﷺ bersabda,

لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ

“Seandainya dunia ini senilai sayap nyamuk di sisi Allah, niscaya Allah tidak akan memberi minum orang kafir walau seteguk air.” (HR. At-Tirmidzi no. 2320, dinilai sahih oleh Al-Albani)

Jemaah rahimakumullah, dunia ini bukan tempat kita memanen kemenangan. Di dunia ini, ujian dan fitnah akan selalu datang, tidak peduli siapa kita, berapa harta kita, atau apa jabatan kita. Nabi ﷺ bersabda,

تَكُونُ فِتْنَةٌ، الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ، وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْمَاشِي، وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي

“Akan ada fitnah. Yang duduk di dalamnya lebih baik dari yang berdiri, yang berdiri lebih baik dari yang berjalan, dan yang berjalan lebih baik dari yang berlari menuju fitnah.” (HR. Bukhari no. 7081)

Nabi ﷺ juga bersabda,

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا تَذْهَبُ الدُّنْيَا حَتَّىٰ يَأْتِيَ عَلَى النَّاسِ يَوْمٌ لَا يَدْرِي الْقَاتِلُ فِيهِ فِيمَ قَتَلَ، وَلَا الْمَقْتُولُ فِيمَ قُتِلَ

“Demi yang jiwaku di tangan-Nya, tidak akan lenyap dunia ini hingga datang kepada manusia suatu hari di mana yang membunuh tidak tahu mengapa ia membunuh, dan yang dibunuh tidak tahu mengapa ia dibunuh.” (HR. Muslim no. 2884)

Lalu bagaimana seharusnya kita bersikap di tengah fitnah yang datang silih berganti?

Yang paling utama adalah berusaha menjauh dari fitnah, bukan mendekatinya. Nabi ﷺ bersabda,

مَنْ وَجَدَ فِيهَا مَلْجَأً أَوْ مَعَاذًا فَلْيَعُذْ بِهِ

“Siapa yang menemukan tempat berlindung, maka berlindunglah di sana.” (HR. Bukhari no. 7081)

Nabi ﷺ bersabda,

يَهْرُبُ النَّاسُ مِنَ الدَّجَّالِ، فَيَلْحَقُ بِالْجَبَالِ

“Manusia akan lari dari Dajjal, lalu mereka berlindung ke gunung-gunung.” (HR. Muslim no. 2936)

Nabi ﷺ bersabda,

كَيْفَ أَنْتَ يَا حُذَيْفَةُ إِذَا أَصَابَ النَّاسَ مَوْتٌ يَكُونُ الْقَتْلُ فِيهِ قَتْلًا؟ قُلْتُ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: لِتَصْبِرَنَّ عَلَيْهِمْ وَلَتَمَسَّكَنَّ بِأَخْشُوشِ أَمْرِكَ

“Bagaimana keadaanmu wahai Hudzaifah, jika manusia ditimpa suatu kematian yang membunuh banyak orang? Aku (Hudzaifah) menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.’ Beliau bersabda, ‘Bersabarlah dan berpeganglah teguh pada perkara yang keras (agaknya) dari agamamu.’” (HR. Abu Dawud no. 4242, dinilai sahih oleh Al-Albani)

Jemaah, kita tidak perlu menjadi pahlawan di tengah fitnah. Kita cukup selamat. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali kita sengaja menceburkan diri ke dalam kemaksiatan. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

“Dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195)

Dan jika kita terlanjur terperosok, jangan berputus asa dari rahmat Allah. Bertobatlah selalu, setiap saat. Nabi ﷺ bersabda,

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik yang berbuat salah adalah yang bertobat.” (HR. At-Tirmidzi no. 2499, dinilai sahih oleh Al-Albani)

Nabi ﷺ bersabda,

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ، وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ

“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla membentangkan tangan-Nya di malam hari agar pelaku dosa di siang hari bertobat; dan membentangkan tangan-Nya di siang hari agar pelaku dosa di malam hari bertobat.” (HR. Muslim no. 2759)

Jemaah rahimakumullah, mungkin ada yang bertanya: kalau dunia ini bukan tempat kemenangan, lalu siapakah yang menang? Apakah Islam akan mampu bertahan? Apakah umat ini akan berjaya?

Allah Ta’ala dan Rasul-Nya telah memberikan jawabannya dengan sangat jelas. Islam akan kembali asing di akhir zaman. Kemenangan hakiki bukanlah milik yang menang di dunia, melainkan milik yang beristikamah. Nabi ﷺ bersabda,

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا، وَسَيَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ، فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam mulai dalam keadaan asing, dan akan kembali asing sebagaimana ia mulai. Maka beruntunglah orang-orang yang asing itu.” (HR. Muslim no. 145)

Nabi ﷺ bersabda,

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّىٰ يَقْبِضَ الْعِلْمَ، وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ، وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ، وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ، وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ

“Tidak akan datang kiamat hingga diangkatnya ilmu, banyak gempa, waktu terasa sempit, fitnah tampak jelas, dan banyak kekacauan.” (HR. Bukhari no. 1036)

Nabi ﷺ bersabda,

سَدِّدُوا وَقَارِبُوا، وَاعْلَمُوا أَنَّهُ لَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِنْكُمْ بِعَمَلِهِ، قَالُوا: وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: وَلَا أَنَا، إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِيَ اللَّهُ مِنْهُ بِرَحْمَةٍ

“Luruslah, dekatlah, dan ketahuilah bahwa tidak ada seorang pun di antara kalian yang akan selamat dengan amalnya. Mereka bertanya, ‘Tidak juga engkau, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Tidak juga aku, kecuali Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku.’” (HR. Bukhari no. 5673)

Maka jika ukuran kemenangan adalah harta, jabatan, dan popularitas dunia, maka benar, banyak orang yang akan merasa kalah. Namun jika ukuran kemenangan adalah istikamah di atas Al-Qur’an dan As-Sunah hingga ajal menjemput, maka itulah kemenangan yang sebenarnya. Karena itulah sebaik-baik bekal yang bisa kita persiapkan.

Nabi ﷺ bersabda,

التَّاجِرُ الصَّدُوقُ الْأَمِينُ مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ

“Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para Nabi, orang-orang yang jujur (shiddiqin), dan para syuhada’.” (HR. At-Tirmidzi no. 1209, dinilai sahih oleh Al-Albani)

Maka definisi sukses itu sederhana, jemaah: masih bisa salat lima waktu, masih bisa berzikir, masih bisa menjaga lisan, masih bisa bertobat, dan masih di atas tauhid ketika malaikat maut datang. Itu lebih dari cukup. Itulah sukses yang sebenarnya. Berhasil mengistikamahkan ibadah kita hingga maut menjemput kita.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَخَطِيئَةٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khotbah kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ، فَاتَّقُوا اللَّهَ عِبَادَ اللَّهِ

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ، وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِينَ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِ الْمُسْلِمِينَ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ، وَاهْدِهِمْ سُبُلَ السَّلَامِ

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِلَّهِ وَالرَّسُولِ مِنْ بَعْدِ مَا أَصَابَهُمُ الْقَرْحُ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

أَقِيمُوا الصَّلَاةَ

Baca juga: Lima Kiat untuk Istiqamah dalam Beramal

***

Penulis: Muhammad Insan Fathin

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
Muhammad Insan Fathin

Muhammad Insan Fathin

-Alumnus Ma'had Riyadhusshalihin -Alumnus Biologi UNY -Mahasiswa S2 Fiqh al-Madinah International University -Pengawas Yayasan Ibnu Katsir Gunter

Artikel Terkait

Teks Khotbah Jumat: Jangan Lupa Tentang Darimana Datangnya Musibah

oleh Glenshah Fauzi
3 September 2026
0

Khotbah pertama إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ...

Khotbah Jumat Kemerdekaan: Langkah Nyata Membangun Negeri yang Amanah

oleh Muhammad Insan Fathin
13 Agustus 2026
1

Khotbah pertama إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا...

Teks Khotbah Jumat: Bulan Syakban, Bulan Latihan

oleh Glenshah Fauzi
4 Februari 2026
0

Khotbah pertama بسم الله الرحمن الرحيم السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ...

Artikel Selanjutnya

Bolehkah Memperindah Rumah dan Menghias Bangunan?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan bahwa Anda manusia: 8   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah